Callie Si Bocah Genius

Callie Si Bocah Genius

Awal

"Sebental, empus. Ndak boleh belisik atau nablak-nablak balang di sini ya. Wawas saja kamu kalau sampai Callie ketahuan Uncle Onand. Aku cubit itu ginjalnya empus," ucap seorang bocah cilik bernama Callie Noura Eleanor. Dia memperingatkan sesuatu agar tidak menggagalkan rencananya.

Callie nama panggilannya. Bocah cilik berusia 3 tahun yang sangat aktif dan begitu cerdik. Keturunan dari Rachel dan Lucky. Rachel yang merupakan keturunan keluarga Roberto sang raja bisnis di negeri ini. Walaupun Callie tidak menyandang nama keluarga Roberto, tapi tak ada yang bisa meragukan kegeniusannya. Dia begitu pintar, licik, manipulatif, pemberani, dan manja dalam waktu bersamaan. Hal itu sudah menunjukkan bahwa dia menuruni gen dari sang Tuan besar keluarga Roberto, Papa Fabio.

Saat ini Callie tengah berada di sebuah ruang kerja milik Ronand, sang Uncle kesayangannya. Entah bagaimana caranya Callie masuk ke dalam ruang kerja milik Ronand itu. Padahal kuncinya selalu tertutup rapat dan takkan bisa dibuka jika bukan Ronand yang membukanya. Ditemani oleh seekor hewan dengan panggilan "empus" yang tak lain adalah singa kecil kesayangannya. Singa kecil itu dibawanya oleh Callie dari rumah Papa Fabio. Padahal sang Mama sudah minta Callie untuk tidak memelihara hewan buas di rumahnya. Namun alih-alih menuruti keinginan sang Mama, justru hewan itu malah tinggal di kamar Callie. Hari sudah tengah malam, tapi tidak menyurutkan niat Callie untuk berada di ruang kerja Ronand. Tentu saja untuk mencari sesuatu yang berharga. Malam ini, Callie menginap di rumah Ronand karena ada misi khusus. Misi mengacak-acak ruang kerja milik Ronand. Entah apa yang sedang dicari oleh bocah cilik itu sehingga berani masuk ke ruang kerja Ronand.

"Dimana itu Uncle Onand simpan lacunnya? Lapat sekali," gumamnya sambil melihat ke arah sekitar. Jari telunjuknya mengetuk dagunya berulangkali seperti tengah berpikir kemungkinan Ronand menyimpan barang yang dipikir Callie adalah racun.

Sretttt...

"Empus..." pekik Callie tertahan sambil memelototkan matanya saat melihat singa kecil miliknya malah menarik sebuah kain dari meja ruang kerja Ronand. Beruntung barang di sampingnya tidak terjatuh dan menimbulkan suara gaduh.

Eh...

"Ini kan..."

"Ya ampun... Pintal sekali kamu, empus. Callie ndak jadi malah ini. Olang kamu malah menemukan ini buat Callie," Ternyata singa kecil itu berhasil menemukan sebuah botol kecil yang tertutup kain. Dengan singa kecil itu menarik kain dengan sedikit menggigitnya. Callie bisa menemukan apa yang dicarinya sedari tadi.

"Misi kita malam ini sudah selesai. Ini bial Callie lapikan lagi," ucapnya setelah mengambil sebuah botol kecil di atas meja kemudian menyimpan pada saku piyamanya.

Callie pun menarik meja kecil di dekat lemari. Kemudian naik di atasnya sambil menarik kain yang tadi ditarik oleh empusnya. Callie merapikan kain itu sama seperti ingatannya saat pertama kali masuk ke dalam ruang kerja milik Ronand. Callie tersenyum puas melihat kain itu sudah berada di posisinya kembali. Beruntung sebelum mencari apa yang diinginkannya tadi, Callie sempat mengamati bagaimana ruang kerja Ronand. Ini lah yang membuat Ronand atau pemilik ruangan tidak pernah sadar kalau ruangannya sudah digeledah.

Setelah selesai, Callie mengembalikan meja kecil itu ke tempatnya. Callie segera pergi dari ruang kerja Ronand. Bahkan Callie mengelap handle pintu dengan tisue yang sudah diberi alkohol agar sidik jarinya terhapus di sana. Diikuti oleh singa kecil yang setia menemaninya, Callie berdendang pelan karena merasa sukses dalam misinya.

Ceklek...

"Ayo tidul sini, empus. Kita halus banyak istilahat. Bial kita sehat dan walas nanti kalau tembak dol dol dol semua olang jahat di dunia," ucap Callie sambil terkekeh geli setelah sampai di kamarnya dengan selamat.

Dengan patuh, singa itu pun melompat ke atas kasur kecil milik Callie. Bocah 3 tahun itu tertidur pulas sambil memeluk hewan kesayangannya. Seakan apa yang terjadi beberapa menit lalu, bukan lah hal penting. Padahal apa yang diambil oleh Callie itu adalah barang penting untuk eksperimen Ronand dan Lucky di laboratorium rahasia.

Poor Ronand yang harus pusing tujuh keliling karena ulah Callie,

***

"Siapa yang kemarin masuk dan bersihkan ruang kerjaku?" seru seorang laki-laki dewasa dengan raut wajah emosinya.

Dia adalah Ronand. Pagi-pagi sekali, dia mencari botol kecil yang disimpannya di atas meja kerja dengan tertutup kain. Padahal kain itu hanya kamuflase agar mejanya tidak kotor. Sehingga orang yang masuk ruang kerjanya tidak akan menyangka kalau di atasnya ada sebuah barang berharga. Ruang kerjanya juga sudah dikunci double dan harus dengan ijinnya agar bisa masuk. Namun hari ini malah kecolongan dengan barang yang hilang. Entah mengapa, CCTV juga mati saat sore kemarin sampai pagi ini. Dan Ronand belum sempat memperbaikinya karena baru pulang pagi ini dari rumah sakit.

Semua maid, penjaga rumah, Susan, dan Ralia kena semprot Ronand karena barangnya hilang. Sedangkan sang tersangka utama, malah asyik makan roti tawar dengan tatapan polosnya. Seakan omelan dari Ronand itu hanya dongeng di pagi hari. Callie tak peduli dengan omelan Ronand pada semua orang.

"Emang barangnya apa sih, Sayang?" tanya Susan mencoba menenangkan suaminya.

"Itu isinya cairan untuk membuat obat, Sayang. Gimana dong? Hari ini aku udah janjian sama Lucky buat bikin itu racikannya," Ronand merengek kesal pada Susan karena barangnya memang sangat dia butuhkan. Dia akan membuat sebuah obat penting yang nanti akan dikembangkan khusus untuk pengobatan di rumah sakitnya.

Astaga...

"Emang kamu letakkan dimana? Coba diingat-ingat lagi. Siapa tahu kamu lupa," ucap Susan dengan tenang. Susan pikir Ronand hanya lupa saja meletakkan barang. Masalahnya Ronand seringkali lupa meletakkan barang-barang kecil.

"Benal itu kata Onty Ucan, Uncle. Uncle kan sudah tua, ingatannya mulai belkulang." ceplos Callie membuat Ronand menatapnya kesal.

"Bilang aja kalau Uncle sudah pikun," seru Ronand sambil menghela nafasnya kasar.

Ndak bilang lho Callie. Uncle sendili yang bilang,

Bukannya membantu mencari, Callie malah membuat Ronand semakin kesal. Padahal dia hanya butuh solusi dan jawaban dari pertanyaannya. Namun Callie malah meledeknya sudah pikun. Para maid dan bodyguard yang ditanya juga tidak tahu dimana barang itu. Pasalnya mereka tidak membersihkan ruang kerja Ronand jika tak disuruh. Sedangkan sudah satu minggu ini, ruang kerja Ronand tidak dibersihkan. Ralia yang melihat keadaan rumahnya pagi ini semrawut pun hanya diam dan mengamati. Namun sepertinya Ralia mulai mencurigai sesuatu.

"Bantu saya cari barang itu. Entah di ruang kerja, mobil, atau halaman. Botol kecil, dalamnya ada cairan berwarna orange." seru Ronand meminta pada semua pekerjanya.

"Baik, Pak." jawab semuanya serentak kemudian pergi untuk melaksanakan perintah Ronand.

"Astaga... Pagi-pagi udah bikin pusing aja," gerutu Ronand yang kemudian memilih duduk di kursi.

"Ndak usah dipikilkan, Uncle Onand. Nanti pasti dapat ganti yang lebih bagus dali balang itu. Ikhlaskan saja," saran Callie menenangkan Ronand.

"Aku yakin ini si bocah cadel ada hubungannya sama hilangnya barang milik Papa. Setiap kali dia datang ke rumah ini, ada saja barang penting yang hilang." gumam Ralia sambil menggelengkan kepalanya.

Terpopuler

Comments

Healer

Healer

aduhhh Callie.....pusing 7 keliling tu uncle Onand mu....semoga Ralia ada adik boy ya thor kerana jadi anak tunggal tu tidak best ...🙏🙏🙏!!

2026-06-12

1

Rai Gojess

Rai Gojess

benar tu Ralia, siasat bilik nya Callie serta barang²nya, jangan biarkan dia lepas ni kali🤣🤣🤣 c empus juga ikut² tu

2026-06-12

0

Rani R.I

Rani R.I

akuu ngebayangin empus nya Callie,, pasti lucu banget 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
singa di gandeng ke mana mana yea kali mambu 🤣🤣🤣🤣🤣

2026-06-12

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Curiga
3 Frustasi
4 Khawatir
5 Arthur
6 Dua Bocah
7 Kabur
8 Galak
9 Penakut
10 Rose
11 Rose 2
12 Kesayangan
13 Tak Percaya
14 Setuju
15 Peninjauan
16 Menyesal
17 Membayar
18 Masalah
19 Penyelundup
20 Penyelundup 2
21 Pusing
22 Tampar Balik
23 Takut
24 Gema
25 Rumpi
26 Ledekan
27 Teka-Teki
28 Bingung
29 Frustasi
30 Drama Cucu
31 Kebaikan
32 Bayangan
33 Alasan
34 Informasi
35 Sekolah
36 Teguran
37 Omelan
38 Tembakan
39 Tembakan 2
40 Tak Percaya
41 Akrab
42 Hilang
43 Bukti
44 Tagihan
45 Ganti Rugi
46 Maaf
47 Kejadian
48 Jangan Kepo
49 Jujur
50 Cicit Hebat
51 Belajar
52 Bukan Matre
53 Bingung
54 Terlalu Bagus
55 Hukuman
56 Pamer
57 Aduan
58 (Bukan) Keluarga
59 Gaduh
60 Pusing
61 Traktiran
62 Trio Emak
63 Trio Emak 2
64 Calon Panpan
65 Elina
66 Licik
67 Berkelit
68 Ribut
69 Kesal
70 Stress
71 Sistem
72 Main
73 Sibuk
74 Kerja
75 Pujian
76 Absurd
77 Misi
78 Misi 2
79 Pengakuan
80 Ganti Rugi
81 Gaji Tertunda
82 Rencana Lamaran
83 Pamer
84 Mall
85 Butik
86 Cacing
87 Tangkap
88 Bukti
89 Keluarga Baik
90 Jual Saja
91 Saksi
92 Saksi 2
93 Konferensi Pers
94 Lamaran
95 Lamaran 2
96 Julid
97 Otak Apa?
98 Interogasi
99 Pernikahan
100 Resepsi
101 Papa Fabio
102 Kehilangan
103 END
104 Callie Season 2
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Awal
2
Curiga
3
Frustasi
4
Khawatir
5
Arthur
6
Dua Bocah
7
Kabur
8
Galak
9
Penakut
10
Rose
11
Rose 2
12
Kesayangan
13
Tak Percaya
14
Setuju
15
Peninjauan
16
Menyesal
17
Membayar
18
Masalah
19
Penyelundup
20
Penyelundup 2
21
Pusing
22
Tampar Balik
23
Takut
24
Gema
25
Rumpi
26
Ledekan
27
Teka-Teki
28
Bingung
29
Frustasi
30
Drama Cucu
31
Kebaikan
32
Bayangan
33
Alasan
34
Informasi
35
Sekolah
36
Teguran
37
Omelan
38
Tembakan
39
Tembakan 2
40
Tak Percaya
41
Akrab
42
Hilang
43
Bukti
44
Tagihan
45
Ganti Rugi
46
Maaf
47
Kejadian
48
Jangan Kepo
49
Jujur
50
Cicit Hebat
51
Belajar
52
Bukan Matre
53
Bingung
54
Terlalu Bagus
55
Hukuman
56
Pamer
57
Aduan
58
(Bukan) Keluarga
59
Gaduh
60
Pusing
61
Traktiran
62
Trio Emak
63
Trio Emak 2
64
Calon Panpan
65
Elina
66
Licik
67
Berkelit
68
Ribut
69
Kesal
70
Stress
71
Sistem
72
Main
73
Sibuk
74
Kerja
75
Pujian
76
Absurd
77
Misi
78
Misi 2
79
Pengakuan
80
Ganti Rugi
81
Gaji Tertunda
82
Rencana Lamaran
83
Pamer
84
Mall
85
Butik
86
Cacing
87
Tangkap
88
Bukti
89
Keluarga Baik
90
Jual Saja
91
Saksi
92
Saksi 2
93
Konferensi Pers
94
Lamaran
95
Lamaran 2
96
Julid
97
Otak Apa?
98
Interogasi
99
Pernikahan
100
Resepsi
101
Papa Fabio
102
Kehilangan
103
END
104
Callie Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!