Arthur

Brumm...

Ngeng....

Cittt...

Brugh...

Suara benturan terdengar jelas di halaman samping rumah mewah dua lantai itu. Sebuah sepeda motor trail kecil yang dikendarai oleh seorang bocah berusia 6 tahun tampak jatuh di atas aspal buatan. Bocah cilik itu tidak lain adalah Arthur, anak sulung dari Rachel dan Lucky. Aspal jalanan sedikit licin karena sedikit basah akibat hujan yang beberapa jam lalu baru berhenti. Niatnya Arthur adalah latihan untuk ikut lomba balapan pekan depan, malah hari ini jatuh. Padahal biasanya Arthur adalah bocah yang pintar sekali dalam mengatur strategi dan keseimbangan jika jalanan sirkuit terlihat tidak baik.

Ralia yang kebetulan ada di rumah Rachel pun datang memeriksa keadaan sepupunya itu. Arthur sudah berdiri tanpa menangis. Walaupun Ralia tahu kalau Arthur pasti tengah kesakitan pada tangan dan kakinya. Ralia membantu Arthur membawa motor trailnya menuju pinggir. Ralia duduk di sebelah Arthur yang sedang membuka helm dan alat-alat pengaman pada tubuhnya.

"Ada yang sakit? Tumben ceroboh gini. Biasanya paling bisa kalau menghindari beginian," tanya Ralia pada Arthur yang tengah mengusap kakinya. Sedikit nyeri, tapi raut wajah Arthur tampak biasa saja.

"Ajarin Arthur caranya otak-atik CCTV rumah," ucap Arthur tiba-tiba tanpa menjawab pertanyaan Ralia.

"Buat apa?" tanya Ralia yang merasa aneh dengan permintaan Arthur.

Sedari dulu Arthur tidak pernah tertarik dengan dunia IT. Justru Arthur lebih suka dengan balapan dan hitung-hitungan. Bahkan Lucky sudah pernah meminta tolong pada Arthur tentang pengolahan data rumit. Walaupun beberapa kali masih ada yang salah, tapi Arthur tidak pernah mengeluh dan menyerah. Lucky juga tidak masalah jika Arthur melakukan kesalahan dalam berhitung. Toh... Anaknya itu masih dalam proses belajar. Bagi Rachel dan Lucky, keduanya akan mendukung apapun kesukaan anaknya.

"Kemarin, aku lihat Callie bermain sama laptop. Mencoba mematikan CCTV di rumah ini dan berhasil," Ucapan Arthur itu membuat Ralia membulatkan matanya.

"Ha? Kamu yakin dia main laptop dan matiin CCTV dari rumah hanya dengan komputer?" tanya Ralia dengan tatapan tak percaya.

"Iya, walaupun aku tidak terlalu paham dengan dunia IT tapi Arthur tahu apa yang dilakukan oleh Callie. Arthur ingin mengimbangi Callie agar adik aku itu tidak bisa melakukan hal macam-macam. Dia masih berusia 3 tahun, tapi kecerdasannya sedikit tidak masuk akal. Setidaknya aku bisa menangkal kejahilannya itu," ucap Arthur menjelaskan.

Ralia tampak terdiam mendengar penjelasan dari Arthur. Rentetan kejadian di rumahnya ketika Callie akan datang sampai pulang, CCTV selalu mati. Apakah itu juga ulah Callie? Jika iya, kemampuan bocah cilik itu sudah berada di atasnya. Dia saja sampai saat ini masih memeriksa penyebab CCTV itu bisa mati di waktu-waktu tertentu. Arthur yang melihat Ralia malah melamun pun sedikit kesal.

"Kak Ralia..."

"Dengar Arthur ngomong nggak sih?" serunya saat merasa bahwa Ralia tidak mendengar ucapannya. Rasanya sia-sia dia bicara panjang lebar jika Ralia tidak mendengarnya. Padahal baginya bicara panjang lebar itu sangat menguras tenaganya.

"Dengar, Arthur. Kak Ralia itu lagi berpikir tentang CCTV rumah yang selalu mati setiap kali Callie datang. Dari ucapanmu tadi, Kak Ralia jadi mikir. Jangan-jangan yang matiin CCTV rumah itu si Callie," ucap Ralia sambil menatap ke arah Arthur.

"Apa?" seru Arthur dengan raut wajah shocknya. Itu artinya kejahilan Callie sudah sampai di luar rumahnya. Namun sudah sampai menyasar ke rumah keluarganya yang lain.

"Berarti Kak Ralia baru tahu dan menyimpulkan ini setelah dapat informasi dari Arthur?" tanyanya untuk meyakinkan sesuatu.

Ralia pun menganggukkan kepalanya dengan yakin. Hal itu membuat keduanya langsung terdiam. Arthur yakin kalau Ronand dan Ralia pasti sudah mencari penyebab CCTV mati. Namun terlihat dari ucapan Ralia yang terkejut, mereka belum menemukan apa penyebabnya. Jika Ronand dan Ralia yang pintar IT saja belum bisa menemukan penyebabnya, itu artinya? Kemampuan Callie dalam hal ini tidak bisa diremehkan.

"Kita selidiki saja itu si Callie. Kita harus cari informasi banyak tentang kemampuannya. Masih bocil gitu kok mau punya banyak kemampuan. Bahaya," ucap Ralia memberikan ide.

"Kak Ralia iri ya? Kemampuan Callie ternyata jauh di atas Kakak," ledek Arthur yang sepertinya melihat Ralia kesal karena dikalahkan oleh Callie. Bahkan beberapa kali dijahili oleh Callie.

Nggak lah, justru itu jadi pemacu Kak Ralia buat belajar lebih lagi.

Bagus. Jangan ada saling iri antar saudara. Kalau bisa, kita malah gunakan kemampuan masing-masing untuk saling menjaga,

Benar,

***

"Callie, buruan. Katanya mau jajan," teriak Arthur yang sudah menunggu di depan rumah.

Baru kali ini Arthur mau disuruh oleh Rachel untuk mengantar Callie jajan ke pasar sore kampung sebelah. Padahal biasanya Arthur ini paling malas kalau diminta menemani Callie. Pasalnya setiap jajan, hampir semua penjual pasti akan didatangi. Orang yang menemaninya juga akan dijadikan pembawa makanannya. Namun entah apa yang direncanakan oleh Arthur kali ini sehingga dia mau menemani Callie.

"Sabal, Kak avtul. Sabal..."

"Ndak sabalan sekali jadi olang. Namanya juga wewek, halus dandan dulu kalau mau pelgi. Nanti kalau ada wowok ganteng di sana, masa mukanya Callie kucel." ucap Callie yang keluar dari rumahnya sambil mengenakan kacamata hitamnya. Tak lupa dengan tas kecil yang ditenteng oleh Callie dan wajan penggorengan menutupi kepalanya, membuat Arthur melongo tak percaya.

"Kamu ngapain pakai wajan di kepalamu itu, Callie?" seru Arthur yang langsung menutup wajahnya. Jika sampai Callie menggunakan wajan itu sampai sana, dia pasti akan sangat malu.

"Kaki pakai sepatu, celana dan jaket jeans. Pakai kacamata hitam, tasnya pun harganya ratusan juta. Masa kepalanya pakai wajan," lanjutnya sambil menggelengkan kepalanya.

"Bial ndak ditilang sama polisi," Arthur mengerutkan dahinya bingung dengan alasan dari Callie.

"Apa hubungannya sama polisi dan wajan, Callie?" seru Arthur yang begitu geregetan dengan adiknya.

Ini helm. Wajannya buat helm. Callie kan ndak punya helm di lumah ini. Gimana sih? Gitu aja ndak ngelti,

Arthur yang mendengar itu hanya bisa melongo tak percaya. Bisa-bisanya Callie malah mengomelinya. Padahal jelas-jelas Callie yang salah. Bisa-bisanya Callie hendak memakai wajan untuk helm. Memang benar dia akan menggunakan motor untuk pergi, tapi tidak dengan helm yang Callie gunakan. Yang ada, mereka akan menjadi bahan tertawaan orang banyak.

"Nggak usah pakai wajan juga, Callie. Kan bisa pakai topi aja. Lagian tempatnya juga nggak jauh. Nggak akan ada polisi," seru Arthur dengan kedua tangan yang sudah siap meraup wajah Callie.

"Polisinya tuh sekalang lagi banyak yang jaga lho di kampung sebelah. Bisa bikin sepeda motolnya oleng juga," ucap Callie dengan raut wajah seriusnya.

"Ha? Sepeda motornya oleng?" tanya Arthur dan diangguki kepala oleh Callie.

Iya, bikin sepeda motolnya mentul-mentul. Itu lho polisi tidul,

Haish... Terserah, Callie. Pusing aku,

Terpopuler

Comments

ririen handayani

ririen handayani

ya ada d tilang sama emakmu/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/

2026-06-14

1

Tuti Lismawati Wati

Tuti Lismawati Wati

ada lucu ada pusing gregernya 🤣🤣🤣 aku yg baca bibir dh gatel penggen ngomel 🤣🤣🤣 ampun cell 🤣🤣

2026-08-25

0

Dewiendahsetiowati

Dewiendahsetiowati

kali mambu bener2 ngalahin emaknya sama Mika waktu bocilnya,emang agak lain ini kali mambu

2026-06-14

0

lihat semua
Episodes
1 Awal
2 Curiga
3 Frustasi
4 Khawatir
5 Arthur
6 Dua Bocah
7 Kabur
8 Galak
9 Penakut
10 Rose
11 Rose 2
12 Kesayangan
13 Tak Percaya
14 Setuju
15 Peninjauan
16 Menyesal
17 Membayar
18 Masalah
19 Penyelundup
20 Penyelundup 2
21 Pusing
22 Tampar Balik
23 Takut
24 Gema
25 Rumpi
26 Ledekan
27 Teka-Teki
28 Bingung
29 Frustasi
30 Drama Cucu
31 Kebaikan
32 Bayangan
33 Alasan
34 Informasi
35 Sekolah
36 Teguran
37 Omelan
38 Tembakan
39 Tembakan 2
40 Tak Percaya
41 Akrab
42 Hilang
43 Bukti
44 Tagihan
45 Ganti Rugi
46 Maaf
47 Kejadian
48 Jangan Kepo
49 Jujur
50 Cicit Hebat
51 Belajar
52 Bukan Matre
53 Bingung
54 Terlalu Bagus
55 Hukuman
56 Pamer
57 Aduan
58 (Bukan) Keluarga
59 Gaduh
60 Pusing
61 Traktiran
62 Trio Emak
63 Trio Emak 2
64 Calon Panpan
65 Elina
66 Licik
67 Berkelit
68 Ribut
69 Kesal
70 Stress
71 Sistem
72 Main
73 Sibuk
74 Kerja
75 Pujian
76 Absurd
77 Misi
78 Misi 2
79 Pengakuan
80 Ganti Rugi
81 Gaji Tertunda
82 Rencana Lamaran
83 Pamer
84 Mall
85 Butik
86 Cacing
87 Tangkap
88 Bukti
89 Keluarga Baik
90 Jual Saja
91 Saksi
92 Saksi 2
93 Konferensi Pers
94 Lamaran
95 Lamaran 2
96 Julid
97 Otak Apa?
98 Interogasi
99 Pernikahan
100 Resepsi
101 Papa Fabio
102 Kehilangan
103 END
104 Callie Season 2
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Awal
2
Curiga
3
Frustasi
4
Khawatir
5
Arthur
6
Dua Bocah
7
Kabur
8
Galak
9
Penakut
10
Rose
11
Rose 2
12
Kesayangan
13
Tak Percaya
14
Setuju
15
Peninjauan
16
Menyesal
17
Membayar
18
Masalah
19
Penyelundup
20
Penyelundup 2
21
Pusing
22
Tampar Balik
23
Takut
24
Gema
25
Rumpi
26
Ledekan
27
Teka-Teki
28
Bingung
29
Frustasi
30
Drama Cucu
31
Kebaikan
32
Bayangan
33
Alasan
34
Informasi
35
Sekolah
36
Teguran
37
Omelan
38
Tembakan
39
Tembakan 2
40
Tak Percaya
41
Akrab
42
Hilang
43
Bukti
44
Tagihan
45
Ganti Rugi
46
Maaf
47
Kejadian
48
Jangan Kepo
49
Jujur
50
Cicit Hebat
51
Belajar
52
Bukan Matre
53
Bingung
54
Terlalu Bagus
55
Hukuman
56
Pamer
57
Aduan
58
(Bukan) Keluarga
59
Gaduh
60
Pusing
61
Traktiran
62
Trio Emak
63
Trio Emak 2
64
Calon Panpan
65
Elina
66
Licik
67
Berkelit
68
Ribut
69
Kesal
70
Stress
71
Sistem
72
Main
73
Sibuk
74
Kerja
75
Pujian
76
Absurd
77
Misi
78
Misi 2
79
Pengakuan
80
Ganti Rugi
81
Gaji Tertunda
82
Rencana Lamaran
83
Pamer
84
Mall
85
Butik
86
Cacing
87
Tangkap
88
Bukti
89
Keluarga Baik
90
Jual Saja
91
Saksi
92
Saksi 2
93
Konferensi Pers
94
Lamaran
95
Lamaran 2
96
Julid
97
Otak Apa?
98
Interogasi
99
Pernikahan
100
Resepsi
101
Papa Fabio
102
Kehilangan
103
END
104
Callie Season 2

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!