Dia Pasti Sudah Melupakan Aku

Pak Bambang menghentikan langkahnya, menatap Safira dengan pandangan yang sulit diartikan. Dia menghela napas panjang, pundaknya tampak merosot seolah memikul beban yang sangat berat.

"Safira... bisa tolong ikut saya ke ruangan saya sebentar? Ada hal sangat penting yang harus saya bicarakan dengan kamu, dan juga dengan Bu Lastri nanti." kata Pak Bambang dengan suara yang agak bergetar.

Safira merasakan debaran aneh di dadanya, namun dia tetap mempertahankan ketenangannya.

"Baik, Pak. Saya akan rapikan berkas saya sebentar lalu segera ke ruangan Bapak."

Lima menit kemudian, Safira sudah duduk di dalam ruangan Pak Bambang yang dipenuhi aroma minyak angin. Di sebelahnya, Bu Lastri juga sudah hadir dengan raut wajah yang sama bingungnya.

"Ada apa sebenarnya, Pak Bambang? Kok tumben sekali suasananya tegang seperti ini? Apa ada masalah dengan audit eksternal?" tanya Bu Lastri langsung tanpa basa-basi.

Pak Bambang menggelengkan kepala. Dia meletakkan sebuah dokumen resmi dengan kop surat mewah berwarna hitam dan emas di atas meja kerja kayunya. Dokumen itu terlihat sangat asing dan terlalu megah untuk berada di kantor operasional kecil seperti ini.

"Ini bukan masalah audit, Lastri, Safira. Ini tentang kelangsungan hidup perusahaan kita," ujar Pak Bambang pelan.

Dia memajukan tubuhnya, menatap kedua staf kepercayaannya itu bergantian.

"Tadi pagi, pemilik saham mayoritas tunggal PT Sinar Abadi Mandiri telah menandatangani perjanjian akuisisi mutlak." ucapnya dengan begitu serius.

Bu Lastri terbelalak. "Akuisisi? Maksud Bapak, perusahaan kita dibeli oleh perusahaan lain? Tapi kenapa? Bukankah arus kas kita selama setahun ini sangat stabil?" tanya Bu Lastri tidak percaya.

"Benar, Lastri. Arus kas kita sehat untuk ukuran perusahaan menengah. Tapi skala bisnis kita terlalu kecil untuk menolak tawaran raksasa ini. Pemilik saham kita tidak punya pilihan lain ketika konglomerasi sebesar mereka mengajukan penawaran harga yang nilainya sepuluh kali lipat dari nilai pasar perusahaan kita saat ini. Mereka membeli kita secara utuh, termasuk seluruh aset, sistem distribusi, dan semua karyawan yang ada di dalam gedung ini." jelas Pak Bambang dengan nada pasrah.

Safira mendengarkan dengan saksama. Otak pintarnya langsung menganalisis situasi ini.

"Jika ini adalah akuisisi mutlak dari konglomerasi besar, Pak Bambang, biasanya akan ada restrukturisasi organisasi secara besar-besaran. Apakah posisi karyawan kecil seperti kami di bagian staf akan terancam oleh pemutusan hubungan kerja?" tanya Safira dengan nada suara yang tetap tenang namun menuntut kejelasan fakta.

Pak Bambang menatap Safira dengan tatapan kagum sekaligus prihatin. "Itulah yang membuat saya cemas, Safira. Dari dokumen awal yang saya terima, mereka tidak akan melakukan PHK massal. Sebaliknya, mereka ingin mempertahankan seluruh staf operasional karena mereka mengincar jalur distribusi kita di pinggiran kota yang sudah matang. Namun..." Pak Bambang menggantung kalimatnya, mengambil napas dalam-dalam.

"Namun apa, Pak?" desak Bu Lastri yang mulai tidak sabar.

"Namun, manajemen baru dari korporasi pusat akan langsung mengambil alih kendali mulai awal bulan depan. Dan yang paling membuat saya merinding... perusahaan yang mengakuisisi kita bukanlah perusahaan sembarangan. Mereka adalah anak perusahaan inti dari Abraham Group." jelas Pak Bambang.

Deg.

Jantung Safira serasa berhenti berdetak sesaat mendengar nama itu. Seluruh persendiannya mendadak terasa lemas, dan warna kulit wajahnya yang semula merona sehat kini perlahan memudar menjadi pucat pasi.

Abraham Group. Nama yang selama tiga tahun ini selalu ia hindari, nama yang bahkan tidak berani ia baca di surat kabar atau lihat di berita televisi.

"Abraham Group? Konglomerat multinasional yang bergerak di bidang properti, perbankan, dan logistik internasional itu, Pak?" tanya Bu Lastri dengan mata berbinar-binar antara tidak percaya dan kagum.

"Wah, kalau kita berada di bawah payung mereka, kesejahteraan staf pasti akan melonjak drastis!" serunya lagi.

"Kesejahteraan memang akan terjamin, Lastri. Tapi kamu tahu sendiri bagaimana reputasi kepemimpinan mereka sekarang," sahut Pak Bambang dengan nada memperingatkan.

"Kalian pasti tahu berita internasional akhir-akhir ini. Abraham Group sekarang dipimpin sepenuhnya oleh putra mahkota tunggal mereka yang baru kembali dari luar negeri. Dia terkenal sangat dingin, kejam dalam berbisnis, dan tidak segan-segan mendepak siapa saja yang dianggapnya tidak kompeten dalam hitungan detik. Aura kepemimpinannya membuat direksi-direksi tua di sana ketakutan." jelas Pak Bambang lagi.

Bu Lastri menelan ludah, antusiasmenya sedikit menyusut. "Maksud Bapak... sang CEO utama sendiri yang akan mengawasi kita?"

"Tidak secara langsung untuk operasional harian, tentu saja. Tapi dokumen final akuisisi dan penandatanganan serah terima jabatan kabarnya harus dilakukan langsung di hadapan beliau atau jajaran direksi eksekutif utamanya minggu depan. Semua kepala divisi dan staf inti administrasi, termasuk kalian berdua di bagian keuangan dan data, diwajibkan hadir dalam rapat pleno perdana di gedung pusat mereka." ucapnya.

Safira mengepalkan kedua tangannya di bawah meja, menyembunyikan getaran hebat yang mulai menyerang jemarinya. Keringat dingin mulai keluar di tengkuknya. Pikirannya berputar liar, mencoba mencari alasan untuk menghindar, mencoba mencari jalan keluar dari situasi yang paling ia takuti ini.

Gavin... nama itu bergema di dalam relung hati Safira yang paling dalam, menimbulkan rasa sakit yang amat sangat yang selama ini ia tekan dengan paksa.

"Safira? Kamu tidak apa-apa? Wajahmu pucat sekali," tegur Bu Lastri, menyadari perubahan drastis pada raut wajah rekan kerjanya itu.

Safira tersentak kecil, lalu dengan cepat menguasai dirinya kembali. Dia memaksakan sebuah senyuman tipis yang terlihat sedikit dipaksakan di mata Pak Bambang.

"Saya... saya tidak apa-apa, Bu Lastri. Hanya sedikit terkejut dengan berita mendadak ini. Kepala saya tiba-tiba agak pusing, mungkin karena pengaruh cuaca yang tidak menentu hari ini." Safira mencari alasan yang masuk akal.

"Ah, kamu pasti kelelahan karena memeriksa laporan gudang Bekasi tadi," kata Pak Bambang penuh pengertian.

"Kalau begitu, kamu boleh kembali ke mejamu dulu, Safira. Istirahatlah sejenak. Yang jelas, persiapkan semua dokumen data keuangan dan distribusi kita dengan rapi selama seminggu ini. Kita harus memberikan impresi terbaik agar posisi kita aman saat manajemen baru masuk."

"Baik, Pak Bambang. Terima kasih. Saya permisi kembali ke ruangan dulu," ucap Safira dengan nada sesopan mungkin.

Dia berdiri dari kursinya dengan perlahan, memastikan langkah kakinya tetap terlihat anggun dan stabil meskipun di dalam dirinya, badai kecemasan sedang berkecamuk dengan dahsyat. Safira berjalan kembali ke kubikelnya, mengabaikan sapaan beberapa rekan kerja yang lewat di koridor.

Sesampainya di meja kerjanya, Safira duduk dan menyandarkan punggungnya pada kursi. Dia menatap layar komputer yang masih menampilkan deretan angka, namun fokusnya sudah hilang sepenuhnya. Kedua tangannya yang masih bergetar diangkat untuk menutupi wajahnya yang kini dipenuhi gumpalan kesedihan dan ketakutan.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Terpopuler

Comments

Ari Atik

Ari Atik

mampir....
masih nyimak...

2026-06-20

1

Dyou Tatik

Dyou Tatik

lanjut upny kak

2026-06-14

1

Ariany Sudjana

Ariany Sudjana

sepertinya ceritanya bagus nih

2026-06-13

1

lihat semua
Episodes
1 Wanita Anggun Sejati
2 Dia Pasti Sudah Melupakan Aku
3 Selamat Datang Kembali
4 Pernikahan Itu Sudah Selesai
5 Badai Besar Yang Menghantam
6 Harus Tetap Bersembunyi
7 Nama Paling Haram Diucapkan
8 Hari Pertama
9 Intruksi Langsung
10 Mari Kita Mulai
11 Yang Mana Orangnya?
12 Keputusan Saya Adalah Mutlak
13 Profesionalitas Yang Dipaksakan
14 Pekerjaan Sampingan
15 Takdir Paling Tidak Terduga
16 Penuh Ancaman Mutlak
17 Tidak Boleh Menyerah Di Sini
18 Datang Sebagai Seorang Profesional
19 Selamat Bekerja
20 Beban Kerja Terlalu Berat
21 Kenapa Dia Tidak Pergi Makan?
22 Menunggu Laporan Progres Harian
23 Siksaan Psikologis
24 Kenapa Kamu Tidak Menyerah Saja?
25 Pingsan
26 Prioritas Utama
27 Rasa Bersalah
28 Ketenangan Pikiran
29 Tetap Berbaring
30 Jauh Lebih Berat
31 Pilihanmu Hanya Dua
32 Benar-benar Menyedihkan
33 Mencari Tahu
34 Rahasia Terungkap
35 Aku Adalah Monster
36 Mengunjungi Kakak
37 Safira... Maafkan aku
38 Sembunyikan Identitas Saya
39 Seperti Ada Yang Salah
40 Sudah Masuk Kerja
41 Gaji Saya Dipotong
42 Bisik-bisik Miring
43 Untuk Melindungimu
44 Semuanya Terungkap
45 Bertahanlah Sebentar Lagi
46 Mulai Menampakkan Dirinya
47 Rasa Lega
48 Jaga Kesehatanmu
49 Menyentuh Hal Paling Berharga
50 Tunggu aku, Safira
51 Ketakutan Terbesar
52 Aku Sudah Tahu Semuanya
53 Biarkan Dia Masuk
54 Tidak Perduli Reputasi
55 Kita Belum Pernah Bercerai
56 Maafkan Mereka
57 Kecemasan Mencapai Puncaknya
58 Pulanglah Ke Rumah
59 Rumah Masa Kecilku
60 Selamat Datang Kembali
61 Kelanjutan Hubungan Kita
62 Hubungan Privat Dulu
63 Kamu Sangat Cantik
64 Seluruh Badanku Rasanya Remuk
65 Pelan Sedikit
66 Fondasi Yang Jauh Lebih Kuat
67 Rahasia
68 Sudah Sadar Sepenuhnya
69 Kamu Aman Sekarang
70 Menceritakan Semuanya
71 Sidang Lanjutan
72 Putusan Mutlak
73 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
74 Pemakaman
75 Simpan Untuk Malam Nanti
76 Aku Tidak Mengizinkannya
77 Hari Terakhir
78 Siksaan Mental
79 Mutasi Permanen
80 Selamat Pagi
81 Benih-benih Kecurigaan
82 Dilabrak
83 Ini Bagian Dari Tugasku
84 Jangan Berbohong Kepadaku!
85 Lockdown Internal
86 Neraka di Tangan Gavin
87 Nyonya Besar Abraham
88 Mas Gavin?
89 Panggilan Sayang
90 Teman Dekat Gavin
91 Kamu Adalah Harta Yang Paling Berharga
92 Menjaga Sikap Dan Batasanmu
93 Kebahagianmu Adalah Tanggung Jawabku
94 Selamat Atas Pembukaan Kembali
95 Sensitif
96 Suamiku Posesif Sekali
97 Cek Mandiri
98 POSITIF
99 Berita Bahagia
100 Suami Terbaik
101 Demi Anak Kita
102 Perubahan Hormon
103 Kamu Adalah Ratu
104 Ngidam
105 Rujak Tradisional
106 Jaga Ratu Kecilmu Baik-baik
107 Perhatian Dan Oleh-oleh Dari Mertua
108 Suami Yang Luar Biasa
109 Keputusan Paling Mengerikan
110 Bahagia Sekali
111 Dia Sangat Cantik
112 Persiapan Yang Sempurna
113 Puncak Kontraksi Yang Sesungguhnya
114 Sakit Sekali
115 Malaikat Kecil
116 Prioritas Tinggi
117 Awal Dari Lembaran Baru
118 Putri Papa Cemburu?
119 Tumbuh Sangat Cepat
120 Kebahagiaan Akan Menyapa
121 Kisah Manis Yang Terus Terukir (END)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Wanita Anggun Sejati
2
Dia Pasti Sudah Melupakan Aku
3
Selamat Datang Kembali
4
Pernikahan Itu Sudah Selesai
5
Badai Besar Yang Menghantam
6
Harus Tetap Bersembunyi
7
Nama Paling Haram Diucapkan
8
Hari Pertama
9
Intruksi Langsung
10
Mari Kita Mulai
11
Yang Mana Orangnya?
12
Keputusan Saya Adalah Mutlak
13
Profesionalitas Yang Dipaksakan
14
Pekerjaan Sampingan
15
Takdir Paling Tidak Terduga
16
Penuh Ancaman Mutlak
17
Tidak Boleh Menyerah Di Sini
18
Datang Sebagai Seorang Profesional
19
Selamat Bekerja
20
Beban Kerja Terlalu Berat
21
Kenapa Dia Tidak Pergi Makan?
22
Menunggu Laporan Progres Harian
23
Siksaan Psikologis
24
Kenapa Kamu Tidak Menyerah Saja?
25
Pingsan
26
Prioritas Utama
27
Rasa Bersalah
28
Ketenangan Pikiran
29
Tetap Berbaring
30
Jauh Lebih Berat
31
Pilihanmu Hanya Dua
32
Benar-benar Menyedihkan
33
Mencari Tahu
34
Rahasia Terungkap
35
Aku Adalah Monster
36
Mengunjungi Kakak
37
Safira... Maafkan aku
38
Sembunyikan Identitas Saya
39
Seperti Ada Yang Salah
40
Sudah Masuk Kerja
41
Gaji Saya Dipotong
42
Bisik-bisik Miring
43
Untuk Melindungimu
44
Semuanya Terungkap
45
Bertahanlah Sebentar Lagi
46
Mulai Menampakkan Dirinya
47
Rasa Lega
48
Jaga Kesehatanmu
49
Menyentuh Hal Paling Berharga
50
Tunggu aku, Safira
51
Ketakutan Terbesar
52
Aku Sudah Tahu Semuanya
53
Biarkan Dia Masuk
54
Tidak Perduli Reputasi
55
Kita Belum Pernah Bercerai
56
Maafkan Mereka
57
Kecemasan Mencapai Puncaknya
58
Pulanglah Ke Rumah
59
Rumah Masa Kecilku
60
Selamat Datang Kembali
61
Kelanjutan Hubungan Kita
62
Hubungan Privat Dulu
63
Kamu Sangat Cantik
64
Seluruh Badanku Rasanya Remuk
65
Pelan Sedikit
66
Fondasi Yang Jauh Lebih Kuat
67
Rahasia
68
Sudah Sadar Sepenuhnya
69
Kamu Aman Sekarang
70
Menceritakan Semuanya
71
Sidang Lanjutan
72
Putusan Mutlak
73
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
74
Pemakaman
75
Simpan Untuk Malam Nanti
76
Aku Tidak Mengizinkannya
77
Hari Terakhir
78
Siksaan Mental
79
Mutasi Permanen
80
Selamat Pagi
81
Benih-benih Kecurigaan
82
Dilabrak
83
Ini Bagian Dari Tugasku
84
Jangan Berbohong Kepadaku!
85
Lockdown Internal
86
Neraka di Tangan Gavin
87
Nyonya Besar Abraham
88
Mas Gavin?
89
Panggilan Sayang
90
Teman Dekat Gavin
91
Kamu Adalah Harta Yang Paling Berharga
92
Menjaga Sikap Dan Batasanmu
93
Kebahagianmu Adalah Tanggung Jawabku
94
Selamat Atas Pembukaan Kembali
95
Sensitif
96
Suamiku Posesif Sekali
97
Cek Mandiri
98
POSITIF
99
Berita Bahagia
100
Suami Terbaik
101
Demi Anak Kita
102
Perubahan Hormon
103
Kamu Adalah Ratu
104
Ngidam
105
Rujak Tradisional
106
Jaga Ratu Kecilmu Baik-baik
107
Perhatian Dan Oleh-oleh Dari Mertua
108
Suami Yang Luar Biasa
109
Keputusan Paling Mengerikan
110
Bahagia Sekali
111
Dia Sangat Cantik
112
Persiapan Yang Sempurna
113
Puncak Kontraksi Yang Sesungguhnya
114
Sakit Sekali
115
Malaikat Kecil
116
Prioritas Tinggi
117
Awal Dari Lembaran Baru
118
Putri Papa Cemburu?
119
Tumbuh Sangat Cepat
120
Kebahagiaan Akan Menyapa
121
Kisah Manis Yang Terus Terukir (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!