Pernikahan Itu Sudah Selesai

Namun, langkah Siska terhenti sejenak ketika merasakan aura dingin yang begitu pekat memancar dari tubuh Gavin. Pria itu menerima pelukan mamanya, namun tubuhnya terasa kaku dan pelukannya tidak sehangat dulu.

"Gavin pulang, Mama, Papa." ucap Gavin pelan saat melepaskan pelukan mamanya.

Dia menatap kedua orang tuanya dengan tatapan yang hormat namun tetap terasa berjarak.

Romi Abraham menepuk pundak kokoh putranya dengan bangga, meskipun ada secercah rasa prihatin di matanya melihat perubahan drastis pada kepribadian sang anak.

"Kamu sudah jauh lebih matang, Gavin. Penampilanmu... Papa hampir pangling. Masa-masa di London benar-benar membentukmu menjadi seorang pemimpin sejati." ujar papa Romi.

"Terima kasih, Papa. Semua berkat bimbingan dan kepercayaan yang Papa berikan." jawab Gavin formal, persis seperti berbicara dengan rekan bisnis.

"Ayo, kita langsung ke meja makan. Mama sudah memasak semua makanan kesukaanmu. Kamu pasti lelah setelah penerbangan panjang," ajak mama Siska, berusaha mencairkan suasana yang terasa agak kaku.

Di ruang makan yang megah, hidangan mewah sudah tersaji lengkap. Mereka bertiga duduk di posisi masing-masing. Suasana makan malam itu berjalan dengan tenang, didominasi oleh suara dentingan sendok dan garpu yang beradu dengan piring porselen.

Setelah makanan utama selesai dinikmati, papa Romi menyesap teh hangatnya dan memulai pembicaraan serius yang menjadi alasan utama kepulangan Gavin.

"Gavin, Papa rasa surat resmi pengangkatanmu sebagai CEO utama Abraham Group untuk seluruh wilayah Asia Tenggara sudah disiapkan oleh tim hukum. Mulai besok, kamu akan memegang kendali penuh atas gedung pusat di Jakarta," ujar Romi dengan nada serius.

Gavin meletakkan serbetnya di atas meja dengan rapi. "Aku sudah memeriksa dokumennya di pesawat tadi, Papa. Semua sudah sesuai dengan kesepakatan kita. Tim ku di London juga sudah melakukan sinkronisasi data dengan sistem pusat di sini." ucapnya.

"Bagus," papa Romi mengangguk puas.

"Papa sengaja ingin pensiun dini tahun ini. Papa ingin menghabiskan sisa waktu Papa di rumah saja, menemani mamamu, berkebun, atau pergi berlibur tanpa memikirkan fluktuasi saham. Beban bisnis ini sekarang sepenuhnya ada di pundakmu, Gavin. Papa tahu kamu mampu, bahkan performamu di Eropa kemarin melampaui ekspektasi dewan komisaris." ujar papa Romi.

"Aku akan memastikan Abraham Group tetap berada di puncak tertinggi, Pa. Papa tidak perlu cemas," jawab Gavin dengan keyakinan mutlak yang terdengar begitu dingin di telinga.

Mama Siska yang sejak tadi diam, menatap putranya dengan pandangan mata seorang ibu yang penuh keibuan namun sarat akan kesedihan.

Dia tahu persis apa yang membuat putranya berubah menjadi sedingin es batu seperti ini. Luka masa lalu yang ditinggalkan oleh menantunya tiga tahun lalu tampaknya belum pernah sembuh, melainkan membeku dan mengeras di dalam hati Gavin.

"Gavin..." panggil mama Siska dengan lembut, memotong pembicaraan bisnis antara suami dan anaknya.

Gavin menoleh menatap mamanya. "Iya, Mama?"

"Apakah kamu... apakah kamu tidak berniat untuk mencari tahu lagi tentang dia? Atau setidaknya, apakah hatimu belum terbuka untuk wanita lain? Tiga tahun sudah berlalu, Nak. Mama dan Papa ingin melihatmu bahagia kembali, bukan hanya melihatmu bekerja tanpa henti seperti robot." tanya mama Siska dengan hati-hati, takut menyinggung luka lama.

Mendengar pertanyaan itu, rahang Gavin mendadak mengeras. Tatapan matanya yang semula tenang langsung berubah menjadi setajam silet, dan atmosfer di ruang makan itu mendadak turun drastis hingga membuat para pelayan yang berdiri di sudut ruangan menundukkan kepala ketakutan.

Dimas yang berjaga di dekat pintu ruang makan langsung menahan napasnya. Nama wanita itu adalah sebuah tabu besar yang tidak boleh diucapkan di depan Gavin selama tiga tahun terakhir ini.

Gavin mengepalkan tangannya di bawah meja, namun wajahnya tetap menunjukkan ketenangan yang mematikan.

"Mama, aku kembali ke negara ini murni untuk urusan bisnis keluarga. Tidak ada alasan lain, dan tidak ada ruang untuk hal-hal yang tidak tidak penting di masa lalu." tegasnya dengan begitu dingin apa lagi jika membahas soal masa lalunya.

"Tapi Gavin, pernikahan kalian dulu..." sahut mama Siska namun terpotong oleh ucapan sang anak.

"Pernikahan itu sudah selesai, Mama. Tiga tahun lalu, saat wanita itu memilih untuk berjalan keluar dari rumahku dan mengirimkan surat cerai tanpa berani menatap muka ku, saat itu juga nama dia sudah mati di dalam hidup ku," potong Gavin dengan nada suara yang rendah namun sarat akan penekanan yang mutlak. Setiap kata yang diucapkannya terdengar seperti vonis mati yang dingin.

Mama Siska menghela napas panjang, matanya berkaca-kaca namun dia memilih untuk tidak mendesak lebih jauh setelah melihat kilatan amarah yang tersembunyi di balik mata elang putranya.

Papa Romi yang melihat situasi kurang kondusif itu segera menepuk tangan istrinya di bawah meja, memberi kode untuk menghentikan topik tersebut.

"Baiklah, kita bicarakan soal bisnis lagi saja." sela Romi, mengalihkan atensi.

"Gavin, ada satu laporan yang masuk ke meja Papa minggu lalu sebelum saya menyerahkan stempel jabatan. Anak perusahaan logistik kita di bagian pinggiran kota baru saja menyelesaikan proses akuisisi sebuah perusahaan distributor lokal. Namanya PT Sinar Abadi Mandiri, kalau tidak salah. Prosesnya sudah selesai sembilan puluh persen, tinggal penandatanganan final dan serah terima operasional." ujar Papa Romi.

Gavin mendengarkan dengan saksama, ekspresi wajahnya kembali datar dan profesional.

"Ah, perusahaan distributor alat tulis itu? Aku sempat membaca sekilas profilnya di laporan internal. Skala mereka kecil, tapi jalur distribusi logistik mereka di area pinggiran ibu kota sangat matang dan efisien. Itu langkah taktis yang bagus untuk memperkuat cengkeraman logistik kita di jalur retail bawah." ucapnya.

"Benar. Rencananya minggu depan akan diadakan rapat pleno perdana di gedung pusat untuk menyambut perwakilan staf inti dari perusahaan yang kita akuisisi tersebut. Papa ingin kamu yang memimpin rapat itu sebagai langkah awal unjuk gigi sebagai CEO baru di depan internal kita," lanjut Romi.

Gavin menyunggingkan sebuah senyuman tipis yaitu sebuah senyuman dingin yang tidak mencapai matanya, melainkan senyuman kepuasan seorang predator bisnis.

"Tentu saja, Papa. Aku sendiri yang akan memastikan transisi kepemimpinan ini berjalan tanpa cela. Jika ada staf dari perusahaan kecil itu yang tidak memenuhi standar kualifikasi Abraham Group, aku tidak akan segan untuk langsung menyingkirkan mereka hari itu juga," jawab Gavin dengan nada dingin dan tanpa kompromi.

Bagi Gavin sekarang, bisnis adalah segalanya. Sisi humanisnya yang dulu penuh empati telah terkubur bersama dengan rasa cintanya yang dikhianati.

Dia tidak tahu, dan sama sekali tidak pernah membayangkan, bahwa di dalam daftar barisan staf kecil dari perusahaan yang baru saja diakuisisinya itu, ada satu nama yang pernah menjadi detak jantungnya yaitu nama wanita yang selama tiga tahun ini ia benci setengah mati, namun sekaligus nama yang bayangannya selalu menghantui setiap malam-malam sepinya.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Terpopuler

Comments

Rahma Inayah

Rahma Inayah

skrg km bisa ngomg klu hati mu SDH mati oleh sang mantan tp klu ktm lgi benci mu JD dendam dan dendam berubah JD cinta apalgi klu km tau alsn nya berpish dr mu demi km agr TDK di manfaatkan Kel nya

2026-06-14

3

Euis Amalia

Euis Amalia

seruuuu... nunggu terus upnya thor💪💪💪

2026-06-14

2

Eliermswati

Eliermswati

seru jg thor cerita nya q suka😍😍smngt thor up nya

2026-06-14

1

lihat semua
Episodes
1 Wanita Anggun Sejati
2 Dia Pasti Sudah Melupakan Aku
3 Selamat Datang Kembali
4 Pernikahan Itu Sudah Selesai
5 Badai Besar Yang Menghantam
6 Harus Tetap Bersembunyi
7 Nama Paling Haram Diucapkan
8 Hari Pertama
9 Intruksi Langsung
10 Mari Kita Mulai
11 Yang Mana Orangnya?
12 Keputusan Saya Adalah Mutlak
13 Profesionalitas Yang Dipaksakan
14 Pekerjaan Sampingan
15 Takdir Paling Tidak Terduga
16 Penuh Ancaman Mutlak
17 Tidak Boleh Menyerah Di Sini
18 Datang Sebagai Seorang Profesional
19 Selamat Bekerja
20 Beban Kerja Terlalu Berat
21 Kenapa Dia Tidak Pergi Makan?
22 Menunggu Laporan Progres Harian
23 Siksaan Psikologis
24 Kenapa Kamu Tidak Menyerah Saja?
25 Pingsan
26 Prioritas Utama
27 Rasa Bersalah
28 Ketenangan Pikiran
29 Tetap Berbaring
30 Jauh Lebih Berat
31 Pilihanmu Hanya Dua
32 Benar-benar Menyedihkan
33 Mencari Tahu
34 Rahasia Terungkap
35 Aku Adalah Monster
36 Mengunjungi Kakak
37 Safira... Maafkan aku
38 Sembunyikan Identitas Saya
39 Seperti Ada Yang Salah
40 Sudah Masuk Kerja
41 Gaji Saya Dipotong
42 Bisik-bisik Miring
43 Untuk Melindungimu
44 Semuanya Terungkap
45 Bertahanlah Sebentar Lagi
46 Mulai Menampakkan Dirinya
47 Rasa Lega
48 Jaga Kesehatanmu
49 Menyentuh Hal Paling Berharga
50 Tunggu aku, Safira
51 Ketakutan Terbesar
52 Aku Sudah Tahu Semuanya
53 Biarkan Dia Masuk
54 Tidak Perduli Reputasi
55 Kita Belum Pernah Bercerai
56 Maafkan Mereka
57 Kecemasan Mencapai Puncaknya
58 Pulanglah Ke Rumah
59 Rumah Masa Kecilku
60 Selamat Datang Kembali
61 Kelanjutan Hubungan Kita
62 Hubungan Privat Dulu
63 Kamu Sangat Cantik
64 Seluruh Badanku Rasanya Remuk
65 Pelan Sedikit
66 Fondasi Yang Jauh Lebih Kuat
67 Rahasia
68 Sudah Sadar Sepenuhnya
69 Kamu Aman Sekarang
70 Menceritakan Semuanya
71 Sidang Lanjutan
72 Putusan Mutlak
73 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
74 Pemakaman
75 Simpan Untuk Malam Nanti
76 Aku Tidak Mengizinkannya
77 Hari Terakhir
78 Siksaan Mental
79 Mutasi Permanen
80 Selamat Pagi
81 Benih-benih Kecurigaan
82 Dilabrak
83 Ini Bagian Dari Tugasku
84 Jangan Berbohong Kepadaku!
85 Lockdown Internal
86 Neraka di Tangan Gavin
87 Nyonya Besar Abraham
88 Mas Gavin?
89 Panggilan Sayang
90 Teman Dekat Gavin
91 Kamu Adalah Harta Yang Paling Berharga
92 Menjaga Sikap Dan Batasanmu
93 Kebahagianmu Adalah Tanggung Jawabku
94 Selamat Atas Pembukaan Kembali
95 Sensitif
96 Suamiku Posesif Sekali
97 Cek Mandiri
98 POSITIF
99 Berita Bahagia
100 Suami Terbaik
101 Demi Anak Kita
102 Perubahan Hormon
103 Kamu Adalah Ratu
104 Ngidam
105 Rujak Tradisional
106 Jaga Ratu Kecilmu Baik-baik
107 Perhatian Dan Oleh-oleh Dari Mertua
108 Suami Yang Luar Biasa
109 Keputusan Paling Mengerikan
110 Bahagia Sekali
111 Dia Sangat Cantik
112 Persiapan Yang Sempurna
113 Puncak Kontraksi Yang Sesungguhnya
114 Sakit Sekali
115 Malaikat Kecil
116 Prioritas Tinggi
117 Awal Dari Lembaran Baru
118 Putri Papa Cemburu?
119 Tumbuh Sangat Cepat
120 Kebahagiaan Akan Menyapa
121 Kisah Manis Yang Terus Terukir (END)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Wanita Anggun Sejati
2
Dia Pasti Sudah Melupakan Aku
3
Selamat Datang Kembali
4
Pernikahan Itu Sudah Selesai
5
Badai Besar Yang Menghantam
6
Harus Tetap Bersembunyi
7
Nama Paling Haram Diucapkan
8
Hari Pertama
9
Intruksi Langsung
10
Mari Kita Mulai
11
Yang Mana Orangnya?
12
Keputusan Saya Adalah Mutlak
13
Profesionalitas Yang Dipaksakan
14
Pekerjaan Sampingan
15
Takdir Paling Tidak Terduga
16
Penuh Ancaman Mutlak
17
Tidak Boleh Menyerah Di Sini
18
Datang Sebagai Seorang Profesional
19
Selamat Bekerja
20
Beban Kerja Terlalu Berat
21
Kenapa Dia Tidak Pergi Makan?
22
Menunggu Laporan Progres Harian
23
Siksaan Psikologis
24
Kenapa Kamu Tidak Menyerah Saja?
25
Pingsan
26
Prioritas Utama
27
Rasa Bersalah
28
Ketenangan Pikiran
29
Tetap Berbaring
30
Jauh Lebih Berat
31
Pilihanmu Hanya Dua
32
Benar-benar Menyedihkan
33
Mencari Tahu
34
Rahasia Terungkap
35
Aku Adalah Monster
36
Mengunjungi Kakak
37
Safira... Maafkan aku
38
Sembunyikan Identitas Saya
39
Seperti Ada Yang Salah
40
Sudah Masuk Kerja
41
Gaji Saya Dipotong
42
Bisik-bisik Miring
43
Untuk Melindungimu
44
Semuanya Terungkap
45
Bertahanlah Sebentar Lagi
46
Mulai Menampakkan Dirinya
47
Rasa Lega
48
Jaga Kesehatanmu
49
Menyentuh Hal Paling Berharga
50
Tunggu aku, Safira
51
Ketakutan Terbesar
52
Aku Sudah Tahu Semuanya
53
Biarkan Dia Masuk
54
Tidak Perduli Reputasi
55
Kita Belum Pernah Bercerai
56
Maafkan Mereka
57
Kecemasan Mencapai Puncaknya
58
Pulanglah Ke Rumah
59
Rumah Masa Kecilku
60
Selamat Datang Kembali
61
Kelanjutan Hubungan Kita
62
Hubungan Privat Dulu
63
Kamu Sangat Cantik
64
Seluruh Badanku Rasanya Remuk
65
Pelan Sedikit
66
Fondasi Yang Jauh Lebih Kuat
67
Rahasia
68
Sudah Sadar Sepenuhnya
69
Kamu Aman Sekarang
70
Menceritakan Semuanya
71
Sidang Lanjutan
72
Putusan Mutlak
73
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
74
Pemakaman
75
Simpan Untuk Malam Nanti
76
Aku Tidak Mengizinkannya
77
Hari Terakhir
78
Siksaan Mental
79
Mutasi Permanen
80
Selamat Pagi
81
Benih-benih Kecurigaan
82
Dilabrak
83
Ini Bagian Dari Tugasku
84
Jangan Berbohong Kepadaku!
85
Lockdown Internal
86
Neraka di Tangan Gavin
87
Nyonya Besar Abraham
88
Mas Gavin?
89
Panggilan Sayang
90
Teman Dekat Gavin
91
Kamu Adalah Harta Yang Paling Berharga
92
Menjaga Sikap Dan Batasanmu
93
Kebahagianmu Adalah Tanggung Jawabku
94
Selamat Atas Pembukaan Kembali
95
Sensitif
96
Suamiku Posesif Sekali
97
Cek Mandiri
98
POSITIF
99
Berita Bahagia
100
Suami Terbaik
101
Demi Anak Kita
102
Perubahan Hormon
103
Kamu Adalah Ratu
104
Ngidam
105
Rujak Tradisional
106
Jaga Ratu Kecilmu Baik-baik
107
Perhatian Dan Oleh-oleh Dari Mertua
108
Suami Yang Luar Biasa
109
Keputusan Paling Mengerikan
110
Bahagia Sekali
111
Dia Sangat Cantik
112
Persiapan Yang Sempurna
113
Puncak Kontraksi Yang Sesungguhnya
114
Sakit Sekali
115
Malaikat Kecil
116
Prioritas Tinggi
117
Awal Dari Lembaran Baru
118
Putri Papa Cemburu?
119
Tumbuh Sangat Cepat
120
Kebahagiaan Akan Menyapa
121
Kisah Manis Yang Terus Terukir (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!