Selamat Datang Kembali

Tiga tahun dia bersembunyi di sudut kota yang sepi ini, menata hatinya yang hancur, bekerja keras dari bawah sebagai staf biasa tanpa menggunakan nama besar keluarganya yang sudah hancur. Dia mengira hidupnya akan berjalan datar, tenang, dan terlupakan.

Namun takdir seolah sedang mempermainkannya dengan kejam, menariknya kembali ke orbit pria yang pernah dan masih menjadi seluruh pusat dunianya.

"Tiga tahun sudah berlalu," gumam Safira dengan suara yang sangat lirih, hampir berupa bisikan yang tertelan oleh bisingnya mesin pendingin ruangan.

"Dia pasti sudah melupakan aku. Dia pasti sudah sangat membenciku atas apa yang aku lakukan padanya. Ya, itu lebih baik. Biarlah dia membenciku, asalkan dia tetap aman dan bersinar di tempatnya yang tinggi." liriknya lagi.

Safira menurunkan tangannya, menatap lurus ke depan dengan pandangan mata yang kembali memancarkan keteguhan. Dia memutuskan untuk tidak lari lagi.

Jika dia mengundurkan diri sekarang secara mendadak, itu justru akan menimbulkan kecurigaan dari Pak Bambang dan rekan-rekannya, atau bahkan bisa menarik perhatian pihak manajemen baru yang sedang memeriksa data karyawan.

Dia akan tetap bertahan, bersikap profesional sebagai seorang staf data biasa yang tidak berarti apa-apa di mata sebuah korporasi raksasa.

Dia meyakinkan dirinya sendiri bahwa seorang CEO utama dari Abraham Group tidak akan pernah sudi menurunkan pandangannya untuk melihat seorang staf administrasi kecil di sudut pinggiran kota.

Namun, di sudut hatinya yang paling gelap, sebersit rasa rindu yang terlarang tetap berdenyut, mengingatkannya pada kehangatan pelukan yang telah lama hilang digantikan oleh dinginnya kenyataan hidup.

...****************...

Suara gemuruh mesin pesawat jet pribadi berlogo inisial "A" besar berwarna emas perlahan mulai mengecil seiring dengan mendaratnya roda-roda pesawat di landasan pacu Bandara Internasional Halim Perdanakusuma.

Penerbangan belasan jam dari London menuju Jakarta itu berlangsung tanpa kendala, namun atmosfer di dalam kabin mewah tersebut terasa begitu mencekam, melebihi dinginnya suhu pendingin udara yang disetel pada tingkatan maksimal.

Di salah satu kursi penumpang eksklusif berlapis kulit premium, duduk seorang pria dengan postur tubuh yang tegap, gagah, dan berwibawa. Gavin Alvaro Abraham.

Pria itu menatap lurus ke luar jendela pesawat, menyaksikan pemandangan lampu-lampu kota Jakarta yang mulai menyala di bawah langit senja.

Wajahnya yang luar biasa tampan seolah dipahat dengan kesempurnaan mutlak, mulai dari rahangnya tegas, hidungnya mancung dan lurus, serta sepasang mata elang yang tajam namun memancarkan kekosongan yang amat dalam. Tidak ada lagi senyuman hangat atau binar jenaka yang dulu pernah menghiasi wajah itu.

Tiga tahun di luar negeri telah mengubah Gavin menjadi sosok yang sama sekali berbeda yaitu seorang penguasa bisnis yang sedingin es dan tak tersentuh.

Gavin mengenakan setelan jas tiga potong berwarna hitam legam yang dijahit khusus di Savile Row, London. Penampilannya begitu rapi tanpa cela, memancarkan aura dominasi yang mutlak. Siapa pun yang melihatnya dari jarak dekat pasti akan merasa merinding dan terintimidasi oleh kharisma kegelapan yang menguar dari tubuhnya.

"Tuan Muda Gavin, kita sudah mendarat dengan sempurna. Kendaraan penjemputan dan tim pengawal pribadi sudah bersiap di area apron eksekutif," ucap sebuah suara dengan nada yang sangat sopan dan penuh hormat.

Pria yang berbicara itu adalah Dimas, asisten pribadi sekaligus tangan kanan Gavin yang telah menemaninya selama masa pengasingan diri di Eropa. Dimas berdiri dengan posisi membungkuk hormat, menanti respons dari sang atasan.

Gavin tidak langsung menjawab. Jemari tangannya yang mengenakan jam tangan mewah bernilai miliaran rupiah bergerak perlahan, merapikan manset kemeja putihnya. Setelah beberapa detik keheningan yang menegangkan, dia akhirnya mengalihkan pandangannya dari jendela.

"Bagaimana dengan jadwal malam ini?" tanya Gavin. Suaranya terdengar berat, dalam, dan begitu datar tanpa ekspresi, seolah-olah setiap kata yang keluar dari bibirnya adalah sebuah perintah mutlak yang tidak boleh dibantah.

"Sesuai perintah Anda, malam ini tidak ada agenda pertemuan dengan pihak eksternal, Tuan. Komisaris Utama yaitu Papa Anda dan Nyonya Besar sudah menunggu kehadiran Anda di kediaman utama untuk makan malam keluarga." jawab Dimas dengan sigap.

Gavin hanya mengangguk kecil sekali, lalu berdiri dari kursinya. Tinggi badannya yang mencapai 185 sentimeter membuat ruang kabin jet yang luas itu mendadak terasa sempit.

Dia melangkah keluar dari pesawat dengan ritme yang tenang namun pasti, diikuti oleh Dimas yang membawa tas kerja kulit eksklusif di belakangnya.

Begitu Gavin melangkah turun dari tangga pesawat, angin malam Jakarta yang hangat menyapu wajahnya. Pria itu menghentikan langkahnya sejenak di anak tangga terakhir, memejamkan mata tajamnya untuk menghirup udara tanah air yang sudah tiga tahun ini tidak ia injak.

Tiga tahun lalu, dia meninggalkan negara ini dengan hati yang hancur lebur, jiwa yang koyak, dan amarah yang membubung tinggi.

Perceraian sepihak yang tiba-tiba, hilangnya sang istri tercinta tanpa jejak, dan surat-surat resmi yang dikirimkan melalui pengacara tanpa penjelasan apa pun telah mengubah Gavin dari seorang pria penyayang menjadi monster kerja yang kejam.

Dia melarikan diri ke cabang Eropa, menenggelamkan dirinya dalam pekerjaan dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu, hanya untuk membunuh rasa sakit yang terus menggerogoti dadanya.

Kini, dia kembali bukan lagi sebagai Gavin yang rapuh. Dia kembali sebagai pemenang, sebagai predir tunggal yang siap mengambil alih seluruh kekaisaran bisnis Abraham Group.

"Selamat datang kembali, Tuan Muda Gavin." sapa kepala pengawal pribadi yang langsung membukakan pintu mobil Rolls-Royce Phantom hitam yang sudah berbaris rapi bersama tiga mobil SUV pengawal lainnya.

Gavin tidak merespons sapaan itu. Dia langsung masuk ke dalam kabin belakang mobil yang kedap suara, menyandarkan punggungnya, dan memejamkan mata.

Sepanjang perjalanan membelah jalanan ibu kota yang mulai padat, keheningan total menyelimuti mobil tersebut. Dimas yang duduk di kursi depan bahkan tidak berani bernapas terlalu keras, tahu betul bahwa suasana hati bosnya ini sedang tidak bisa ditebak.

Satu jam kemudian, iring-iringan mobil mewah itu memasuki gerbang besi tinggi yang menuju ke sebuah mansion megah di kawasan elit. Rumah besar milik keluarga Abraham itu terlihat benderang dengan lampu-lampu kristal yang mewah.

Pintu mobil dibuka, dan Gavin melangkah keluar dengan langkah kaki yang konstan. Di lobi utama mansion, dua sosok paruh baya yang sangat ia kenal sudah berdiri menunggu.

Romi Abraham, sang papa yang wajahnya kini sudah mulai dipenuhi garis-garis penuaan, dan siska Abraham, sang mama yang masih terlihat anggun di usianya yang berkepala lima.

"Gavin... anakku," Siska langsung melangkah maju dengan mata yang berkaca-kaca, hendak memeluk putra tunggalnya yang sudah bertahun-tahun tidak ia temui secara fisik.

.

.

Cerita Belum Selesai.....

Terpopuler

Comments

irma hidayat

irma hidayat

lanjut up nya thor💪

2026-06-14

1

Ninanes Mona

Ninanes Mona

halim mah bukan bandara int'l

2026-08-10

0

Hasanah

Hasanah

masyaAllah cerita yg menarik

2026-08-26

0

lihat semua
Episodes
1 Wanita Anggun Sejati
2 Dia Pasti Sudah Melupakan Aku
3 Selamat Datang Kembali
4 Pernikahan Itu Sudah Selesai
5 Badai Besar Yang Menghantam
6 Harus Tetap Bersembunyi
7 Nama Paling Haram Diucapkan
8 Hari Pertama
9 Intruksi Langsung
10 Mari Kita Mulai
11 Yang Mana Orangnya?
12 Keputusan Saya Adalah Mutlak
13 Profesionalitas Yang Dipaksakan
14 Pekerjaan Sampingan
15 Takdir Paling Tidak Terduga
16 Penuh Ancaman Mutlak
17 Tidak Boleh Menyerah Di Sini
18 Datang Sebagai Seorang Profesional
19 Selamat Bekerja
20 Beban Kerja Terlalu Berat
21 Kenapa Dia Tidak Pergi Makan?
22 Menunggu Laporan Progres Harian
23 Siksaan Psikologis
24 Kenapa Kamu Tidak Menyerah Saja?
25 Pingsan
26 Prioritas Utama
27 Rasa Bersalah
28 Ketenangan Pikiran
29 Tetap Berbaring
30 Jauh Lebih Berat
31 Pilihanmu Hanya Dua
32 Benar-benar Menyedihkan
33 Mencari Tahu
34 Rahasia Terungkap
35 Aku Adalah Monster
36 Mengunjungi Kakak
37 Safira... Maafkan aku
38 Sembunyikan Identitas Saya
39 Seperti Ada Yang Salah
40 Sudah Masuk Kerja
41 Gaji Saya Dipotong
42 Bisik-bisik Miring
43 Untuk Melindungimu
44 Semuanya Terungkap
45 Bertahanlah Sebentar Lagi
46 Mulai Menampakkan Dirinya
47 Rasa Lega
48 Jaga Kesehatanmu
49 Menyentuh Hal Paling Berharga
50 Tunggu aku, Safira
51 Ketakutan Terbesar
52 Aku Sudah Tahu Semuanya
53 Biarkan Dia Masuk
54 Tidak Perduli Reputasi
55 Kita Belum Pernah Bercerai
56 Maafkan Mereka
57 Kecemasan Mencapai Puncaknya
58 Pulanglah Ke Rumah
59 Rumah Masa Kecilku
60 Selamat Datang Kembali
61 Kelanjutan Hubungan Kita
62 Hubungan Privat Dulu
63 Kamu Sangat Cantik
64 Seluruh Badanku Rasanya Remuk
65 Pelan Sedikit
66 Fondasi Yang Jauh Lebih Kuat
67 Rahasia
68 Sudah Sadar Sepenuhnya
69 Kamu Aman Sekarang
70 Menceritakan Semuanya
71 Sidang Lanjutan
72 Putusan Mutlak
73 New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
74 Pemakaman
75 Simpan Untuk Malam Nanti
76 Aku Tidak Mengizinkannya
77 Hari Terakhir
78 Siksaan Mental
79 Mutasi Permanen
80 Selamat Pagi
81 Benih-benih Kecurigaan
82 Dilabrak
83 Ini Bagian Dari Tugasku
84 Jangan Berbohong Kepadaku!
85 Lockdown Internal
86 Neraka di Tangan Gavin
87 Nyonya Besar Abraham
88 Mas Gavin?
89 Panggilan Sayang
90 Teman Dekat Gavin
91 Kamu Adalah Harta Yang Paling Berharga
92 Menjaga Sikap Dan Batasanmu
93 Kebahagianmu Adalah Tanggung Jawabku
94 Selamat Atas Pembukaan Kembali
95 Sensitif
96 Suamiku Posesif Sekali
97 Cek Mandiri
98 POSITIF
99 Berita Bahagia
100 Suami Terbaik
101 Demi Anak Kita
102 Perubahan Hormon
103 Kamu Adalah Ratu
104 Ngidam
105 Rujak Tradisional
106 Jaga Ratu Kecilmu Baik-baik
107 Perhatian Dan Oleh-oleh Dari Mertua
108 Suami Yang Luar Biasa
109 Keputusan Paling Mengerikan
110 Bahagia Sekali
111 Dia Sangat Cantik
112 Persiapan Yang Sempurna
113 Puncak Kontraksi Yang Sesungguhnya
114 Sakit Sekali
115 Malaikat Kecil
116 Prioritas Tinggi
117 Awal Dari Lembaran Baru
118 Putri Papa Cemburu?
119 Tumbuh Sangat Cepat
120 Kebahagiaan Akan Menyapa
121 Kisah Manis Yang Terus Terukir (END)
Episodes

Updated 121 Episodes

1
Wanita Anggun Sejati
2
Dia Pasti Sudah Melupakan Aku
3
Selamat Datang Kembali
4
Pernikahan Itu Sudah Selesai
5
Badai Besar Yang Menghantam
6
Harus Tetap Bersembunyi
7
Nama Paling Haram Diucapkan
8
Hari Pertama
9
Intruksi Langsung
10
Mari Kita Mulai
11
Yang Mana Orangnya?
12
Keputusan Saya Adalah Mutlak
13
Profesionalitas Yang Dipaksakan
14
Pekerjaan Sampingan
15
Takdir Paling Tidak Terduga
16
Penuh Ancaman Mutlak
17
Tidak Boleh Menyerah Di Sini
18
Datang Sebagai Seorang Profesional
19
Selamat Bekerja
20
Beban Kerja Terlalu Berat
21
Kenapa Dia Tidak Pergi Makan?
22
Menunggu Laporan Progres Harian
23
Siksaan Psikologis
24
Kenapa Kamu Tidak Menyerah Saja?
25
Pingsan
26
Prioritas Utama
27
Rasa Bersalah
28
Ketenangan Pikiran
29
Tetap Berbaring
30
Jauh Lebih Berat
31
Pilihanmu Hanya Dua
32
Benar-benar Menyedihkan
33
Mencari Tahu
34
Rahasia Terungkap
35
Aku Adalah Monster
36
Mengunjungi Kakak
37
Safira... Maafkan aku
38
Sembunyikan Identitas Saya
39
Seperti Ada Yang Salah
40
Sudah Masuk Kerja
41
Gaji Saya Dipotong
42
Bisik-bisik Miring
43
Untuk Melindungimu
44
Semuanya Terungkap
45
Bertahanlah Sebentar Lagi
46
Mulai Menampakkan Dirinya
47
Rasa Lega
48
Jaga Kesehatanmu
49
Menyentuh Hal Paling Berharga
50
Tunggu aku, Safira
51
Ketakutan Terbesar
52
Aku Sudah Tahu Semuanya
53
Biarkan Dia Masuk
54
Tidak Perduli Reputasi
55
Kita Belum Pernah Bercerai
56
Maafkan Mereka
57
Kecemasan Mencapai Puncaknya
58
Pulanglah Ke Rumah
59
Rumah Masa Kecilku
60
Selamat Datang Kembali
61
Kelanjutan Hubungan Kita
62
Hubungan Privat Dulu
63
Kamu Sangat Cantik
64
Seluruh Badanku Rasanya Remuk
65
Pelan Sedikit
66
Fondasi Yang Jauh Lebih Kuat
67
Rahasia
68
Sudah Sadar Sepenuhnya
69
Kamu Aman Sekarang
70
Menceritakan Semuanya
71
Sidang Lanjutan
72
Putusan Mutlak
73
New Story: Istri Figuran Sang Pewaris
74
Pemakaman
75
Simpan Untuk Malam Nanti
76
Aku Tidak Mengizinkannya
77
Hari Terakhir
78
Siksaan Mental
79
Mutasi Permanen
80
Selamat Pagi
81
Benih-benih Kecurigaan
82
Dilabrak
83
Ini Bagian Dari Tugasku
84
Jangan Berbohong Kepadaku!
85
Lockdown Internal
86
Neraka di Tangan Gavin
87
Nyonya Besar Abraham
88
Mas Gavin?
89
Panggilan Sayang
90
Teman Dekat Gavin
91
Kamu Adalah Harta Yang Paling Berharga
92
Menjaga Sikap Dan Batasanmu
93
Kebahagianmu Adalah Tanggung Jawabku
94
Selamat Atas Pembukaan Kembali
95
Sensitif
96
Suamiku Posesif Sekali
97
Cek Mandiri
98
POSITIF
99
Berita Bahagia
100
Suami Terbaik
101
Demi Anak Kita
102
Perubahan Hormon
103
Kamu Adalah Ratu
104
Ngidam
105
Rujak Tradisional
106
Jaga Ratu Kecilmu Baik-baik
107
Perhatian Dan Oleh-oleh Dari Mertua
108
Suami Yang Luar Biasa
109
Keputusan Paling Mengerikan
110
Bahagia Sekali
111
Dia Sangat Cantik
112
Persiapan Yang Sempurna
113
Puncak Kontraksi Yang Sesungguhnya
114
Sakit Sekali
115
Malaikat Kecil
116
Prioritas Tinggi
117
Awal Dari Lembaran Baru
118
Putri Papa Cemburu?
119
Tumbuh Sangat Cepat
120
Kebahagiaan Akan Menyapa
121
Kisah Manis Yang Terus Terukir (END)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!