Perempuan Yang Tak Dipilih

Alya melangkah menuju kamarnya dengan hati yang penuh kesadaran perempuan itu mulai mengambil koper lalu memasukkan bajunya satu-persatu.

Ternyata selama tiga tahun ini sikap dingin suaminya, tatapan datarnya saat mereka berhubungan, semuanya terjawab sudah dan anehnya ia baru menyadari sekarang, jika tidak ada tempat di hati suaminya untuk menerimanya bahkan setelah tiga tahun pernikahan.

Air mata perlahan menetes, entah karena hancur atau menertawakan kebodohannya. Alya berdiri lalu menatap foto pernikahan yang terpajang di dinding kamarnya.

Di dalam foto itu suaminya terlihat gagah dengan senyum terbaiknya, dan yang paling menyakitkan ternyata senyum itu palsu.

 "Hari ini aku akan pergi Mas, mungkin esok atau lusa kita tidak akan pernah bertemu dan semoga saja Tuhan tidak menemukan kita kembali dalam pertemuan apapun," gumamnya lirih lalu menggeret kopernya penuh dengan luka.

Sebelum keluar dari rumah ini Alya menyempatkan diri masuk ke kamar Nek Ratih, dan hatinya kembali hancur saat dirinya memegang foto wanita paruh baya itu.

  "Nek, maafin Alya. Alya gak bisa jaga amanah Nenek. Hari ini Alya pergi dari rumah Nenek," ucapnya entah kenapa masuk di dalam kamar almarhumah neneknya air mata Alya justru tidak bisa terbendung lagi.

  Perempuan itu tidak mengambil apa-apa. Ia hanya membawa foto kecil Nek Ratih jika sewaktu-waktu rindu terhadap wanita yang sudah pergi mendahuluinya itu.

  "Maaf ya aku ambil foto Nenek," ucap Alya sambil mengusap air mata yang bercucuran.

Dengan cepat Alya memasukkan foto itu di dalam kopernya, lalu melangkah keluar tanpa menoleh kebelakang karena sudah tidak ada alasan lagi untuk bertahan. Namun saat sampai di ruang tamu tiba-tiba langkahnya terhenti.

Karena ia mendengar suara yang begitu jelas di telinganya.

  "Akhirnya anakku sekarang bebas," ucap Erika.

"Bener sekali, mulai saat ini Arlan sudah bisa menentukan mimpinya yang sejak dulu tertahan," sahut Lasmini.

Lalu Erika menatap bangga pada sang anak yang menurutnya sudah berani mengambil keputusan yang tepat.

"Makasih ya Nak, aku tahu selama tiga tahun ini kamu tidak bahagia, dan waktu itu Mans tidak bisa berbuat apa-apa karena masih ada nenekmu," ujar Erika.

"Gak masalah. Dan kali ini Arlan merasa keputusan Arlan sudah tepat."

Deg!

Dunia Alya seakan hancur mendengar semua ucapan yang ia telan mentah-mentah. tubuhnya bergetar hebat, seharusnya perkataan menyakitkan ini tidak harus ia dengar. Seorang suami yang harusnya menjaga dan melindungi tapi justru memojokkan istrinya di hadapan keluarganya.

Dengan rasa kecewa yang teramat dalam Alya memberanikan diri untuk melewati mereka yang masih duduk di ruang tamu.

"Baiklah," ucapnya dengan suara bergetar dan menahan tangis. "Aku akan pergi sesuai permintaan kalian."

Seketika suasana menjadi sunyi, semua mata menoleh dengan keterkejutan yang tidak pernah direncanakan, apalagi wajah Arlan entah kenapa diantara kedua orang itu justru wajahnya yang terlihat panik.

"Aku akan pergi dari hadapan kalian untuk selama-lamanya," ujarnya mencoba untuk kuat. "Dan semoga saja di kehidupan mendatang perempuan yang kau sebut sebagai penghambat ini tidak akan menampakkan dirinya kembali."

Kalimat itu terdengar sederhana, tapi Arlan jelas merasakan bagaimana hancurnya hati Alya, bahkan perempuan itu tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap dirinya dan keluarganya.

Arlan memejamkan mata sejenak, betapa bodoh dan cerobohnya dirinya. Bisa-bisanya dalam situasi genting seperti ini ia masih saja memojokkan istrinya.

"Alya maafkan aku," ucapnya pelan.

Sementara Alya tidak menggubris, perempuan itu sudah terlanjur sakit hati dengan perlakuan mantan suaminya itu.

"Aku memang bukan wanita yang kau idamkan, tapi aku juga punya hak dan harga diri, untuk membela diriku," ucapnya sambil menatap tajam wajah Arlan. "Dan asal kau tahu, mungkin di mata dunia aku tidak sempurna, tapi aku punya cinta yang tulus yang tidak bisa kau temukan di wanita manapun," tandas Alya.

Suasana hening sejenak, dan setelah berucap seperti itu, tanpa banyak basa-basi Alya langsung menggeret kopernya keluar, tidak ada dari salah satu mereka yang mencegahnya bahkan mereka cenderung menginginkan semua ini terjadi.

Dan setelah sampai di depan gerbang Alya membalikan tubuhnya, bukan untuk masuk kembali, melainkan untuk menatap rumah itu untuk terakhir kalinya.

Tiga tahun yang lalu mungkin ia datang dengan harapan dan ketulusan, namun sekarang ia pergi membawa luka, kehampaan dan hati yang telah patah.

"Tuhan sekarang tugasku menjadi istrinya sudah selesai, semoga luka ini menjadi saksi betapa sakitnya hati istri yang tak diinginkan," gumam Alya sambil menekan dadanya.

Di bawah terik matahari perempuan itu menyeret kopernya, kaki kirinya mulai terasa nyeri, karena sudah berjalan sejauh itu dari rumahnya, Alya berhenti sejenak sambil duduk di depan ruko kosong.

Hari ini ia masih belum tahu harus membawa dirinya kemana, karena memang di dunia ini ia tidak punya siapa-siapa. Ia hanya seorang anak yatim piatu yang dulu dititipkan ke panti.

Karena keuletannya ia bisa bekerja di toko kerajinan tangan pada waktu itu, dan awal mula pertemuannya dengan Nek Ratih.

Alya tersenyum tipis, menertawakan kehidupan yang mulai mengombang-ambingkan hatinya tapi di tengah-tengah lelah itu ia teringat akan nasihat mendiang Nek Ratih.

"Tetaplah menjadi kuat Neng, meskipun

badai menerpa. Ingat berlian akan tetap menjadi berlian sekalipun ia terpendam puluhan tahun di dalam lumpur yang dalam."

Seketika Alya mulai bangkit dari duduknya, perempuan itu seolah tidak mau berlarut dengan kesedihannya saat ini. Mungkin cintanya boleh tidak terbalas dan rumah tangganya boleh gagal. Akan tetapi sebagai manusia di dalam kehidupan selanjutnya Alya tidak boleh gagal.

"Aku tidak akan menyerah Nek, aku yakin bisa menemukan kebahagiaan dengan caraku sendiri." tutur Alya sambil menyusuri jalanan kota yang terlihat ramai dengan hilir mudik kendaraan.

Bersambung ....

Terpopuler

Comments

Mul Yanto

Mul Yanto

lanjut kak kayaknya ceritanya bagus 👍👍👍

2026-06-19

1

Zecky Lezmana

Zecky Lezmana

bagus Alya tinggalkan yang menurutmu tidak baik

2026-06-24

0

Anisa-tri

Anisa-tri

Sabar ya Alya

2026-06-20

0

lihat semua
Episodes
1 Talak Setelah Duka
2 Perempuan Yang Tak Dipilih
3 Buku diary yang tertinggal di kamar
4 Makhluk Kecil di Dalam Rahimnya
5 Janin Yang Ku Pertahankan
6 Demi Obat Anakku
7 Mulai Ada Jalan
8 Di Terima Bekerja.
9 Sempat Ragu
10 Pertanyaan Yang Mengusik Masalalu
11 Pria Itu Lagi
12 Nama Yang Membuat Emil Membeku
13 Kenapa Selalu Dia Yang Menolongku
14 Tiga Porsi Sate Kambing.
15 Sepatu Baru Untuk Alya
16 Ketakutan Alya.
17 Alya mengalami keram.
18 Rumah Untuk Alya
19 Firasat Dewa
20 Pencarian Alya.
21 Rahasia Yang Terbongkar
22 Pencarian Yang Gagal
23 Rencana Arlan
24 Sebelum Terlambat
25 Janji Di Tengah Ancaman
26 Adegan Menggemaskan Di Sore Hari.
27 Hitung Mundur Pemberangkatan
28 Hampir Saja
29 Negara Baru
30 Pagi Pertama di Singapura
31 Persiapan Kejutan
32 Perasaan Asing Di hati Alya
33 Hari Yang Mulai membaik
34 Bunga Yang Membawa Cinta
35 Pernyataan Cinta Dewa
36 Kesabaran Dewa.
37 Menunggu Hari Perkiraan Lahir
38 Sapaan Pertama Untuk Senja
39 Tangis Pertama Senja. Awal Cinta Mereka
40 Pencarian itu Belum Berakhir
41 Kejutan Untuk Dua Perempuan Istimewa
42 Kecurigaan Amara
43 Sebuah Kejutan Yang Tak Terduga
44 Tempat Pulang Bernama Dewa
45 Mengurus surat-surat
46 Arlan sudah mengantongi Alamat Perusahaan Dewa
47 Menjelang Hari Akad
48 Akad Penuh Haru
49 Kecanggungan Alya
50 Hadiah Tak Ternilai...
51 Jejak Yang Akhirnya ditemukan.
52 Diujung Pencarian
53 Hak Yang Telah Hilang ...
54 Delapan Tahun Kemudian
55 Ketegangan Di Senja Florist
56 Perhatian Kecil Pak Suami
57 Langkah Baru Menuju Mimpi
58 Kehangatan Rumah Kecil Alya Dan Penyesalan Arlan
59 Langkah menuju kesuksesan
60 Presentasi Mengubah Takdir
61 Satu Jawaban Penentu
62 Pulang Dengan Hati Yang lega
63 Kesempatan Yang Menentukan
64 Perjuangan Semalam Suntuk
65 Keindahan Yang Menarik Perhatian
66 Bertemu Anak kecil
67 Tatapan Yang Tak Pernah Terkupakan
68 Pertemuan Yang Masih Tertunda
69 Berhasil di kontrak
70 Harapan yang Tak Pernah Padam
71 Jejak Yang Ditemukan
72 Gadis Kecil Itu
73 Identitas Senja
74 Tugas Dari Sekolah
75 Menulis Tentang Papa
76 Tulisan Yang Dipilih
77 Jejak Yang Kian Mendekat
78 Persimpangan Takdir
79 Senja Yang Penuh Kebahagiaan
80 Tulisan Senja
81 Sepulang Dari Family Day
82 Mengantar Alya Ke Rumah Sakit.
83 positif Hamil
84 Hadiah Untuk Senja
85 Kebahagiaan Senja
86 Kedatangan Arlan
87 Pengakuan Diri
88 Ketenangan Keluarga kecil Dewa
89 Kepulangan Arlan
90 Beberapa Bulan Kemudian
91 Kelahiran Baby Rayan
92 Akhir Sebuah Kisah
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Talak Setelah Duka
2
Perempuan Yang Tak Dipilih
3
Buku diary yang tertinggal di kamar
4
Makhluk Kecil di Dalam Rahimnya
5
Janin Yang Ku Pertahankan
6
Demi Obat Anakku
7
Mulai Ada Jalan
8
Di Terima Bekerja.
9
Sempat Ragu
10
Pertanyaan Yang Mengusik Masalalu
11
Pria Itu Lagi
12
Nama Yang Membuat Emil Membeku
13
Kenapa Selalu Dia Yang Menolongku
14
Tiga Porsi Sate Kambing.
15
Sepatu Baru Untuk Alya
16
Ketakutan Alya.
17
Alya mengalami keram.
18
Rumah Untuk Alya
19
Firasat Dewa
20
Pencarian Alya.
21
Rahasia Yang Terbongkar
22
Pencarian Yang Gagal
23
Rencana Arlan
24
Sebelum Terlambat
25
Janji Di Tengah Ancaman
26
Adegan Menggemaskan Di Sore Hari.
27
Hitung Mundur Pemberangkatan
28
Hampir Saja
29
Negara Baru
30
Pagi Pertama di Singapura
31
Persiapan Kejutan
32
Perasaan Asing Di hati Alya
33
Hari Yang Mulai membaik
34
Bunga Yang Membawa Cinta
35
Pernyataan Cinta Dewa
36
Kesabaran Dewa.
37
Menunggu Hari Perkiraan Lahir
38
Sapaan Pertama Untuk Senja
39
Tangis Pertama Senja. Awal Cinta Mereka
40
Pencarian itu Belum Berakhir
41
Kejutan Untuk Dua Perempuan Istimewa
42
Kecurigaan Amara
43
Sebuah Kejutan Yang Tak Terduga
44
Tempat Pulang Bernama Dewa
45
Mengurus surat-surat
46
Arlan sudah mengantongi Alamat Perusahaan Dewa
47
Menjelang Hari Akad
48
Akad Penuh Haru
49
Kecanggungan Alya
50
Hadiah Tak Ternilai...
51
Jejak Yang Akhirnya ditemukan.
52
Diujung Pencarian
53
Hak Yang Telah Hilang ...
54
Delapan Tahun Kemudian
55
Ketegangan Di Senja Florist
56
Perhatian Kecil Pak Suami
57
Langkah Baru Menuju Mimpi
58
Kehangatan Rumah Kecil Alya Dan Penyesalan Arlan
59
Langkah menuju kesuksesan
60
Presentasi Mengubah Takdir
61
Satu Jawaban Penentu
62
Pulang Dengan Hati Yang lega
63
Kesempatan Yang Menentukan
64
Perjuangan Semalam Suntuk
65
Keindahan Yang Menarik Perhatian
66
Bertemu Anak kecil
67
Tatapan Yang Tak Pernah Terkupakan
68
Pertemuan Yang Masih Tertunda
69
Berhasil di kontrak
70
Harapan yang Tak Pernah Padam
71
Jejak Yang Ditemukan
72
Gadis Kecil Itu
73
Identitas Senja
74
Tugas Dari Sekolah
75
Menulis Tentang Papa
76
Tulisan Yang Dipilih
77
Jejak Yang Kian Mendekat
78
Persimpangan Takdir
79
Senja Yang Penuh Kebahagiaan
80
Tulisan Senja
81
Sepulang Dari Family Day
82
Mengantar Alya Ke Rumah Sakit.
83
positif Hamil
84
Hadiah Untuk Senja
85
Kebahagiaan Senja
86
Kedatangan Arlan
87
Pengakuan Diri
88
Ketenangan Keluarga kecil Dewa
89
Kepulangan Arlan
90
Beberapa Bulan Kemudian
91
Kelahiran Baby Rayan
92
Akhir Sebuah Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!