Buku diary yang tertinggal di kamar

Setelah turun dari bus, Alya kembali melangkah dengan membawa kopernya tanpa peduli dengan panasnya sinar matahari yang membuat matanya sedikit silau. Kali ini ia sudah membulatkan tekad menuju ke sebuah tempat di mana dulu ia dibesarkan, namun langkahnya terhenti sesaat. Ketika tulisan besar terpampang cukup jelas di depan pagar.

Panti ini sudah ditutup.

Dada Alya bergetar hebat, bagaimana mungkin panti ini bisa ditutup padahal dua bulan yang lalu ia masih berhubungan baik dengan pemilik panti yang baru.

"Panti ditutup dan aku tidak tahu apa-apa," ucapnya dengan tatapan kosong.

Kali ini harapan Alya benar-benar runtuh, padahal tempat itu satu-satunya tujuan setelah ia ditalak suaminya. Alya memejamkan mata perlahan tubuhnya yang sedari lemas perlahan terduduk di emperan.

  "Tuhan harus kemana lagi aku pulang," gumamnya lirih.

Alya pun mencoba menghubungi nomor ibu panti, yang tertera di handphonenya, namun tidak ada sambungan, sepertinya nomor itu sudah tidak aktif.

Alya menurunkan ponselnya dengan tangan bergetar. padahal tadi pagi ia masih menjadi seorang istri dan masih tinggal di rumah yang aman. Dan di detik berikutnya ia kehilangan tempat tinggal itu tanpa direncanakan. Bahkan salah satu tempat yang menjadi tujuannya pun sudah tidak ada.

Setelah cukup beristirahat di depan gerbang panti. Perempuan itu mulai melanjutkan perjalanannya meskipun hanya mengikuti kata hati saja. Karena saat ini ia benar-benar sendiri.

Alya akhirnya berjalan menyusuri gang kecil yang tidak terlalu jauh dari panti. Di ujung gang sana, seingatnya ada sebuah kos-kosan barang kali saja masih ada yang kosong.

Langkah Alya sudah sampai di gerbang kost. Nampaknya di situ tertera tulisan. "Masih menerima kost perempuan". Entah kenapa mata Alya sedikit berbinar, setidaknya untuk sekarang ia bisa mempunyai tempat tinggal meskipun tidak semewah rumah suaminya.

"Mbak mau cari apa?" sapa seseorang dari depan gerbang.

Alya yang memang membutuhkan seseorang untuk bertanya. Ia langsung menjawabnya. "Aku mau cari kost-kostan. Di tempat ini apa masih membutuhkan penghuni kos?"

Perempuan muda itu tersenyum sumringah. "Masuk dulu Mbak, kebetulan di tempat kami masih banyak kamar kosong, jadi kalau mbaknya berminat monggo," sahut gadis itu ramah.

Alya pun mengangguk kecil perempuan itu mulai bersedia dan masuk ke dalam rumah pemilik kost tersebut.

"Perkenalkan Mbak," kata gadis itu. "Namaku Emilia pemilik kost ini."

"Aku Alya."

"Oh ya Mbak Alya, di tempat kami masih ada tiga kamar kosong, kalau memang Mbak Alya minat silahkan pilih salah satunya, tentunya dengan harga cukup terjangkau," ujar Emilia.

Alya pun langsung menimpali. "Aku bersedia Mbak, kalau bisa ditempati sekarang," pinta Alya.

"Oh boleh kebetulan tiga kamar kosong setiap harinya selalu dibersihkan," sahut Emilia.

Setelah negosiasi cukup panjang, dan Alya sudah selesai membayar untuk satu bulan kedepan. Akhirnya wanita cantik itu memutuskan memilih kamar kos paling ujung, karena terlihat sepi dan mungkin bagi Alya tempat itu cukup damai.

"Ini kuncinya Mbak, dan semoga betah tinggal di tempat ini," kata Emilia.

Alya sedikit tersenyum lalu, mulai bertanya sesuatu. "Oh ya Mbak, di kost ini kebanyakan penghuninya kerja apa?" tanya Alya.

"Oh di sini kebanyakan perantau dan mereka kerja di pabrik," sahut Emilia. "Memangnya kenapa Mbak?"

Alya sedikit menggeleng. "Tidak apa-apa, aku hanya pingin tahu saja, barang kali bisa ikut kerja, ternyata tidak," ucap perempuan itu.

"Kenapa tidak, bahkan kerja di pabrik kalau ada orang dalam gampang masuknya," sahut Emilia.

"Aku punya keterbatasan Mbak, dan setiap perusahaan pasti ada aturannya," ungkap Alya.

Sejenak pandangan Emilia jatuh pada kaki kiri Alya, gadis itu tidak berkata apa-apa, tapi detik berikutnya senyumnya melebar. "Mbak semangat ya, keterbatasan tidak akan membatasi semua gerak anda," ujarnya dengan nada semangat.

"Makasih banyak ya," sahut Alya.

"Ya sudah kalau gitu aku tinggal dulu, dan Nex kalau ada apa-apa jangan sungkan ya," ujar Amelia.

"Sekali lagi terima kasih ya," ucap Alya.

Setelah kepergian Emilia kamar itu kembali sunyi, Alya menatap bangunan sempit yang di dalamnya hanya isi lemari kecil dan karpet karakter. Sangat berbanding balik dengan rumah yang selama tiga tahun ini ia tempati.

Perlahan ia mulai membuka kopernya, lalu mengeluarkan satu persatu bajunya, dan di sela-sela baju itu terselip foto Nenek Ratih yang membuat air matanya terjatuh lagi.

"Nek, kali ini Alya benar-benar sendiri," ucapnya sambil mendekap foto itu dengan erat.

Selesai beberes, Alya duduk di sisi karpet sambil memijat kakinya yang sudah terlepas dari kaki palsunya, tangannya perlahan meremas ujung kakinya dengan kuat. Karena rasa nyeri kembali datang.

"Maaf ya, hari ini terlalu membuatmu lelah," ujarnya pelan.

☘️☘️☘️☘️☘️

Sementara di kota lain. Saat ini Arlan untuk pertama kalinya datang ke kamar mereka. Kamar yang sejak tiga tahun itu terasa dingin kini berubah menjadi sunyi.

Entah kenapa Arlan seperti merasakan keanehan di dalam kamar ini. Biasanya setiap kali ia membuka pintu suara lembut Alya selalu menyambutnya meskipun tak ada tanggapan darinya tapi suara lembut itu sekarang tidak terdengar kembali.

Senyum tulusnya selalu terukir, tangannya begitu cepat melepas dasi di lehernya seolah paling memahami lelahnya. Namun semua itu sudah menghilang dan anehnya kenapa baru sekarang ia mulai merasakan itu.

"Alya," panggilnya pelan.

Tidak ada jawaban dan kamar ini benar-benar sunyi. Beberapa menit kemudian ia seolah tersadarkan dengan sebuah fakta. Bukannya selepas pemakaman neneknya tadi ia baru saja menalaknya. Bukannya siang tadi perempuan itu sudah pergi tanpa ia cegah sama sekali.

Lantas kenapa ia baru merasakan sekarang?

"Aneh," gumamnya pelan.

Perlahan Arlan melangkah ke sudut kamar di situ ada lemari khusus untuk Alya, tangannya tergerak cepat membukanya. Dan ya, semua pakaian sudah di bawa dan lemari itu kosong sama sekali.

Arlan memijat pelipisnya dengan kuat. Kenapa hal seperti ini terjadi, seharusnya ia bisa lega dan bahagia karena sudah terbebas dari pernikahan sandiwara yang diciptakan sendiri. Namun sesal itu belum berhenti saat tangannya mulai mengambil buku diary kecil di dalam almari paling bawa.

Arlan segera membuka buku itu dan pas di halaman pertama ia mulai membacanya.

Hari ini aku sudah sah menjadi istri Arlan Abimana. Semoga saja aku berhasil menjadi istri yang baik, dan mendapatkan cinta suamiku."

Deg!

Tubuh Arlan membeku melihat tulisan indah itu. Tanpa sadar tangannya perlahan meremas ujung buku itu. Namun belum sempat ia membaca lembar berikutnya. Tiba-tiba handphone-nya bergetar. Arlan segera mengangkatnya.

"Temui aku malam ini," ucap suara dari seberang sana.

Malam ...

Maaf ya hari ini double up agak telat karena sedari tadi di sini mati lampu 🙏🙏🙏😂😂😂

Terpopuler

Comments

RARA

RARA

semoga Alya dpt kerjaan dan jdi org kaya,jgn dibuat miskin yaa othor 😄

2026-06-20

2

Anisa-tri

Anisa-tri

Semangat Alya jangan putus asa ingat kau ditakdirkan untuk menjadi kuat

2026-06-20

2

Zecky Lezmana

Zecky Lezmana

Semangat Alya semoga sebentar lagi ada kerjaan untukmu dan anakmu

2026-06-24

0

lihat semua
Episodes
1 Talak Setelah Duka
2 Perempuan Yang Tak Dipilih
3 Buku diary yang tertinggal di kamar
4 Makhluk Kecil di Dalam Rahimnya
5 Janin Yang Ku Pertahankan
6 Demi Obat Anakku
7 Mulai Ada Jalan
8 Di Terima Bekerja.
9 Sempat Ragu
10 Pertanyaan Yang Mengusik Masalalu
11 Pria Itu Lagi
12 Nama Yang Membuat Emil Membeku
13 Kenapa Selalu Dia Yang Menolongku
14 Tiga Porsi Sate Kambing.
15 Sepatu Baru Untuk Alya
16 Ketakutan Alya.
17 Alya mengalami keram.
18 Rumah Untuk Alya
19 Firasat Dewa
20 Pencarian Alya.
21 Rahasia Yang Terbongkar
22 Pencarian Yang Gagal
23 Rencana Arlan
24 Sebelum Terlambat
25 Janji Di Tengah Ancaman
26 Adegan Menggemaskan Di Sore Hari.
27 Hitung Mundur Pemberangkatan
28 Hampir Saja
29 Negara Baru
30 Pagi Pertama di Singapura
31 Persiapan Kejutan
32 Perasaan Asing Di hati Alya
33 Hari Yang Mulai membaik
34 Bunga Yang Membawa Cinta
35 Pernyataan Cinta Dewa
36 Kesabaran Dewa.
37 Menunggu Hari Perkiraan Lahir
38 Sapaan Pertama Untuk Senja
39 Tangis Pertama Senja. Awal Cinta Mereka
40 Pencarian itu Belum Berakhir
41 Kejutan Untuk Dua Perempuan Istimewa
42 Kecurigaan Amara
43 Sebuah Kejutan Yang Tak Terduga
44 Tempat Pulang Bernama Dewa
45 Mengurus surat-surat
46 Arlan sudah mengantongi Alamat Perusahaan Dewa
47 Menjelang Hari Akad
48 Akad Penuh Haru
49 Kecanggungan Alya
50 Hadiah Tak Ternilai...
51 Jejak Yang Akhirnya ditemukan.
52 Diujung Pencarian
53 Hak Yang Telah Hilang ...
54 Delapan Tahun Kemudian
55 Ketegangan Di Senja Florist
56 Perhatian Kecil Pak Suami
57 Langkah Baru Menuju Mimpi
58 Kehangatan Rumah Kecil Alya Dan Penyesalan Arlan
59 Langkah menuju kesuksesan
60 Presentasi Mengubah Takdir
61 Satu Jawaban Penentu
62 Pulang Dengan Hati Yang lega
63 Kesempatan Yang Menentukan
64 Perjuangan Semalam Suntuk
65 Keindahan Yang Menarik Perhatian
66 Bertemu Anak kecil
67 Tatapan Yang Tak Pernah Terkupakan
68 Pertemuan Yang Masih Tertunda
69 Berhasil di kontrak
70 Harapan yang Tak Pernah Padam
71 Jejak Yang Ditemukan
72 Gadis Kecil Itu
73 Identitas Senja
74 Tugas Dari Sekolah
75 Menulis Tentang Papa
76 Tulisan Yang Dipilih
77 Jejak Yang Kian Mendekat
78 Persimpangan Takdir
79 Senja Yang Penuh Kebahagiaan
80 Tulisan Senja
81 Sepulang Dari Family Day
82 Mengantar Alya Ke Rumah Sakit.
83 positif Hamil
84 Hadiah Untuk Senja
85 Kebahagiaan Senja
86 Kedatangan Arlan
87 Pengakuan Diri
88 Ketenangan Keluarga kecil Dewa
89 Kepulangan Arlan
90 Beberapa Bulan Kemudian
91 Kelahiran Baby Rayan
92 Akhir Sebuah Kisah
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Talak Setelah Duka
2
Perempuan Yang Tak Dipilih
3
Buku diary yang tertinggal di kamar
4
Makhluk Kecil di Dalam Rahimnya
5
Janin Yang Ku Pertahankan
6
Demi Obat Anakku
7
Mulai Ada Jalan
8
Di Terima Bekerja.
9
Sempat Ragu
10
Pertanyaan Yang Mengusik Masalalu
11
Pria Itu Lagi
12
Nama Yang Membuat Emil Membeku
13
Kenapa Selalu Dia Yang Menolongku
14
Tiga Porsi Sate Kambing.
15
Sepatu Baru Untuk Alya
16
Ketakutan Alya.
17
Alya mengalami keram.
18
Rumah Untuk Alya
19
Firasat Dewa
20
Pencarian Alya.
21
Rahasia Yang Terbongkar
22
Pencarian Yang Gagal
23
Rencana Arlan
24
Sebelum Terlambat
25
Janji Di Tengah Ancaman
26
Adegan Menggemaskan Di Sore Hari.
27
Hitung Mundur Pemberangkatan
28
Hampir Saja
29
Negara Baru
30
Pagi Pertama di Singapura
31
Persiapan Kejutan
32
Perasaan Asing Di hati Alya
33
Hari Yang Mulai membaik
34
Bunga Yang Membawa Cinta
35
Pernyataan Cinta Dewa
36
Kesabaran Dewa.
37
Menunggu Hari Perkiraan Lahir
38
Sapaan Pertama Untuk Senja
39
Tangis Pertama Senja. Awal Cinta Mereka
40
Pencarian itu Belum Berakhir
41
Kejutan Untuk Dua Perempuan Istimewa
42
Kecurigaan Amara
43
Sebuah Kejutan Yang Tak Terduga
44
Tempat Pulang Bernama Dewa
45
Mengurus surat-surat
46
Arlan sudah mengantongi Alamat Perusahaan Dewa
47
Menjelang Hari Akad
48
Akad Penuh Haru
49
Kecanggungan Alya
50
Hadiah Tak Ternilai...
51
Jejak Yang Akhirnya ditemukan.
52
Diujung Pencarian
53
Hak Yang Telah Hilang ...
54
Delapan Tahun Kemudian
55
Ketegangan Di Senja Florist
56
Perhatian Kecil Pak Suami
57
Langkah Baru Menuju Mimpi
58
Kehangatan Rumah Kecil Alya Dan Penyesalan Arlan
59
Langkah menuju kesuksesan
60
Presentasi Mengubah Takdir
61
Satu Jawaban Penentu
62
Pulang Dengan Hati Yang lega
63
Kesempatan Yang Menentukan
64
Perjuangan Semalam Suntuk
65
Keindahan Yang Menarik Perhatian
66
Bertemu Anak kecil
67
Tatapan Yang Tak Pernah Terkupakan
68
Pertemuan Yang Masih Tertunda
69
Berhasil di kontrak
70
Harapan yang Tak Pernah Padam
71
Jejak Yang Ditemukan
72
Gadis Kecil Itu
73
Identitas Senja
74
Tugas Dari Sekolah
75
Menulis Tentang Papa
76
Tulisan Yang Dipilih
77
Jejak Yang Kian Mendekat
78
Persimpangan Takdir
79
Senja Yang Penuh Kebahagiaan
80
Tulisan Senja
81
Sepulang Dari Family Day
82
Mengantar Alya Ke Rumah Sakit.
83
positif Hamil
84
Hadiah Untuk Senja
85
Kebahagiaan Senja
86
Kedatangan Arlan
87
Pengakuan Diri
88
Ketenangan Keluarga kecil Dewa
89
Kepulangan Arlan
90
Beberapa Bulan Kemudian
91
Kelahiran Baby Rayan
92
Akhir Sebuah Kisah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!