Si Cupu Menikah Dengan Ketua Ospek

Si Cupu Menikah Dengan Ketua Ospek

Bab: 1 Datang ke Pernikahan Mantan

Diputusin bukanlah akhir dari dunia.

Seminggu yang lalu, Daniella Adriana Rea diputuskan secara sepihak oleh pacarnya. Lebih parah lagi, tak lama setelah itu dia menerima undangan pernikahan melalui chat dari mantan pacarnya. Undangan itu untuk pernikahan mantan pacarnya dengan wanita lain, yang ternyata sudah hamil dua bulan sebelum mereka putus.

"Bukan lagi ditinggal selingkuh, tapi gue ditinggal nikah juga." Dia mendesah, meniup poni rambutnya yang menjuntai menutupi mata.

Kini, dia sudah berdiri di depan gedung tempat mantan pacarnya menikah.

Berjalan masuk di antara kerumunan para tamu undangan, dengan pedenya dia tersenyum. Padahal semua orang menghujatnya.

Tidak ada yang pernah suka ketika Daniela Adriana Rea, si cewek cupu plus miskin, pacaran dengan cowok populer dari fakultas Teknik, Attala Mahendra.

"Untung Atta cepet sadar, dan ninggalin tuh cewek cupu. Heran gue, kena guna-guna apa dia mau pacaran anak cupu dari fakultas bahasa dan seni itu."

"Lihat deh dia masih aja bisa senyum."

"Halah itu paling senyum palsu, buat nutupin hatinya yang sakit. Gue yakin tuh anak pasti nangis semaleman suntuk karena ditinggal Atta nikah."

"Emang, nggak tau diri banget jadi manusia. Jelas lah dia ditinggalin. Nggak sadar muka hancurnya."

Joana dan gengnya, tidak pernah absen untuk tidak menghujat Rea yang tengah berjalan menuju ke pelaminan pengantin.

Kakinya melambat, lalu berhenti. Sejenak dia menatap Joana, dan teman-temannya yang sibuk bergosip sembari menikmati hidangan.

Rea tak peduli, toh imagenya di kampus sudah buruk dengan istilah si cupu miskin, tidak tahu diri.

Tidak tahu saja, jika selama ini itu hanyalah topeng yang selalu dia gunakan untuk menutupi jati dirinya yang sebenarnya.

Rea hanya tidak ingin menjadi pusat perhatian, lalu mereka akan datang seperti penjilat karena tahu siapa dia sebenarnya.

"Masih mending gue, muka hancur tapi pernah pacaran, nah lo. Modal muka cakep, tapi nggak laku. Gue sih bodo amat, mau si Atta selingkuh, lo pikir cowok cuma si Atta. Dah lah, capek ngomong sama orang yang otaknya tumpul ke lo pada." Ujar Rea

Meratap, lalu menangis bukanlah gaya dari seorang Daniella Adriana Rea. Cewek blesteran Jawa, Jepang, dan Belanda ini justru memberi selamat ketika pacarnya menikahi orang lain karena alasan married by acident.

"Selamat atas pernikahan lo, Atta," ujar Rea, ketika dia sudah berdiri tepat di depan Attala, dan istrinya. Tangannya terulur untuk memberi selamat pada Atta.

Attala Mahendra, mantan pacar Rea.

Attala tiba-tiba menikah karena selingkuhannya hamil.Married by accident, tapi bagi Rea itu bukan kecelakaan.Tetapi tindakan disengaja, mana ada kecelakaan, mereka juga melakukannya atas tindakan suka sama suka.

"Rea."

"Sorry, telat datengnya." Rea berkata santai seperti biasa, senyumnya yang khas dengan gigi yang dihiasi kawat.

Rea melirik Cleo, istri Attala yang merangkul lengan sang suami. Rea berdecak, lagi pula rasa sukanya dengan Attala sudah musnah sejak pemuda itu memutuskannya, dan ketahuan menghamili teman satu jurusannya.

"Tenang aja, gue bukan cewek bego yang akan merebut punya orang. Apalagi dia udah lepas segel. Lagian gue sadar, lo lebih cantik dari gue. Makannya Atta milih lo. Udah berapa bulan?" tanya Rea, yang kini matanya tertuju pada perut Cleo -Andini Cleona Dista.

"Dua bulan."

Rea menghitung dengan jari. "Ah, setelah gue nembak lo, dan kita jadian seminggu. Lo langsung bikin anak sama dia?"

Atta tak kaget, meskipun cupu, Rea itu tipe cegil, yang suka nyeplos jika bicara. Bukan seperti para cupu yang lain, yang hanya berteman dengan buku, lalu takut dan menangis jika dibully.

Rea itu berbeda, Atta tahu karena Rea pernah bercerita dia mengikuti klub karate kampusnya. Tentu dia mahir bela diri.

"Sorry, Re. Gue-"

"Aslinya lo cuma manfaatin gue, lo nggak mau kalah taruhan sama temen lo, kan? Makannya pas gue nembak, lo langsung iyain karena lo nggak mau kalah taruhan."

Attala tersentak, semua orang juga tahu. Dia tampan, cukup populer di kampus.

Memacari Rea yang dandanannya cupu, sama saja bunuh diri. Alasannya tepat, Atta tidak mau kalah taruhan dari teman-temannya.

Menganggap Rea itu makhluk langka. Atta juga tak benar-benar menyukainya. Hanya memainkan peran, setelah bosan akan dia buang.

"Itu lo sadar, kalau jelek harusnya lo tau diri dengan nggak nembak cowok kaya Atta." Cleo menyambar.

"Gue kan cuma nyari peruntungan, apa salahnya. Gue nembak dia, dan dia nerima gue, ya sayangnya gue rada bego karena dia nerima gue gitu aja."

"Lo sama dia pernah ngapain aja?" Cleo bertanya. Sedikit curiga, meski iya yakin Atta tak mungkin menyentuh Rea.

Rea melipat kedua tangannya di depan dada, sedikit berdecak, lalu tersenyum.

"Ah, gue bukan cewek obralan. Tuh tahun baru kemarin dia ngajakin ke Vila, tapi gue tolak. Tapi kan dia udah dapetin lo, ya. Huh, untungnya dia mau tanggung jawab, gimana kalau nggak. Ya ampun gue nggak bisa bayangin, oh ya Ta. Makasih karena mau jadi cowok gue, meskipun lo selingkuh di belakang gue."

"Re, sorry. Tapi gue-"

"Maaf lo sekarang apa ada gunanya, udahlah. Gue juga nggak bakalan nangis sampai meraung-raung. Ya udah, gue mau makan hidangan aja, kenyang perut gue. Dari pada nangisin lo sampai mata gue bengkak juga nggak guna. Polisi nggak bakalan nolongin gue, gue rugi sendiri karena makan hati. Ah, hidup kadang aneh, dahlah. Bye Atta, semoga hidup lo baik-baik aja." ujar Rea

Rea buru-buru berbalik, tapi tanpa diduga, hidungnya malah membentur dada seseorang saat dia berpaling.

"Ups." Rea mendongak, ia dapati cowok tinggi, ganteng, putih dengan wajah khas oriental. Mata sipit, namun tanpa ekspresi di wajahnya, tepat berdiri di hadapan Rea.

"Sorry, ya. Gue nggak lihat," ujar Rea.

Tak ada jawaban, bahkan hanya tatapan dingin yang didapatkan oleh Rea.

Tidak berkata apa pun, pemuda itu pergi, dan lanjut memberi selamat pada Atta.

Rea sempat mendengar suaranya. Meskipun pelan, namun suaranya begitu deep, mampu membuat Rea terpesona sesaat.

"Makasih, Theo. Masih ada ospek?"

"Besok."

"Padet ya jadwal, lo?"

"Hn."

Attala terkekeh, sudah paham kebiasaan seorang Theo.

Rea mendengarnya, dia kini tahu namanya Theo, dan ada pembicaraan tentang ospek.

Berarti dia adalah anggota ospek, atau mungkin ketuanya dan dia berasal dari fakultas yang sama dengan Attala.

Bahkan saat pemuda itu kembali, dia sama sekali tak menoleh pada Rea. Apalagi menoleh, melirik pun tidak.

Meskipun mereka tidak saling mengenal, seharusnya Theo mau berbasa-basi dengan permintaan maaf Rea. Namun ini tidak, Theo melewatinya begitu saja seperti dia itu adalah makhluk tak kasat mata.

"Cowok aneh, ngomong irit, senyum juga nggak. Amit-amit kalau misalnya suatu hari gue dapat jodoh kek dia," gumam Rea.

***

Tadi malam Rea bermimpi menikah dengan seseorang yang tidak dia kenal. Mimpi itu sudah terjadi tiga kali, namun wajah si pria tak pernah terlihat jelas.

Hanya kilasan blur, entah kenapa. Namun, mimpi itu seperti mempermainkannya.

Rasa penasaran akan siapa cowok itu, sampai membuatnya bekerja keras, untuk mengingat setiap detail perawakan, dan tinggi tubuh si pria. Namun, setelah Rea ingat lagi, nyatanya dia tidak mampu menggambarkan siapa cowok itu.

"Nggak galau kan karena Atta ninggalin lo, Re?" tanya seorang gadis dengan rambut kuncir kuda yang baru saja duduk di sampingnya.

Dera, sahabat Rea. Nama lengkapnya Jessica Anandira,tapi dia lebih akrab dipanggil Dera. Cewek cantik, ceria, hobinya scroll sosial media para cogan Korea dan China. Apalagi Dera itu suka histeris jika melihat penampakan sixpack aktor dari negeri ginseng, dan tirai bambu.

"Sakit hati pasti iya, Ra. Tapi gue nggak mau berlarut-larut, toh terbukti dia cowok bereng sek. Istrinya hamil duluan, untungnya gue nolak pas diajakin tahun baruan ke puncak."

"True, nggak ada cowok yang bener-bener baik. Orang pacaran pasti ngedepanin nafsu. Ada mungkin cowok baik, tapi jarang. Maraknya konten negatif di sosmed, bahkan anak SD pun pikirannya udah kotor sama hal-hal kaya begitu. Terus rencana lo apa sekarang?"

"Tau deh."

Rea kembali menidurkan kepalanya di atas meja. Menunggu dosen masuk, dia sengaja berangkat lebih awal karena satu, dia tidak bisa tidur setelah terbangun di jam 3 pagi karena mimpi menikah dengan cowok asing, dan kedua Rea sibuk menebak-nebak siapa cowok asing di dalam mimpinya.

"Nggak kapok pacaran?"

"Gue nggak mau pacaran lagi, capek. Diselingkuhin, kalau nggak gitu ditinggal nikah. Gue pecaran udah dua kali, dan semuanya selingkuh. Bayangin gue diselingkuhin, dan yang terakhir gue ditinggal nikah.Berat banget jadi gue."

"Itu salah lo, ngapain juga lo segala dandan kek cewek cupu. Tunjukkin wajah cantik lo, Rea."

"Buat apaan, buat tebar pesona? No, Dera. Buat apa? Kalau mereka cuma lihat wajah gue, dan well mereka akhirnya selingkuh, dan cuma manfaatin gue. Dengan begini gue sadar, kalau cowok cuma lihat visual, dan kebanyakan berengsek." Rea mendesah.

"Eh, gimana? Semalam mimpi lagi soal cowok dengan muka blur itu?" tanya Dera. Tidak mau mengungkit lagi kehidupan asmara sahabatnya yang berantakan ini.

Rea mengangguk lemah. Mimpi itu benar-benar mengganggunya, bahkan satu petunjuk pun tak pernah Rea dapatkan.

"Terus, di mimpi lo ada gue,nggak?"

"Gue nggak lihat lo. Tapi gue mimpi nikah sama tuh cowok. Gue nggak tau siapa dia, sialan banget kan. Kenapa mukanya harus blur, gue takut dia jodoh gue, dan Tuhan ngasih petunjuk lewat mimpi. Tapi, Ra, gue cuma takut kalau mukanya nggak sesuai ekpetasi. Gara-gara tuh mimpi, gue begadang dari jam 3 pagi." Desahan pelan kembali mengalun dari bibir Rea.

Sampai terdengar pintu kelasnya terbuka, lalu menegakkan tubuh saat melihat dosen masuk ke dalam ruangan.

"Ntar kita bahas lagi, gue nggak mau kena hukum miss Ailyn."

Dera mengangguk setuju, tidak ada yang pernah selamat dari hukuman Miss Aylin, dosen killer yang terkenal seantero fakultas.

...****************...

*Bersambung*

* Jangan lupa tinggalkan jejak di kolom komentar*

*Vote, like dan tambahkan favorit/subscribe yaa All juga hadiahnya 💝*

*Terimakasih🙏*

*Salam manis dari AUTHOR🥰*

*ig@putri_miceela.*

Terpopuler

Comments

Gege

Gege

sayangnya belom sunat pasti..🤣🤣 mana kecil lage...ga puasa rea di ranjang.🤭

2026-08-22

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!