5. Air Mata Tak Lagi Tertahan

Mobil putih itu melaju membelah jalanan kota yang mulai ramai. Tujuannya tidak jelas. Arini hanya ingin pergi sejauh mungkin dari rumah yang selama ini ia anggap sebagai tempat pulang.

Begitu gerbang rumah tertutup di belakangnya, pertahanan yang selama ini ia bangun akhirnya runtuh.

Air mata yang sejak tadi ditahannya mengalir deras tanpa bisa dibendung lagi.

"Kenapa?" bisiknya lirih.

Tangannya mencengkeram setir erat hingga buku-buku jarinya memutih.

Dadanya terasa sesak. Hari ini seharusnya menjadi hari bahagia. Hari ulang tahun pernikahan mereka yang kedua. Namun justru hari ini juga menjadi hari ketika ia mengetahui bahwa Galang sudah menikahi Mayang secara diam-diam saat pulang ke Yogyakarta.

Galang telah mengkhianatinya. Laki-laki yang selama ini ia cintai dengan sepenuh hati ternyata sudah menikahi perempuan lain. Diam-diam. Tanpa sepengetahuannya. Tanpa persetujuannya. Tanpa sedikit pun rasa hormat sebagai seorang istri.

Seminggu yang lalu Galang pulang ke Yogyakarta dengan alasan ibunya sedang sakit dan membutuhkan perawatan. Arini bahkan mau ikut saat itu, namun dilarang ibu mertuanya. Walaupun kecewa, ia membantu menyiapkan keperluan perjalanan suaminya.

Ia membekali Galang dengan makanan, menyiapkan pakaian, bahkan beberapa kali menanyakan kondisi mertuanya melalui telepon. Tidak pernah sekalipun terlintas dalam pikirannya bahwa alasan itu hanyalah kebohongan.

Ternyata selama berada di Yogyakarta, Galang bukan sedang merawat ibunya. Laki-laki itu justru melangsungkan pernikahan dengan cinta pertamanya, Mayang.

Yang lebih menyakitkan, seluruh keluarga mengetahui hal itu. Bu Sumarni tahu. Pak Hardi tahu. Vera juga tahu, bisa jadi kakak perempuannya Selly juga mengetahuinya.

Mereka semua menyembunyikan darinya.

Mereka membiarkan Arini tetap menjalankan perannya sebagai istri yang baik sementara di belakangnya mereka merayakan pernikahan suaminya dengan perempuan lain.

Air mata kembali jatuh tanpa bisa ditahan.

Dadanya terasa seperti diremas. Selama dua tahun menikah, ia selalu berusaha menjadi istri terbaik.

Namun ternyata seluruh pengorbanannya tidak lebih dari sesuatu yang dianggap biasa oleh mereka.

Air mata kembali mengalir. Arini menepikan mobilnya di sebuah area parkir yang menghadap perbukitan Bandung Utara. Mesin mobil dimatikan.

Sunyi. Hanya ada suara isak tangis yang memenuhi kabin. Sakit. Sangat sakit. Galang mengkhianatinya.

Laki-laki yang selama ini selalu ia utamakan ternyata sedang merencanakan hidup baru bersama perempuan lain.

Padahal selama dua tahun menikah, Arini tidak pernah menolak apa pun yang diminta suaminya.

Mobil yang dipakai Galang setiap hari adalah mobil miliknya. Mobil itu digunakan ke kantor. Dipakai pulang kampung ke Yogyakarta. Digunakan untuk nongkrong bersama teman-temannya. Arini tidak pernah mempermasalahkannya. Bahkan ketika biaya perawatan mobil, pajak, dan bensin sebagian besar berasal dari uangnya, ia tetap diam. Karena ia menganggap itu adalah bagian dari kehidupan rumah tangga.

Begitu pula dengan Vera. Adik semata wayang Galang itu sudah seperti adiknya sendiri.

Sejak kuliah, Vera tinggal di rumah mereka.

Uang saku, uang bensin, uang buku, biaya nongkrong, juga biaya jalan-jalan. Semuanya hampir selalu berasal dari Arini.

Kalau Vera meminta tambahan uang, Arini tidak pernah menolak. Kalau Vera mengajak pergi ke mal, Arini selalu membelikan apa yang diinginkannya. Baju, tas, sepatu, kosmetik, apa saja. Karena Arini tidak pernah memiliki adik kandung. Ia menyayangi Vera dengan tulus.

Bahkan di rumah, pakaian Vera sering kali ikut dicuci olehnya. Makanan selalu tersedia tanpa perlu diminta. Namun apa balasannya?

Vera justru berdiri di pihak kakaknya. Mendukung Galang untuk menikah lagi. Menginginkan perempuan lain masuk ke rumah yang selama ini dibangun Arini.

Sungguh ironis. Arini tertawa kecil. Tawa yang terdengar lebih menyedihkan daripada tangisan.

"Luar biasa ya, Rin," gumamnya.

"Kamu benar-benar bodoh."

Lalu pikirannya beralih kepada kedua mertuanya.

Setiap bulan ia rutin mengirim uang. Kadang lebih dari yang diminta. Kalau sedang memiliki rezeki lebih, ia mengirim paket makanan, buah-buahan, bahkan kebutuhan rumah tangga. Tidak pernah sekali pun ia menghitung berapa banyak yang sudah diberikan. Karena baginya, mereka adalah orang tua. Orang tua yang harus dihormati.

Namun ternyata semua itu tidak pernah cukup.

Bu Sumarni tetap tidak menyukainya.

Sejak awal. Wanita itu selalu menganggap dirinya tidak pantas menjadi istri Galang. Alasannya sederhana. Karena Galang seorang pegawai negeri. Sedangkan Arini hanyalah seorang yatim piatu yang dibesarkan di panti asuhan. Tidak memiliki orang tua. Tidak memiliki keluarga besar. Tidak memiliki silsilah yang bisa dibanggakan. Padahal mereka tidak pernah tahu bagaimana kerasnya hidup yang pernah dijalani Arini. Mereka tidak pernah tahu bahwa sejak kecil ia sudah terbiasa berjuang sendirian.

Saat anak-anak lain menerima uang saku dari orang tua, Arini harus memikirkan bagaimana mendapatkan tambahan uang untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Dia sekolah sambil berjualan. Menjadi reseller kecil-kecilan. Menawarkan barang ke teman-teman sekolah.

Kemudian saat kuliah, perjuangannya semakin berat. Pagi kuliah. Siang mengurus pesanan. Malam membalas chat pelanggan. Begitu terus selama bertahun-tahun.

Tidak ada yang memberinya modal. Tidak ada yang memberinya warisan. Tidak ada yang membukakan jalan. Semua ia bangun sendiri. Setahap demi setahap. Sampai akhirnya usaha kecil yang dulu dimulai dari kamar sempit panti asuhan berkembang menjadi bisnis yang jauh lebih besar.

Kini di usianya yang baru dua puluh tujuh tahun, Arini sudah memiliki restoran yang terus berkembang. Ia memiliki butik busana muslimah yang pelanggan setianya tersebar di berbagai kota.

Bisnis online yang dulu dirintis dari nol masih berjalan dan menghasilkan keuntungan yang tidak sedikit. Bahkan saat ini ia sedang mempersiapkan peluncuran merek skincare miliknya sendiri.

Karena itulah ia tidak pernah kekurangan uang.

Bukan karena keberuntungan. Melainkan karena kerja keras yang tidak pernah berhenti. Arini menghapus air matanya perlahan.

Ia menatap dirinya sendiri di kaca spion. Mata itu sembab. Wajahnya pucat. Namun di balik semua kesedihan itu, masih ada sesuatu yang belum hilang. Harga dirinya.

"Aku mungkin yatim piatu," ucapnya pelan.

"Tapi aku bukan perempuan yang bisa diinjak-injak." Tangannya kembali memegang setir.

Tatapannya perlahan berubah. Masih ada luka.

Masih ada kesedihan. Tetapi di balik semua itu mulai tumbuh sebuah tekad. Kalau selama ini ia selalu hidup untuk membahagiakan orang lain, mungkin sudah saatnya ia mulai hidup untuk dirinya sendiri.

Dan kali ini Arini bertekad tidak akan menangis untuk mereka selamanya. Tidak akan lagi membantu mereka selamanya, toh mereka juga tidak membutuhkannya. Mending bantuannya dialihkan kepada yang lebih butuh, dan tahu terimakasih.

Sekarang, dia juga akan menuntut cerai dari Galang. Untuk apa mempertahankan mahligai rumah tangga yang sudah hancur berkeping-keping? Tidak, dia tak akan mengemis cinta dari laki-laki yang tidak tahu terimakasih. Lebih baik hidup sendiri tetapi bebas merdeka, dari hidup memiliki pasangan, namun setiap hari makan hati.

__________________________________

Hai Readers jangan lupa mampir ke novel aku yang lainnya ya!

Rahasia Masa Lalu Suami dan Sang Ipar (sudah tamat).

Ditalak Sesaat Setelah Akad (sudah tamat)

Benang Putus Karena Cinta Pertama. (up)

Oh iya jangan lupa beri masukan dan kritikan yang membangun yah, biar makin semangat up novelnya. Terimakasih 🙏🏼🙏🏼🙏🏼

Terpopuler

Comments

Yuni Ngsih

Yuni Ngsih

Arini semangat pasti kamu akan berhasil dlm se-gala" nya karena keuletanmu buang lk" seperti itu & usir dari Rumahmu ...hehehe eh Thor ko ku ngenes ya....nah krn ceritramu yg bgs sih ...ok

2026-07-27

0

partini

partini

jadi sapi perah no no good
ngapain juga bertahan mau berapa lama proses cerai apakah lancar cepat atau berbelit-belit

2026-06-23

0

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

good job Arini... merugikan kamu aja punya suami seperti dia... suami gak tau diri gak tau di untung juga...

2026-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 1. Malam Anniversary Kedua
2 2. Aku Bukan Pembantumu
3 3. Arini Buka Kartu
4 4. Memilih Pergi
5 5. Air Mata Tak Lagi Tertahan
6 6. Menjemput Ketenangan
7 7. Sarapan yang Mengusik Selera
8 8. Di Balik Pintu yang Terkunci
9 9. Alasan yang Memalukan
10 10. Kamar Itu Milikku
11 11. Kekecewaan Pak Hardi
12 12. Langkah Pertama Menuju Bebas
13 13. Menggugat Demi Harga Diri
14 14. Menyerahkan Seluruh Hidup
15 15. Kepanikan di Pagi Hari
16 16. Rumah yang Tak Lagi Sama
17 17. Jauh Panggang dari Api
18 18. Tak Bisa Lagi Ditahan
19 19. Penyesalan Yang Terlambat
20 20. Ketika Arini Menutup Pintu Hatinya
21 21. Selamat Tinggal Keluarga Suami
22 22. Menuju Lembaran Baru
23 23. Perempuan yang Pernah Diperjuangkan
24 24. Prasangka yang Tak Pernah Padam
25 25. Konflik Batin Arini
26 26. Tak Seindah yang Dibayangkan
27 27. Selalu Menyalahkan Arini
28 28. Diambang Kehilangan
29 29. Mempertahankan Prinsip
30 30. Menyusun Rencana
31 31. Hak yang Harus Direbut Kembali
32 32. Bukan Penyesalan, Melainkan Ketakutan
33 33. Tamu Tak Diundang
34 34. Saat Kesombongan Dibungkam Angka
35 35. Ditampar Kenyataan
36 36. Rahasia Dibalik Pintu Kamar
37 37. Transaksi Sebuah Pengkhianatan
38 38. Rencana Menjual Rumah
39 39. Sidang Pertama
40 40. Tak Lagi Menunggu
41 41. Rencana yang Mulai Retak
42 42. Malam Pengumpulan Bukti
43 43. Dua Kabar Baik
44 44. Emosi Membawa Petaka
45 45. Wajah Asli Mayang
46 46. Melepas Rumah, Melepas Luka
47 47. Pertolongan Datang Pada Waktu Yang Tepat
48 48. Topeng yang Mulai Retak
49 49. Beban Dari Sebuah Pilihan
50 50. Kekhawatiran Galang
51 51. Rahasia Dibalik Tawa
52 52. Bayang-bayang Pemecatan
53 53. Bukti yang Tak Terbantahkan
54 54. Siaga Satu
55 55. Rumah yang Memikat Hati
56 56. Langkah Tegas Arini
57 57. Amarah yang Kian Membara
58 58. Pertemuan Pembuka Jalan
59 59. Takdir Mempertemukan Kembali
60 60. Baru Merasakan Kehilangan
61 61. Amarah yang Salah Arah
62 62. Sebuah Janji untuk Arini
63 63. Awal dari Sebuah Harapan
64 64. Hari Pertanggungjawaban
65 65. Rencana Terakhir Galang
66 66. Pertemuan yang Menghangatkan Hati
67 67. Fitnah Di Tengah Keramaian
68 68. Mengikuti Vera
69 69. Ada Apa Dengan Vera?
70 70. Vera Diinterogasi
71 71. Dibalik Sidang Kedua
72 72. Harapan yang Kian Nyata
73 73. Dibalik Pintu Hotel Melati
74 74. Pemandangan yang Mengusik
75 75. Dilabrak Istri Sah
76 76. Kekecewaan Bu Sumarni
77 77. Interogasi Dibalik Pintu
78 78. Harga Diri yang Tercabik
79 79. Ketuk Palu Hakim
80 80. Rahasia Yang Mengguncang
81 81. Saling Menyalahkan
82 82. Malam Pengkhianatan
83 83. Di Atas Reruntuhan Keluarga
84 84. Strategi Licik Mayang
85 85. Ketika Semua Telah Berakhir
86 86. Ketika Penyesalan Tak Lagi Berarti
87 87. Batas Waktu
88 88. Kabar yang Menghancurkan
89 89. Trauma yang Masih Tersisa
90 90. Tamu Dari Masa Lalu
91 91. Pintu yang Mulai Terbuka
92 92. Peringatan di Tengah Perjalanan
93 93. Rahasia yang Menunggu
94 94. Jejak yang Kembali Ditemukan
95 95. Masa Lalu Kembali Menyapa
96 96. Kembali Ke Rumah
97 97. Sosok Yang Mengaku Bersalah
98 98. Terperangkap Dalam Permainan Sendiri
99 99. Penyergapan Keluarga Om Indra
100 100. Perjalanan ke Bandung
101 101. Akan Menunggu
102 102. Dua Hari Sebelum Kehilangan
103 103. Cinta yang Tak Pernah Pergi
104 104. Surat Keputusan
105 105. Pilihan Hati Satria
106 106. Terlambat Menyadari
107 107. Kehilangan Mata Pencaharian
108 108. Ternyata Banyak yang Mencarinya
109 109. Dibalik Candaan Kalina
110 110. Batas Waktu Terakhir
111 111. Rumah yang Menyimpan Luka
112 112. Saat Arini Berhenti Mengalah
113 113. Saat Pintu Ditutup
114 114. Bukan Rumah Impian
115 115. Di Rumah Kontrakan
116 116. Langkah Baru Arini
117 117. Satu Langkah Bersama
118 118. Gunjingan Dibalik Audit
119 119. Saat Angka Mulai Bicara
120 120. Ketika Kesombongan Mulai Runtuh
121 121. Saat Kelicikan Terungkap
122 122. Menjemput Sebuah Kesempatan
123 123. Kabar Baik di Pagi Hari
124 124. Batas Waktu untuk Bertanggungjawab
125 125. Beban yang Harus Dibagi
126 126. Awal dari Sebuah Tanggung Jawab
127 127. Teman Baru di Tempat Kerja
128 128. Bahkan Hal Kecilpun Aku Ingat
129 129. Telepon Selepas Isya
130 130. Malam Penuh Luka
131 131. Saat Karma Menyapa
Episodes

Updated 131 Episodes

1
1. Malam Anniversary Kedua
2
2. Aku Bukan Pembantumu
3
3. Arini Buka Kartu
4
4. Memilih Pergi
5
5. Air Mata Tak Lagi Tertahan
6
6. Menjemput Ketenangan
7
7. Sarapan yang Mengusik Selera
8
8. Di Balik Pintu yang Terkunci
9
9. Alasan yang Memalukan
10
10. Kamar Itu Milikku
11
11. Kekecewaan Pak Hardi
12
12. Langkah Pertama Menuju Bebas
13
13. Menggugat Demi Harga Diri
14
14. Menyerahkan Seluruh Hidup
15
15. Kepanikan di Pagi Hari
16
16. Rumah yang Tak Lagi Sama
17
17. Jauh Panggang dari Api
18
18. Tak Bisa Lagi Ditahan
19
19. Penyesalan Yang Terlambat
20
20. Ketika Arini Menutup Pintu Hatinya
21
21. Selamat Tinggal Keluarga Suami
22
22. Menuju Lembaran Baru
23
23. Perempuan yang Pernah Diperjuangkan
24
24. Prasangka yang Tak Pernah Padam
25
25. Konflik Batin Arini
26
26. Tak Seindah yang Dibayangkan
27
27. Selalu Menyalahkan Arini
28
28. Diambang Kehilangan
29
29. Mempertahankan Prinsip
30
30. Menyusun Rencana
31
31. Hak yang Harus Direbut Kembali
32
32. Bukan Penyesalan, Melainkan Ketakutan
33
33. Tamu Tak Diundang
34
34. Saat Kesombongan Dibungkam Angka
35
35. Ditampar Kenyataan
36
36. Rahasia Dibalik Pintu Kamar
37
37. Transaksi Sebuah Pengkhianatan
38
38. Rencana Menjual Rumah
39
39. Sidang Pertama
40
40. Tak Lagi Menunggu
41
41. Rencana yang Mulai Retak
42
42. Malam Pengumpulan Bukti
43
43. Dua Kabar Baik
44
44. Emosi Membawa Petaka
45
45. Wajah Asli Mayang
46
46. Melepas Rumah, Melepas Luka
47
47. Pertolongan Datang Pada Waktu Yang Tepat
48
48. Topeng yang Mulai Retak
49
49. Beban Dari Sebuah Pilihan
50
50. Kekhawatiran Galang
51
51. Rahasia Dibalik Tawa
52
52. Bayang-bayang Pemecatan
53
53. Bukti yang Tak Terbantahkan
54
54. Siaga Satu
55
55. Rumah yang Memikat Hati
56
56. Langkah Tegas Arini
57
57. Amarah yang Kian Membara
58
58. Pertemuan Pembuka Jalan
59
59. Takdir Mempertemukan Kembali
60
60. Baru Merasakan Kehilangan
61
61. Amarah yang Salah Arah
62
62. Sebuah Janji untuk Arini
63
63. Awal dari Sebuah Harapan
64
64. Hari Pertanggungjawaban
65
65. Rencana Terakhir Galang
66
66. Pertemuan yang Menghangatkan Hati
67
67. Fitnah Di Tengah Keramaian
68
68. Mengikuti Vera
69
69. Ada Apa Dengan Vera?
70
70. Vera Diinterogasi
71
71. Dibalik Sidang Kedua
72
72. Harapan yang Kian Nyata
73
73. Dibalik Pintu Hotel Melati
74
74. Pemandangan yang Mengusik
75
75. Dilabrak Istri Sah
76
76. Kekecewaan Bu Sumarni
77
77. Interogasi Dibalik Pintu
78
78. Harga Diri yang Tercabik
79
79. Ketuk Palu Hakim
80
80. Rahasia Yang Mengguncang
81
81. Saling Menyalahkan
82
82. Malam Pengkhianatan
83
83. Di Atas Reruntuhan Keluarga
84
84. Strategi Licik Mayang
85
85. Ketika Semua Telah Berakhir
86
86. Ketika Penyesalan Tak Lagi Berarti
87
87. Batas Waktu
88
88. Kabar yang Menghancurkan
89
89. Trauma yang Masih Tersisa
90
90. Tamu Dari Masa Lalu
91
91. Pintu yang Mulai Terbuka
92
92. Peringatan di Tengah Perjalanan
93
93. Rahasia yang Menunggu
94
94. Jejak yang Kembali Ditemukan
95
95. Masa Lalu Kembali Menyapa
96
96. Kembali Ke Rumah
97
97. Sosok Yang Mengaku Bersalah
98
98. Terperangkap Dalam Permainan Sendiri
99
99. Penyergapan Keluarga Om Indra
100
100. Perjalanan ke Bandung
101
101. Akan Menunggu
102
102. Dua Hari Sebelum Kehilangan
103
103. Cinta yang Tak Pernah Pergi
104
104. Surat Keputusan
105
105. Pilihan Hati Satria
106
106. Terlambat Menyadari
107
107. Kehilangan Mata Pencaharian
108
108. Ternyata Banyak yang Mencarinya
109
109. Dibalik Candaan Kalina
110
110. Batas Waktu Terakhir
111
111. Rumah yang Menyimpan Luka
112
112. Saat Arini Berhenti Mengalah
113
113. Saat Pintu Ditutup
114
114. Bukan Rumah Impian
115
115. Di Rumah Kontrakan
116
116. Langkah Baru Arini
117
117. Satu Langkah Bersama
118
118. Gunjingan Dibalik Audit
119
119. Saat Angka Mulai Bicara
120
120. Ketika Kesombongan Mulai Runtuh
121
121. Saat Kelicikan Terungkap
122
122. Menjemput Sebuah Kesempatan
123
123. Kabar Baik di Pagi Hari
124
124. Batas Waktu untuk Bertanggungjawab
125
125. Beban yang Harus Dibagi
126
126. Awal dari Sebuah Tanggung Jawab
127
127. Teman Baru di Tempat Kerja
128
128. Bahkan Hal Kecilpun Aku Ingat
129
129. Telepon Selepas Isya
130
130. Malam Penuh Luka
131
131. Saat Karma Menyapa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!