Ada apa?

Tanpa terasa, waktu berlalu begitu cepat. Hari demi hari berganti. Minggu demi minggu terlewati.

Kini sudah hampir satu bulan keluarga Pak Gunawan tinggal di vila yang berada di ujung desa itu.

Selama waktu tersebut, semuanya berjalan dengan baik.

Bu Sri dalam keadaan sehat. Kandungannya terus berkembang tanpa masalah. Udara desa yang sejuk dan suasana yang tenang membuatnya jauh lebih nyaman dibanding ketika masih berada di kota.

Warga desa juga menerima mereka dengan hangat.

Sumi dan Lela bahkan sudah mengenal beberapa pedagang di pasar. Mbok Warsih sesekali berbincang dengan ibu-ibu desa yang datang membawa hasil kebun. Sementara Aji mulai akrab dengan para petani yang sering ditemuinya ketika membeli bibit tanaman.

Malam itu suasana vila terasa damai. Angin berembus lembut dari luar jendela, membawa aroma sawah yang basah setelah hujan ringan sore tadi.

Di lantai dua, Pak Gunawan dan Bu Sri sedang berada di kamar utama.

Bu Sri duduk bersandar di tempat tidur sambil mengusap perutnya yang kini semakin besar. Waktu persalinan sudah semakin dekat.

"Kita mungkin harus mulai bersiap." Ucap Pak Gunawan yang duduk di sampingnya.

"Bersiap untuk apa?" Tanya

Bu Sri menoleh.

"Persalinan." Sahut Pak Gunawan.

Bu Sri tersenyum kecil.

"Mas masih saja terlihat lebih gugup daripada aku."

Pak Gunawan terkekeh pelan.

"Mungkin."

"Aku baik-baik saja." Kata Bu Sri meyakinkan suaminya.

"Aku tahu." Jawab Pak Gunawan.

"Tapi aku tetap khawatir." Ucap Pak Gunawan mengusap tangan istrinya.

Bu Sri sudah terbiasa mendengar kalimat itu. Sejak awal kehamilan, suaminya memang selalu seperti itu.

"Lalu apa yang ingin Mas persiapkan?"

Pak Gunawan tampak berpikir sejenak.

"Dokter Diana."

Dokter Diana adalah dokter kandungan keluarga yang selama ini menangani kehamilannya.

Dokter itu sudah menjadi orang yang sangat mereka percaya.

"Aku juga memikirkannya."

"Kalau perkiraan tanggal lahirmu semakin dekat, aku ingin meminta Dokter Diana datang ke desa."

"Aku tidak mau mengambil risiko."

Bu Sri tersenyum lembut.

"Mas memang tidak pernah berubah."

"Karena aku ingin semuanya berjalan lancar." Ujar Pak Gunawan.

"Aku juga." Ucap Bu Sri.

Pak Gunawan menatap perut istrinya.

"Sebentar lagi kita akan bertemu anak kita."

"Iya." Sahut Bu Sri dengan wajah melembut.

"Menurutmu dia akan lebih mirip siapa?" Tanya Pak Gunawan.

"Mudah-mudahan jangan terlalu mirip Mas." Sahut Bu Sri tertawa kecil.

"Lho kenapa?" Tanya Pak Gunawan.

"Keras kepala." Kata Bu Sri.

"Itu fitnah." Bantah Pak Gunawan pura-pura tersinggung.

Bu Sri tertawa semakin lepas, suasana hangat memenuhi kamar mereka.

Sementara itu di lantai bawah, suasana yang tidak kalah santai juga sedang berlangsung.

Di kamar yang ditempati para asisten rumah tangga, Sumi dan Lela sedang duduk santai di atas kasur sambil melipat pakaian mereka.

Entah bagaimana awalnya, pembicaraan mereka tiba-tiba mengarah pada salah satu pemuda desa.

"Kamu lihat Mas Rudi tadi siang?" Tanya Lela sambil tersenyum jahil.

Sumi langsung meliriknya.

"Yang anak Pak Lurah itu?" Tebak Sumi.

"Iya." Sahut Lela.

"Kenapa?" Tanya Sumi.

"Ganteng ya." Kata Lela.

Sumi tertawa.

"Ternyata kamu memperhatikan."

"Ya jelas memperhatikan." Ucap Lela.

"Dia ramah, sopan, dan lumayan enak dilihat." Katanya.

Sumi menahan tawa mendengar Lela memuji pemuda desa itu.

"Kamu sendiri jangan bohong. Kemarin juga lihat terus." Ucap Lela.

"Itu karena dia sedang bicara dengan Aji." Sahut Sumi.

"Iya... iya..." Lela menyenggol lengan sahabatnya.

"Kalau kita tinggal lebih lama di sini mungkin kamu dapat jodoh." Kata Sumi.

"Dasar."

Keduanya tertawa bersama.

Di dapur, Mbok Warsih yang sedang menyiapkan susu hangat untuk Bu Sri hanya menggeleng-geleng kepala ketika mendengar suara tawa mereka dari kejauhan.

Dia menuangkan susu hangat ke dalam cangkir lalu menambahkan sedikit madu.

Uap tipis naik dari permukaan minuman tersebut.

Mbok Warsih tersenyum sendiri. Sudah hampir sebulan mereka tinggal di desa itu, semuanya berjalan dengan tenang.

Di luar rumah, tepatnya di teras depan vila, Aji sedang menikmati waktunya sendiri.

Seperti biasanya setiap malam, dia duduk di salah satu kursi kayu sambil memegang secangkir kopi panas.

Sebatang rokok terselip di antara jarinya.

Asap tipis melayang ke udara malam, Aji mengembuskan napas panjang.

Di kejauhan terdengar suara jangkrik bersahut-sahutan dari area persawahan.

Sesekali terdengar suara katak dari arah sungai kecil di belakang bukit.

Aji menyeruput kopinya perlahan, matanya memandang halaman depan yang diterangi lampu-lampu taman.

Suasana begitu damai, dan begitu tenang. Tidak ada sedikit pun tanda bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi.

Di dalam vila, para penghuninya menjalani malam seperti biasa.

Masing-masing tenggelam dalam aktivitas dan kebahagiaan sederhana mereka.

Mereka menantikan kelahiran seorang bayi yang akan segera hadir ke dunia.

Malam semakin larut, hanya tinggal beberapa lampu dinding yang masih menyala redup di koridor dan ruang utama.

Di lantai dua, Bu Sri tertidur pulas di atas ranjang. Wajahnya tampak tenang.

Di sampingnya, Pak Gunawan masih duduk. Beberapa dokumen perusahaan terbuka di hadapannya.

Sesekali dia memijat pelipis karena lelah. Tak lama kemudian, rasa kantuk mulai datang.

Dia merapikan berkas-berkasnya lalu mematikan lampu meja.

Kamar utama kembali gelap. Sementara itu, Sumi dan Lela telah lama tertidur di kamar mereka.

Mbok Warsih juga sudah terlelap sejak satu jam yang lalu.

Di bagian belakang vila, Aji baru saja tertidur setelah menikmati kopi dan rokok malamnya.

Namun...

Prang!

Suara benda pecah tiba-tiba memecah keheningan malam. Mata Aji langsung terbuka. Dia terbangun.

Suara itu terdengar jelas, seperti benda berat yang jatuh lalu pecah berkeping-keping.

Aji duduk perlahan, dia mencoba mendengarkan.

"Apa itu?" Gumamnya. Dia mengenakan sandal lalu membuka pintu kamar.

Koridor belakang tampak kosong, lampu malam yang redup membuat bayangan-bayangan panjang terbentuk di sepanjang lantai.

Aji berjalan menuju ruang utama, langkahnya pelan. Semakin mendekat, perasaannya semakin tidak nyaman.

Lalu dia melihatnya, sebuah vas bunga besar yang sebelumnya berada di dekat kaki tangga teras kini tergeletak hancur di lantai.

Pecahan tanah liat berserakan ke mana-mana.

Tanah dan bunga kering yang ada di dalamnya berhamburan di atas marmer.

Aji menghentikan langkah.

"Lho..."

Dia menatap vas itu dengan bingung, benda itu cukup berat, tidak mungkin bergeser sendiri.

Atau jangan-jangan tadi ada kucing liar yang tidak sengaja menabrak vas itu. Tapi apa iya, vas bunga sebesar itu bisa rebah hanya karena di senggol kucing.

Seluruh penghuni vila tampaknya masih tertidur.

Aji menggaruk tengkuknya, dia berpikir sejenak. Atau mungkin vas itu sudah lama retak, jadi baru pecah saja.

Meski mengucapkan itu, entah kenapa dia sendiri tidak terlalu percaya.

Dia berdiri beberapa saat sambil memandangi pecahan vas tersebut, masih dengan dahi yang mengerut.

Terpopuler

Comments

Nurr Tika

Nurr Tika

apakah da perampok

2026-06-27

2

Riska Salahudin

Riska Salahudin

lanjut tjor

2026-06-25

5

lihat semua
Episodes
1 Di kejar setan!
2 Vila yang indah.
3 Kebahagian di desa
4 Ada apa?
5 Kematian yang memilukan
6 Sadis!
7 Mengorbankan diri
8 Permohonan seorang perempuan!
9 Akhir nafas seorang ibu!
10 Dua puluh tahun kemudian!
11 Desa terkutuk itu!
12 Kekhawatiran Lela
13 Tiba di desa Selogiri
14 Mencari tahu!
15 Penampakan!
16 Hardi dan keluarganya
17 Penampakan hantu tanpa kepala di monitor
18 Kedatangan teman lama!
19 Seperti di ikuti!
20 Kemunculan hantu tanpa kepala!
21 Sosok misterius!
22 Kemana perginya Rasman?
23 Mencari Rasman
24 Pencarian Rasman!
25 Masuk ke hutan!
26 Kembali ke tempat yang sama!
27 Suara yang memanggil!
28 Tersesat!
29 Kehadirannya!
30 Peringatan!
31 Sisah kain yang di temukan
32 Cerita para tetua: Konon katanya!
33 Sebaiknya pulang saja dulu.
34 Teriakan yang tidak akan terdengar!
35 penyiksaan!
36 Si Pemain itu!
37 Bekas di leher Mey!
38 Keputusan yang terasa aneh!
39 Rahasia apa?
40 Jangan mengungkit hal itu lagi!
41 Ketakutan!
42 Ada rahasia apa?
43 Kembali syuting
44 Kebelet buang air
45 Sedingin es!
46 Siapa dia!
47 Hantu itu!
48 Membahas kejadian tadi
49 Bertanya tentang pantang dan larangan
50 Arya dan Mey
51 Suara apa itu!
52 Hembusan nafas!
53 Hantu itu muncul lagi!
54 Suara lain!
55 Hantu perempuan!
56 Dosa yang tidak di mengerti!
57 Menyeret mangsanya!
58 Pagi yang dingin
59 Menunggu Mey.
60 Kerumah Mey
61 Kemana Mey pergi?
62 Dimana Mey?
63 Merasa dongkol!
64 Kesamaan itu!
65 Mengumpulkan warga.
66 Mencoba mengingat apa yang terjadi.
67 Berkumpul
68 Memulai pencarian!
69 Menuju Vila terlarang!
70 Tempat yang terasa tak asing!
71 Vila!
72 Seperti di perhatikan!
73 Masuk kedalam Vila!
74 Gelas yang berbekas!
75 Menemukan ponsel!
76 Kamar itu!
77 Tidak ada Mey maupun Arya!
78 Di tampar!
79 Apakah ini pembalasan dendam?
80 Sadarkan diri!
81 Terbangun dengan rasa sakit
82 Dia kembali!
83 Siapa kau!
84 Perkelahian!
85 Apa yang terjadi?
86 Apakah ada skenario lain?
87 Kalian yang harus menanggung dosa mereka!
88 Mayat yang tergantung di gerbang desa!
89 Ketakutan yang mulai merayap!
90 Ada apa?
91 Penuh tanda tanya?
92 Kematian Rasman yang menakutkan!
93 Tolong cari Mey!
94 Dosa kalian!
95 Apa? Seorang perempuan!
96 Mengintai di tengah gelap!
97 Terus memanggil!
98 Suara apa itu?!
99 Ada yang tidak beres!
100 Kemunculan hantu tanpa kepala!
101 Labirin Tanpa Ujung..
102 Memutuskan untuk kembali
103 Pak! tolong Arya!
104 Satu persatu di menerima balasannya!
105 Semuanya menjadi rumit!
106 Kembali ke kamar itu.
107 Hantu Pak Gunawan!
108 Di seret ke tempat itu juga!
109 Hanya bisa menatap dari kejauhan
110 Semua terasa aneh
111 Mencari lagi!
112 Semoga kita keluar membawa nyawa...
113 Tidak!
114 Akan aku berikan semuanya!
115 Lepaskan, akan aku berikan hartaku!
116 Siapa kau sebenrnya?
117 Ampuni aku!
118 Pencarian di hentikan!
119 Pencarian dihentikan lagi!
120 Satu lagi telah membayar!
121 Tak bernyawa lagi!
122 Pertengkaran
123 Tetua licik!
124 Di Fitnah!
125 Di kambing hitamkan!
126 Kematian sang tetua!
127 Mendobrak pintu!
128 Kebingungan!
129 Lalu siapa pembunuh sebenarnya?
130 Kepulangan Jatmiko
131 tanda tanya?
132 Bawa dia padaku!
133 Sangat mirip!
134 Di tuduh!
135 Membawa ke Vila!
136 Aku akan buat kau menjadi seperti mereka!
137 Hembusan nafas aneh!
138 Apa kau lupa padanya?!
139 Kemunculan Sumi!
140 Kilas balik dua puluh tahun lalu
141 Harus hidup!
142 Pembersih malam itu!
143 Kematian Yanto!
144 Kematian Bahrun!
145 Satu persatu membalas!
146 Kedatangan Lela!
147 Pertemuan itu dan perpisahan.
148 Dendam yang usai
149 Akhir yang bahagia
150 Judul: TEROR!
Episodes

Updated 150 Episodes

1
Di kejar setan!
2
Vila yang indah.
3
Kebahagian di desa
4
Ada apa?
5
Kematian yang memilukan
6
Sadis!
7
Mengorbankan diri
8
Permohonan seorang perempuan!
9
Akhir nafas seorang ibu!
10
Dua puluh tahun kemudian!
11
Desa terkutuk itu!
12
Kekhawatiran Lela
13
Tiba di desa Selogiri
14
Mencari tahu!
15
Penampakan!
16
Hardi dan keluarganya
17
Penampakan hantu tanpa kepala di monitor
18
Kedatangan teman lama!
19
Seperti di ikuti!
20
Kemunculan hantu tanpa kepala!
21
Sosok misterius!
22
Kemana perginya Rasman?
23
Mencari Rasman
24
Pencarian Rasman!
25
Masuk ke hutan!
26
Kembali ke tempat yang sama!
27
Suara yang memanggil!
28
Tersesat!
29
Kehadirannya!
30
Peringatan!
31
Sisah kain yang di temukan
32
Cerita para tetua: Konon katanya!
33
Sebaiknya pulang saja dulu.
34
Teriakan yang tidak akan terdengar!
35
penyiksaan!
36
Si Pemain itu!
37
Bekas di leher Mey!
38
Keputusan yang terasa aneh!
39
Rahasia apa?
40
Jangan mengungkit hal itu lagi!
41
Ketakutan!
42
Ada rahasia apa?
43
Kembali syuting
44
Kebelet buang air
45
Sedingin es!
46
Siapa dia!
47
Hantu itu!
48
Membahas kejadian tadi
49
Bertanya tentang pantang dan larangan
50
Arya dan Mey
51
Suara apa itu!
52
Hembusan nafas!
53
Hantu itu muncul lagi!
54
Suara lain!
55
Hantu perempuan!
56
Dosa yang tidak di mengerti!
57
Menyeret mangsanya!
58
Pagi yang dingin
59
Menunggu Mey.
60
Kerumah Mey
61
Kemana Mey pergi?
62
Dimana Mey?
63
Merasa dongkol!
64
Kesamaan itu!
65
Mengumpulkan warga.
66
Mencoba mengingat apa yang terjadi.
67
Berkumpul
68
Memulai pencarian!
69
Menuju Vila terlarang!
70
Tempat yang terasa tak asing!
71
Vila!
72
Seperti di perhatikan!
73
Masuk kedalam Vila!
74
Gelas yang berbekas!
75
Menemukan ponsel!
76
Kamar itu!
77
Tidak ada Mey maupun Arya!
78
Di tampar!
79
Apakah ini pembalasan dendam?
80
Sadarkan diri!
81
Terbangun dengan rasa sakit
82
Dia kembali!
83
Siapa kau!
84
Perkelahian!
85
Apa yang terjadi?
86
Apakah ada skenario lain?
87
Kalian yang harus menanggung dosa mereka!
88
Mayat yang tergantung di gerbang desa!
89
Ketakutan yang mulai merayap!
90
Ada apa?
91
Penuh tanda tanya?
92
Kematian Rasman yang menakutkan!
93
Tolong cari Mey!
94
Dosa kalian!
95
Apa? Seorang perempuan!
96
Mengintai di tengah gelap!
97
Terus memanggil!
98
Suara apa itu?!
99
Ada yang tidak beres!
100
Kemunculan hantu tanpa kepala!
101
Labirin Tanpa Ujung..
102
Memutuskan untuk kembali
103
Pak! tolong Arya!
104
Satu persatu di menerima balasannya!
105
Semuanya menjadi rumit!
106
Kembali ke kamar itu.
107
Hantu Pak Gunawan!
108
Di seret ke tempat itu juga!
109
Hanya bisa menatap dari kejauhan
110
Semua terasa aneh
111
Mencari lagi!
112
Semoga kita keluar membawa nyawa...
113
Tidak!
114
Akan aku berikan semuanya!
115
Lepaskan, akan aku berikan hartaku!
116
Siapa kau sebenrnya?
117
Ampuni aku!
118
Pencarian di hentikan!
119
Pencarian dihentikan lagi!
120
Satu lagi telah membayar!
121
Tak bernyawa lagi!
122
Pertengkaran
123
Tetua licik!
124
Di Fitnah!
125
Di kambing hitamkan!
126
Kematian sang tetua!
127
Mendobrak pintu!
128
Kebingungan!
129
Lalu siapa pembunuh sebenarnya?
130
Kepulangan Jatmiko
131
tanda tanya?
132
Bawa dia padaku!
133
Sangat mirip!
134
Di tuduh!
135
Membawa ke Vila!
136
Aku akan buat kau menjadi seperti mereka!
137
Hembusan nafas aneh!
138
Apa kau lupa padanya?!
139
Kemunculan Sumi!
140
Kilas balik dua puluh tahun lalu
141
Harus hidup!
142
Pembersih malam itu!
143
Kematian Yanto!
144
Kematian Bahrun!
145
Satu persatu membalas!
146
Kedatangan Lela!
147
Pertemuan itu dan perpisahan.
148
Dendam yang usai
149
Akhir yang bahagia
150
Judul: TEROR!

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!