Menyelesaikan Masalah Kecil

Long Aotian yang tadi masih berdiri dengan senyum ramah langsung menoleh. Wajahnya yang sempat terlihat menakutkan bagi para pendekar itu mendadak berubah sedikit canggung. Ia mengusap hidungnya.

“…aku memang hanya melihat mereka saja, Tuan Besar.”

Ia menunjuk ke arah kedua kelompok di depannya.

“Lihat… aku bahkan belum bergerak sedikit pun.”

Suasana mendadak menjadi semakin aneh. Orang-orang Kota Shui memandang pria itu dengan ekspresi sulit dijelaskan. Baru sekarang mereka benar-benar memperhatikan orang yang tadi berdiri di depan pintu penginapan itu.

Pria itu terlihat seperti pendekar paruh baya awal empat puluhan. Namun anehnya, saat berdiri di dekat pemuda yang baru keluar dari penginapan itu, perilakunya justru seperti seorang bawahan.

Lalu orang-orang nampak memandang pemuda itu. Semua mata tanpa sadar beralih ke Boqin Changing.

Sekilas, ia terlihat sangat muda. Paling berumur sekitar tujuh belas tahun.

Wajahnya tampan dan tenang. Rambut hitam panjangnya jatuh rapi di belakang punggung. Pakaiannya sederhana, tetapi entah kenapa memberi kesan mahal.

Yang paling aneh adalah auranya. Tidak menekan, tidak menunjukkan kekuatan, tetapi dari cara berdiri dan tatapan matanya muncul perasaan aneh. Perasaan seperti melihat seseorang yang memang terbiasa berada di atas.

Aura pemuda itu nampak seperti keturunan bangsawan besar. Aura seseorang yang terbiasa memberi perintah.

Orang-orang mulai bingung. Kenapa pria sekuat pria paruh baya itu memanggil pemuda ini dengan sebutan Tuan Besar? Bukan Tuan Muda?

Boqin Changing melirik sebentar ke arah orang-orang yang masih berlutut. Lalu berkata datar.

“Lepaskan mereka.”

Long Aotian langsung mengangguk.

“Baik, Tuan Besar.”

Ia mengangkat satu tangan. Lalu mengibaskannya ke depan dengan santai.

Wusss…

Tidak ada ledakan, tidak ada kilatan, namun dalam sekejap tekanan tak terlihat yang menyelimuti seluruh area menghilang.

Para pendekar dari Istana Teratai Putih dan Sekte Sembilan Mata Air langsung tersentak. Tubuh mereka yang tadi seperti tertindih gunung mendadak terasa ringan. Napas mereka kembali. Mulut mereka akhirnya bisa bergerak.

Beberapa orang langsung terbatuk keras.

“Uhuk!”

“Hah… hah…”

Seorang murid hampir roboh ke depan.

Tetua Sekte Sembilan Mata Air memegang dadanya. Wajahnya nampak pucat. Baru sekarang ia sadar jubahnya sudah basah oleh keringat.

Sementara Tetua Istana Teratai Putih diam beberapa saat sebelum perlahan menelan ludah. Tidak ada yang bicara. Karena mereka sadar, pria itu memang belum bergerak. Kalau tadi ia benar-benar berniat menyerang, mungkin mereka semua sudah mati.

Di sisi lain, para penduduk mulai ribut.

“Apa yang sebenarnya terjadi?”

“Kenapa mereka tiba-tiba normal lagi?”

“Teknik apa tadi?”

“Siapa orang-orang itu?”

Namun ketegangan jelas belum benar-benar hilang.

Dua kelompok itu masih berdiri saling berhadapan. Masalah mereka belum selesai.

Saat itulah sesuatu terjadi,

Krekk.

Pintu penginapan terbuka lagi. Seseorang keluar sambil menggigit roti. Pria itu berjalan santai. Usianya terlihat mirip pria yang sebelumnya memberikan tekanan. Penampilannya seperti pria awal empat puluhan dengan wajahnya yang tenang dan sorot mata yang tajam.

Ia bahkan tidak melihat kedua kelompok itu. Hanya menggigit rotinya pelan. Lalu berkata dengan santai.

“Sepertinya suasana sudah tenang.”

Long Aotian berkedip.

“Benarkah?”

Pria itu mengangguk sambil makan.

“Kurasa begitu.”

Seketika suasana kembali sunyi. Semua orang langsung sadar. Pria ini sepertinya juga berbahaya.

Tidak ada yang tahu alasannya. Tapi hanya dari cara berjalan dan tatapannya, mereka tahu orang ini jelas tidak lebih lemah dari pria sebelumnya.

Kini seluruh tatapan tertuju pada tiga orang di depan penginapan. Seorang pemuda dengan dua pria paruh baya di sisinya. Tidak ada yang mengenali mereka, atau setidaknya hampir tidak ada.

Sampai akhirnya, seorang murid muda dari Sekte Sembilan Mata Air tiba-tiba membeku. Matanya melebar. Ia menatap wajah Boqin Changing lagi, lalu lagi. Tubuhnya mulai gemetar.

“…tidak mungkin…”

Temannya menoleh.

“Ada apa?”

Murid itu menelan ludah. Ia mencoba mengingat. Wajah itu, penampilan itu, tatapan itu, dan tiba-tiba sesuatu terhubung.

Tubuhnya langsung bergetar hebat. Dengan suara gemetar ia menunjuk ke arah Boqin Changing.

“P… pemuda itu…”

Semua orang menoleh.

Murid itu hampir tersungkur ke belakang. Lalu berkata dengan suara yang tidak terlalu keras, tetapi cukup untuk membuat seluruh jalan mendengarnya.

“…itu Dewa Kematian…”

Ia menelan ludah.

“…Boqin Changing…”

Lalu matanya membesar. Ia melanjutkan dengan gemetar.

“Pelindung Kekaisaran Qin… dan orang yang diyakini paling kuat di kekaisaran ini…”

Seketika suasana meledak.

“Apa?!”

“Boqin Changing?!”

“Dewa Kematian?!”

“Yang membantai Kelompok Tengkorak Hitam itu?!”

“Yang dapat membunuh pendekar suci dengan sangat mudah?!”

Wajah para pendekar berubah. Tetua Istana Teratai Putih langsung membeku. Tetua Sekte Sembilan Mata Air langsung menarik napas dingin. Nama itu terlalu besar.

Beberapa penduduk Kota Shui bahkan langsung berlutut.

Bruk.

Bruk.

Bruk.

Beberapa orang menunduk. Karena mereka memang telah mendengar cerita tentang orang ini.

Pendekar yang mengubah banyak wilayah. Orang yang membuat kelompok aliran hitam meninggalkan Kekaisaran Qin. Orang yang sangat kuat dan dijuluki Dewa Kematian.

Sementara di tengah kegaduhan itu, Boqin Changing hanya berdiri tenang. Ia memandang orang-orang yang mulai berlutut. Lalu memandang para pendekar dari Kelompok Istana Teratai Putih dan Sekte Sembilan Mata Air.

Kemudian berkata datar.

“…bisakah kalian menyelesaikan masalah kalian tanpa keributan?”

Suasana yang tadi sudah sunyi kini terasa semakin berat. Orang-orang dari Istana Teratai Putih dan Sekte Sembilan Mata Air berdiri kaku di tempat mereka. Tidak ada yang berani berbicara lebih dulu.

Baru beberapa saat lalu mereka bersiap bertarung. Sekarang orang yang berdiri di depan mereka adalah Boqin Changing, Dewa Kematian dan Pelindung Kekaisaran Qin. Orang yang namanya bahkan lebih sering terdengar daripada nama sebagian pemimpin sekte.

Para murid mulai gemetar. Beberapa diam-diam menundukkan kepala lebih rendah.

Di sisi Sekte Sembilan Mata Air, seorang tetua akhirnya menarik napas panjang. Ia maju selangkah lalu menangkupkan tangan dengan hormat.

“Senior Chang..”

Ia berhenti sebentar.

Jelas ia nampak jauh lebih tua dari pemuda di depannya. Tetapi di dunia pendekar, usia bukan penentu. Yang kuat lebih dihormati.

Tetua itu melanjutkan dengan nada hati-hati.

“Kami akan segera menyelesaikan masalah ini.”

Boqin Changing tidak langsung menjawab. Tatapannya justru bergeser. Menuju Tetua Istana Teratai Putih.

Pria tua itu masih diam dengan wajahnya yang kusut. Tadi saat marah ia terlihat garang. Sekarang wajahnya pucat dan sedikit gemetar.

Boqin Changing memandangnya beberapa detik. Lalu sudut bibirnya sedikit terangkat. Namun itu jelas bukan senyuman.

Ia berkata pelan.

“…jadi para murid Sekte Sembilan Mata Air yang memprovokasimu…”

Ia berhenti.

“…sehingga kau menyerang mereka?”

Kalimat itu terdengar biasa. Tetapi semua orang tahu, itu sindiran. Boqin Changing jelas sudah mendengar garis besar masalah mereka.

Tetua Istana Teratai Putih langsung merasa dingin di seluruh tubuh. Ia buru-buru maju.

Bruk.

Ia langsung memberi hormat.

“Senior Chang!”

Suaranya sedikit bergetar.

“Ini… ini murni kesalahanku!”

Ia buru-buru menunduk lebih dalam.

“Aku mabuk semalam…”

“Aku tidak bisa mengendalikan diri…”

“Aku menyerang tanpa berpikir panjang…”

Tetua itu menelan ludah.

“Aku bersedia memberikan kompensasi yang setimpal.”

Boqin Changing memandangnya sebentar.

Lalu menjawab singkat.

“Kalau begitu lakukanlah.”

Tetua Istana Teratai Putih langsung bergerak. Ia menggerakkan cincin ruangnya.

Wussh.

Satu peti kayu muncul. Lalu satu lagi.

Kemudian muncul botol pil. Kemudian beberapa bahan langka. Kemudian senjata. Barang-barang terus keluar. Semakin lama semakin banyak.

Orang-orang yang menonton mulai membelalak.

“Itu…”

“Bukankah itu terlalu banyak?”

“Dia serius memberikan sebanyak itu?”

Jumlah kompensasi itu sudah jauh melampaui biaya pengobatan dan biaya hidup seseorang untuk beberapa tahun ke depan.

Tetapi tetua itu tidak peduli. Karena sekarang harta tidak berarti baginya.

Di depannya berdiri orang yang bisa menghancurkan seluruh kelompok mereka kalau mau. Bahkan pengikutnya saja bisa menekan seorang pendekar suci tanpa bergerak sedikit pun. Apa arti beberapa peti harta?

Tetua Sekte Sembilan Mata Air juga tampak terkejut. Awalnya ia masih ingin berdebat. Namun melihat jumlah itu, ia langsung menarik napas.

Lalu menangkupkan tangan.

“Kami menerima.”

Tetua Istana Teratai Putih segera membungkuk.

“Aku meminta maaf.”

Tetua Sekte Sembilan Mata Air diam beberapa detik. Lalu mengangguk.

“…kami juga tidak ingin memperbesar masalah.”

Keduanya saling memberi hormat. Perselisihan yang tadi hampir berubah menjadi pertumpahan darah, selesai hanya dalam waktu singkat.

Para penduduk masih sulit percaya. Baru beberapa menit lalu mereka berpikir akan melihat pertarungan besar. Sekarang semuanya selesai. Penyebabnya bahkan belum melakukan apa-apa.

Setelah urusan selesai, kedua kelompok kembali membungkuk hormat ke arah Boqin Changing.

“Terima kasih Senior Chang.”

Boqin Changing mengangguk kecil.

“Kalian boleh pergi.”

Tidak lama kemudian kedua kelompok mulai pergi. Tidak ada yang berani ribut lagi. Bahkan langkah mereka terasa jauh lebih pelan daripada sebelumnya.

Setelah jalan mulai kembali kosong, Boqin Changing memandang ke arah Long Aotian dan Wu Xing. Ia berkata santai.

“Masalah kecil sudah selesai.”

Lalu ia berbalik.

“Ayo kita pergi ke sekteku.”

Long Aotian tersenyum.

“Baik, Tuan Besar.”

Wu Xing menggigit sisa rotinya.

“Akhirnya.”

Boqin Changing melangkah.

Wussh.

Tubuhnya terangkat dari tanah. Jubahnya bergerak tertiup angin. Long Aotian dan Wu Xing ikut naik ke udara. Tiga orang melayang tenang di atas jalan.

Para penduduk yang tadi masih berdiri langsung membelalak.

“Terbang…”

“Dia benar-benar terbang…”

“Tidak memakai pusaka?”

“Pendekar benar-benar bisa melakukan itu?”

Bagi para pendekar mungkin itu luar biasa. Namun bagi penduduk biasa, melihat manusia benar-benar terbang dengan mata kepala sendiri terasa seperti melihat legenda hidup.

Anak-anak menunjuk ke langit. Beberapa orang tua menangkupkan tangan. Sebagian bahkan berlutut lagi.

Sementara di atas, Boqin Changing memandang ke arah lokasi sektenya. Ke arah tempat yang sangat dikenalnya, Sekte Dua Pedang Petir. Tempat ia memulai segalanya.

Sudut bibirnya sedikit terangkat.

“…aku pulang.”

Terpopuler

Comments

tariii

tariii

jangan lama² upnya, thor.. masa besok pagi lagi.. ga sabar, aduuuhhhh...🤭🤭🙏🙏🙏😍😍😍😍

2026-06-25

11

eka suci

eka suci

kayanya masih jauh Rui ketemu gurunya, disini boqin petualangan baru dgn 2 pengikut yg mengenal Zhi shen tanpa tahu kalau Zhi Shen jg terlahir kembali sedangkan Rui melanjutkan petualangan dgn paman nuo dimana paman nuo tidak mengenal Zhi Shen 🤭

2026-06-25

2

bandit kicau

bandit kicau

luar biasa,,klu boleh saran tor,klu bs ceritanya jgn ada melibatkan dunia periblisan,klu sdh melibatkan para Iblis kagak seru tor,,

2026-06-25

1

lihat semua
Episodes
1 Perubahan Mulai Terjadi
2 Keributan di Luar Penginapan
3 Menyelesaikan Masalah Kecil
4 Kembali ke Sekte
5 Bertemu Guru Wang Tian
6 Pulang ke Rumah
7 Suasana Rumah yang Hangat
8 Munculnya Pendekar Kuat
9 Pengikut Keempat, Naga Langit Yan Luo
10 Mengunjungi Kediaman Guru
11 Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu
12 Berkeliling Sekte
13 Terkejutnya Patriak Sekte
14 Menjalankan Misi dengan Patriak Zhou
15 Pergi ke Arah Tenggara
16 Misi Pengintaian yang Buruk
17 Justru Kalian yang Sedang Diintai
18 Hanya Orang Ini yang Berani Mengubah Misi Ini
19 Benteng Es Sang Pendekar
20 Racun dari Jarak Ratusan Langkah
21 Kelompok Bulan Kelam
22 Jangan Pernah Menjadi Musuhnya
23 Semua Mendekat ke Patriak Wang Zhou
24 Kemunculan Penenun Jaring Neraka, Qiu Han
25 Kesempatan Terakhir untuk Hidup
26 Permainan Baru Dimulai
27 Penguasa Elemen Logam yang Sebenarnya
28 Benturan Dua Pedang Benang
29 Misi Selesai Dilaksanakan
30 Mengumpulkan Para Pengikut
31 Tugas untuk Para Pengikut Boqin Changing
32 Hanya Wu Xing yang Paling Cocok
33 Dua Hari Sebelum Keberangkatan
34 Perjalanan Baru Dimulai
35 Masalah Kecil Selesai
36 Mencari Informasi
37 Informasi Tentang Keluarga Pei
38 Menuju Menara Mata Langit
39 Bentrokan Terjadi
40 Kaisar Naga Agung, Long Aotian
41 Kaisar Naga Agung vs Pendekar Badai Pedang
42 Teror Kekuatan Long Aotian
43 Pertemuan dengan Menara Mata Langit
44 Lima Raja Dunia
45 Saling Memandang
46 Tepat Sebelum Tanda Tangan Dibubuhkan
47 Datang Tepat Pada Waktunya
48 Kerjasama Ditunda
49 Boqin Changing Mengincar Raja Dunia?
50 Keputusan yang Akan Dipahami di Kemudian Hari
51 Buronan Paling Dicari Keluarga Pei
52 Jejak Sang Pendekar Bayangan
53 Siapa yang Sebenarnya Kalian Cari
54 Tidak Semua Bisa Dibeli dengan Uang
55 Pendekar Tubuh Berlian Pei Yichen
56 Dewa Kematian vs Pendekar Tubuh Berlian
57 Tubuh yang Lebih Keras dari Berlian
58 Benturan Dua Tubuh Terkeras
59 Tanah Kristal Berlian
60 Runtuhnya Pendekar Tubuh Berlian
61 Pusaka Penyimpan Kenangan
62 Akhir dari Bentrokan
63 Kematian Dua Pilar Keluarga Pei
64 Prajurit Kekaisaran Qin Tiba
65 Biarkan Keluarga Pei yang Mengincarku
66 Pencarian Gu Yunfan
67 Putri Tuan Kota Moyun Diculik
68 Boqin Changing Diabaikan
69 Akting Murahan Sang Tabib
70 Ketika Tabib Boqin Changing Beraksi
71 Orang yang Sedari Tadi Kalian Abaikan
72 Serangan di Malam Itu
73 Suatu Saat Kalian akan Bangga dengan Menantu Kalian Itu
74 Awal dari Sebuah Badai Besar
75 Ikutlah Denganku
76 Harapan di Tengah Keputusasaan
77 Pengikut Kelima Boqin Changing, Gu Yunfan
78 Membiarkan Long Aotian Bersenang-Senang
79 Setitik Harapan
80 Kehidupan yang Kembali
81 Tubuh yang Tak Bisa Ditembus
82 Akting Tuan Besar yang Sempurna
83 Racun Melawan Racun
84 Kesalahpahaman yang Sempurna
85 Kau Terlambat Memberi Saran
86 Keraguan Gu Yunfan
87 Aku Hanya Butuh Alasan untuk Menyerang Mereka
88 Menantu yang Tidak Dianggap
89 Langkah Awal Mengguncang Keluarga Pei
90 Informasi yang Menggiurkan
91 Di Antara Ancaman dan Peluang
92 Satu Bulan Sebelum Kehancuran Keluarga Pei
93 Liburan Sebelum Badai
94 Dua Belas Pilar Keluarga Pei
95 Rahasia Sistem Yan Luo
96 Perbedaan Kelas Kaisar Wilayah
97 Racun Pelemas Saraf Tiga Tingkat
98 Tamu yang Dinanti Akhirnya Tiba
99 Di Hadapan Tuan Besar
100 Permainan Boqin Changing Dimulai
101 Harga dari Sebuah Kehidupan
102 Pertukaran yang Setara
103 Wibawa Seorang Penguasa Dunia
104 Kaisar Bara Neraka Pei Hengwen
105 Di Balik Topeng Patriak Keluarga Pei
106 Langkah Tak Terduga Boqin Changing
107 Kebaikan Hati Tuan Muda
108 Pertunjukkan Baru Saja Dimulai
109 Murka Penonton Pertarungan
110 Pemuda yang Tidak Takut pada Raja Dunia
111 Terungkapnya Tiga Kaisar Wilayah
112 Membangunkan Naluri Gu Yunfan
113 Surat yang Tidak Boleh Terkirim
114 Surat yang Tidak Pernah Tiba
115 Tak Ada yang Perlu Ditakuti Lagi
116 Api Akhirnya Menyala
117 Topeng Keluarga Pei Akhirnya Terlepas
118 Reaksi Keluarga Pei
119 Kaisar Wilayah yang Menantang Raja Dunia
120 Badai Tiga Kaisar Wilayah
121 Kau Bukan Orangku
122 Dilema Sang Dewi Es
123 Sang Dewi Es Akhirnya Berlutut
124 Pengikut Keenam Boqin Changing
125 Serangan Pertama Resmi Dimulai
126 Kehancuran Pertama Kelompok Keluarga Pei
127 Kemampuan Unik Naga Langit Yan Luo
128 Jatuh Satu per Satu
129 Hancurnya Kelompok Macan Bayangan
130 Berita Penyerangan Akhirnya Tersebar
131 Serangan Terakhir Semakin Dekat
132 Menunggu Laporan
133 Kemunculan Tikus-Tikus Kecil
134 Gerbang Sembilan Neraka Bergerak
135 Serangan ke Keluarga Pei Siap Dimulai
136 Orang-Orang Kuat Berkumpul
137 Saling Berhadapan
138 Pertempuran Pecah
139 Jangan Remehkan Raja Dunia
140 Menemukan Lawan Masing-Masing
141 Meraba Kekuatan Kelompok Boqin Changing
142 Bentrokan Dua Pemimpin
143 Dewi Es vs Penguasa Kabut Maut
144 Pertempuran Semakin Brutal
145 Bencana Tingkat Kesembilan
146 Matahari Neraka Hitam
147 Matahari Kelam Menembus Surga
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Perubahan Mulai Terjadi
2
Keributan di Luar Penginapan
3
Menyelesaikan Masalah Kecil
4
Kembali ke Sekte
5
Bertemu Guru Wang Tian
6
Pulang ke Rumah
7
Suasana Rumah yang Hangat
8
Munculnya Pendekar Kuat
9
Pengikut Keempat, Naga Langit Yan Luo
10
Mengunjungi Kediaman Guru
11
Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu
12
Berkeliling Sekte
13
Terkejutnya Patriak Sekte
14
Menjalankan Misi dengan Patriak Zhou
15
Pergi ke Arah Tenggara
16
Misi Pengintaian yang Buruk
17
Justru Kalian yang Sedang Diintai
18
Hanya Orang Ini yang Berani Mengubah Misi Ini
19
Benteng Es Sang Pendekar
20
Racun dari Jarak Ratusan Langkah
21
Kelompok Bulan Kelam
22
Jangan Pernah Menjadi Musuhnya
23
Semua Mendekat ke Patriak Wang Zhou
24
Kemunculan Penenun Jaring Neraka, Qiu Han
25
Kesempatan Terakhir untuk Hidup
26
Permainan Baru Dimulai
27
Penguasa Elemen Logam yang Sebenarnya
28
Benturan Dua Pedang Benang
29
Misi Selesai Dilaksanakan
30
Mengumpulkan Para Pengikut
31
Tugas untuk Para Pengikut Boqin Changing
32
Hanya Wu Xing yang Paling Cocok
33
Dua Hari Sebelum Keberangkatan
34
Perjalanan Baru Dimulai
35
Masalah Kecil Selesai
36
Mencari Informasi
37
Informasi Tentang Keluarga Pei
38
Menuju Menara Mata Langit
39
Bentrokan Terjadi
40
Kaisar Naga Agung, Long Aotian
41
Kaisar Naga Agung vs Pendekar Badai Pedang
42
Teror Kekuatan Long Aotian
43
Pertemuan dengan Menara Mata Langit
44
Lima Raja Dunia
45
Saling Memandang
46
Tepat Sebelum Tanda Tangan Dibubuhkan
47
Datang Tepat Pada Waktunya
48
Kerjasama Ditunda
49
Boqin Changing Mengincar Raja Dunia?
50
Keputusan yang Akan Dipahami di Kemudian Hari
51
Buronan Paling Dicari Keluarga Pei
52
Jejak Sang Pendekar Bayangan
53
Siapa yang Sebenarnya Kalian Cari
54
Tidak Semua Bisa Dibeli dengan Uang
55
Pendekar Tubuh Berlian Pei Yichen
56
Dewa Kematian vs Pendekar Tubuh Berlian
57
Tubuh yang Lebih Keras dari Berlian
58
Benturan Dua Tubuh Terkeras
59
Tanah Kristal Berlian
60
Runtuhnya Pendekar Tubuh Berlian
61
Pusaka Penyimpan Kenangan
62
Akhir dari Bentrokan
63
Kematian Dua Pilar Keluarga Pei
64
Prajurit Kekaisaran Qin Tiba
65
Biarkan Keluarga Pei yang Mengincarku
66
Pencarian Gu Yunfan
67
Putri Tuan Kota Moyun Diculik
68
Boqin Changing Diabaikan
69
Akting Murahan Sang Tabib
70
Ketika Tabib Boqin Changing Beraksi
71
Orang yang Sedari Tadi Kalian Abaikan
72
Serangan di Malam Itu
73
Suatu Saat Kalian akan Bangga dengan Menantu Kalian Itu
74
Awal dari Sebuah Badai Besar
75
Ikutlah Denganku
76
Harapan di Tengah Keputusasaan
77
Pengikut Kelima Boqin Changing, Gu Yunfan
78
Membiarkan Long Aotian Bersenang-Senang
79
Setitik Harapan
80
Kehidupan yang Kembali
81
Tubuh yang Tak Bisa Ditembus
82
Akting Tuan Besar yang Sempurna
83
Racun Melawan Racun
84
Kesalahpahaman yang Sempurna
85
Kau Terlambat Memberi Saran
86
Keraguan Gu Yunfan
87
Aku Hanya Butuh Alasan untuk Menyerang Mereka
88
Menantu yang Tidak Dianggap
89
Langkah Awal Mengguncang Keluarga Pei
90
Informasi yang Menggiurkan
91
Di Antara Ancaman dan Peluang
92
Satu Bulan Sebelum Kehancuran Keluarga Pei
93
Liburan Sebelum Badai
94
Dua Belas Pilar Keluarga Pei
95
Rahasia Sistem Yan Luo
96
Perbedaan Kelas Kaisar Wilayah
97
Racun Pelemas Saraf Tiga Tingkat
98
Tamu yang Dinanti Akhirnya Tiba
99
Di Hadapan Tuan Besar
100
Permainan Boqin Changing Dimulai
101
Harga dari Sebuah Kehidupan
102
Pertukaran yang Setara
103
Wibawa Seorang Penguasa Dunia
104
Kaisar Bara Neraka Pei Hengwen
105
Di Balik Topeng Patriak Keluarga Pei
106
Langkah Tak Terduga Boqin Changing
107
Kebaikan Hati Tuan Muda
108
Pertunjukkan Baru Saja Dimulai
109
Murka Penonton Pertarungan
110
Pemuda yang Tidak Takut pada Raja Dunia
111
Terungkapnya Tiga Kaisar Wilayah
112
Membangunkan Naluri Gu Yunfan
113
Surat yang Tidak Boleh Terkirim
114
Surat yang Tidak Pernah Tiba
115
Tak Ada yang Perlu Ditakuti Lagi
116
Api Akhirnya Menyala
117
Topeng Keluarga Pei Akhirnya Terlepas
118
Reaksi Keluarga Pei
119
Kaisar Wilayah yang Menantang Raja Dunia
120
Badai Tiga Kaisar Wilayah
121
Kau Bukan Orangku
122
Dilema Sang Dewi Es
123
Sang Dewi Es Akhirnya Berlutut
124
Pengikut Keenam Boqin Changing
125
Serangan Pertama Resmi Dimulai
126
Kehancuran Pertama Kelompok Keluarga Pei
127
Kemampuan Unik Naga Langit Yan Luo
128
Jatuh Satu per Satu
129
Hancurnya Kelompok Macan Bayangan
130
Berita Penyerangan Akhirnya Tersebar
131
Serangan Terakhir Semakin Dekat
132
Menunggu Laporan
133
Kemunculan Tikus-Tikus Kecil
134
Gerbang Sembilan Neraka Bergerak
135
Serangan ke Keluarga Pei Siap Dimulai
136
Orang-Orang Kuat Berkumpul
137
Saling Berhadapan
138
Pertempuran Pecah
139
Jangan Remehkan Raja Dunia
140
Menemukan Lawan Masing-Masing
141
Meraba Kekuatan Kelompok Boqin Changing
142
Bentrokan Dua Pemimpin
143
Dewi Es vs Penguasa Kabut Maut
144
Pertempuran Semakin Brutal
145
Bencana Tingkat Kesembilan
146
Matahari Neraka Hitam
147
Matahari Kelam Menembus Surga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!