Bertemu Guru Wang Tian

Pria itu masih mengayunkan pedang kayunya dengan tenang.

Swish!!!!

"Jangan terburu-buru."

"Sebuah jurus pedang bukan hanya soal cepat atau kuat."

"Kalau kalian bahkan tidak memahami dasar gerakannya, maka sekuat apa pun tenaga yang kalian miliki akan sia-sia."

Para murid mengangguk serius.

Beberapa segera mencoba mempraktikkan ulang gerakan yang baru saja diajarkan. Namun tidak lama kemudian salah satu murid melakukan kesalahan. Pria itu langsung menghentikannya.

"Bukan begitu."

Ia berjalan mendekat lalu membetulkan posisi kaki murid tersebut.

"Kaki kirimu terlalu maju."

"Kalau lawan menyerang ke samping, kau akan kehilangan keseimbangan."

Murid itu segera mengangguk.

"Terima kasih, Tetua Agung."

Pria itu hanya tersenyum kecil.

"Kita semua pernah melakukan kesalahan yang sama."

Dari kejauhan, Boqin Changing memandang semua itu dengan tenang. Pemandangan tersebut terasa begitu familiar. Gurunya memang orang yang sabar.

Long Aotian menggaruk kepalanya.

"Orang itu..."

Wu Xing melirik.

"Ada apa?"

Long Aotian menatap pria yang sedang mengajar itu lagi.

"Entah kenapa aku tidak merasakan kesombongan sedikit pun darinya."

Wu Xing mengangguk.

"Itu benar."

Biasanya seorang pendekar suci, terutama di dunia yang lebih lemah seperti ini, akan memiliki kebanggaan besar terhadap kekuatannya.

Namun pria itu berbeda. Ia benar-benar fokus mengajar para murid. Bahkan saat memperagakan jurus, tidak ada sedikit pun niat pamer.

Boqin Changing tersenyum tipis.

"Karena memang begitu orangnya."

Long Aotian dan Wu Xing menoleh.

Boqin  Changing melanjutkan.

"Dari dulu dia memang seperti itu."

Boqin Changing kembali tersenyum. Ia sangat senang gurunya akhirnya bisa menembus ranah pendekar suci.

Seingatnya, terakhir kali mereka bertemu, gurunya masih berada di ranah pendekar raja. Perkembangan itu jelas sangat baik.

Wu Xing yang terus melihat Boqin Changing tersenyum tidak tahan untuk bertanya.

“Tuan Besar, kuperhatikan dari tadi kau cukup sering tersenyum melihatnya. Siapa dia sebenarnya?”

Namun sebelum Boqin Changing menjawabnya, tiba-tiba salah satu murid yang sedang berlatih melihat ke arah mereka.

Murid itu membeku. Matanya membelalak. Lalu ia mengucek matanya beberapa kali.

"Eh?"

Teman di sebelahnya menoleh.

"Ada apa?"

Murid itu menunjuk ke arah Boqin Changing dengan tangan gemetar.

"A... aku tidak salah lihat, kan?"

Beberapa murid lain ikut melihat. Detik berikutnya, lapangan latihan mendadak sunyi. Hingga akhirnya...

"I-itu Te-Tetua Chang?"

Seseorang berseru.

Pria yang sedang mengajar itu akhirnya menoleh. Tatapannya mengikuti arah para murid. Lalu berhenti pada sosok pemuda yang berdiri di kejauhan.

Tubuhnya langsung membeku. Ekspresi tenang di wajahnya berubah. Matanya membesar. 

Beberapa saat ia hanya berdiri diam. Seolah tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Sementara itu  Boqin Changing tersenyum lalu mendekat. Kemudian ia menangkupkan kedua tangannya dan membungkuk sedikit ke arah Wang Tian. Sikap yang membuat seluruh murid tercengang.

Dengan suara tenang, Boqin Changing berkata,

"Boqin Changing memberi hormat pada Guru."

Seketika seluruh lapangan menjadi sunyi total.

Long Aotian membeku. Wu Xing juga terdiam. Keduanya akhirnya menyadari sesuatu dan berkata dalam hati mereka masing-masing.

“Eh... Gu-Guru? Orang ini? Pendekar suci satu gerbang terbuka ini adalah guru dari Tuan Besar?”

Sementara itu, pria yang berpenampilan layaknya pria tiga puluhan tahun tersebut akhirnya tersadar. Sudut matanya sedikit memerah. Lalu ia tertawa pelan.

"Hahaha... Kau akhirnya pulang juga, Chang’er. Ehem... maksudku Tetua Chang."

Wang Tian terbatuk sebentar sebelum suaranya kembali normal.

Namun sebelum ia sempat berkata apa pun, lapangan latihan yang tadinya sunyi mendadak menjadi ramai.

"Jadi benar-benar Tetua Chang!"

"Itu Dewa Kematian!"

"Aku melihatnya langsung!"

"Dia nampak lebih muda daripada yang ada di lukisan!"

Para murid muda tampak sangat antusias. Kebanyakan dari mereka adalah murid-murid baru yang bergabung dalam beberapa bulan terakhir. Ini adalah pertama kalinya mereka melihat Boqin Changing secara langsung.

Namun wajah pemuda itu sama sekali tidak asing bagi mereka. Lukisannya tergantung di beberapa aula sekte. Namanya tertulis di banyak catatan sekte. Bahkan di lapangan utama sekte berdiri sebuah patung Boqin Changing yang dibangun setahun yang lalu.

Bagi banyak murid baru, Boqin Changing adalah alasan mereka datang ke Sekte Dua Pedang Petir. Cerita tentang Dewa Kematian yang membasmi kelompok-kelompok aliran hitam telah menyebar ke seluruh penjuru Kekaisaran Qin. Bahkan anak-anak desa pun pasti pernah mendengar namanya.

Sekarang orang yang selama ini hanya mereka lihat melalui lukisan dan patung benar-benar berdiri di depan mata mereka. Bagaimana mungkin mereka tidak bersemangat?

Wang Tian melihat reaksi para murid lalu tertawa kecil sambil melihat ke arah Boqin Changing.

"Dari dulu kau benar-benar paling suka membuat keributan begitu muncul."

Boqin Changing hanya tersenyum.

Wang Tian kemudian menyimpan pedang kayunya.

"Setelah aku selesai mengajar, mari minum teh bersama."

Mata Boqin Changing sedikit berbinar.

"Tentu saja, Guru."

Namun kemudian ia menambahkan.

"Sebelum itu aku ingin pulang ke rumah dulu. Aku baru saja tiba."

Wang Tian langsung mengangguk mengerti.

"Kalau begitu temui dulu orang tuamu."

Nada suaranya terdengar hangat.

"Setelah selesai, kau bisa berkunjung ke tempatku."

Boqin Changing kembali menangkupkan tangan.

"Baik, Guru."

Wang Tian mengangguk. Sementara itu para murid hanya bisa memandangi keduanya dengan kagum.

Mereka tidak pernah menyangka Tetua Chang yang terkenal dingin dan menakutkan ternyata bersikap begitu hormat kepada gurunya, Tetua Agung Wang Tian.

Tidak lama kemudian Boqin Changing berbalik. Long Aotian dan Wu Xing segera mengikuti dari belakang. Mereka bertiga meninggalkan lapangan latihan.

Begitu jarak mereka cukup jauh, Long Aotian langsung mendekat ke Wu Xing. Dengan suara pelan agar tidak terdengar Boqin Changing, ia berbisik,

"Aku masih tidak mengerti."

Wu Xing mengangguk pelan.

"Aku juga."

Long Aotian melirik ke belakang.

"Pendekar suci satu gerbang terbuka..."

Ia menggeleng.

"Itu bahkan tidak bisa dianggap kuat di dunia kita."

Wu Xing berpikir sejenak.

"Memang aneh. Kalau begitu bagaimana mungkin dia menjadi Guru Tuan Besar?"

Long Aotian menghela napas.

"Itulah yang kupikirkan."

Wu Xing tiba-tiba mengusap dagunya.

"Tapi mungkin kita salah melihat masalahnya."

Long Aotian menoleh.

"Maksudmu?"

Wu Xing berkata pelan,

"Mungkin bakat bela diri Tuan Besar bukan berasal dari gurunya."

Long Aotian berkedip.

Wu Xing melanjutkan.

"Mungkin berasal dari orang tuanya."

Mata Long Aotian langsung membesar.

"Jadi ayah dan ibunya?"

Wu Xing mengangguk serius.

"Mereka pasti pendekar hebat. Kalau tidak, bagaimana mungkin melahirkan monster seperti Tuan Besar?"

Long Aotian langsung mengangguk kuat.

"Itu masuk akal!"

Keduanya akhirnya merasa menemukan jawaban yang tepat. Mereka sama sekali tidak menyadari bahwa asumsi mereka kemungkinan besar juga akan jauh meleset.

Sementara di depan, Boqin Changing yang mendengar percakapan mereka hanya menahan senyum. Ia memilih tidak mengatakan apa-apa.

Beberapa saat kemudian perjalanan mereka sampai di sebuah kawasan yang jauh lebih tenang dibandingkan bagian sekte lainnya. Di sana berdiri sebuah rumah yang cukup besar dan indah.

Boqin Changing berhenti. Tatapannya tertuju pada rumah itu. Senyumnya perlahan muncul. Rumah ini jauh lebih baik dibandingkan terakhir kali ia meninggalkan rumah itu.

Dindingnya kokoh, halamannya luas, dan lingkungannya juga tenang dan aman. Jelas sekte memperlakukan keluarganya dengan sangat baik.

Boqin Changing berdiri diam beberapa saat. Perasaan hangat perlahan muncul di dalam hatinya. Sudah cukup lama sejak terakhir kali ia bertemu kedua orang tuanya.

Kemudian ia melangkah maju.

Tok. Tok. Tok.

Ia mengetuk pintu rumah. Dengan indra spiritualnya, ia dapat merasakan dua aura yang sangat familiar dari dalam rumah. Ayahnya dan ibunya. Keduanya memang ada di sana.

Beberapa detik berlalu. Lalu terdengar suara langkah kaki dari dalam.

Tak. Tak. Tak.

Kemudian suara seorang wanita terdengar dari balik pintu.

"Siapa?"

Begitu mendengar suara itu, tubuh Boqin Changing sedikit membeku. Karena suara itu terlalu familiar. Suara yang telah ia rindukan selama bertahun-tahun, suara ibunya.

Terpopuler

Comments

Raju

Raju

🤣🤣🤣🤣 dua pendekar langit lagi lagi salh kaprah...!!

2026-06-26

6

Armoire

Armoire

Aduuuuuuuuuhhhhh.... Di cut off ma author nya pas lagi seru2 nya mo ketemuan ma daddy n mommy nya Babang Boqin 😅😅/Facepalm//Facepalm/ ...
Gimana yah reaksi nya om Longlong n Om Wuwu 😅😅/Chuckle//Chuckle/

2026-06-26

1

yayat

yayat

akhirnya pulang juga bocah nakal yg selalu bikin heboh pulang kepelukan ibu yg membuat boqin tenang n melupakan peperangan

2026-06-26

1

lihat semua
Episodes
1 Perubahan Mulai Terjadi
2 Keributan di Luar Penginapan
3 Menyelesaikan Masalah Kecil
4 Kembali ke Sekte
5 Bertemu Guru Wang Tian
6 Pulang ke Rumah
7 Suasana Rumah yang Hangat
8 Munculnya Pendekar Kuat
9 Pengikut Keempat, Naga Langit Yan Luo
10 Mengunjungi Kediaman Guru
11 Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu
12 Berkeliling Sekte
13 Terkejutnya Patriak Sekte
14 Menjalankan Misi dengan Patriak Zhou
15 Pergi ke Arah Tenggara
16 Misi Pengintaian yang Buruk
17 Justru Kalian yang Sedang Diintai
18 Hanya Orang Ini yang Berani Mengubah Misi Ini
19 Benteng Es Sang Pendekar
20 Racun dari Jarak Ratusan Langkah
21 Kelompok Bulan Kelam
22 Jangan Pernah Menjadi Musuhnya
23 Semua Mendekat ke Patriak Wang Zhou
24 Kemunculan Penenun Jaring Neraka, Qiu Han
25 Kesempatan Terakhir untuk Hidup
26 Permainan Baru Dimulai
27 Penguasa Elemen Logam yang Sebenarnya
28 Benturan Dua Pedang Benang
29 Misi Selesai Dilaksanakan
30 Mengumpulkan Para Pengikut
31 Tugas untuk Para Pengikut Boqin Changing
32 Hanya Wu Xing yang Paling Cocok
33 Dua Hari Sebelum Keberangkatan
34 Perjalanan Baru Dimulai
35 Masalah Kecil Selesai
36 Mencari Informasi
37 Informasi Tentang Keluarga Pei
38 Menuju Menara Mata Langit
39 Bentrokan Terjadi
40 Kaisar Naga Agung, Long Aotian
41 Kaisar Naga Agung vs Pendekar Badai Pedang
42 Teror Kekuatan Long Aotian
43 Pertemuan dengan Menara Mata Langit
44 Lima Raja Dunia
45 Saling Memandang
46 Tepat Sebelum Tanda Tangan Dibubuhkan
47 Datang Tepat Pada Waktunya
48 Kerjasama Ditunda
49 Boqin Changing Mengincar Raja Dunia?
50 Keputusan yang Akan Dipahami di Kemudian Hari
51 Buronan Paling Dicari Keluarga Pei
52 Jejak Sang Pendekar Bayangan
53 Siapa yang Sebenarnya Kalian Cari
54 Tidak Semua Bisa Dibeli dengan Uang
55 Pendekar Tubuh Berlian Pei Yichen
56 Dewa Kematian vs Pendekar Tubuh Berlian
57 Tubuh yang Lebih Keras dari Berlian
58 Benturan Dua Tubuh Terkeras
59 Tanah Kristal Berlian
60 Runtuhnya Pendekar Tubuh Berlian
61 Pusaka Penyimpan Kenangan
62 Akhir dari Bentrokan
63 Kematian Dua Pilar Keluarga Pei
64 Prajurit Kekaisaran Qin Tiba
65 Biarkan Keluarga Pei yang Mengincarku
66 Pencarian Gu Yunfan
67 Putri Tuan Kota Moyun Diculik
68 Boqin Changing Diabaikan
69 Akting Murahan Sang Tabib
70 Ketika Tabib Boqin Changing Beraksi
71 Orang yang Sedari Tadi Kalian Abaikan
72 Serangan di Malam Itu
73 Suatu Saat Kalian akan Bangga dengan Menantu Kalian Itu
74 Awal dari Sebuah Badai Besar
75 Ikutlah Denganku
76 Harapan di Tengah Keputusasaan
77 Pengikut Kelima Boqin Changing, Gu Yunfan
78 Membiarkan Long Aotian Bersenang-Senang
79 Setitik Harapan
80 Kehidupan yang Kembali
81 Tubuh yang Tak Bisa Ditembus
82 Akting Tuan Besar yang Sempurna
83 Racun Melawan Racun
84 Kesalahpahaman yang Sempurna
85 Kau Terlambat Memberi Saran
86 Keraguan Gu Yunfan
87 Aku Hanya Butuh Alasan untuk Menyerang Mereka
88 Menantu yang Tidak Dianggap
89 Langkah Awal Mengguncang Keluarga Pei
90 Informasi yang Menggiurkan
91 Di Antara Ancaman dan Peluang
92 Satu Bulan Sebelum Kehancuran Keluarga Pei
93 Liburan Sebelum Badai
94 Dua Belas Pilar Keluarga Pei
95 Rahasia Sistem Yan Luo
96 Perbedaan Kelas Kaisar Wilayah
97 Racun Pelemas Saraf Tiga Tingkat
98 Tamu yang Dinanti Akhirnya Tiba
99 Di Hadapan Tuan Besar
100 Permainan Boqin Changing Dimulai
101 Harga dari Sebuah Kehidupan
102 Pertukaran yang Setara
103 Wibawa Seorang Penguasa Dunia
104 Kaisar Bara Neraka Pei Hengwen
105 Di Balik Topeng Patriak Keluarga Pei
106 Langkah Tak Terduga Boqin Changing
107 Kebaikan Hati Tuan Muda
108 Pertunjukkan Baru Saja Dimulai
109 Murka Penonton Pertarungan
110 Pemuda yang Tidak Takut pada Raja Dunia
111 Terungkapnya Tiga Kaisar Wilayah
112 Membangunkan Naluri Gu Yunfan
113 Surat yang Tidak Boleh Terkirim
114 Surat yang Tidak Pernah Tiba
115 Tak Ada yang Perlu Ditakuti Lagi
116 Api Akhirnya Menyala
117 Topeng Keluarga Pei Akhirnya Terlepas
118 Reaksi Keluarga Pei
119 Kaisar Wilayah yang Menantang Raja Dunia
120 Badai Tiga Kaisar Wilayah
121 Kau Bukan Orangku
122 Dilema Sang Dewi Es
123 Sang Dewi Es Akhirnya Berlutut
124 Pengikut Keenam Boqin Changing
125 Serangan Pertama Resmi Dimulai
126 Kehancuran Pertama Kelompok Keluarga Pei
127 Kemampuan Unik Naga Langit Yan Luo
128 Jatuh Satu per Satu
129 Hancurnya Kelompok Macan Bayangan
130 Berita Penyerangan Akhirnya Tersebar
131 Serangan Terakhir Semakin Dekat
132 Menunggu Laporan
133 Kemunculan Tikus-Tikus Kecil
134 Gerbang Sembilan Neraka Bergerak
135 Serangan ke Keluarga Pei Siap Dimulai
136 Orang-Orang Kuat Berkumpul
137 Saling Berhadapan
138 Pertempuran Pecah
139 Jangan Remehkan Raja Dunia
140 Menemukan Lawan Masing-Masing
141 Meraba Kekuatan Kelompok Boqin Changing
142 Bentrokan Dua Pemimpin
143 Dewi Es vs Penguasa Kabut Maut
144 Pertempuran Semakin Brutal
145 Bencana Tingkat Kesembilan
146 Matahari Neraka Hitam
147 Matahari Kelam Menembus Surga
Episodes

Updated 147 Episodes

1
Perubahan Mulai Terjadi
2
Keributan di Luar Penginapan
3
Menyelesaikan Masalah Kecil
4
Kembali ke Sekte
5
Bertemu Guru Wang Tian
6
Pulang ke Rumah
7
Suasana Rumah yang Hangat
8
Munculnya Pendekar Kuat
9
Pengikut Keempat, Naga Langit Yan Luo
10
Mengunjungi Kediaman Guru
11
Keluarga Pei dari Kekaisaran Jiu
12
Berkeliling Sekte
13
Terkejutnya Patriak Sekte
14
Menjalankan Misi dengan Patriak Zhou
15
Pergi ke Arah Tenggara
16
Misi Pengintaian yang Buruk
17
Justru Kalian yang Sedang Diintai
18
Hanya Orang Ini yang Berani Mengubah Misi Ini
19
Benteng Es Sang Pendekar
20
Racun dari Jarak Ratusan Langkah
21
Kelompok Bulan Kelam
22
Jangan Pernah Menjadi Musuhnya
23
Semua Mendekat ke Patriak Wang Zhou
24
Kemunculan Penenun Jaring Neraka, Qiu Han
25
Kesempatan Terakhir untuk Hidup
26
Permainan Baru Dimulai
27
Penguasa Elemen Logam yang Sebenarnya
28
Benturan Dua Pedang Benang
29
Misi Selesai Dilaksanakan
30
Mengumpulkan Para Pengikut
31
Tugas untuk Para Pengikut Boqin Changing
32
Hanya Wu Xing yang Paling Cocok
33
Dua Hari Sebelum Keberangkatan
34
Perjalanan Baru Dimulai
35
Masalah Kecil Selesai
36
Mencari Informasi
37
Informasi Tentang Keluarga Pei
38
Menuju Menara Mata Langit
39
Bentrokan Terjadi
40
Kaisar Naga Agung, Long Aotian
41
Kaisar Naga Agung vs Pendekar Badai Pedang
42
Teror Kekuatan Long Aotian
43
Pertemuan dengan Menara Mata Langit
44
Lima Raja Dunia
45
Saling Memandang
46
Tepat Sebelum Tanda Tangan Dibubuhkan
47
Datang Tepat Pada Waktunya
48
Kerjasama Ditunda
49
Boqin Changing Mengincar Raja Dunia?
50
Keputusan yang Akan Dipahami di Kemudian Hari
51
Buronan Paling Dicari Keluarga Pei
52
Jejak Sang Pendekar Bayangan
53
Siapa yang Sebenarnya Kalian Cari
54
Tidak Semua Bisa Dibeli dengan Uang
55
Pendekar Tubuh Berlian Pei Yichen
56
Dewa Kematian vs Pendekar Tubuh Berlian
57
Tubuh yang Lebih Keras dari Berlian
58
Benturan Dua Tubuh Terkeras
59
Tanah Kristal Berlian
60
Runtuhnya Pendekar Tubuh Berlian
61
Pusaka Penyimpan Kenangan
62
Akhir dari Bentrokan
63
Kematian Dua Pilar Keluarga Pei
64
Prajurit Kekaisaran Qin Tiba
65
Biarkan Keluarga Pei yang Mengincarku
66
Pencarian Gu Yunfan
67
Putri Tuan Kota Moyun Diculik
68
Boqin Changing Diabaikan
69
Akting Murahan Sang Tabib
70
Ketika Tabib Boqin Changing Beraksi
71
Orang yang Sedari Tadi Kalian Abaikan
72
Serangan di Malam Itu
73
Suatu Saat Kalian akan Bangga dengan Menantu Kalian Itu
74
Awal dari Sebuah Badai Besar
75
Ikutlah Denganku
76
Harapan di Tengah Keputusasaan
77
Pengikut Kelima Boqin Changing, Gu Yunfan
78
Membiarkan Long Aotian Bersenang-Senang
79
Setitik Harapan
80
Kehidupan yang Kembali
81
Tubuh yang Tak Bisa Ditembus
82
Akting Tuan Besar yang Sempurna
83
Racun Melawan Racun
84
Kesalahpahaman yang Sempurna
85
Kau Terlambat Memberi Saran
86
Keraguan Gu Yunfan
87
Aku Hanya Butuh Alasan untuk Menyerang Mereka
88
Menantu yang Tidak Dianggap
89
Langkah Awal Mengguncang Keluarga Pei
90
Informasi yang Menggiurkan
91
Di Antara Ancaman dan Peluang
92
Satu Bulan Sebelum Kehancuran Keluarga Pei
93
Liburan Sebelum Badai
94
Dua Belas Pilar Keluarga Pei
95
Rahasia Sistem Yan Luo
96
Perbedaan Kelas Kaisar Wilayah
97
Racun Pelemas Saraf Tiga Tingkat
98
Tamu yang Dinanti Akhirnya Tiba
99
Di Hadapan Tuan Besar
100
Permainan Boqin Changing Dimulai
101
Harga dari Sebuah Kehidupan
102
Pertukaran yang Setara
103
Wibawa Seorang Penguasa Dunia
104
Kaisar Bara Neraka Pei Hengwen
105
Di Balik Topeng Patriak Keluarga Pei
106
Langkah Tak Terduga Boqin Changing
107
Kebaikan Hati Tuan Muda
108
Pertunjukkan Baru Saja Dimulai
109
Murka Penonton Pertarungan
110
Pemuda yang Tidak Takut pada Raja Dunia
111
Terungkapnya Tiga Kaisar Wilayah
112
Membangunkan Naluri Gu Yunfan
113
Surat yang Tidak Boleh Terkirim
114
Surat yang Tidak Pernah Tiba
115
Tak Ada yang Perlu Ditakuti Lagi
116
Api Akhirnya Menyala
117
Topeng Keluarga Pei Akhirnya Terlepas
118
Reaksi Keluarga Pei
119
Kaisar Wilayah yang Menantang Raja Dunia
120
Badai Tiga Kaisar Wilayah
121
Kau Bukan Orangku
122
Dilema Sang Dewi Es
123
Sang Dewi Es Akhirnya Berlutut
124
Pengikut Keenam Boqin Changing
125
Serangan Pertama Resmi Dimulai
126
Kehancuran Pertama Kelompok Keluarga Pei
127
Kemampuan Unik Naga Langit Yan Luo
128
Jatuh Satu per Satu
129
Hancurnya Kelompok Macan Bayangan
130
Berita Penyerangan Akhirnya Tersebar
131
Serangan Terakhir Semakin Dekat
132
Menunggu Laporan
133
Kemunculan Tikus-Tikus Kecil
134
Gerbang Sembilan Neraka Bergerak
135
Serangan ke Keluarga Pei Siap Dimulai
136
Orang-Orang Kuat Berkumpul
137
Saling Berhadapan
138
Pertempuran Pecah
139
Jangan Remehkan Raja Dunia
140
Menemukan Lawan Masing-Masing
141
Meraba Kekuatan Kelompok Boqin Changing
142
Bentrokan Dua Pemimpin
143
Dewi Es vs Penguasa Kabut Maut
144
Pertempuran Semakin Brutal
145
Bencana Tingkat Kesembilan
146
Matahari Neraka Hitam
147
Matahari Kelam Menembus Surga

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!