Tiga—Keterlambatan Tamu Agung

Suasana di dalam aula kian menegang setelah mendengar pernyataan blak-blakan dari Shen Mufeng. Namun, Gu Mingyue yang menyadari perubahan atmosfer itu justru menyunggingkan senyum tipis di bibirnya.

"Jenderal Agung Shen, seingatku pernah mendengar sebuah rumor bahwa strategi perang adakalanya memang berada di luar batas akal sehat kita," ucap Mingyue pelan, memecah keheningan yang mencekam.

Mendengar intervensi tersebut, Shen Mufeng justru terkekeh pelan. "Putri sulung Anda begitu cerdas, Jenderal Gu."

Sementara itu, Jenderal Gu masih mematung diam dengan wajah kaku.

"Tentu saja, kecerdasannya itu jelas bukan turun darimu, melainkan dari istrimu, Nyonya Besar Gu," ejek Shen Mufeng lagi tanpa tedeng aling-aling.

Jenderal Gu mengepalkan tangannya di balik jubah, berusaha menahan geram sebelum memaksakan suara, "Jenderal Agung Shen terlalu memuji putriku."

"Tentu saja tidak. Sebab, kehadiran Nona Besar Gu di sini setidaknya berhasil membawa sedikit kelegaan di antara ketegangan para pejabat yang hadir," ucap Shen Mufeng pelan.

Namun, sepasang mata elangnya menyapu seisi ruangan dengan tatapan jenaka sekaligus mengintimidasi, membuat para pejabat yang tadinya menahan napas langsung memalingkan wajah dengan canggung.

Tepat setelah tatapan intimidatif Shen Mufeng menyapu ke segala penjuru, derap langkah kaki yang tergesa-gesa terdengar bergema dari arah luar aula. Begitu sosok itu melangkah masuk, seisi ruangan langsung tertuju padanya.

Zhao Yuchen berdiri di sana dalam balutan jubah biru bangsawannya yang tampak kusut di bagian depan. Napasnya tersengal-sengal, sementara wajahnya memerah dengan bulir peluh yang membasahi dahi.

Tak berselang lama, Gu Lian menyusul masuk ke dalam ruangan. Gaun hanfu merah mudanya yang senada dengan kulit putihnya tampak tidak rapi, terutama di bagian rok bawah yang terlihat sangat kusut. Dengan napas yang sama-sama tersengal, wajah gadis itu merona merah padam, dan ia berjalan dengan tubuh yang seolah gemetar menahan sesuatu.

Melihat pemandangan memalukan itu, Gu Mingyue menyandarkan tubuhnya dengan tenang. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman tipis yang dingin sebelum melempar pertanyaan dengan nada suara yang teramat lembut.

"Adik, apakah kamu sangat ketakutan hingga tubuhmu gemetar seperti itu?"

Gu Lian yang akhirnya berhasil mencapai kursinya tampak terdiam sesaat. Jika dilihat secara saksama, riasan di sudut bibirnya agak berantakan.

"Salam, Ayahanda. Tadi ... Lian terlambat karena bangun agak siang," kilah Gu Lian terbata.

Gu Mingyue menatap lekat rona merah di wajah adiknya yang tidak wajar. "Adik, apakah kamu kelelahan setelah berlarian?" tanyanya lagi, berpura-pura cemas.

Gu Lian menatap balik mata Gu Mingyue, mencoba menyembunyikan kepanikan. "Kakak, maafkan saya. Adik memang agak kelelahan."

"Duduklah dan nikmati jamuannya. Namun, jika kamu merasa tidak nyaman dengan pakaianmu yang kusut itu, mintalah Li'er untuk mengambilkan pakaian ganti terbaik milikku."

Gu Lian menggeleng pelan dengan senyum kaku. "Kurasa tidak perlu, Kak."

"Baiklah, jika kamu berubah pikiran, katakan saja padaku." Tatapan Gu Mingyue mendikte tajam selama beberapa saat. "Sebab selain kusut, pakaianmu juga tampak agak basah karena keringat."

"Terima kasih atas perhatiannya, Kakak."

Tiba-tiba, sebuah suara paruh baya menginterupsi pelan. "Nona Besar Gu sungguh sangat perhatian, bahkan pada hal-hal kecil milik adiknya," puji Pejabat Wang yang kembali bersuara. "Semoga kalian berdua selalu akur seperti ini."

Gu Mingyue menyunggingkan senyum samar. Ia mengangkat cawan araknya ke arah Pejabat Wang sebagai bentuk penghormatan, lalu meminumnya dengan anggun.

"Ngomong-ngomong, saya mendengar kabar burung bahwa Nona Besar Gu akan segera menikah dengan Tuan Muda Zhao," lanjut pria paruh baya itu lagi.

Sensasi déjà vu seketika menghantam benak Gu Mingyue. Ucapan Pejabat Wang masih persis sama seperti di kehidupan lalunya. "Sungguh berkat dari Dewa jika pernikahan itu memang terjadi. Mereka adalah pasangan yang sangat serasi."

Gu Mingyue tidak lagi tersipu malu seperti dulu. Ia justru mengalihkan pandangannya, menatap lurus ke arah Zhao Yuchen yang sejak tadi matanya terus mencuri pandang ke arah Gu Lian.

"Saya rasa, Tuan Muda Zhao jauh lebih menyukai adik saya, Gu Lian," ucap Mingyue tenang, memotong harapan kosong semua orang.

Seketika itu juga, suasana aula mendadak hening. Beberapa pasang mata menatap Gu Mingyue dengan pandangan syok dan tidak percaya. Namun, sang Putri Sulung justru menggeser arah tatapannya, mengunci pandangannya tepat pada manik mata Shen Mufeng.

"Sama halnya seperti saya ... yang jauh lebih menyukai Jenderal Agung Shen, sang penolong saya."

BOM!

Keheningan yang tadinya canggung seketika pecah menjadi riuh bisikan yang riuh rendah di sudut-sudut ruangan. Shen Mufeng perlahan menoleh, menatap Gu Mingyue dengan sepasang mata elangnya yang berkilat tajam dan berbahaya. Sebelah alisnya terangkat tipis. Tangannya yang memainkan cawan arak seketika berhenti.

Gu Mingyue masih mengingat jelas rumor jahat yang beredar luas di kehidupan sebelumnya: desas-desus bahwa Shen Mufeng tidak memiliki ketertarikan pada wanita. Seolah membenarkan berita itu, sang Jenderal Agung memang tidak pernah menikah, bahkan hingga Gu Mingyue tewas di usia pernikahannya yang ketujuh di masa lalu.

Kini, pria berwibawa itu menatapnya lurus tanpa ekspresi. Di sisi lain, Zhao Yuchen juga memelotot ke arah Gu Mingyue dengan wajah tersinggung.

"Apa maksud Anda berkata seperti itu, Nona Besar Gu?" tuntut Zhao Yuchen, berusaha menahan suaranya agar tidak meninggi.

Gu Mingyue membalas tatapan itu dengan ketenangan sedingin es. "Tidak ada maksud lain, Tuan Muda Zhao. Saya hanya kebetulan melihat ... betapa lembutnya tatapan Anda yang tertuju kepada adik saya sejak melangkah masuk ke aula ini."

"Tapi..." Ucapan Zhao Yuchen menggantung di udara, tenggorokannya mendadak tercekat oleh rasa malu dan amarah yang bergolak.

"Bagaimana jika pernikahan Anda dan Gu Lian segera dilaksanakan saja?" potong Gu Mingyue dengan nada bicara yang meniru antusiasme tipis.

Namun, sebuah deheman berat dan penuh penekanan dari ayahnya seketika memotong kalimat Mingyue.

"Gu Mingyue, urusan pernikahan sebaiknya kita bicarakan nanti setelah jamuan ini selesai," tegur Jenderal Gu dengan kilat mata memperingatkan.

Gu Mingyue menyunggingkan senyum samar yang tampak patuh, namun sorot matanya tetap dingin. "Tentu saja, Ayahanda. Saya juga perlu bersiap karena saya telah menemukan pria yang cocok untuk saya."

Suasana di dalam aula kian mencekam, diselimuti keheningan yang jauh lebih pekat dari sebelumnya. Tatapan para tamu undangan bergerak gelisah, menatap bergantian antara Gu Mingyue yang tampak tenang dan Shen Mufeng yang masih bergemas dalam kebungkamannya.

Sebelum ayahnya sempat mengamuk karena harga dirinya diinjak-injak, Gu Mingyue kembali melempar umpan matang. "Sebab, saya telah menyaksikan sendiri bagaimana kegagahan Jenderal Agung Shen ketika menolong saya di Jembatan Xue, saat festival lentera di pasar pusat bergulir."

Seketika itu juga, lusinan pasang mata langsung beralih menatap Shen Mufeng dengan penuh rasa ingin tahu. Ucapan blak-blakan dari Putri Sulung kediaman Gu tersebut seolah menjadi kapak besar yang siap mematahkan rumor jahat tentang sang Jenderal Agung yang selama ini beredar di ibu kota.

...----------------...

Episodes
1 Satu — Hari Kematianku
2 Dua—Jamuan Jenderal Gu
3 Tiga—Keterlambatan Tamu Agung
4 Empat—Konfrontasi Shen Mufeng
5 Lima—Negoisasi
6 Enam—Desah Peristirahatan Samping
7 Tujuh—Menyeret Takdir Ke Arah Berbeda
8 Delapan—Bidak Weiqi Berjalan Mengepung
9 Sembilan—Kedai Teh Tuan Kedua Chen
10 Sepuluh—Kantong Wangi Untuk Tuan Shen
11 Sebelas—Harta Ibuku, Milikku!
12 DuaBelas—Kau Harus Mengganti Yang Kau Rusak!
13 TigaBelas—Shen Mufeng, Jenderal Agung!
14 EmpatBelas—Pria Narsistik, Zhao Yuchen!
15 LimaBelas—Aku Calon Nyonya Besar Shen
16 EnamBelas—Satu Suap Akan Ku Balas Dua Suap!
17 TujuhBelas—Marahnya Gu Mingyue!
18 DelapanBelas—Tandu Pernikahan
19 SembilanBelas—Di Balik Teratai
20 DuaPuluh—Kamar Pengantin
21 DuaSatu—Jerat Malam Pengantin!
22 DuaDua—Taktik Menjebak!
23 DuaTiga—Aku Istri Sah!
24 DuaEmpat—Nyonya Besar Shen!
25 DuaLima—Dasar Bibi Liu!
26 DuaEnam—Membiarkanmu Di Atas Angin
27 DuaTujuh—Penjara Shen Mufeng
28 DuaDelapan—Jebakan Licik Untuk Orang Licik!
29 DuaSembilan—Hukuman Untukmu Bibi Liu
30 TigaPuluh—Malam Intim Kedua
31 TigaSatu—Sidang Istana
32 TigaDua—Nyonya Tanpa Pendamping
33 TigaTiga—Dimana Suamimu?
34 TigaEmpat—Kilau Hadiah Para Menantu
35 TigaLima—Pedang Tongkat
36 TigaEnam—Sindiran Jamuan Makan
37 TigaTujuh—Tidak Ada Sepersenpun untukmu
38 TigaDelapan— Rubah Tua
39 TigaSembilan—Pasangan Setara
40 EmpatPuluh—Sidang Di Balai Kota
41 EmpatSatu—Amarah Panglima di Pasar Xue
42 EmpatDua—Di Balik Tirai Kamar
43 EmpatTiga—Pondok Di Desa Jing
44 EmpatEmpat—Teh Dan Teka-teki
45 EmpatLima—Barak Barat yang Hancur
46 EmpatEnam—Nyonya Telah Siuman!
47 EmpatTujuh—Menyingkap Kematian Ibu
48 EmpatDelapan—Menyusun Taktis Baru
49 EmpatSembilan—Senyuman Di Aula Leluhur
50 LimaPuluh—Pria di Pasar Xue
51 LimaSatu—Genderang Pesta Zhao
52 LimaDua—Putra Wei Yang Tak Dikenal
53 LimaTiga—Hadiah Tersembunyi
54 LimaEmpat—Bayangan Di Luar Gerbang
55 LimaLima—Penyergapan
56 LimaEnam—Perbatasan Musuh Barbar
57 LimaTujuh—Mencari Tikus Informasi
58 LimaDelapan—Umpan
59 LimaSembilan—Kekacauan Kediaman Gu
60 EnamPuluh—Mereka Yang Takut
61 EnamSatu—Bayang Kepasrahan
62 EnamDua—Kepemimpinan Dalam Kegelapan
63 EnamTiga—Rumah Di Desa Huo
64 EnamEmpat—Benang Merah Kekaisaran
65 EnamLima—Tabir Di Dalam Penjara
66 EnamEnam—Topeng Wei Wu
67 EnamTujuh—Kehangatan Desa Huo
68 EnamDelapan—Runtuhnya Separuh Jiwa
69 EnamSembilan—Identitas Di Dasar Kotak
70 TujuhPuluh—Jejak Di Hutan
71 TujuhSatu— Suku dibalik Hutan Perbatasan
72 TujuhDua—Stempel Kekaisaran
73 TujuhTiga—Dalam Bayang Balas Dendam
74 TujuhEmpat—Topeng Yang Terbuka
75 TujuhLima—Kepulangan
76 TujuhEnam—Kembalinya Sang Panglima
77 TujuhTujuh—Dalam Rengkuhan Rindu
78 TujuhDelapan—Bisikan Di Rumah Bordil
79 TujuhSembilan—Rahasia di Sel Bawab Tanah
80 DelapanPuluh—Benang Merah Di Balik Jeruji
81 Delapan Satu— Simpul Akhir Benang Merah
82 DelapanDua—Wanita Tua Itu...
83 Prequel
84 DelapanTiga—SaksiTragedi
85 DelapanEmpat—Janji Angin Malam
86 DelapanLima—Pembersihan Barak Barat
87 DelapanEnam—Tabu
88 DelapanTujuh—Runtuhnya Benteng Kebohongan
89 DelapanDelapan—Mereka Yang Mencoba Lepas Tangan
90 DelapanSembilan—Retaknya Persekutuan
91 SembilanPuluh—Percikan Api
92 SembilanSatu—Bayang Kemenangan
93 SembilanDua—Perpacuan Waktu
94 SembilanTiga—Darah
95 SembilanEmpat—Panji Wei Di Sudut Istana
96 SembilanLima—Setiap Perbuatan Ada Balasannya
Episodes

Updated 96 Episodes

1
Satu — Hari Kematianku
2
Dua—Jamuan Jenderal Gu
3
Tiga—Keterlambatan Tamu Agung
4
Empat—Konfrontasi Shen Mufeng
5
Lima—Negoisasi
6
Enam—Desah Peristirahatan Samping
7
Tujuh—Menyeret Takdir Ke Arah Berbeda
8
Delapan—Bidak Weiqi Berjalan Mengepung
9
Sembilan—Kedai Teh Tuan Kedua Chen
10
Sepuluh—Kantong Wangi Untuk Tuan Shen
11
Sebelas—Harta Ibuku, Milikku!
12
DuaBelas—Kau Harus Mengganti Yang Kau Rusak!
13
TigaBelas—Shen Mufeng, Jenderal Agung!
14
EmpatBelas—Pria Narsistik, Zhao Yuchen!
15
LimaBelas—Aku Calon Nyonya Besar Shen
16
EnamBelas—Satu Suap Akan Ku Balas Dua Suap!
17
TujuhBelas—Marahnya Gu Mingyue!
18
DelapanBelas—Tandu Pernikahan
19
SembilanBelas—Di Balik Teratai
20
DuaPuluh—Kamar Pengantin
21
DuaSatu—Jerat Malam Pengantin!
22
DuaDua—Taktik Menjebak!
23
DuaTiga—Aku Istri Sah!
24
DuaEmpat—Nyonya Besar Shen!
25
DuaLima—Dasar Bibi Liu!
26
DuaEnam—Membiarkanmu Di Atas Angin
27
DuaTujuh—Penjara Shen Mufeng
28
DuaDelapan—Jebakan Licik Untuk Orang Licik!
29
DuaSembilan—Hukuman Untukmu Bibi Liu
30
TigaPuluh—Malam Intim Kedua
31
TigaSatu—Sidang Istana
32
TigaDua—Nyonya Tanpa Pendamping
33
TigaTiga—Dimana Suamimu?
34
TigaEmpat—Kilau Hadiah Para Menantu
35
TigaLima—Pedang Tongkat
36
TigaEnam—Sindiran Jamuan Makan
37
TigaTujuh—Tidak Ada Sepersenpun untukmu
38
TigaDelapan— Rubah Tua
39
TigaSembilan—Pasangan Setara
40
EmpatPuluh—Sidang Di Balai Kota
41
EmpatSatu—Amarah Panglima di Pasar Xue
42
EmpatDua—Di Balik Tirai Kamar
43
EmpatTiga—Pondok Di Desa Jing
44
EmpatEmpat—Teh Dan Teka-teki
45
EmpatLima—Barak Barat yang Hancur
46
EmpatEnam—Nyonya Telah Siuman!
47
EmpatTujuh—Menyingkap Kematian Ibu
48
EmpatDelapan—Menyusun Taktis Baru
49
EmpatSembilan—Senyuman Di Aula Leluhur
50
LimaPuluh—Pria di Pasar Xue
51
LimaSatu—Genderang Pesta Zhao
52
LimaDua—Putra Wei Yang Tak Dikenal
53
LimaTiga—Hadiah Tersembunyi
54
LimaEmpat—Bayangan Di Luar Gerbang
55
LimaLima—Penyergapan
56
LimaEnam—Perbatasan Musuh Barbar
57
LimaTujuh—Mencari Tikus Informasi
58
LimaDelapan—Umpan
59
LimaSembilan—Kekacauan Kediaman Gu
60
EnamPuluh—Mereka Yang Takut
61
EnamSatu—Bayang Kepasrahan
62
EnamDua—Kepemimpinan Dalam Kegelapan
63
EnamTiga—Rumah Di Desa Huo
64
EnamEmpat—Benang Merah Kekaisaran
65
EnamLima—Tabir Di Dalam Penjara
66
EnamEnam—Topeng Wei Wu
67
EnamTujuh—Kehangatan Desa Huo
68
EnamDelapan—Runtuhnya Separuh Jiwa
69
EnamSembilan—Identitas Di Dasar Kotak
70
TujuhPuluh—Jejak Di Hutan
71
TujuhSatu— Suku dibalik Hutan Perbatasan
72
TujuhDua—Stempel Kekaisaran
73
TujuhTiga—Dalam Bayang Balas Dendam
74
TujuhEmpat—Topeng Yang Terbuka
75
TujuhLima—Kepulangan
76
TujuhEnam—Kembalinya Sang Panglima
77
TujuhTujuh—Dalam Rengkuhan Rindu
78
TujuhDelapan—Bisikan Di Rumah Bordil
79
TujuhSembilan—Rahasia di Sel Bawab Tanah
80
DelapanPuluh—Benang Merah Di Balik Jeruji
81
Delapan Satu— Simpul Akhir Benang Merah
82
DelapanDua—Wanita Tua Itu...
83
Prequel
84
DelapanTiga—SaksiTragedi
85
DelapanEmpat—Janji Angin Malam
86
DelapanLima—Pembersihan Barak Barat
87
DelapanEnam—Tabu
88
DelapanTujuh—Runtuhnya Benteng Kebohongan
89
DelapanDelapan—Mereka Yang Mencoba Lepas Tangan
90
DelapanSembilan—Retaknya Persekutuan
91
SembilanPuluh—Percikan Api
92
SembilanSatu—Bayang Kemenangan
93
SembilanDua—Perpacuan Waktu
94
SembilanTiga—Darah
95
SembilanEmpat—Panji Wei Di Sudut Istana
96
SembilanLima—Setiap Perbuatan Ada Balasannya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!