Setelah Terlahir Kembali, Aku Menikahi Jenderal Perang
Musim dingin di wilayah Yu'an tampaknya kian menggigit hingga menusuk tulang. Salju turun lebih tebal dari biasanya, menyisakan kepulan uap dari mulut setiap pejalan kaki yang nekat keluar rumah.
Di dapur kediaman Adipati Yu'an, Gu Mingyue tengah sibuk memasak iga yang baru saja dibelinya dari pasar. Lengan gaun hanfu-nya digulung hingga ke siku, sementara asap dari tungku kayu mengepul pelan dan rendah. Aroma tumisan rempah tercium samar di udara, terutama wangi khas dari cabai kering yang baru saja ia peroleh dengan harga mahal, sepuluh tael perak.
Gadis itu memasak sambil menyenandungkan sajak tentang burung yang merindukan kekasihnya—salah satu bait sajak yang tengah populer di ibu kota.
Gu Mingyue tersenyum puas melihat hasil masakannya. Suaminya, sang Adipati Yu'an, dikabarkan akan kembali ke kediaman malam ini setelah memenuhi panggilan Kaisar untuk memasuki gerbang istana.
Namun, lamunannya buyar ketika suara dobrakan keras pada pintu terdengar begitu nyaring dan memekakkan telinga.
Sang suami, Adipati Yu'an, berdiri tegak di ambang pintu dalam balutan mantel bulu gelap. Rambutnya terikat rapi, sementara kedua tangannya tersembunyi di balik jubah. Siluet wajahnya terlihat samar, terbiaskan oleh cahaya lentera dan lilin malam. Di belakangnya, beberapa prajurit bersenjata tampak berjaga.
"Suamiku ...," panggil Mingyue pelan. Namun, ia langsung teringat bahwa Yuchen—suaminya—tidak pernah suka dipanggil seperti itu.
Tepat saat itu, dari balik tubuh tinggi suaminya, seorang wanita bergaun hanfu merah muda dengan mantel bulu merah rusa melangkah pelan, lalu berdiri dengan anggun di samping Yuchen.
Lidah Gu Mingyue mendadak kelu. Ia merasa sekujur tubuhnya kian membeku—bukan hanya karena diterpa angin musim dingin yang berembus masuk dari pintu yang terbuka, melainkan karena tatapan tajam suaminya yang berkilat dingin.
"Tangkap dia!" perintah Yuchen tegas.
Suara derap langkah sepatu bot bergemuruh di atas lantai kayu. Para prajurit segera maju dan mencengkeram kedua lengan Mingyue dengan kuat. Gu Mingyue sempat kebingungan selama beberapa detik sebelum akhirnya mulai memberontak dengan panik. "Yuchen, ada apa ini?!"
Pria itu melangkah mendekat tanpa belas kasihan, membawa sebuah guci kecil berwarna hijau di tangannya. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, tangan kasarnya langsung mencengkeram rahang Gu Mingyue, memaksanya untuk membuka mulut.
Cairan pekat di dalamnya mengalir paksa ke tenggorokan Mingyue meski ia menolak keras. Sesaat kemudian, dadanya terasa sangat sesak. Tenggorokannya tercekat, berlanjut dengan rasa mual yang hebat di ulu hati. Seolah-olah seluruh pasokan darah di tubuhnya mendadak berhenti mengalir.
Uhuk!
Mingyue terbatuk hebat, memuntahkan darah segar yang seketika mengotori gaun hanfu-nya. Melalui pandangannya yang mulai mengabur, ia bisa melihat senyum puas yang tersungging di bibir sang suami dan wanita di sampingnya.
Gu Mingyue mengenali wanita itu. Dia adalah Gu Lian—putri selir dari ayahnya sendiri. Beberapa hari lalu, Gu Lian tak sadarkan diri setelah memakan kue osmantus buatannya yang dikirim ke kediaman Jenderal Gu.
Gu Lian melangkah mendekat, lalu berbisik dengan nada mengejek, "Kakak, aku tidak menyangka ternyata suamimu bisa senekat ini jika menyangkut cintanya kepadaku."
Tubuh Gu Mingyue bergetar halus. Darah kental terus merembes keluar dari sudut mulutnya. Ia menatap nanar ke arah dua manusia yang kini mulai dilaknatnya dalam hati.
Aroma tumisan iga masih mengambang di udara, kontras dengan nyawa sang pembuat yang perlahan-lahan ditarik paksa dari raga.
Gu Mingyue menatap kepergian orang-orang itu dari dapurnya. Tempat itu masih terasa hangat, namun menyisakan dingin yang mematikan di hatinya. Sebelum ditinggalkan, jemarinya sempat dipaksa menyentuh guci racun hijau tersebut—sengaja diposisikan untuk meninggalkan jejak palsu bahwa ia mati bunuh diri.
Dalam kegelapan yang menjemputnya, Gu Mingyue bersumpah demi sisa jiwanya: jika ada kehidupan kedua, ia bersumpah tidak akan pernah lagi sudi menikahi Zhao Yuchen, sang Adipati Yu'an.
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 96 Episodes
Comments
Jer
Regresi, transmigrasi, reinkarnasi apa yg mana ini
2026-08-24
0
Ari Peny
coba ikuti
2026-08-21
1
Sofian Ramli
mampir Thor....semoga ga lama upny...🙏🙏
2026-07-18
1