Pemakan Manusia

Pemakan Manusia

Bab 01. Siluman berduri

"Apaan aku paling tidak suka acara seperti itu!" Arya kesal sendiri.

"Itu kan karena sudah malam saja jadi ada sedikit alkohol lah, kau ini laki laki kok sangat tidak bisa minum." Nolan merutuk juga.

"Tidak semua laki-laki itu bisa minum seperti dirimu." sewot Arya.

"Purnama juga bisa kok dan bahkan dia lebih kuat bila dibanding dengan aku." Nolan tidak mau kalah.

Arya diam saja kalau sudah membawa saudara mereka yang paling tua itu, apa yang Purnama tidak bisa karena dia memang semuanya bisa dan akan di terabas habis tanpa perhitungan sama sekali bila dia sudah menyukai barang seperti itu.

Di antara tiga bersaudara hanya Arya saja yang paling kalem, kalau untuk yang berdua ini memang tingkahnya terkadang ada saja sehingga membuat Arya pusing juga memikirkan. segala tingkah laku mereka membawa keburukan tersendiri namun mereka juga memiliki kebaikan tersendiri sehingga tidak bisa bila mau menghujat sampai habis, oleh sebab itu Arya harus menahan rasa sabar saja.

Ini tadi mereka pulang dari pesta dan Nolan ingin pulang lebih malam sehingga mau tidak mau Mereka melihat acara bebas terlebih dahulu, bila sudah acara bebas seperti itu maka pasti akan ada alkohol yang keluar sehingga Arya jelek tidak akan menyukai tentang pesta yang sedemikian rupa.

"Malam ini agak dingin ya." Nolan mengusap tangan yang terasa begitu dingin sekali.

"Ini malam adalah suasana yang sangat disukai oleh para iblis." ujar Arya sambil menatap sekitar.

"Benar, dulu aku akan sering keluar untuk mencari mangsa bila ada malam yang seperti ini." Nolan setuju dengan ucapan Arya.

Arya melirik ke sana kemari untuk memastikan apakah ada iblis yang kebetulan dia lihat di kawasan ini, kamu ternyata tidak ada Dan menganggap ini semua pasti hanya firasat dia saja karena memang sekarang sudah cukup malam sehingga wajar bila terasa dingin dan juga mencekam, jelas bila ini adalah manusia biasa maka tidak akan memiliki nyali untuk keluar.

Nolan adalah iblis yang sudah insaf sehingga dia bisa menyadari sendiri bagaimana keadaan yang terasa begitu suram seperti ini, sebab ketika dia masih menjadi iblis jahanam maka dirinya seringkali keluar seperti ini untuk mencari mangsa dan bisa mendapatkan dengan mudah apa yang dia mau.

"Heh Mas Arya, Mas Nolan!" Paimin agak kaget ketika bertemu dengan dua pria tampan itu.

"Oh Pakde Paimin mau ke mana malam-malam seperti ini?" tegur Nolan kepada pria tua tersebut.

"Saya mau ambil bubu yang ada di sana itu loh, kalau pagi ngambilnya maka nanti sudah habis dimakan biawak." Paimin memang kenapa masang perangkap ikan di rawa dekat desa ini.

"Kalau sudah mengambil bubuk ikan itu maka langsung pulang saja, Pakde." Arya berpesan kepada pria tua tersebut.

"Iya, memang cuma mau ambil perangkap ikan itu saja dan setelahnya Aku akan segera pulang." Paimin mengangguk kecil sambil tersenyum manis.

"Ya sudah, kami duluan kalau begitu ya." Nolan melambaikan tangan kepada orang tua tersebut dan mereka segera berjalan pulang.

Paimin juga masih sempat melambai karena dia dan kedua pria itu memiliki hubungan yang cukup baik di desa pandan Arum ini, siapa yang tidak kenal dengan dua manusia itu karena bisa dikatakan mereka adalah dua kebanggaan desa pandan Arum sehingga mereka sedikit menaruh rasa hormat kepada keluarga tersebut.

"Kenapa, Bang?" Nolan menoleh kepada Arya karena dia terlihat begitu gelisah sekali.

"Ah nggak kok cuma perasaan saja sedikit tidak enak." jawab Arya.

"Kadang firasat ini membuat kita gelisah dan tidak bisa tidur dengan benar, mungkin karena efek kau jatuh cinta kepada gadis itu kali." Nolan malah menggoda Arya.

"Bocah sialan!" Arya menggerutu kesal dan dia tidak ingin berbicara lagi.

Nolan tertawa keras dan dia agak berlari karena takut nanti akan kena marah oleh Arya, padahal Arya sedang serius karena dia merasakan malam ini terasa begitu berbeda sekali seolah ada sesuatu yang kemungkinan besar akan terjadi di desa mereka. namun Arya berusaha keras untuk menepis perasaan itu, sebab Dia juga masih tidak paham kenapa perasaan itu bisa timbul di dalam hati dia sekarang.

...****************...

"Loh mana perangkap ikan ini kok malah semakin jauh saja." Paimin jadi bingung dan dia berusaha untuk mengambil bubu itu.

Setelah berjalan agak jauh di dalam rawa maka dia berhasil mendapatkan bubu yang telah dia pasang dengan umpan sawit, sebab biasanya lele atau bahkan ikan lain menyukai sawit itu dan masuk ke dalam perangkap sehingga Paimin mendapatkan banyak ikan ketika pagi mengambil perangkap ikan tersebut.

"Oh ini dia perangkap ikan yang aku cari, kok enteng sekali ini dan ternyata tidak ada ikan." Paimin mengeluh karena perangkap ikan yang dia pasang sudah kosong.

"Ah ini pasti ada yang memangsa jadi aku tidak kebagian ikan yang masuk ke dalam perangkat." kesal Paimin.

Namun mata pria tua ini malah melihat sesuatu yang bergerak di dalam bubu itu sehingga dia langsung menyorot menggunakan senter, seketika dia agak kaget ketika melihat ada ular yang bersembunyi di dalam sana, bukan ular itu yang membuat dia kaget namun bentuk dari ular tersebut bergerigi dengan penuh duri sehingga dia merasa aneh.

Buk, Buk.

"Ayo keluar Kau dari dalam bubu ini." Paimin menuang di daratan karena dia penasaran dengan ular itu.

"Pasti Kau yang sudah memakan ikan di dalam perangkap ini ya, dasar ular sialan." Paimin mengambil barang untuk membacok ular tersebut karena merasa kesal saja.

Wuuttt.

"Heee bisa menghindar juga kau ternyata ya." Paimin berseru kaget karena dia melihat ular itu bergerak begitu gesit.

Wuuussssh.

Wuuusssh.

"Hah!"

Paimin berdiri dengan tatapan mata lurus serta mulut terbuka lebar ketika melihat ular itu mengeluarkan asap yang begitu tebal berwarna hitam, hanya dalam sekejap mata maka dia berubah menjadi seorang siluman dengan tubuh penuh dengan duri, terlihat berbentuk manusia namun wajah itu sangat menyeramkan sekali.

"Berani sekali kau mengusik ketenangan yang sudah aku miliki." siluman berduri menatap Paimin penuh dengan kebencian.

"Si...siapa kau?" Paimin sangat ketakutan sekarang.

"Hahahaaaaaa!"

Iblis itu tidak menjawab pertanyaan dari Paimin dan dia justru bergerak cepat dan merobek tepat pada bagian leher, darah menyembur dari luka tersebut sehingga wajah siluman berduri menjadi tambah mengerikan akibat terkena semburan darah yang keluar.

Greeeeeek.

"Akhirnya malam ini aku akan makan dengan sangat lezat." siluman berduri merobek tubuh Paimin untuk mengambil jeroan yang ada di sana.

Tanpa pikir panjang dia segera menghabiskan dan memakan begitu lahap sekali, Paimin sudah tidak bernyawa karena dia meninggal tepat ketika leher itu terkoyak dengan cakar yang begitu tajam, siapa yang akan menyangka bahwa dirinya meninggal dalam keadaan begitu sadis hanya karena ingin mengambil bubu ikan yang telah dirinya pasang.

Selamat pagi, berjumpa lagi dengan cerita autor Novita Jungkook di hari Minggu ini. jangan lupa like dan komentar kalian untuk di cerita baru ya, terima kasih.

Terpopuler

Comments

edelweis🌻

edelweis🌻

udh netes lg mak,semangat ya mak mudah2an dimurahkan rezekinya.bwt s nolan ini msh jomblo apa udh nikah mak?

2026-06-28

2

jeakawa loving❤️

jeakawa loving❤️

kaya nya lebih seru deh soalnya tokoh utama langsung keluar apalagi kalo ada Nolan dan arya beuhhhh makin seru aja,jangan lupa ada bumbu cinta cintaannya ya kk.😃

2026-06-28

3

neni nuraeni

neni nuraeni

akhirnya jebule juga cerita baru Mak,,,, baru baca aja udah deg... deg ser gitu,,,, mana udah ada korban pertama pula,,, andai Arya tak pulang duluan ya,,, mungkin bukan dia korban pertamanya kasian Paimin,, lnjut Mak thorr💪💪😁

2026-06-29

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Siluman berduri
2 Bab 02. mencari sang suami
3 Bab 03. langsung mencari
4 Bab 04. Di kejar cegil
5 Bab 05. Main di rawa
6 Bab 06. Hilang lagi
7 Bab 07. Berusaha mencari
8 Bab 08. Terus mencari
9 Bab 09. Melda
10 Bab 10. Curiga Maharani
11 Bab 11. Firasat panglima ular
12 Bab 12. Perasaan sedih
13 Bab 13. Jejak energi ular
14 Bab 14. Korban lagi
15 Bab 15. Mencari Lena
16 Bab 16. Bakul yang tertinggal
17 Bab 17. Mencari lagi
18 Bab 18. Menemukan Lena
19 Bab 19. Tuduhan Ratu ular
20 Bab 20. Luka yang sama
21 Bab 21. Menguburkan Lena
22 Bab 22. Jebakan Kiara
23 Bab. 23 Sosok yang tidak di sangka
24 Bab 24. Bertemu Bagaskara
25 Bab 25. Sandiwara atau bukan
26 Bab 26. Mencari solusi
27 Bab 27. Sedikit perhatian
28 Bab 28. Bertiga
29 Bab 29. Mencari tau
30 Bab 30. tragedi
31 Bab 31. Semua beda
32 Bab 32. Masih menyerupai
33 Bab 33. Nana palsu
34 Bab 34. Bertemu
35 Bab 35. Pertengkaran
36 Bab 36. Tudung hitam
37 Bab 37. Menggelitik ginjal
38 Bab 38. Anak campuran
39 Bab 39. Nolan tersangka
40 Bab 40. Terluka
41 Bab 41. saling tuduh
42 Bab 42. kisah melda
43 Bab 43. Ingin kasih sayang
44 Bab 44. Tetap tidak mengaku
45 Bab 45. Datang lagi
46 Bab 46. Salah paham
47 Bab 47. Arini
48 Bab 48. Malah ribut
49 Bab 49. Ular sungai kematian
50 Bab 50. Batu kencana wungu
51 Bab 51. Salah Purnama
52 Bab 52. Kabur
53 Bab 53. Info dari Aksara
54 Bab 54. hampir jadi korban
55 Bab 55. Bertempur
56 Bab 56. Cinta Jalak
57 Bab 57. Kanigara vs Purnama
58 Bab 58. Kabut hitam
59 Bab 59. Membujuk Jalak
60 Bab 60. Kelabakan
61 Bab 61. Ketakutan bambang
62 Bab 62. Arwah datang
63 Bab 63. Nana datang
64 Bab 64. Hampir celaka
65 Bab 65. Bertempur sengit
66 Bab 66. Penyiksaan
67 Bab 67. Maharani beraksi
68 Bab 68. Siksaan mengerikan
69 Bab 69. Kemarahan Sukma
70 Bab 70. Membawa ke goa es
71 Bab 71. Derita Bambang
72 Bab 72. penderitaan
73 Bab 73. Rasa panik
74 Bab 74. Debat terus
75 Bab 75. Bertata muka
76 Bab 76. Penderitaan besar
77 Bab 77. Bertemu lawan
78 Bab 78. Akan mempertemukan
79 Bab 79. Kesasar
80 Bab 80. Sukma sedih
81 Bab 81. Firasat
82 Bab 82. Penderitaan besar
83 Bab 83. Masih terjebak
84 Bab 84. Bertemu
85 Bab 85. Berhasil keluar
86 Bab 86. Akan segera musnah
87 Bab 87. Pangeran ular
88 Bab 88. ribut
89 Bab 89. keluar
90 Bab 90. Purnama bangga
91 Bab 91. Dendam Arya
92 Bab 92. Sangat kejam
93 Bab 93. Masih ribut
94 Bab 94. Selesai
95 Bab 95. End
96 Bab 96. Sakit Arini
97 Bab 97. Habis
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 01. Siluman berduri
2
Bab 02. mencari sang suami
3
Bab 03. langsung mencari
4
Bab 04. Di kejar cegil
5
Bab 05. Main di rawa
6
Bab 06. Hilang lagi
7
Bab 07. Berusaha mencari
8
Bab 08. Terus mencari
9
Bab 09. Melda
10
Bab 10. Curiga Maharani
11
Bab 11. Firasat panglima ular
12
Bab 12. Perasaan sedih
13
Bab 13. Jejak energi ular
14
Bab 14. Korban lagi
15
Bab 15. Mencari Lena
16
Bab 16. Bakul yang tertinggal
17
Bab 17. Mencari lagi
18
Bab 18. Menemukan Lena
19
Bab 19. Tuduhan Ratu ular
20
Bab 20. Luka yang sama
21
Bab 21. Menguburkan Lena
22
Bab 22. Jebakan Kiara
23
Bab. 23 Sosok yang tidak di sangka
24
Bab 24. Bertemu Bagaskara
25
Bab 25. Sandiwara atau bukan
26
Bab 26. Mencari solusi
27
Bab 27. Sedikit perhatian
28
Bab 28. Bertiga
29
Bab 29. Mencari tau
30
Bab 30. tragedi
31
Bab 31. Semua beda
32
Bab 32. Masih menyerupai
33
Bab 33. Nana palsu
34
Bab 34. Bertemu
35
Bab 35. Pertengkaran
36
Bab 36. Tudung hitam
37
Bab 37. Menggelitik ginjal
38
Bab 38. Anak campuran
39
Bab 39. Nolan tersangka
40
Bab 40. Terluka
41
Bab 41. saling tuduh
42
Bab 42. kisah melda
43
Bab 43. Ingin kasih sayang
44
Bab 44. Tetap tidak mengaku
45
Bab 45. Datang lagi
46
Bab 46. Salah paham
47
Bab 47. Arini
48
Bab 48. Malah ribut
49
Bab 49. Ular sungai kematian
50
Bab 50. Batu kencana wungu
51
Bab 51. Salah Purnama
52
Bab 52. Kabur
53
Bab 53. Info dari Aksara
54
Bab 54. hampir jadi korban
55
Bab 55. Bertempur
56
Bab 56. Cinta Jalak
57
Bab 57. Kanigara vs Purnama
58
Bab 58. Kabut hitam
59
Bab 59. Membujuk Jalak
60
Bab 60. Kelabakan
61
Bab 61. Ketakutan bambang
62
Bab 62. Arwah datang
63
Bab 63. Nana datang
64
Bab 64. Hampir celaka
65
Bab 65. Bertempur sengit
66
Bab 66. Penyiksaan
67
Bab 67. Maharani beraksi
68
Bab 68. Siksaan mengerikan
69
Bab 69. Kemarahan Sukma
70
Bab 70. Membawa ke goa es
71
Bab 71. Derita Bambang
72
Bab 72. penderitaan
73
Bab 73. Rasa panik
74
Bab 74. Debat terus
75
Bab 75. Bertata muka
76
Bab 76. Penderitaan besar
77
Bab 77. Bertemu lawan
78
Bab 78. Akan mempertemukan
79
Bab 79. Kesasar
80
Bab 80. Sukma sedih
81
Bab 81. Firasat
82
Bab 82. Penderitaan besar
83
Bab 83. Masih terjebak
84
Bab 84. Bertemu
85
Bab 85. Berhasil keluar
86
Bab 86. Akan segera musnah
87
Bab 87. Pangeran ular
88
Bab 88. ribut
89
Bab 89. keluar
90
Bab 90. Purnama bangga
91
Bab 91. Dendam Arya
92
Bab 92. Sangat kejam
93
Bab 93. Masih ribut
94
Bab 94. Selesai
95
Bab 95. End
96
Bab 96. Sakit Arini
97
Bab 97. Habis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!