Bab 03. langsung mencari

Sudah lima hari ini Pak Paimin menghilang dari pandangan mata para warga di sekitar sini, Bu Nur sudah bingung mencari dan para warga juga membantu mencari keberadaan Pak Paimin yang menghilang secara mendadak saja, banyak orang yang berpikir ke mana perginya pergi tua itu sehingga tidak bisa ditemukan sampai saat ini.

Arya dan Nolan yang mendengar kabar bahwa Pak Paimin menghilang dari desa ini maka mereka menjadi kaget, sebab malam itu mereka masih sempat bertemu dengan pria tua tersebut dan bertegur sapa juga, kalau ke mana dia pergi karena sampai sekarang belum ada kabar sama sekali dari orang yang sedang mencari.

Arya tak tinggal diam sehingga dia langsung mencari keberadaan pak Panji juga karena dia takut bila nanti terjadi sesuatu yang tidak baik, tahu sendiri terkadang desa mereka ini muncul sesuatu yang tidak biasa sehingga harus meninggalkan orang yang memahami tentang hal gaib seperti rombongan mereka itu, untuk jadi Arya sengaja langsung mencari ke tempat mereka terakhir bertemu kemarin.

Nolan tetap tidak percaya karena menurut dia tidak ada yang aneh dari rawa-rawa itu dan mereka juga sudah tiba di sana untuk merasakan sendiri tentang kehadiran sosok iblis penunggu rawa itu, Arya merasa curiga saja namun ternyata memang sama sekali tidak ada yang berbeda di rawa tersebut.

Namun saat mereka tiba di rawa itu memang sama sekali tidak ada energi yang berbeda dari arah sana, bahkan Karena untuk memastikan bahwa firasat nya itu tidak salah maka Arya masuk ke dalam rawa dan mencari apa saja yang ada di dalam sana terlebih dahulu.

"Ah terkadang dia juga sangat keras kepala seperti Purnama." keluh Nolan.

Nolan hanya berdiri di pinggir rawa Karena menurut dia memang sama sekali tidak ada yang aneh, yang ada di rawa ini hanya energi ular dan itu tentu saja energi dari mereka berdua sehingga Nolan sama sekali tidak merasa curiga bahwa itu adalah energi dari ular lain.

"Tidak ada apa-apa kan di sana?" Nolan agak berteriak kepada Arya.

"Ya, memang sama sekali tidak ada yang aneh di rawa ini." Arya mengangguk setuju.

"Bisa jadi Pak Paimin itu bukan hilang di rawa ini, kita hanya melihat dia mengambil perangkap ikan saja dan setelah itu kita tidak tahu dia pergi ke mana." jelas Nolan.

Arya menarik nafas panjang karena benar apa yang dikatakan oleh Nolan bahwa mungkin saja Pak Paimin bukan hilang di rawa ini, bisa jadi setelah dia pergi dari sini maka dia mencari tempat lain dan mungkin dia pergi di tempat yang tidak mereka ketahui sama sekali, terbukti ini sekarang mereka mencari di rawa dan tidak menemukan sedikit saja keanehan di tempat itu.

"Mau di bilang karena dia diculik orang juga tidak mungkin karena sudah tua seperti itu." Nolan berkata dengan pelan.

"Takut kalau mendadak saja Dia kena serangan jantung dan meninggal sehingga tidak ada yang tahu." cemas Arya.

"Ya kalau begitu sudah pasti dia meninggal dunia, pasti para warga juga bisa mencium aroma busuk dari bangkai." sanggah Nolan.

"Jadi ke mana dia pergi karena sudah sangat lama dan belum kembali juga?" Arya bertanya dengan nada yang begitu bingung.

"Kalau otak aku malah mengatakan bisa saja dia pergi ke sebuah tempat untuk mencari pesugihan." tebak Nolan dengan penuh percaya diri.

"Hooo karena kau adalah iblis pesugihan jadi otak kau itu selalu saja ke sana setiap ada orang hilang." sewot Arya kepada sang adik ular dia yang satu ini.

Nolan tertawa dan segera berjalan pergi mengikuti Arya yang meninggalkan rawa ini, dia berpikir demikian karena selama ini memang banyak warga yang menghilang dari rumah lalu kemudian datang ke goa untuk meminta pesugihan karena tidak sanggup hidup miskin sehingga terus mendapat hinaan dari para tetangga dan itu tentu saja Nolan sudah begitu hafal.

"Tapi rawa ini memang sangat adem dan juga nyaman." Nolan berkata serius sambil menatap ke sana kemari.

"Kadang yang adem dan juga nyaman itu adalah tempat mematikan." jawab Arya.

"Hahaaaaa tidak ada yang aneh dari rawa ini dan aku yakin tidak ada iblis menunggu rawa tersebut." Nolan berkata dengan sangat yakin.

Tanpa mereka sadari bahwa dari permukaan rawa muncul sebuah kepala dan mata merah menatap mereka, seringai keluar dari bibir siluman berduri itu karena dia memang satu ras dengan kedua ular tersebut sehingga dia sama sekali tidak menimbulkan energi lain ketika tadi Arya datang untuk mencari keberadaan dirinya.

"Hahaaaaa kali ini kalian akan bingung karena aku ada di ras yang sama." siluman berduri tertawa begitu senang.

"Terima kasih Purnama, berkat nama mu yang sangat tenar itu maka aku bisa datang ke tempat ini dan mencari makanan yang sangat banyak." ujar siluman berduri.

"Silahkan kalian cari sampai dapat karena itu tidak akan berguna sama sekali." siluman ular berduri itu berkata dengan penuh percaya diri.

Memang Arya dan Nolan tadi tidak bisa membedakan energi lain sehingga mereka hanya bisa merasakan energi ular saja, tanpa mereka ketahui bahwa itu ada energi ular yang lain namun mereka tidak sadar sehingga beranggapan bahwa itu adalah energi dari mereka berdua.

"Tapi ngomong-ngomong kok tidak ada orang yang memasang perangkat ikan lagi ya, aku sudah sangat lapar dan ingin memakan mereka." ular berduri menatap kesana kemari ingin mencari mangsa.

"Hah Ya sudah aku tunggu saja sampai dapat." siluman itu kembali masuk ke dalam air.

Sama sekali tidak akan ada yang menyangka bahwa rawa kecil itu telah menyimpan siluman yang sangat mematikan dan bisa menghabiskan seluruh warga yang ada di sini, tentu ini semua sangat mengerikan untuk para warga namun mereka masih belum menyadari tentang kehadiran makhluk tersebut karena rawa itu juga sangat kecil sekali.

Wuuusssh.

Wuussssh.

Yang lebih penting lagi terkadang ada juga orang yang pacaran di pinggir rawa itu untuk menikmati suasana malam, terutama untuk yang tidak memiliki dana maka mereka memilih untuk membeli jajan sedikit saja dan duduk di pinggiran rawa tersebut, bila tidak kuat iman maka mereka pasti akan bersetubuh juga di pinggiran sana.

Kalau sudah seperti itu maka hanya akan menjadi makanan dari siluman ular berduri itu saja, namun untuk beberapa waktu terakhir ini masih ada batasan untuk dia karena siluman berduri itu juga takut bila nanti cepat ketahuan oleh ratu ular yang menguasai kawasan desa ini.

Selamat pagi semua para pembaca cerita author Novita Jungkook, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita author ya.

minta pendapat kalian dong sekalian, tumbal pengantin kan udah 80 bab itu, mau selesai atau kalian mau tambahan bab bonus?

Terpopuler

Comments

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

Apa karena iblisnya sama sama ular, sehingga Arya Nolan tidak curiga dan tidak merasakan energi lain selain energi ular yang mereka pikir dari diri mereka masing masing ??

2026-06-30

6

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

Nah kan ....
karena ras mereka sama makanya Arya Nolan tidak merasakan kehadiran ibliss jaahat ini

2026-06-30

3

V3

V3

pantesan Arya dan Nolan TDK merasakan Energi dr Iblis lain , ternyata iblis itu satu ras dg mereka toch 😱😱
ribet ini mah urusannya kalau bgtu 🤦🤦

2026-07-07

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Siluman berduri
2 Bab 02. mencari sang suami
3 Bab 03. langsung mencari
4 Bab 04. Di kejar cegil
5 Bab 05. Main di rawa
6 Bab 06. Hilang lagi
7 Bab 07. Berusaha mencari
8 Bab 08. Terus mencari
9 Bab 09. Melda
10 Bab 10. Curiga Maharani
11 Bab 11. Firasat panglima ular
12 Bab 12. Perasaan sedih
13 Bab 13. Jejak energi ular
14 Bab 14. Korban lagi
15 Bab 15. Mencari Lena
16 Bab 16. Bakul yang tertinggal
17 Bab 17. Mencari lagi
18 Bab 18. Menemukan Lena
19 Bab 19. Tuduhan Ratu ular
20 Bab 20. Luka yang sama
21 Bab 21. Menguburkan Lena
22 Bab 22. Jebakan Kiara
23 Bab. 23 Sosok yang tidak di sangka
24 Bab 24. Bertemu Bagaskara
25 Bab 25. Sandiwara atau bukan
26 Bab 26. Mencari solusi
27 Bab 27. Sedikit perhatian
28 Bab 28. Bertiga
29 Bab 29. Mencari tau
30 Bab 30. tragedi
31 Bab 31. Semua beda
32 Bab 32. Masih menyerupai
33 Bab 33. Nana palsu
34 Bab 34. Bertemu
35 Bab 35. Pertengkaran
36 Bab 36. Tudung hitam
37 Bab 37. Menggelitik ginjal
38 Bab 38. Anak campuran
39 Bab 39. Nolan tersangka
40 Bab 40. Terluka
41 Bab 41. saling tuduh
42 Bab 42. kisah melda
43 Bab 43. Ingin kasih sayang
44 Bab 44. Tetap tidak mengaku
45 Bab 45. Datang lagi
46 Bab 46. Salah paham
47 Bab 47. Arini
48 Bab 48. Malah ribut
49 Bab 49. Ular sungai kematian
50 Bab 50. Batu kencana wungu
51 Bab 51. Salah Purnama
52 Bab 52. Kabur
53 Bab 53. Info dari Aksara
54 Bab 54. hampir jadi korban
55 Bab 55. Bertempur
56 Bab 56. Cinta Jalak
57 Bab 57. Kanigara vs Purnama
58 Bab 58. Kabut hitam
59 Bab 59. Membujuk Jalak
60 Bab 60. Kelabakan
61 Bab 61. Ketakutan bambang
62 Bab 62. Arwah datang
63 Bab 63. Nana datang
64 Bab 64. Hampir celaka
65 Bab 65. Bertempur sengit
66 Bab 66. Penyiksaan
67 Bab 67. Maharani beraksi
68 Bab 68. Siksaan mengerikan
69 Bab 69. Kemarahan Sukma
70 Bab 70. Membawa ke goa es
71 Bab 71. Derita Bambang
72 Bab 72. penderitaan
73 Bab 73. Rasa panik
74 Bab 74. Debat terus
75 Bab 75. Bertata muka
76 Bab 76. Penderitaan besar
77 Bab 77. Bertemu lawan
78 Bab 78. Akan mempertemukan
79 Bab 79. Kesasar
80 Bab 80. Sukma sedih
81 Bab 81. Firasat
82 Bab 82. Penderitaan besar
83 Bab 83. Masih terjebak
84 Bab 84. Bertemu
85 Bab 85. Berhasil keluar
86 Bab 86. Akan segera musnah
87 Bab 87. Pangeran ular
88 Bab 88. ribut
89 Bab 89. keluar
90 Bab 90. Purnama bangga
91 Bab 91. Dendam Arya
92 Bab 92. Sangat kejam
93 Bab 93. Masih ribut
94 Bab 94. Selesai
95 Bab 95. End
96 Bab 96. Sakit Arini
97 Bab 97. Habis
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 01. Siluman berduri
2
Bab 02. mencari sang suami
3
Bab 03. langsung mencari
4
Bab 04. Di kejar cegil
5
Bab 05. Main di rawa
6
Bab 06. Hilang lagi
7
Bab 07. Berusaha mencari
8
Bab 08. Terus mencari
9
Bab 09. Melda
10
Bab 10. Curiga Maharani
11
Bab 11. Firasat panglima ular
12
Bab 12. Perasaan sedih
13
Bab 13. Jejak energi ular
14
Bab 14. Korban lagi
15
Bab 15. Mencari Lena
16
Bab 16. Bakul yang tertinggal
17
Bab 17. Mencari lagi
18
Bab 18. Menemukan Lena
19
Bab 19. Tuduhan Ratu ular
20
Bab 20. Luka yang sama
21
Bab 21. Menguburkan Lena
22
Bab 22. Jebakan Kiara
23
Bab. 23 Sosok yang tidak di sangka
24
Bab 24. Bertemu Bagaskara
25
Bab 25. Sandiwara atau bukan
26
Bab 26. Mencari solusi
27
Bab 27. Sedikit perhatian
28
Bab 28. Bertiga
29
Bab 29. Mencari tau
30
Bab 30. tragedi
31
Bab 31. Semua beda
32
Bab 32. Masih menyerupai
33
Bab 33. Nana palsu
34
Bab 34. Bertemu
35
Bab 35. Pertengkaran
36
Bab 36. Tudung hitam
37
Bab 37. Menggelitik ginjal
38
Bab 38. Anak campuran
39
Bab 39. Nolan tersangka
40
Bab 40. Terluka
41
Bab 41. saling tuduh
42
Bab 42. kisah melda
43
Bab 43. Ingin kasih sayang
44
Bab 44. Tetap tidak mengaku
45
Bab 45. Datang lagi
46
Bab 46. Salah paham
47
Bab 47. Arini
48
Bab 48. Malah ribut
49
Bab 49. Ular sungai kematian
50
Bab 50. Batu kencana wungu
51
Bab 51. Salah Purnama
52
Bab 52. Kabur
53
Bab 53. Info dari Aksara
54
Bab 54. hampir jadi korban
55
Bab 55. Bertempur
56
Bab 56. Cinta Jalak
57
Bab 57. Kanigara vs Purnama
58
Bab 58. Kabut hitam
59
Bab 59. Membujuk Jalak
60
Bab 60. Kelabakan
61
Bab 61. Ketakutan bambang
62
Bab 62. Arwah datang
63
Bab 63. Nana datang
64
Bab 64. Hampir celaka
65
Bab 65. Bertempur sengit
66
Bab 66. Penyiksaan
67
Bab 67. Maharani beraksi
68
Bab 68. Siksaan mengerikan
69
Bab 69. Kemarahan Sukma
70
Bab 70. Membawa ke goa es
71
Bab 71. Derita Bambang
72
Bab 72. penderitaan
73
Bab 73. Rasa panik
74
Bab 74. Debat terus
75
Bab 75. Bertata muka
76
Bab 76. Penderitaan besar
77
Bab 77. Bertemu lawan
78
Bab 78. Akan mempertemukan
79
Bab 79. Kesasar
80
Bab 80. Sukma sedih
81
Bab 81. Firasat
82
Bab 82. Penderitaan besar
83
Bab 83. Masih terjebak
84
Bab 84. Bertemu
85
Bab 85. Berhasil keluar
86
Bab 86. Akan segera musnah
87
Bab 87. Pangeran ular
88
Bab 88. ribut
89
Bab 89. keluar
90
Bab 90. Purnama bangga
91
Bab 91. Dendam Arya
92
Bab 92. Sangat kejam
93
Bab 93. Masih ribut
94
Bab 94. Selesai
95
Bab 95. End
96
Bab 96. Sakit Arini
97
Bab 97. Habis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!