Bab 05. Main di rawa

"Bu aku mau main dulu ya." Nasya berteriak untuk berpamitan kepada sang Ibu.

"Jangan sore sore pulangnya karena ini sudah mau malam loh." Bu Apri memberi pesan kepada sang anak.

"Enggak kok, cuma mau main dekat rawa sana itu saja sama dengan." Lala.

"Oke, nanti sebelum azan Maghrib harus segera pulang karena Ibu tidak mau sampai mencari kamu." pesan Bu Apri kembali.

Nasya segera berlalu pergi karena dia akan bermain dengan Lala, hari ini mereka ada janji bermain dan bocah-bocah memang kerap bermain di dekat rawa itu untuk mencari keong emas dan membakar lalu memakan keong tersebut, selama ini juga begitu dan memang tidak ada korban sama sekali sehingga para orang tua merasa tidak perlu cemas.

Tanpa mereka ketahui bahwa sebenarnya di dalam rawa itu telah tersimpan sesuatu yang sangat mengerikan yang bisa mengincar nyawa mereka semua, Bu Apri juga sama sekali tidak tahu bahwa sang anak bisa dalam bahaya ketika bermain di rawa tersebut karena jin itu tidak akan pernah pandang bulu ketika dia sudah merasa lapar.

Nasya juga tidak memiliki firasat aneh karena anak sekecil itu hanya ingin bermain dan merasakan kegembiraan bersama dengan teman-teman, Lala menyambut kedatangan Nasya sehingga mereka langsung mendatangi rawa tersebut untuk main air dan juga bermain, semua perlengkapan sudah mereka bawa karena nanti akan ada acara masak-memasak kecil seperti anak-anak pada umum nya.

Kegembiraan seperti itu yang membuat para anak kerap kali lupa waktu sehingga kadang sampai malam dan orang tua masih harus mencari keberadaan mereka, namun selama ini mereka bisa pulang dengan selamat tanpa ada luka atau cacat di dalam tubuh ini, jadi para orang tua tidak merasa terlalu khawatir ketika anak pulang malam.

"Jangan terlalu dibebaskan seperti itu bila anak ingin bermain, Mbak." Bu Nur mendatangi Bu Apri yang sedang menyapu halaman itu.

"Mereka cuma main di dekat rawa sana saja kok." Bu Apri menjawab sambil tersenyum manis.

"Aku semenjak Mas Paimin hilang itu jadi serba parno." lirih Bu Nur.

"Tanpa terasa sudah sebulan lebih dia menghilang dan tidak ada kabar seperti ini ya." Bu Apri juga ikut merasakan kesedihan dari tetangga dia ini.

"Iya, bahkan kami sama sekali tidak tahu kabar dia ini antara hidup atau mati." angguk Bu Nur sambil tersenyum miris.

"Apa sebelum dia pergi itu sama sekali tidak ada berpesan sedikit saja?" Apri kembali bertanya dengan perasaan sedih juga.

Bu Nur menggeleng karena saat itu pak Paimin hanya berpamitan akan mengambil wadah ikan, namun sampai sekarang dia tak kunjung kembali sehingga istri yang dia tinggalkan hanya bisa merana seperti ini, polisi juga sudah mencari dan mereka angkat tangan karena tidak menemukan petunjuk walau hanya sedikit saja.

Dukun juga sudah Bu Nur datangi dan bahkan dia juga meminta pertolongan dari Purnama, namun Purnama sama sekali tidak menemukan sedikit saja keberadaan Paimin itu, tentu ini semua menimbulkan keanehan yang begitu besar sehingga pikiran mereka semua sangat runyam dan tidak tahu harus bagaimana untuk mencari keberadaan Paimin itu. sebab sudah ada rasa ingin menyerah di dalam hati Bu Nur, mungkin saja suaminya itu sudah meninggal dunia dan entah ada di mana.

"Kalau firasat aku kuat mengatakan dia dimakan oleh penunggu rawa itu." Bu Nur berkata pelan.

"Ah itu salah sangka saja, nama kan sudah bilang sendiri dan bahkan mereka mencari dengan sangat lihai tapi tidak ada yang aneh dengan rawa itu." Bu Apri berusaha untuk menjelaskan.

"Ya, tapi entah kenapa aku tetap saja merasa yakin dengan firasat ini." ucap Bu Nur kembali.

Bu Apri hanya bisa menarik nafas panjang Karena dia juga tidak ingin berdebat dengan tetangga dia ini, bila memang Bu Nur memiliki anggapan seperti itu maka Ya sudah dan tidak perlu untuk mendebat sampai habis Karena setiap manusia memiliki pikiran masing-masing yang tidak perlu untuk mereka diskusikan dengan sangat yakin.

****************

"Cari keong emas dulu biar bisa kita bakar nanti." Lala sudah menggulung celana yang dia pakai.

"Eh kalian beneran mau masuk ke dalam rawa itu?" Khodijah bertanya kepada Lala.

"Ya kan kita mau cari keong emas jadi ya pasti masuk ke dalam rawa itulah, Dijah!" Lala menjawab sambil merengut.

"Aku tidak ikut masuk rawa itu, nanti kaki aku gatal kena sampah yang ada di dalam sana." Khodijah menggeleng karena dia merasa takut.

"Kalau kamu tidak mau masuk dalam rawa jadi buat saja api di sini ya, biar aku sama Lala yang mencari keong emas." Nasya mengambil keputusan untuk regu mereka.

Khodijah mengangguk karena dia lebih baik membuat api unggun saja agar mereka nanti bisa membakar apa yang telah mereka cari itu, main masak-masakan namun terkadang mereka juga memasak sungguhan untuk di makan ala kadarnya seperti ini, terutama untuk Lala karena anak ini bisa di katakan anak orang tidak punya sehingga bisa memakan apa saja yang ada di depan mata.

"Melihat rawa itu saja aku sudah merinding." Khodijah berkata pelan sambil menghidupkan api kecil.

"Dijah, jangan main api ke mana-mana nanti ya." Bintari yang kebetulan lewat memberi pesan kepada sang anak.

"Iya, Ma!" Khodijah agak berteriak karena jarak mereka yang cukup jauh.

"Pulang sebelum adzan maghrib, nanti kalau Papa tahu pasti dia marah kalau pulang terlalu malam." pesan Bintari kembali dan dia segera melaju pergi dengan motor.

"Aku dapaaat!" Nasya berteriak senang karena dia berhasil mendapatkan keong yang cukup besar.

"Aku jugaaaaaa!"

"Cepat bawa sini biar aku panggang sekarang." Khodijah juga ikut berteriak karena kedua teman sudah mendapatkan keong emas itu.

"Dijah, nanti kasih ini juga ya biar lebih enak keong emas itu." Nasya memberikan keong kepada Khadijah.

"Iih seru sekali ternyata main panggang seperti ini ya." Khodijah terlihat girang karena selama ini dia sering menolak.

"Aku ada bawa nasi juga loh, nanti kita makan sama nasi ya." Lala menunjuk kotak nasi yang dia bawa.

Nasya mengangguk senang dan mereka segera masuk kembali ke dalam rawa itu untuk mencari sesuatu, tangan iblis berduri membelai lembut kaki Nasya namun bocah itu sama sekali tidak menyadari dan beranggapan bahwa itu adalah rumput yang ada di dalam rawa sehingga tidak sengaja terpijak dengan kaki dia, sebab bila sudah seru seperti ini maka para bocah tidak akan memperdulikan keadaan sekitar lagi dan akan terus mencari kesenangan yang ada di depan mata.

Padahal itu adalah hal yang sangat berbahaya karena iblis itu sudah menyeringai dengan sangat puas melihat kaki kecil berwarna putih, namun sengaja dia tidak langsung mengambil karena menurutnya memperhatikan dari dalam dan membelai lembut itu adalah hal yang sangat menyenangkan sekali untuk dia lakukan.

Selamat siang, jangan lupa like dan komentar kalian semua buat cerita autor Novita Jungkook yang cantik ini ya.

Terpopuler

Comments

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ☠️⃝𝓢𝓾𝓼ͫ𝔀ͣ𝓪ͬ𝓽𝓲ᷤ🍻

Ibliss kali ini apa "kekuatannya" seperti Hantu Jagung? yang keberadaannya saja susahh dienduss purnama dan arya?

2026-06-30

3

FiaNasa

FiaNasa

mungkin dr nasya n Lala inilah nanti akan terungkap dirawat itu ada iblisnya,,kan klau mereka berdua dimakan ada Khadijah yg tau lalu bercerita pada bintari

2026-06-30

1

jeakawa loving❤️

jeakawa loving❤️

gila dia iblis macam mana pula udah gt jngn jangan dia iblis pedofil lgi🤣 jangan sampe lah Khodijah jadi mangsa entep wae SG loro mh jdi mngsa ge😄

2026-06-30

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 01. Siluman berduri
2 Bab 02. mencari sang suami
3 Bab 03. langsung mencari
4 Bab 04. Di kejar cegil
5 Bab 05. Main di rawa
6 Bab 06. Hilang lagi
7 Bab 07. Berusaha mencari
8 Bab 08. Terus mencari
9 Bab 09. Melda
10 Bab 10. Curiga Maharani
11 Bab 11. Firasat panglima ular
12 Bab 12. Perasaan sedih
13 Bab 13. Jejak energi ular
14 Bab 14. Korban lagi
15 Bab 15. Mencari Lena
16 Bab 16. Bakul yang tertinggal
17 Bab 17. Mencari lagi
18 Bab 18. Menemukan Lena
19 Bab 19. Tuduhan Ratu ular
20 Bab 20. Luka yang sama
21 Bab 21. Menguburkan Lena
22 Bab 22. Jebakan Kiara
23 Bab. 23 Sosok yang tidak di sangka
24 Bab 24. Bertemu Bagaskara
25 Bab 25. Sandiwara atau bukan
26 Bab 26. Mencari solusi
27 Bab 27. Sedikit perhatian
28 Bab 28. Bertiga
29 Bab 29. Mencari tau
30 Bab 30. tragedi
31 Bab 31. Semua beda
32 Bab 32. Masih menyerupai
33 Bab 33. Nana palsu
34 Bab 34. Bertemu
35 Bab 35. Pertengkaran
36 Bab 36. Tudung hitam
37 Bab 37. Menggelitik ginjal
38 Bab 38. Anak campuran
39 Bab 39. Nolan tersangka
40 Bab 40. Terluka
41 Bab 41. saling tuduh
42 Bab 42. kisah melda
43 Bab 43. Ingin kasih sayang
44 Bab 44. Tetap tidak mengaku
45 Bab 45. Datang lagi
46 Bab 46. Salah paham
47 Bab 47. Arini
48 Bab 48. Malah ribut
49 Bab 49. Ular sungai kematian
50 Bab 50. Batu kencana wungu
51 Bab 51. Salah Purnama
52 Bab 52. Kabur
53 Bab 53. Info dari Aksara
54 Bab 54. hampir jadi korban
55 Bab 55. Bertempur
56 Bab 56. Cinta Jalak
57 Bab 57. Kanigara vs Purnama
58 Bab 58. Kabut hitam
59 Bab 59. Membujuk Jalak
60 Bab 60. Kelabakan
61 Bab 61. Ketakutan bambang
62 Bab 62. Arwah datang
63 Bab 63. Nana datang
64 Bab 64. Hampir celaka
65 Bab 65. Bertempur sengit
66 Bab 66. Penyiksaan
67 Bab 67. Maharani beraksi
68 Bab 68. Siksaan mengerikan
69 Bab 69. Kemarahan Sukma
70 Bab 70. Membawa ke goa es
71 Bab 71. Derita Bambang
72 Bab 72. penderitaan
73 Bab 73. Rasa panik
74 Bab 74. Debat terus
75 Bab 75. Bertata muka
76 Bab 76. Penderitaan besar
77 Bab 77. Bertemu lawan
78 Bab 78. Akan mempertemukan
79 Bab 79. Kesasar
80 Bab 80. Sukma sedih
81 Bab 81. Firasat
82 Bab 82. Penderitaan besar
83 Bab 83. Masih terjebak
84 Bab 84. Bertemu
85 Bab 85. Berhasil keluar
86 Bab 86. Akan segera musnah
87 Bab 87. Pangeran ular
88 Bab 88. ribut
89 Bab 89. keluar
90 Bab 90. Purnama bangga
91 Bab 91. Dendam Arya
92 Bab 92. Sangat kejam
93 Bab 93. Masih ribut
94 Bab 94. Selesai
95 Bab 95. End
96 Bab 96. Sakit Arini
97 Bab 97. Habis
Episodes

Updated 97 Episodes

1
Bab 01. Siluman berduri
2
Bab 02. mencari sang suami
3
Bab 03. langsung mencari
4
Bab 04. Di kejar cegil
5
Bab 05. Main di rawa
6
Bab 06. Hilang lagi
7
Bab 07. Berusaha mencari
8
Bab 08. Terus mencari
9
Bab 09. Melda
10
Bab 10. Curiga Maharani
11
Bab 11. Firasat panglima ular
12
Bab 12. Perasaan sedih
13
Bab 13. Jejak energi ular
14
Bab 14. Korban lagi
15
Bab 15. Mencari Lena
16
Bab 16. Bakul yang tertinggal
17
Bab 17. Mencari lagi
18
Bab 18. Menemukan Lena
19
Bab 19. Tuduhan Ratu ular
20
Bab 20. Luka yang sama
21
Bab 21. Menguburkan Lena
22
Bab 22. Jebakan Kiara
23
Bab. 23 Sosok yang tidak di sangka
24
Bab 24. Bertemu Bagaskara
25
Bab 25. Sandiwara atau bukan
26
Bab 26. Mencari solusi
27
Bab 27. Sedikit perhatian
28
Bab 28. Bertiga
29
Bab 29. Mencari tau
30
Bab 30. tragedi
31
Bab 31. Semua beda
32
Bab 32. Masih menyerupai
33
Bab 33. Nana palsu
34
Bab 34. Bertemu
35
Bab 35. Pertengkaran
36
Bab 36. Tudung hitam
37
Bab 37. Menggelitik ginjal
38
Bab 38. Anak campuran
39
Bab 39. Nolan tersangka
40
Bab 40. Terluka
41
Bab 41. saling tuduh
42
Bab 42. kisah melda
43
Bab 43. Ingin kasih sayang
44
Bab 44. Tetap tidak mengaku
45
Bab 45. Datang lagi
46
Bab 46. Salah paham
47
Bab 47. Arini
48
Bab 48. Malah ribut
49
Bab 49. Ular sungai kematian
50
Bab 50. Batu kencana wungu
51
Bab 51. Salah Purnama
52
Bab 52. Kabur
53
Bab 53. Info dari Aksara
54
Bab 54. hampir jadi korban
55
Bab 55. Bertempur
56
Bab 56. Cinta Jalak
57
Bab 57. Kanigara vs Purnama
58
Bab 58. Kabut hitam
59
Bab 59. Membujuk Jalak
60
Bab 60. Kelabakan
61
Bab 61. Ketakutan bambang
62
Bab 62. Arwah datang
63
Bab 63. Nana datang
64
Bab 64. Hampir celaka
65
Bab 65. Bertempur sengit
66
Bab 66. Penyiksaan
67
Bab 67. Maharani beraksi
68
Bab 68. Siksaan mengerikan
69
Bab 69. Kemarahan Sukma
70
Bab 70. Membawa ke goa es
71
Bab 71. Derita Bambang
72
Bab 72. penderitaan
73
Bab 73. Rasa panik
74
Bab 74. Debat terus
75
Bab 75. Bertata muka
76
Bab 76. Penderitaan besar
77
Bab 77. Bertemu lawan
78
Bab 78. Akan mempertemukan
79
Bab 79. Kesasar
80
Bab 80. Sukma sedih
81
Bab 81. Firasat
82
Bab 82. Penderitaan besar
83
Bab 83. Masih terjebak
84
Bab 84. Bertemu
85
Bab 85. Berhasil keluar
86
Bab 86. Akan segera musnah
87
Bab 87. Pangeran ular
88
Bab 88. ribut
89
Bab 89. keluar
90
Bab 90. Purnama bangga
91
Bab 91. Dendam Arya
92
Bab 92. Sangat kejam
93
Bab 93. Masih ribut
94
Bab 94. Selesai
95
Bab 95. End
96
Bab 96. Sakit Arini
97
Bab 97. Habis

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!