Episode 4

Bab 4

Pagi di rumah Wiratama dimulai dengan kepanikan yang ditahan agar tidak terlihat seperti kepanikan.

Maya tertidur terlalu dalam.

Dokter keluarga datang sebelum pukul enam. Mbak Sari mondar-mandir dari dapur ke lantai dua. Dinda berdiri di depan kamar ibunya dengan wajah pucat, rambutnya belum tertata, tetapi piyamanya tetap rapi. Baskara beberapa kali melihat jam, lalu melihat ponsel, lalu menghela napas.

Rapat video dengan keluarga Santoso dijadwalkan pukul tujuh.

Alya keluar dari kamar tepat saat dokter menutup tasnya.

"Tante Maya sakit?" tanyanya.

Baskara menoleh. Wajahnya lelah, tetapi ia tetap berusaha bicara sebagai ayah baik.

"Bukan sakit. Mungkin terlalu lelah."

Dinda menatap Alya dengan curiga. "Mama semalam baik-baik saja."

"Syukurlah kalau begitu," jawab Alya. "Berarti sebentar lagi bangun."

Dokter berdeham pelan. "Efek kantuknya agak kuat. Saya sarankan Ibu Maya tidak dipaksa bangun dulu."

Dinda langsung bertanya, "Efek kantuk?"

Dokter tampak menyesal sudah bicara. Baskara menatapnya tajam.

"Maksud saya, tubuhnya seperti merespons sesuatu. Bisa jadi obat tidur. Tapi tentu perlu pemeriksaan lebih lanjut."

Dinda perlahan menoleh ke Alya.

Alya balas menatap. "Kenapa lihat aku?"

"Tidak," kata Dinda cepat. "Aku hanya..."

"Susu semalam dari kamu, kan?"

Wajah Dinda memucat.

Baskara menatap putri kesayangannya. "Susu apa?"

Dinda membuka mulut, tetapi tidak ada kata yang keluar.

Alya berkata dengan tenang, "Dinda membawakan susu untukku. Aku tidak terbiasa minum susu malam, jadi kuberikan ke Tante Maya. Apa itu masalah?"

Sunyi.

Mbak Sari yang berdiri di ujung koridor menunduk semakin dalam.

Dinda hampir menangis. "Aku tidak memasukkan apa-apa. Aku cuma ambil dari dapur."

Baskara memijat pelipis. "Sudah. Jangan ribut pagi-pagi."

Raka muncul dari tangga dengan kemeja kerja, wajahnya belum sepenuhnya segar. "Ada apa?"

Dinda langsung bergerak mendekat. "Mas, Mama belum bangun. Dokter bilang mungkin karena obat tidur. Padahal aku cuma bawakan susu untuk Kak Alya."

Kalimat itu rapi.

Ia menaruh dirinya sebagai pihak yang tidak tahu apa-apa, sekaligus mengingatkan semua orang bahwa susu itu seharusnya diminum Alya.

Raka menatap Alya.

Alya mengangkat bahu. "Aku tidak minum."

"Kenapa?"

"Tidak suka."

Jawaban itu terlalu sederhana sampai sulit diserang.

Baskara akhirnya berkata, "Kita selesaikan nanti. Rapat dengan keluarga Santoso tidak bisa dibatalkan."

"Tapi Mama..." Dinda menggigit bibir.

"Kamu ikut denganku. Raka juga." Baskara lalu menatap Alya. "Kamu bersiap. Mereka ingin mengenalmu."

Alya mengangguk. "Baik, Pa."

Dinda menoleh cepat. "Kak Alya ikut rapat?"

"Tentu," kata Baskara. "Pembicaraan ini menyangkut dia."

Untuk pertama kali pagi itu, Dinda kehilangan cara tersenyum.

Setengah jam kemudian, mereka duduk di ruang kerja besar Baskara. Layar televisi di dinding menyala. Di sana tampak pasangan paruh baya dari keluarga Santoso dan seorang pria muda yang duduk dengan malas, seolah seluruh rapat keluarga hanyalah gangguan pagi.

Kevin Santoso.

Di kehidupan lalu, Alya belajar mengenali suara langkah Kevin dari jauh. Kalau ia pulang mabuk, langkahnya lebih berat. Kalau ia kalah berjudi, ia akan melempar apa pun yang dekat. Kalau ia tersenyum saat masuk rumah, itu biasanya berarti ia sudah memikirkan cara baru untuk menyakiti orang.

Sekarang Kevin masih tampak muda. Rambutnya disisir rapi, jasnya mahal, senyumnya sombong.

"Jadi ini Alya?" tanya Bu Santoso dari layar.

Baskara tersenyum. "Iya. Baru semalam tiba dari Yogyakarta."

Kevin mencondongkan badan. Matanya menyapu Alya dari wajah sampai tangan. Terlalu terang-terangan.

"Lebih cantik dari foto," katanya.

Dinda yang duduk di samping Alya menggenggam tangannya sendiri.

Alya tidak menjawab.

Pak Santoso tertawa. "Anak muda memang langsung terang-terangan. Alya, kamu tahu soal pembicaraan keluarga kita?"

"Belum banyak, Pak."

"Tidak apa-apa. Dulu ayahmu dan saya pernah bicara. Keluarga Wiratama dan Santoso akan lebih kuat kalau terikat pernikahan."

Dinda menunduk, tetapi sudut matanya mengawasi Alya.

Baskara menyambung, "Tentu ini masih pembicaraan awal. Alya juga baru pulang."

Kevin tersenyum miring. "Aku tidak keberatan menunggu. Tapi jangan terlalu lama. Aku tidak suka hal yang menggantung."

Alya akhirnya tersenyum. "Kebetulan saya juga tidak suka."

Kevin tampak tertarik. "Oh ya?"

"Iya. Kalau ada pembicaraan pernikahan, saya ingin tahu syaratnya jelas."

Raka menoleh tajam. "Alya."

Baskara juga tampak terkejut, tetapi Pak Santoso justru tertawa puas.

"Praktis. Bagus. Gadis seperti ini cocok jadi menantu keluarga bisnis."

Alya melanjutkan, "Jika keluarga ingin mengikat dua perusahaan, tentu yang dibicarakan bukan hanya nama baik. Ada hak, kewajiban, perlindungan, dan kompensasi."

Bu Santoso mengangkat alis. "Kompensasi?"

"Saya tidak dibesarkan keluarga Wiratama selama delapan belas tahun. Kalau tiba-tiba diminta membawa nama keluarga dalam pernikahan bisnis, saya perlu tahu apa yang dijamin untuk saya."

Ruang kerja menjadi hening.

Dinda tampak tidak percaya. Di matanya, Alya mungkin terlihat seperti gadis kampung yang tiba-tiba meminta harga.

Kevin tertawa. "Kamu minta berapa?"

Alya menatapnya. "Mas Kevin menganggap pernikahan bisa dibeli?"

Tawa Kevin berhenti.

Raka hampir tersenyum, tetapi menahannya.

Baskara mengambil alih. "Alya hanya ingin memahami situasi. Dia belum terbiasa dengan cara keluarga besar berbicara."

"Aku justru suka," kata Kevin. "Setidaknya dia tidak pura-pura suci."

Alya menatap layar. "Saya juga suka orang jujur. Lebih mudah dihitung bahayanya."

Kevin menyipitkan mata.

Pak Santoso berdeham. "Baik. Kita bisa lanjutkan pembicaraan ini saat makan malam keluarga beberapa hari lagi. Kami akan datang langsung."

Baskara setuju cepat. "Tentu."

Rapat selesai.

Begitu layar mati, Baskara menatap Alya dengan wajah gelap. "Apa maksudmu bicara seperti itu?"

Alya menoleh. "Papa ingin aku diam saja saat orang asing membicarakan pernikahanku?"

"Mereka bukan orang asing. Mereka keluarga Santoso."

"Untukku tetap orang asing."

Baskara membuka mulut, tetapi Raka lebih dulu berkata, "Menurutku Alya tidak salah. Kalau memang menyangkut dia, dia berhak tahu."

Baskara menatap Raka. "Kamu jangan ikut memperkeruh."

Dinda bersuara lembut, "Kak Alya mungkin hanya belum mengerti. Dalam keluarga seperti kita, pernikahan tidak selalu soal perasaan."

Alya menatapnya. "Kamu mengerti?"

Dinda tersentak. "Apa maksud Kakak?"

"Kalau kamu begitu mengerti, kenapa bukan kamu yang menikah dengan Kevin?"

Wajah Dinda langsung pucat.

Raka menunduk, menutup mulutnya dengan tangan.

Baskara membentak, "Alya!"

Alya berdiri. "Aku hanya bertanya. Bukankah Dinda juga anak keluarga ini?"

Tidak ada jawaban.

Karena semua orang tahu jawabannya.

Dinda boleh menikmati status anak keluarga Wiratama, tetapi ketika harus dikorbankan untuk pernikahan bisnis, mereka mencari Alya.

Saat Alya keluar dari ruang kerja, Rafi sudah menunggu di koridor. Ia menyerahkan ponsel.

"Ada pesan dari Eyang."

Alya membaca layar.

Jangan biarkan mereka menjualmu dengan harga murah.

Alya tertawa pelan.

Rafi bertanya, "Apa jawabanmu?"

Alya mengetik singkat.

Tenang, Eyang. Kalau mereka mau menjualku, aku akan membuat mereka membeli kembali hidup mereka sendiri.

Ia mengirim pesan itu, lalu menatap pintu ruang kerja yang tertutup.

Di balik pintu, suara Baskara mulai meninggi. Dinda menangis. Raka membela dengan nada tertahan.

Rumah ini bahkan belum dua puluh empat jam menampungnya.

Namun retakan kedua sudah muncul.

Terpopuler

Comments

Roro Rodhiyah

Roro Rodhiyah

suka sama penyusunan kata katanya, tidak belibet,tidak typo, dan lugas, gampang dimengerti dan bisa langsng masuk keotak dan terciptalah adegan²nya, walopun ini "membaca" bukan "menonton"😄😄 teruskan Thor... maap KLO terlambat bacanya, soalnya baru muncul...😄😄

2026-07-08

4

Jaya Fandi

Jaya Fandi

menarik,,i like it,,💪💪

2026-07-09

1

Tri Septi

Tri Septi

tegas, lugas ... suka 👍👍👍

2026-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!