Bab 99
Pagi pernikahan datang dengan langit bersih.
Halaman rumah Eyang dipenuhi kursi kayu, bunga melati, dan lampu kecil yang belum menyala. Bu Ratna memeriksa makanan seperti komandan. Kesha membawa naskah pidato yang terlalu panjang. Ardi datang dengan batik dan wajah canggung karena tidak membawa berkas.
"Pak, ini pernikahan," kata Alya.
"Saya tahu. Saya merasa aneh tanpa map."
Naya membantu memasang bros kecil di kebaya Alya. Bros itu bukan milik Maya, bukan simbol masa lalu yang berat. Bros baru, sederhana, berbentuk daun.
"Kamu cantik," kata Naya.
"Kamu terdengar seperti Bu Ratna."
"Aku belajar dari yang terbaik."
Baskara menunggu di pintu. Ketika Alya keluar, ia menangis sebelum sempat bicara.
"Papa."
"Maaf."
"Jangan mulai sekarang."
Ia tertawa melalui air mata. "Baik."
Baskara berjalan bersamanya sampai teras, sesuai janji. Di sana ia berhenti.
"Dari sini kamu jalan sendiri."
Alya mengangguk.
Raka dan Arman berdiri di sisi jalur, keduanya berusaha terlihat tidak menangis dan gagal. Naya duduk di barisan depan bersama Bu Ratna. Maya hadir dengan kursi roda, wajahnya pucat tetapi tenang.
Rafi menunggu di ujung halaman.
Alya berjalan sendiri beberapa langkah terakhir.
Bukan karena tidak ada yang menemaninya.
Karena akhirnya ia bisa memilih sendiri ke mana ia menuju.
Langkah terakhir itu terasa lebih panjang daripada jalur dari pintu rumah ke teras. Alya melihat Rafi, lalu melihat wajah-wajah di samping. Raka menangis terang-terangan sekarang, mungkin sudah menyerah. Arman memegang saputangan tapi pura-pura itu untuk debu. Naya berdiri di samping Bu Ratna, mata basah dan senyum gemetar. Kesha mengangkat jempol terlalu tinggi.
Rafi tidak menatap siapa pun selain Alya.
Ketika Alya sampai di hadapannya, ia berkata pelan, "Kamu datang sendiri."
"Aku tidak sendiri."
"Aku tahu."
Penghulu meminta mereka duduk. Prosesi dimulai. Suara di halaman mereda. Bahkan anak-anak Rumah Pelita yang biasanya sulit diam ikut hening, mungkin karena Bu Ratna berdiri di belakang merek…
Pewaris yang Kembali Membalas Luka
Episode 99
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 110 Episodes
Comments