Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci

​Cahaya keemasan yang membubung ke langit malam itu hanya bertahan selama beberapa detik sebelum akhirnya meredup dan lenyap, diserap kembali ke dalam tubuh Lin Tian. Namun, efek yang ditinggalkannya di dalam gubuk kecil itu jauh dari kata selesai.

​Lin Tian jatuh berlutut. Keringat dingin mengucur deras membasahi seluruh pakaiannya yang koyak. Di dalam tubuhnya, rasa sakit yang luar biasa menjalar bagaikan jutaan semut api yang membakar pembuluh darahnya.

​"AARRRGGH!"

Lin Tian mengerang, mencengkeram dadanya.

​Di dalam Dantiannya yang semula kering dan retak, sebuah pusaran energi berwarna hitam-emas tiba-tiba muncul. Pusaran itu berputar dengan kecepatan gila, menciptakan daya hisap yang luar biasa.

​Wuuushhhhhh..

​Energi spiritual (Qi) di sekitar Desa Angin Sepoi—yang biasanya menolak masuk ke tubuh Lin Tian—kini dipaksa tertarik secara brutal. Namun, begitu Qi fana dari Benua Azure itu menyentuh kulit Lin Tian, energi tersebut langsung disaring dengan sangat ketat. Ampas spiritual yang kotor langsung dibakar habis, meninggalkan esensi Qi yang paling murni untuk menempa tulang dan ototnya.

​"TAHAN, Tian'er!

"Jangan biarkan kesadaranmu runtuh!" suara Lin Xiao menggelegar, bergema langsung di dalam pikiran Lin Tian.

​Lin Xiao melangkah maju. Dia mengangkat tangan kanannya, dan dalam sekejap, aura pemabuknya benar-benar lenyap. Jari-jarinya bergerak secepat kilat, mengetuk sembilan titik nadi utama di punggung dan dada Lin Tian. Setiap ketukan melepaskan sepercik energi murni berwarna perak untuk menstabilkan pusaran energi yang mengamuk di tubuh anaknya.

​"Fisik Suci Yang Terbalik adalah berkah sekaligus kutukan," gumam Lin Xiao, matanya menatap tajam pada garis-garis emas yang mulai muncul di bawah kulit Lin Tian.

"Jika di Domain Atas, tubuh ini membutuhkan sumber daya tingkat dewa hanya untuk memulai. Di sub-domain miskin energi seperti ini, kamu harus memeras setiap tetes esensi dari batu roh tingkat tinggi. Beruntung, Ayahmu masih menyisakan sedikit modal untukmu."

​Lin Xiao mengambil batu hitam berbentuk aneh dari kotak kayu tadi. Itu bukan batu biasa, melainkan Batu Roh Esensi Murni dari Domain Atas. Di Benua Azure, batu seperti ini bahkan tidak ada dalam catatan sejarah.

​KRETEK!

​Lin Xiao meremukkan batu itu dengan tangan kosong. Seketika, kabut spiritual berwarna ungu pekat yang sangat padat keluar dan langsung membungkus tubuh Lin Tian.

​Begitu merasakan energi tingkat tinggi ini, tubuh Lin Tian yang awalnya menolak Qi fana langsung bereaksi gembira. Pusaran di Dantiannya melahap kabut ungu tersebut dengan rakus.

​BOOOM!

​Sebuah gelombang energi tak kasatmata meledak dari tubuh Lin Tian, menghempaskan debu dan barang-barang di dalam gubuk.

​Ranah Pengumpulan Qi... Level 1!

Level 2!

Level 3!

​Kultivasi Lin Tian melonjak seperti kuda liar yang lepas dari kekang. Dalam hitungan menit, dia melewati tiga level yang biasanya membutuhkan waktu bertahun-tahun bagi anak-anak di desa untuk mencapainya. Dan lonjakan itu baru berhenti setelah menyentuh Puncak Level 3 Pengumpulan Qi.

​Bersamaan dengan itu, lapisan cairan hitam berbau busuk keluar dari pori-pori kulit Lin Tian—itu adalah kotoran dan racun fana yang selama lima belas tahun ini menyumbat tubuhnya. Proses pembersihan sumsum tulang (Marrow Cleansing) telah selesai.

​Lin Tian membuka matanya. Sepasang manik matanya kini berkilat dengan cahaya keemasan yang samar sebelum kembali normal. Dia menarik napas dalam-dalam, dan untuk pertama kalinya dalam hidup, dia merasa dunianya menjadi begitu jernih. Dia bisa mendengar kepakan sayap nyamuk di sudut ruangan, dan bisa merasakan aliran energi hangat yang mengalir lancar di dalam meridiannya.

​"Aku... aku bisa berkultivasi?"

Lin Tian melihat kedua tangannya yang kini tampak lebih bersih dan berisi. Rasa lemas yang selama ini membebani tubuhnya telah sirna, digantikan oleh kekuatan murni yang meluap-luap.

​"Ini baru permulaan, Fan'er" ucap Lin Xiao,

suaranya kembali terdengar agak lelah. Aura kaisar yang tadi memancar perlahan meredup, dan dia kembali tampak seperti pria paruh baya yang ringkih. Menembus segel tadi rupanya menguras sisa-sisa energi jiwanya yang terluka.

​Lin Tian segera bersujud di depan ayahnya, kepalanya menyentuh lantai kayu.

"Terima kasih, Ayah!"

Anak ini tidak akan mengecewakan pengorbanan Ayah!"

​Lin Xiao tersenyum tipis, lalu duduk kembali di ranjang jeraminya. Dia mengambil botol araknya, namun tidak meminumnya.

"Cincin perunggu di jarimu di sebut Cincin Ruang Angkasa Roh Abadi."

"Di dalamnya ada teknik kultivasi warisan klan kita, Sutra Sembilan Transformasi Langit. Mulai besok, latih teknik itu dalam diam. Jangan pernah memperlihatkan kekuatan sejatimu di depan orang-orang desa."

​"Meskipun di desa kecil ini tidak ada kultivator kuat, fluktuasi energi yang terlalu mencolok bisa menarik perhatian mata-mata dari sekte besar di Benua Azure, atau bahkan... musuh masa lalu Ayah dari Domain Atas."

​Lin Tian mengangguk dengan serius. Dia tahu betul konsep 'pohon yang tinggi akan tumbang oleh angin'. Di dunia yang kejam ini, menyembunyikan kartu AS adalah cara terbaik untuk bertahan hidup.

​"Satu hal lagi," lanjut Lin Xiao,

matanya menyipit. "Ledakan cahaya tadi... meskipun Ayah sudah mencoba mengisolasinya dengan formasi mini, fluktuasi energinya pasti sempat bocor ke luar gubuk. Besok, kemungkinan besar akan ada orang yang datang menyelidiki."

​Baru saja Lin Xiao menyelesaikan kalimatnya, dari arah luar gubuk—di kejauhan jalan desa—terdengar suara langkah kaki beberapa orang yang berjalan tergesa-gesa, diiringi suara teriakan yang kasar.

​"Hei! Pemabuk Lin!"

"Keluar kau!"

"Aku melihat ada cahaya aneh jatuh di sekitar gubuk rongsokanmu ini!"

​Lin Tian mengenali suara itu. Itu adalah suara Gu Chen, putra dari kepala desa Desa Angin Sepoi, seorang jenius lokal berusia tujuh belas tahun yang terkenal angkuh karena sudah mencapai Level 4 Pengumpulan Qi.

Terpopuler

Comments

Nanik S

Nanik S

Sungguh menarik.. semoga cerita ini tambah hidup

2026-08-26

0

yos helmi

yos helmi

🙏🙏🙏🙏🙏

2026-08-09

0

Aman Wijaya

Aman Wijaya

lanjut terus Thor

2026-07-23

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Api dalam Abu
2 Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3 Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4 Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5 Bab 5: Badai di Pagi Hari
6 Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7 Bab 7: Menebas Angkuh
8 Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9 Bab 9: Hutan Kematian
10 Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11 Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12 Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13 Bab 13: Alkimia Pertama
14 Bab 14: Token Pedang Azure
15 Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16 Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17 Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18 Bab 18: BAKAT EMAS
19 Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20 Bab 20: Panggung Maut
21 Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22 Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23 Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24 Bab 24: Puncak Azure Heaven
25 Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26 Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27 Bab 27: Arena Pembuktian
28 Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29 Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30 Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31 Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32 Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33 Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34 Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35 Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36 Bab 36: Jejak yang Terhapus
37 Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38 Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39 Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40 Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41 Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42 Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43 Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44 Bab 44: Tiga Langkah Naga
45 Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46 Bab 46: kepulangan Lin Tian
47 Bab 47: Panggung yang Membara
48 Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49 Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50 Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51 Bab 51: Badai di Tribun Utama
52 Bab 52: Undian Babak Utama
53 Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54 Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55 Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56 Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57 Bab 57: Badai Silsilah Darah
58 Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59 Bab 59: Menuju Empat Besar
60 Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61 61: Panggung Puncak
62 Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63 Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64 Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65 Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66 Bab 66: Guntur yang Padam
67 Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68 68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69 Bab 69: Badai di Ibu Kota
70 Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71 Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72 Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73 Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74 Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75 Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76 Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77 Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78 Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79 Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80 Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81 Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82 Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83 83: Warisan keluarga
84 Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85 Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86 Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87 Bab 87: Panggung Baru
88 Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89 Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90 Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91 Bab 91: Tambang Batu Darah
92 Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93 93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94 94: Pembebasan Budak Tambang
95 Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96 96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97 97: Menyusup ke Sarang Umpan
98 Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99 Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100 100: Blackline City
101 Bab 101: Celah Tulang Naga
102 Bab 102: Menembus Celah Spasial
103 Bab 103: langkah awal
104 Bab 104: Kota Gunung Hijau
105 Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106 Bab 106: Zhao Chen
107 Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108 Bab 108: Pengakuan puncak
109 Bab 109: Puncak Ketujuh
110 Bab 110: Tugas Pertama
111 Bab 111: Pertarungan di Lembah
112 112: kematian Zhao Chen
113 Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114 Bab 114: Rahasia lantai 4
115 Bab 115: Kompetisi antar puncak
116 Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117 Bab 117: Lu Chen
118 Bab 118: Pembantaian
119 Bab 119: Gu Yuan
120 Bab 120: Rencana Gila
121 Bab 121: Puncak pertama
122 Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123 Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124 Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125 Bab 125: Jurang Api Tiran
126 Bab 126: Pengepungan Musuh
127 Bab 127: Pertempuran Berdarah
128 Bab 128: Kematian Sang Tiran
129 129: Firasat Penatua Mo
130 Bab 130: Sorak Kemenangan
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1: Api dalam Abu
2
Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3
Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4
Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5
Bab 5: Badai di Pagi Hari
6
Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7
Bab 7: Menebas Angkuh
8
Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9
Bab 9: Hutan Kematian
10
Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11
Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12
Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13
Bab 13: Alkimia Pertama
14
Bab 14: Token Pedang Azure
15
Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16
Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17
Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18
Bab 18: BAKAT EMAS
19
Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20
Bab 20: Panggung Maut
21
Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22
Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23
Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24
Bab 24: Puncak Azure Heaven
25
Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26
Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27
Bab 27: Arena Pembuktian
28
Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29
Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30
Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31
Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32
Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33
Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34
Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35
Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36
Bab 36: Jejak yang Terhapus
37
Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38
Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39
Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40
Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41
Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42
Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43
Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44
Bab 44: Tiga Langkah Naga
45
Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46
Bab 46: kepulangan Lin Tian
47
Bab 47: Panggung yang Membara
48
Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49
Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50
Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51
Bab 51: Badai di Tribun Utama
52
Bab 52: Undian Babak Utama
53
Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54
Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55
Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56
Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57
Bab 57: Badai Silsilah Darah
58
Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59
Bab 59: Menuju Empat Besar
60
Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61
61: Panggung Puncak
62
Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63
Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64
Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65
Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66
Bab 66: Guntur yang Padam
67
Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68
68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69
Bab 69: Badai di Ibu Kota
70
Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71
Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72
Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73
Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74
Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75
Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76
Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77
Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78
Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79
Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80
Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81
Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82
Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83
83: Warisan keluarga
84
Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85
Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86
Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87
Bab 87: Panggung Baru
88
Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89
Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90
Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91
Bab 91: Tambang Batu Darah
92
Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93
93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94
94: Pembebasan Budak Tambang
95
Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96
96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97
97: Menyusup ke Sarang Umpan
98
Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99
Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100
100: Blackline City
101
Bab 101: Celah Tulang Naga
102
Bab 102: Menembus Celah Spasial
103
Bab 103: langkah awal
104
Bab 104: Kota Gunung Hijau
105
Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106
Bab 106: Zhao Chen
107
Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108
Bab 108: Pengakuan puncak
109
Bab 109: Puncak Ketujuh
110
Bab 110: Tugas Pertama
111
Bab 111: Pertarungan di Lembah
112
112: kematian Zhao Chen
113
Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114
Bab 114: Rahasia lantai 4
115
Bab 115: Kompetisi antar puncak
116
Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117
Bab 117: Lu Chen
118
Bab 118: Pembantaian
119
Bab 119: Gu Yuan
120
Bab 120: Rencana Gila
121
Bab 121: Puncak pertama
122
Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123
Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124
Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125
Bab 125: Jurang Api Tiran
126
Bab 126: Pengepungan Musuh
127
Bab 127: Pertempuran Berdarah
128
Bab 128: Kematian Sang Tiran
129
129: Firasat Penatua Mo
130
Bab 130: Sorak Kemenangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!