GOD OF MARTIAL

GOD OF MARTIAL

Bab 1: Api dalam Abu

Benua Azure

Desa Angin Sepoi terletak di wilayah selatan di Benua Azure. Desa paling terpencil di antara Semua wilayah nya. Di balik hutan yang rindang menyimpan suasana khas desa pinggiran.

​Kita fokus ke Sebuah gubuk reyot jika di lihat seperti tak ada penghuni. Inilah tempat tinggal keluara Lin. Malam itu Di dalam gubuk, tercium bau arak murah yang menyengat bercampur dengan aroma tanaman obat kering.

Terlihat ​seorang remaja berusia lima belas tahun bernama Lin Tian sedang berlutut di depan tungku batu. Wajahnya yang pucat dan tubuhnya yang kurus legam terkena asap jelaga. Dengan napas yang agak terengah-engah, dia mengipas api kecil yang sedang memanaskan sebuah kuali tanah liat berisi ramuan obat herbal.

​Lin Tian terlahir dengan fisik yang lemah. Di dunia di mana kekuatan adalah segalanya, di mana anak-anak seumurnya di desa sudah berhasil mencapai Level 2 atau 3 Ranah Pengumpulan Qi, Lin Tian bahkan belum bisa merasakan energi spiritual alam (Qi) di sekitarnya. Dantiannya terasa seperti kolam kering yang retak.

​"Uhuk... uhuk..."

​Sebuah suara batuk berat terdengar dari atas ranjang jerami di sudut ruangan. Seorang pria paruh baya dengan pakaian compang-camping dan janggut berantakan bergerak gelisah. Di tangannya, sebuah botol labu berisi arak masih digenggam erat. Dia adalah Lin Xiao, ayah Lin Tian.

​Bagi seluruh penduduk Desa Angin Sepoi, Lin Xiao hanyalah seorang pemabuk tidak berguna yang menumpang hidup dari hasil jerih payah anaknya yang cacat.

​"Ayah"

"minumlah obat ini selagi hangat. Ini bisa meredakan nyeri di dadamu," ucap Lin Tian lembut

sambil membawa mangkuk tanah liat berisi cairan hitam pekat yang pahit.

​Lin Xiao membuka matanya yang merah dan sayu. Dia menatap putranya, lalu meraih mangkuk itu dengan tangan yang gemetar dan meminumnya dalam sekali teguk. Setelah itu, dia kembali terkekeh pahit, membuka sumbat botol araknya, dan menenggaknya lagi.

​"Obat ini... tidak ada gunanya, Tian'er," gumam Lin Xiao dengan suara serak.

"Hanya membuang-buang uang dan tenagamu yang berharga."

​Lin Tian hanya tersenyum tipis, menyembunyikan rasa perih di hatinya.

"Selama bisa membuat Ayah merasa lebih baik, itu tidak membuang-buang tenaga."

​Lin Xiao terdiam. Di balik matanya yang mabuk dan sayu, ada kilatan kepedihan yang mendalam yang tidak bisa dipahami oleh anak seusia Lin Tian.

​Penduduk desa tidak ada yang tahu. Bahkan Lin Tian sendiri tidak tahu. Pria compang-camping yang mereka panggil "si pemabuk Lin" ini adalah sosok yang pernah mengguncang Domain Atas—seorang kultivator legendaris yang namanya dulu membuat sekte-sekte raksasa gemetar. Namun, karena sebuah pengkhianatan besar dan pertempuran yang menghancurkan langit, jiwanya terluka parah, basis kultivasinya hancur, dan dia terpaksa melarikan diri ke sub-domain terpencil ini untuk menyembunyikan putranya.

​"Tian'er," panggil Lin Xiao tiba-tiba.

Suaranya malam ini terdengar sedikit berbeda, lebih berat dan sunyi.

​"Iya, Ayah?"

​"Apakah kamu membenciku?"

"Karena kamu terlahir lemah, dan memiliki ayah sepertiku yang hanya tahu cara minum arak?" tanya Lin Xiao Serius

​Lin Tian menghentikan kegiatannya membersihkan tungku. Dia menatap ayahnya lurus-lurus. Meskipun fisiknya lemah, matanya memiliki keteguhan yang luar biasa.

​"Aku tidak pernah membenci Ayah."

"Jika bukan karena Ayah yang merawatku, aku pasti sudah mati kelaparan di musim dingin tahun lalu"

"Mengenai fisikku yang lemah... aku percaya, jika Langit menutup satu jalan, pasti ada jalan lain yang terbuka. Aku hanya belum menemukannya." jawab Lin fan

​Mendengar jawaban itu, tangan Lin Xiao yang memegang botol arak tiba-tiba berhenti gemetar. Untuk pertama kalinya dalam lima belas tahun, tatapan matanya menjadi sangat tajam, sedalam lautan dan setajam pedang abadi, merobek topeng kemabukannya dalam sekejap.

​*Anak ini... jiwanya begitu kokoh meski tubuhnya rapuh. Bakat mentalnya jauh melampaui diriku di masa muda,* batin Lin Xiao berbisik

​Lin Xiao menghela napas panjang. Dia berdiri dari ranjang jeraminya. Gerakannya yang biasa terhuyung-huyung kini mendadak menjadi sangat tegap. Atmosfer di dalam gubuk reyot itu tiba-tiba berubah menjadi sangat dingin dan menekan, membuat Lin Tian kesulitan bernapas tanpa tahu apa yang terjadi.

​"Tian'er, hari ini adalah hari ulang tahunmu yang kelima belas. Di benua ini, ini adalah usia kedewasaan,"

"usia kedewasaan?. Fikir Lin Tian Bingung

ucap Lin Xiao sambil berjalan ke sudut ruangan, menggeser sebuah papan lantai yang longgar, dan mengeluarkan sebuah kotak kayu hitam yang berdebu.

​Lin Tian terbelalak. Dia merasa ayahnya seperti orang yang sama sekali berbeda malam ini.

​Lin Xiao meniup debu di atas kotak itu, lalu membukanya. Di dalamnya, terletak sebuah cincin perunggu kuno yang tampak biasa saja, dan sebuah batu hitam berbentuk aneh yang memancarkan aura dingin.

​"sebenarnya Dantianmu itu tidak rusak, Tian'er."

"Alasan kenapa kamu tidak bisa menyerap Qi fana di Benua Azure ini... adalah karena tubuhmu memiliki Fisik Suci Yang Terbalik (Inverted Sacred Physique). Tubuhmu menolak energi spiritual tingkat rendah yang kotor di tempat ini," ujar Lin Xiao tenang,

namun setiap katanya terdengar seperti petir di telinga Lin Tian.

​"Mak, Maksud ayah gimana?" Lin Tian terbata-bata, jantungnya berdegup kencang.

​Lin Xiao menatap putranya dengan tatapan rumit, antara bangga dan khawatir.

"Dunia ini jauh lebih luas dari apa yang kamu lihat, Tian'er."

"Langit di atas Benua Azure ini hanyalah permulaan"

ia mengambil sebuah kotak kayu terbuat dari bahan tidak di ketahui. Jika orang orang di benua Azure melihat nya maka akan memicu perang untuk merebutkan nya.

"Lihat ini Nak"

"Kotak ini berisi warisan asli dari klan kita, klan yang pernah menguasai wilayah di atas awan."

Seraya membuka kotak tersebut, ​Lin Xiao mengambil cincin perunggu kuno dan melemparkannya ke arah Lin Tian.

"ambil lah, lalu.."

​"Teteskan darahmu di atas cincin itu"

"Malam ini, ayah akan membantumu membuka segel fisikmu."

"Tapi ingat, begitu jalan ini kamu pilih, tidak ada jalan untuk kembali. Kamu akan dikejar oleh badai, darah, dan musuh-musuh yang bisa menghancurkan benua ini dengan satu jentikan jari."

"Apakah kamu siap?"

​Lin Tian menatap cincin di tangannya, lalu menatap ayahnya yang kini memancarkan aura seperti seorang kaisar tak tertandingi. Rasa takut di hatinya lenyap, digantikan oleh kobaran api ambisi yang sudah lama dia pendam dalam diam.

​Tanpa ragu, Lin Tian menggigit jarinya hingga berdarah, lalu menempelkannya ke permukaan cincin perunggu tersebut.

​WUZHHH!

​Seketika itu juga, cahaya keemasan yang menyilaukan meledak dari dalam gubuk kecil itu, membubung lurus menembus atap, membelah awan malam di atas Desa Angin Sepoi!

Terpopuler

Comments

Alia Chans

Alia Chans

Hadir Thor
cerita nya seru, like + bunga🌹 , semangat😉

2026-07-02

2

Nanik S

Nanik S

Hadir Tor.... Awal yang bagus.... karena tidak ada perjodohan di awal dan semogacnya dingin itu akan lebih menarik

2026-08-25

0

🔴༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐

🔴༄⍟Mᷤbᷡah_Atta࿐

Awal cerita sudah bagus 👍👍

2026-07-11

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Api dalam Abu
2 Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3 Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4 Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5 Bab 5: Badai di Pagi Hari
6 Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7 Bab 7: Menebas Angkuh
8 Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9 Bab 9: Hutan Kematian
10 Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11 Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12 Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13 Bab 13: Alkimia Pertama
14 Bab 14: Token Pedang Azure
15 Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16 Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17 Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18 Bab 18: BAKAT EMAS
19 Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20 Bab 20: Panggung Maut
21 Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22 Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23 Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24 Bab 24: Puncak Azure Heaven
25 Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26 Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27 Bab 27: Arena Pembuktian
28 Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29 Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30 Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31 Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32 Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33 Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34 Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35 Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36 Bab 36: Jejak yang Terhapus
37 Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38 Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39 Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40 Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41 Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42 Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43 Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44 Bab 44: Tiga Langkah Naga
45 Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46 Bab 46: kepulangan Lin Tian
47 Bab 47: Panggung yang Membara
48 Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49 Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50 Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51 Bab 51: Badai di Tribun Utama
52 Bab 52: Undian Babak Utama
53 Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54 Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55 Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56 Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57 Bab 57: Badai Silsilah Darah
58 Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59 Bab 59: Menuju Empat Besar
60 Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61 61: Panggung Puncak
62 Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63 Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64 Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65 Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66 Bab 66: Guntur yang Padam
67 Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68 68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69 Bab 69: Badai di Ibu Kota
70 Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71 Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72 Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73 Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74 Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75 Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76 Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77 Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78 Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79 Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80 Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81 Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82 Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83 83: Warisan keluarga
84 Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85 Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86 Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87 Bab 87: Panggung Baru
88 Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89 Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90 Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91 Bab 91: Tambang Batu Darah
92 Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93 93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94 94: Pembebasan Budak Tambang
95 Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96 96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97 97: Menyusup ke Sarang Umpan
98 Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99 Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100 100: Blackline City
101 Bab 101: Celah Tulang Naga
102 Bab 102: Menembus Celah Spasial
103 Bab 103: langkah awal
104 Bab 104: Kota Gunung Hijau
105 Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106 Bab 106: Zhao Chen
107 Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108 Bab 108: Pengakuan puncak
109 Bab 109: Puncak Ketujuh
110 Bab 110: Tugas Pertama
111 Bab 111: Pertarungan di Lembah
112 112: kematian Zhao Chen
113 Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114 Bab 114: Rahasia lantai 4
115 Bab 115: Kompetisi antar puncak
116 Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117 Bab 117: Lu Chen
118 Bab 118: Pembantaian
119 Bab 119: Gu Yuan
120 Bab 120: Rencana Gila
121 Bab 121: Puncak pertama
122 Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123 Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124 Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125 Bab 125: Jurang Api Tiran
126 Bab 126: Pengepungan Musuh
127 Bab 127: Pertempuran Berdarah
128 Bab 128: Kematian Sang Tiran
129 129: Firasat Penatua Mo
130 Bab 130: Sorak Kemenangan
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1: Api dalam Abu
2
Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3
Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4
Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5
Bab 5: Badai di Pagi Hari
6
Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7
Bab 7: Menebas Angkuh
8
Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9
Bab 9: Hutan Kematian
10
Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11
Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12
Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13
Bab 13: Alkimia Pertama
14
Bab 14: Token Pedang Azure
15
Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16
Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17
Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18
Bab 18: BAKAT EMAS
19
Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20
Bab 20: Panggung Maut
21
Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22
Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23
Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24
Bab 24: Puncak Azure Heaven
25
Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26
Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27
Bab 27: Arena Pembuktian
28
Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29
Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30
Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31
Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32
Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33
Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34
Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35
Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36
Bab 36: Jejak yang Terhapus
37
Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38
Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39
Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40
Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41
Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42
Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43
Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44
Bab 44: Tiga Langkah Naga
45
Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46
Bab 46: kepulangan Lin Tian
47
Bab 47: Panggung yang Membara
48
Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49
Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50
Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51
Bab 51: Badai di Tribun Utama
52
Bab 52: Undian Babak Utama
53
Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54
Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55
Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56
Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57
Bab 57: Badai Silsilah Darah
58
Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59
Bab 59: Menuju Empat Besar
60
Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61
61: Panggung Puncak
62
Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63
Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64
Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65
Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66
Bab 66: Guntur yang Padam
67
Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68
68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69
Bab 69: Badai di Ibu Kota
70
Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71
Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72
Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73
Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74
Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75
Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76
Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77
Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78
Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79
Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80
Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81
Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82
Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83
83: Warisan keluarga
84
Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85
Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86
Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87
Bab 87: Panggung Baru
88
Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89
Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90
Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91
Bab 91: Tambang Batu Darah
92
Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93
93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94
94: Pembebasan Budak Tambang
95
Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96
96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97
97: Menyusup ke Sarang Umpan
98
Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99
Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100
100: Blackline City
101
Bab 101: Celah Tulang Naga
102
Bab 102: Menembus Celah Spasial
103
Bab 103: langkah awal
104
Bab 104: Kota Gunung Hijau
105
Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106
Bab 106: Zhao Chen
107
Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108
Bab 108: Pengakuan puncak
109
Bab 109: Puncak Ketujuh
110
Bab 110: Tugas Pertama
111
Bab 111: Pertarungan di Lembah
112
112: kematian Zhao Chen
113
Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114
Bab 114: Rahasia lantai 4
115
Bab 115: Kompetisi antar puncak
116
Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117
Bab 117: Lu Chen
118
Bab 118: Pembantaian
119
Bab 119: Gu Yuan
120
Bab 120: Rencana Gila
121
Bab 121: Puncak pertama
122
Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123
Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124
Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125
Bab 125: Jurang Api Tiran
126
Bab 126: Pengepungan Musuh
127
Bab 127: Pertempuran Berdarah
128
Bab 128: Kematian Sang Tiran
129
129: Firasat Penatua Mo
130
Bab 130: Sorak Kemenangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!