Bab 5: Badai di Pagi Hari

Matahari baru saja menyembul dari ufuk timur, menyiram Desa Angin Sepoi dengan cahaya keemasan yang hangat. Namun, kehangatan itu tidak terasa di pinggiran desa. Atmosfer di sekitar gubuk reyot milik Lin Tian mendadak mencekam dan sedingin es.

BUM! BUM! BUM!

Suara langkah kaki yang berat dan berirama membuat tanah di sekitar gubuk bergetar.

Gu Hong, sang Kepala Desa, berjalan memimpin di depan. Di belakangnya, belasan pengawal klan yang mengenakan armor kulit tipis berbaris dengan senjata terhunus di tangan. Wajah Gu Hong dipenuhi kabut amarah, dan energi spiritual dari Ranah Pengumpulan Qi Level 7 miliknya mengalir keluar tanpa ditahan, membuat daun-daun kering di sekitarnya hancur menjadi abu.

"Lin Xiao! Lin Tian! Keluar kalian berdua, bajingan kecil dan tua!" raung Gu Hong, suaranya menggelegar menggunakan bantuan Qi hingga terdengar ke seluruh penjuru desa.

Penduduk desa yang penasaran mulai berdatangan dan berkumpul di kejauhan. Mereka berbisik-bisik dengan wajah tegang, tahu betul bahwa hari ini, keluarga Lin yang malang berada di ujung tanduk.

Di dalam gubuk, Lin Tian perlahan membuka matanya. Sepasang manik matanya berkilat dengan kilauan perunggu yang samar sebelum akhirnya meredup kembali.

Semalaman penuh dia berkultivasi menggunakan Sutra Sembilan Transformasi Langit. Meskipun belum sepenuhnya menguasai transformasi pertama, kulitnya kini memiliki ketahanan yang jauh lebih kuat, dan fondasi Puncak Level 3 Pengumpulan Qi miliknya telah menjadi sangat kokoh dan stabil.

Lin Tian berdiri, lalu menatap sudut ranjang. Ayahnya masih mendengkur halus, memeluk botol labu araknya seolah teriakan menggelegar di luar gubuk hanyalah angin lalu.

"Ayah, aku keluar dulu," bisik Lin Tian perlahan. Dia tahu ayahnya sengaja membiarkannya menghadapi ini semua untuk membentuk mentalitas bertarungnya.

Dengan langkah tenang namun mantap, Lin Tian berjalan keluar melewati celah pintu yang hancur. Dia berdiri di halaman gubuk, berhadapan langsung dengan belasan pengawal bersenjata dan Gu Hong yang menatapnya seperti harimau kelaparan.

"Lin Tian!" Mata Gu Hong menyipit kejam saat melihat remaja itu keluar sendirian dengan wajah tanpa rasa takut. "Berani-beraninya seekor anjing lumpuh sepertimu melukai putraku hingga jengkal meridiannya retak! Katakan, rahasia apa yang kamu sembunyikan? Serahkan obat spiritual atau harta karun yang kamu curi, lalu patahkan kedua tanganmu sendiri di depanku, maka aku akan membiarkan ayahmu yang pemabuk itu tetap hidup!"

Lin Tian menatap Gu Hong lurus-lurus. Di masa lalu, tekanan dari kultivator Level 7 akan membuatnya berlutut lemas. Namun hari ini, di bawah siraman aura Gu Hong, tubuh Lin Tian justru merespons dengan gembira. Fisik Suci Yang Terbalik di dalam tubuhnya menolak untuk tunduk pada energi fana yang kotor tersebut.

"Kepala Desa Gu, putra Anda yang datang ke gubuk saya tadi malam membawa senjata dan berniat merampok," jawab Lin Tian, suaranya terdengar jernih dan bergema di udara pagi. "Saya hanya membela diri. Jika dia terluka karena kemampuannya yang tidak seberapa, mengapa Anda justru menyalahkan orang lain?"

"Kurang ajar! Beraninya kamu membalas ucapanku!"

Mendengar jawaban Lin Tian yang begitu berani di depan umum, wajah Gu Hong menjadi merah kehitaman karena menahan malu dan amarah.

"Pengawal! Tangkap bocah sialan ini! Patahkan kaki dan tangannya, lalu geledah seluruh gubuk ini sampai tidak tersisa satu papan pun!" perintah Gu Hong dengan kejam.

"Siap, Kepala Desa!"

Dua pengawal bertubuh kekar di Level 4 Pengumpulan Qi langsung melompat maju. Di mata mereka, Lin Tian yang terkenal lemah tidak lebih dari seekor anak ayam yang siap disembelih. Mereka mengayunkan gada kayu berlapis besi di tangan mereka, mengincar kedua lutut Lin Tian dengan kecepatan tinggi.

Wush! Wush!

Menghadapi serangan dari dua orang sekaligus, ekspresi Lin Tian tetap tenang. Dia mengambil napas dalam-dalam. Energi murni di dalam tubuhnya yang berputar lewat jalur Sutra Sembilan Transformasi Langit mendadak dialirkan ke seluruh otot kakinya.

BUM!

Lin Tian melesat maju, meninggalkan jejak tanah yang retak di tempatnya semula berdiri. Kecepatannya begitu gila hingga menciptakan bayangan samar di mata para pengawal tersebut.

"Apa?! Cepat sekali!" salah satu pengawal terbelalak.

Sebelum gada besi itu sempat mendarat, Lin Tian sudah menyusup ke dalam ruang kosong di antara kedua pengawal tersebut. Dengan memutar tubuhnya, dia melayangkan dua pukulan beruntun yang dilapisi Qi murni berwarna keemasan redup.

DUAK! DUAK!

"Aaakh!"

Dua suara patah tulang terdengar jelas. Dua pengawal bertubuh besar itu terlempar ke samping seperti layang-layang putus tali, menghantam tanah dengan keras sambil memegangi dada mereka yang melesap ke dalam. Gada besi mereka terlepas dan menggelinding di kaki Lin Tian.

Suasana di halaman gubuk seketika menjadi sunyi senyap. Penduduk desa yang menonton dari jauh serentak menarik napas dalam-dalam, mata mereka hampir melompat keluar dari kelopaknya.

Lin Tian dengan santai mengibas jubahnya yang berdebu, lalu menatap Gu Hong yang kini wajahnya dipenuhi rasa terkejut yang luar biasa.

"Kepala Desa Gu," ucap Lin Tian datar, sambil melangkah maju satu demi satu. "Pengawalmu terlalu lemah. Mengapa tidak Anda sendiri saja yang maju?"

Terpopuler

Comments

Nanik S

Nanik S

Pengawalnya bikin remuk saja sekalian Gu Hong .. agar malu sebagai kepala desa kalah sama anak kecil

2026-08-26

0

Aman Wijaya

Aman Wijaya

bantai mereka semua Lin Tian

2026-07-23

0

yos helmi

yos helmi

💪💪💪💪💪

2026-08-09

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Api dalam Abu
2 Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3 Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4 Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5 Bab 5: Badai di Pagi Hari
6 Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7 Bab 7: Menebas Angkuh
8 Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9 Bab 9: Hutan Kematian
10 Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11 Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12 Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13 Bab 13: Alkimia Pertama
14 Bab 14: Token Pedang Azure
15 Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16 Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17 Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18 Bab 18: BAKAT EMAS
19 Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20 Bab 20: Panggung Maut
21 Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22 Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23 Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24 Bab 24: Puncak Azure Heaven
25 Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26 Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27 Bab 27: Arena Pembuktian
28 Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29 Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30 Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31 Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32 Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33 Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34 Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35 Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36 Bab 36: Jejak yang Terhapus
37 Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38 Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39 Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40 Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41 Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42 Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43 Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44 Bab 44: Tiga Langkah Naga
45 Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46 Bab 46: kepulangan Lin Tian
47 Bab 47: Panggung yang Membara
48 Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49 Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50 Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51 Bab 51: Badai di Tribun Utama
52 Bab 52: Undian Babak Utama
53 Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54 Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55 Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56 Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57 Bab 57: Badai Silsilah Darah
58 Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59 Bab 59: Menuju Empat Besar
60 Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61 61: Panggung Puncak
62 Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63 Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64 Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65 Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66 Bab 66: Guntur yang Padam
67 Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68 68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69 Bab 69: Badai di Ibu Kota
70 Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71 Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72 Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73 Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74 Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75 Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76 Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77 Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78 Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79 Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80 Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81 Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82 Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83 83: Warisan keluarga
84 Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85 Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86 Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87 Bab 87: Panggung Baru
88 Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89 Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90 Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91 Bab 91: Tambang Batu Darah
92 Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93 93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94 94: Pembebasan Budak Tambang
95 Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96 96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97 97: Menyusup ke Sarang Umpan
98 Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99 Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100 100: Blackline City
101 Bab 101: Celah Tulang Naga
102 Bab 102: Menembus Celah Spasial
103 Bab 103: langkah awal
104 Bab 104: Kota Gunung Hijau
105 Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106 Bab 106: Zhao Chen
107 Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108 Bab 108: Pengakuan puncak
109 Bab 109: Puncak Ketujuh
110 Bab 110: Tugas Pertama
111 Bab 111: Pertarungan di Lembah
112 112: kematian Zhao Chen
113 Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114 Bab 114: Rahasia lantai 4
115 Bab 115: Kompetisi antar puncak
116 Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117 Bab 117: Lu Chen
118 Bab 118: Pembantaian
119 Bab 119: Gu Yuan
120 Bab 120: Rencana Gila
121 Bab 121: Puncak pertama
122 Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123 Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124 Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125 Bab 125: Jurang Api Tiran
126 Bab 126: Pengepungan Musuh
127 Bab 127: Pertempuran Berdarah
128 Bab 128: Kematian Sang Tiran
129 129: Firasat Penatua Mo
130 Bab 130: Sorak Kemenangan
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1: Api dalam Abu
2
Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3
Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4
Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5
Bab 5: Badai di Pagi Hari
6
Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7
Bab 7: Menebas Angkuh
8
Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9
Bab 9: Hutan Kematian
10
Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11
Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12
Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13
Bab 13: Alkimia Pertama
14
Bab 14: Token Pedang Azure
15
Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16
Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17
Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18
Bab 18: BAKAT EMAS
19
Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20
Bab 20: Panggung Maut
21
Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22
Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23
Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24
Bab 24: Puncak Azure Heaven
25
Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26
Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27
Bab 27: Arena Pembuktian
28
Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29
Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30
Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31
Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32
Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33
Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34
Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35
Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36
Bab 36: Jejak yang Terhapus
37
Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38
Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39
Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40
Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41
Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42
Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43
Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44
Bab 44: Tiga Langkah Naga
45
Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46
Bab 46: kepulangan Lin Tian
47
Bab 47: Panggung yang Membara
48
Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49
Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50
Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51
Bab 51: Badai di Tribun Utama
52
Bab 52: Undian Babak Utama
53
Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54
Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55
Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56
Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57
Bab 57: Badai Silsilah Darah
58
Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59
Bab 59: Menuju Empat Besar
60
Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61
61: Panggung Puncak
62
Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63
Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64
Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65
Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66
Bab 66: Guntur yang Padam
67
Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68
68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69
Bab 69: Badai di Ibu Kota
70
Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71
Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72
Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73
Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74
Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75
Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76
Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77
Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78
Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79
Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80
Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81
Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82
Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83
83: Warisan keluarga
84
Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85
Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86
Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87
Bab 87: Panggung Baru
88
Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89
Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90
Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91
Bab 91: Tambang Batu Darah
92
Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93
93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94
94: Pembebasan Budak Tambang
95
Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96
96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97
97: Menyusup ke Sarang Umpan
98
Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99
Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100
100: Blackline City
101
Bab 101: Celah Tulang Naga
102
Bab 102: Menembus Celah Spasial
103
Bab 103: langkah awal
104
Bab 104: Kota Gunung Hijau
105
Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106
Bab 106: Zhao Chen
107
Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108
Bab 108: Pengakuan puncak
109
Bab 109: Puncak Ketujuh
110
Bab 110: Tugas Pertama
111
Bab 111: Pertarungan di Lembah
112
112: kematian Zhao Chen
113
Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114
Bab 114: Rahasia lantai 4
115
Bab 115: Kompetisi antar puncak
116
Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117
Bab 117: Lu Chen
118
Bab 118: Pembantaian
119
Bab 119: Gu Yuan
120
Bab 120: Rencana Gila
121
Bab 121: Puncak pertama
122
Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123
Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124
Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125
Bab 125: Jurang Api Tiran
126
Bab 126: Pengepungan Musuh
127
Bab 127: Pertempuran Berdarah
128
Bab 128: Kematian Sang Tiran
129
129: Firasat Penatua Mo
130
Bab 130: Sorak Kemenangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!