Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit

Dua antek Gu Chen berdiri kaku seperti patung batu. Keringat dingin membasahi punggung mereka saat melihat Tuan Muda mereka, yang biasanya tak tertandingi di desa ini, mengerang kesakitan di atas tanah berlumpur.

"Ka-kamu... bagaimana mungkin?!" salah satu dari mereka menunjuk Lin Tian dengan jari yang gemetar hebat.

Lin Tian tidak menjawab. Dia melangkah perlahan melewati pintu gubuk yang telah hancur, menatap dingin ke arah Gu Chen yang masih berusaha bernapas dengan susah payah. Aura Lin Tian yang tenang justru memberikan tekanan mental yang luar biasa bagi mereka.

"Bawa tuanmu pergi dari sini," ucap Lin Tian, suaranya terdengar datar namun sarat akan ancaman. "Jika kalian berani mengacau di gubuk ini lagi, pukulan berikutnya tidak akan seringan ini."

Mendengar gertakan itu, kedua antek tersebut tidak berani membuang waktu. Mereka segera berlari keluar, membopong tubuh Gu Chen yang terkulai lemas, lalu kabur tunggang-langgang menembus kegelapan malam tanpa berani menoleh ke belakang.

Lin Tian menghela napas panjang. Begitu musuh-musuhnya menghilang dari pandangan, rasa tegang di tubuhnya perlahan mengendur. Dia melihat kepalan tangannya sendiri dengan tatapan takjub.

‘Satu pukulan... Kekuatan Fisik Suci ini benar-benar tidak masuk akal,’ batinnya kagum. Qi miliknya jauh lebih padat daripada Qi biasa, membuat perbedaan satu level kultivasi di ranah bawah seperti tidak ada artinya.

Dia kemudian berbalik dan kembali ke dalam gubuk. Ayahnya, Lin Xiao, masih berbaring memunggungi ruangan, seolah-olah pertarungan hidup dan mati yang baru saja terjadi di depan pintu tidak lebih menarik daripada tidurnya. Namun, Lin Tian tahu betul bahwa ayahnya mengawasi setiap gerakannya.

Tanpa mengganggu tidur ayahnya, Lin Tian duduk bersila di sudut ruangan yang bersih. Dia menyentuh cincin perunggu kuno di jari manisnya. Berkat setetes darahnya tadi, kini ada ikatan spiritual yang kuat antara dirinya dan cincin tersebut.

Dengan memejamkan mata dan memfokuskan pikirannya, kesadaran Lin Tian seolah ditarik masuk ke dalam dimensi ruang rahasia di dalam cincin tersebut. Ruangan itu sangat luas, dipenuhi dengan kabut abu-abu. Di tengah-tengah ruangan, mengambang sebuah gulungan kitab giok yang memancarkan cahaya keemasan kuno.

Di atas gulungan giok itu, tertulis lima huruf besar yang memancarkan tekanan ilahi: SUTRA SEMBILAN TRANSFORMASI LANGIT.

WUZHHH!

Begitu Lin Tian memfokuskan niatnya pada kitab tersebut, gulungan giok itu tiba-tiba hancur menjadi jutaan helai cahaya emas dan melesat masuk ke dalam dahi spiritual Lin Tian. Informasi yang sangat masif langsung membanjiri otaknya, membuat kepalanya terasa berdenyut kencang.

Teknik kultivasi ini terbagi menjadi sembilan tingkat transformasi besar. Setiap kali berhasil menyelesaikan satu transformasi, tubuh, jiwa, dan kualitas Qi penggunanya akan berevolusi ke tingkat yang jauh lebih tinggi.

‘Sangat mengerikan...’ Lin Tian gemetar dalam hati setelah membaca lembaran pertama. ‘Teknik kultivasi biasa di Benua Azure hanya mengajarkan cara menyerap Qi ke dalam Dantian. Tapi Sutra Sembilan Transformasi Langit ini... mengharuskan pengguna mengubah setiap sel, tulang, dan organ tubuh menjadi wadah penyimpanan Qi!’

Artinya, jika kultivator biasa memiliki "kolam" Qi di dalam Dantian mereka, maka Lin Tian, dengan teknik ini, akan mengubah seluruh tubuhnya menjadi "lautan" Qi.

Tanpa menunda waktu, Lin Tian langsung mengikuti instruksi transformasi pertama: Tempaan Kulit Perunggu, Tulang Besi. Dia mulai memutar pusaran energinya, mengalirkan esensi Qi ungu murni yang tersisa dari batu roh ayahnya tadi ke seluruh jalur meridian, lalu memaksanya keluar untuk membasuh setiap helai otot dan jaringan tubuhnya.

Rasa panas seperti dibakar api kembali melanda, namun kali ini Lin Tian menggertakkan giginya erat-erat tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Matanya berkilat penuh tekad.

Sementara itu, di kediaman Kepala Desa Angin Sepoi.

"Apa?! Kalian bilang Chen'er dihantam hingga muntah darah oleh si cacat Lin Tian?!"

Sebuah raungan penuh amarah mengguncang aula rumah yang megah. Seorang pria paruh baya bertubuh kekar dengan pakaian mewah—Gu Hong, Kepala Desa Angin Sepoi sekaligus seorang kultivator Ranah Pengumpulan Qi Level 7—berdiri dari kursinya dengan wajah merah padam.

Di depannya, Gu Chen sedang berbaring di atas dipan dengan wajah pucat, sementara seorang tabib desa sedang sibuk memeriksa nadinya.

"Benar, Kepala Desa! Lin Tian tiba-tiba menjadi sangat kuat. Dia mengalahkan Tuan Muda hanya dengan satu pukulan fisik tanpa menggunakan teknik bela diri apa pun!" lapor salah satu antek dengan gemetar.

Gu Hong mengepalkan tinjunya hingga terdengar suara gemertak tulang. Matanya menyipit kejam. "Satu pukulan? Anak sialan itu pasti menemukan semacam obat mujarab atau warisan kuno di hutan belakang desa! Berani melukai putraku... besok pagi, aku sendiri yang akan meratakan gubuk reyot itu dan merebut apa pun yang dia sembunyikan!"

Terpopuler

Comments

Nanik S

Nanik S

Satu pukulan si Gendut tumbang🤣🤣🤣

2026-08-26

0

Nanik S

Nanik S

Lanjut🙏🙏

2026-08-26

0

yos helmi

yos helmi

🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1: Api dalam Abu
2 Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3 Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4 Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5 Bab 5: Badai di Pagi Hari
6 Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7 Bab 7: Menebas Angkuh
8 Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9 Bab 9: Hutan Kematian
10 Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11 Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12 Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13 Bab 13: Alkimia Pertama
14 Bab 14: Token Pedang Azure
15 Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16 Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17 Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18 Bab 18: BAKAT EMAS
19 Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20 Bab 20: Panggung Maut
21 Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22 Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23 Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24 Bab 24: Puncak Azure Heaven
25 Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26 Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27 Bab 27: Arena Pembuktian
28 Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29 Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30 Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31 Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32 Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33 Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34 Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35 Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36 Bab 36: Jejak yang Terhapus
37 Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38 Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39 Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40 Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41 Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42 Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43 Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44 Bab 44: Tiga Langkah Naga
45 Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46 Bab 46: kepulangan Lin Tian
47 Bab 47: Panggung yang Membara
48 Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49 Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50 Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51 Bab 51: Badai di Tribun Utama
52 Bab 52: Undian Babak Utama
53 Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54 Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55 Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56 Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57 Bab 57: Badai Silsilah Darah
58 Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59 Bab 59: Menuju Empat Besar
60 Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61 61: Panggung Puncak
62 Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63 Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64 Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65 Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66 Bab 66: Guntur yang Padam
67 Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68 68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69 Bab 69: Badai di Ibu Kota
70 Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71 Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72 Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73 Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74 Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75 Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76 Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77 Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78 Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79 Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80 Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81 Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82 Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83 83: Warisan keluarga
84 Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85 Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86 Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87 Bab 87: Panggung Baru
88 Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89 Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90 Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91 Bab 91: Tambang Batu Darah
92 Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93 93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94 94: Pembebasan Budak Tambang
95 Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96 96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97 97: Menyusup ke Sarang Umpan
98 Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99 Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100 100: Blackline City
101 Bab 101: Celah Tulang Naga
102 Bab 102: Menembus Celah Spasial
103 Bab 103: langkah awal
104 Bab 104: Kota Gunung Hijau
105 Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106 Bab 106: Zhao Chen
107 Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108 Bab 108: Pengakuan puncak
109 Bab 109: Puncak Ketujuh
110 Bab 110: Tugas Pertama
111 Bab 111: Pertarungan di Lembah
112 112: kematian Zhao Chen
113 Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114 Bab 114: Rahasia lantai 4
115 Bab 115: Kompetisi antar puncak
116 Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117 Bab 117: Lu Chen
118 Bab 118: Pembantaian
119 Bab 119: Gu Yuan
120 Bab 120: Rencana Gila
121 Bab 121: Puncak pertama
122 Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123 Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124 Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125 Bab 125: Jurang Api Tiran
126 Bab 126: Pengepungan Musuh
127 Bab 127: Pertempuran Berdarah
128 Bab 128: Kematian Sang Tiran
129 129: Firasat Penatua Mo
130 Bab 130: Sorak Kemenangan
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Bab 1: Api dalam Abu
2
Bab 2: Kebangkitan Fisik Suci
3
Bab 3: Menguji Pedang yang Baru Diasah
4
Bab 4: Sutra Sembilan Transformasi Langit
5
Bab 5: Badai di Pagi Hari
6
Bab 6: Menghantam Batu dengan Besi
7
Bab 7: Menebas Angkuh
8
Bab 8: Bayang-Bayang dari Luar Desa
9
Bab 9: Hutan Kematian
10
Bab 10: Pertemuan di Batas Maut
11
Bab 11: Menghadang Cakar Raksasa
12
Bab 12: Mengalahkan Beast tingkat 2
13
Bab 13: Alkimia Pertama
14
Bab 14: Token Pedang Azure
15
Bab 15: Penawaran dari sang Jenius
16
Bab 16: Gerbang Kota Azure Wood dan Ujian Arogansi
17
Bab 17: Ujian Pertama, Batu Penguji Bakat
18
Bab 18: BAKAT EMAS
19
Bab 19: Labirin Ilusi Tujuh Emosi
20
Bab 20: Panggung Maut
21
Bab 21: Tebasan Penghancur Ilusi
22
Bab 22: Puncak Tirani Kuno
23
Bab 23: Pilihan di Ujung Pedang
24
Bab 24: Puncak Azure Heaven
25
Bab 25: Menara Kitab dan Provokasi Baru
26
Bab 26:Teknik Pedang Angin Puyuh
27
Bab 27: Arena Pembuktian
28
Bab 28: Badai Angin Puyuh Emas
29
Bab 29: Mengocok Ulang Peta Kekuatan Puncak
30
Bab 30: Menembus Batas Belenggu
31
Bab 31: Pergerakan Faksi Bayangan
32
Bab 32: Perangkap Bernama Lembah Kabut Darah
33
Bab 33: Membalik Peran Pemburu
34
Bab 34: Membuka Gerbang Neraka
35
Bab 35: Kelahiran Tulang Emas
36
Bab 36: Jejak yang Terhapus
37
Bab 37: Tuduhan Kosong sang Tetua Agung
38
Bab 38: Peta Kuno dan Persiapan Menerobos
39
Bab 39: Perjalanan Menuju Batas Domain
40
Bab 40: Memanen Jiwa di Hutan Pinus
41
Bab 41: Lembah Gerhana Bulan
42
Bab 42: Kompresi Esensi Tertinggi
43
Bab 43: Teknik Pergerakan Dewa
44
Bab 44: Tiga Langkah Naga
45
Bab 45: Puncak Fondasi Melawan Tirani
46
Bab 46: kepulangan Lin Tian
47
Bab 47: Panggung yang Membara
48
Bab 48: Sapuan Badai Tirani
49
Bab 49: Keputusasaan di Atas Panggung
50
Bab 50: Kepalan Tiran Meremukkan Api
51
Bab 51: Badai di Tribun Utama
52
Bab 52: Undian Babak Utama
53
Bab 53: Gemuruh di Atas Panggung Azure Heaven
54
Bab 54: Kebangkitan Jiwa Api Iblis
55
Bab 55: Patahnya Sayap Sang Elang Api
56
Bab 56: Bayang-Bayang Delapan Besar
57
Bab 57: Badai Silsilah Darah
58
Bab 58: Kepunahan Faksi Dalam
59
Bab 59: Menuju Empat Besar
60
Bab 60: Hancurnya Sayap Angin
61
61: Panggung Puncak
62
Bab 62: Terbakarnya Sayap Sang Putri
63
Bab 63: Tebasan Tirani Meremukkan Phoenix
64
Bab 64: Tamu dari Sekte Kekaisaran
65
Bab 65: Tiga Pukulan Tirani
66
Bab 66: Guntur yang Padam
67
Bab 67: Riak dari Wilayah Perbatasan
68
68: Tiga Bulan dalam Keheningan Emas
69
Bab 69: Badai di Ibu Kota
70
Bab 70: Provokasi Lei Zhan
71
Bab 71: Aliansi Para Naga dan Harimau
72
Bab 72: Formasi Sembilan Arena Melayang
73
Bab 73: Pembantaian dalam Tiga Ketukan Waktu
74
Bab 74: Tatapan sang Pangeran Pedang
75
Bab 75: Delapan Puncak Berkumpul
76
Bab 76: Benturan Dua Kekuatan Absolut
77
Bab 77: Runtuhnya Tembaga Vajra
78
Bab 78: Babak Penyaringan Darah
79
Bab 79: Pedang Besar yang Terhunus
80
Bab 80: Guncangan di Singgasana Naga
81
Bab 81: Mahkota sang Tiran Baru
82
Bab 82: Lembah Jatuh Kabut
83
83: Warisan keluarga
84
Bab 84: Pedang Penghancur Surga
85
Bab 85: Cakrawala yang Terbelah
86
Bab 86: Tirai Langit Sembilan Lapisan
87
Bab 87: Panggung Baru
88
Bab 88: Membakar Kota Awan Hitam
89
Bab 89: Peta Langit yang Berdarah
90
Bab 90:Identitas Baru di Balik Topeng Tiran
91
Bab 91: Tambang Batu Darah
92
Bab 92: Pergolakan di Barak Tambang
93
93: Gua Nomor Empat Puluh Tujuh
94
94: Pembebasan Budak Tambang
95
Bab 95: Tarian Pedang Tiran
96
96: Bayangan di Kota Angin Puyuh
97
97: Menyusup ke Sarang Umpan
98
Bab 98: Membuka Kunci Gudang senjata
99
Bab 99: Pembantaian di Lorong Bawah Tanah
100
100: Blackline City
101
Bab 101: Celah Tulang Naga
102
Bab 102: Menembus Celah Spasial
103
Bab 103: langkah awal
104
Bab 104: Kota Gunung Hijau
105
Bab 105: Gejolak di Panggung Bintang
106
Bab 106: Zhao Chen
107
Bab 107: Ujian Pemahaman Pedang Bintang
108
Bab 108: Pengakuan puncak
109
Bab 109: Puncak Ketujuh
110
Bab 110: Tugas Pertama
111
Bab 111: Pertarungan di Lembah
112
112: kematian Zhao Chen
113
Bab 113: Kepulangan ke Puncak Ketujuh
114
Bab 114: Rahasia lantai 4
115
Bab 115: Kompetisi antar puncak
116
Bab 116: Pembukaan Arena Bintang Agung
117
Bab 117: Lu Chen
118
Bab 118: Pembantaian
119
Bab 119: Gu Yuan
120
Bab 120: Rencana Gila
121
Bab 121: Puncak pertama
122
Bab 122: Merobos Batas Kultivasi
123
Bab 123: Menuju Jurang Api Tiran
124
Bab 124: Masuk Rencana Musuh
125
Bab 125: Jurang Api Tiran
126
Bab 126: Pengepungan Musuh
127
Bab 127: Pertempuran Berdarah
128
Bab 128: Kematian Sang Tiran
129
129: Firasat Penatua Mo
130
Bab 130: Sorak Kemenangan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!