Transformasi Sang Ratu

Keheningan di kamar VVIP itu terasa mencekam, hanya diisi oleh suara detak jarum jam yang seolah menghitung waktu bagi Keyra untuk mengambil keputusan hidup dan matinya. Di hadapannya, Devan Alister berdiri tegak seperti sebuah patung marmer yang dingin, menunggu jawaban yang akan mengubah takdir mereka berdua.

Keyra menatap telapak tangannya sendiri. Tangan yang selama tiga tahun terakhir selalu kasar karena terlalu banyak mencuci piring di toko kue, tangan yang dulu ia gunakan untuk memijat bahu lelah Arkan setiap malam setelah pria itu pulang kerja. Semua kelembutan itu kini terasa sia-sia. Pengabdiannya dianggap tidak berharga, dibuang begitu saja hanya karena dia tidak memiliki status sosial yang memadai.

"Aku setuju."

Dua kata itu meluncur lirih dari bibir Keyra, namun terdengar sangat tegas di telinga Devan.

Keyra mengangkat wajahnya, menatap lurus ke mata pria itu. "Aku setuju dengan persyaratanmu. Jadikan aku wanitamu. Berikan aku senjata untuk menghancurkan hidup Arkan. Aku tidak peduli apa anggapan orang di luar sana tentang diriku setelah ini. Yang aku tahu, aku tidak akan membiarkan mereka yang menyakitiku tertawa bahagia di atas penderitaanku."

Sebuah senyum tipis—hampir tak terlihat—muncul di sudut bibir Devan. Ia bukan tipe pria yang akan memberikan kata-kata manis atau pelukan penyemangat. Ia adalah seorang pebisnis, dan dia baru saja mendapatkan kesepakatan yang menguntungkan.

"Keputusan yang cerdas, Keyra," jawab Devan dingin. Ia mengeluarkan ponsel dari saku celananya dan menekan sebuah tombol. "Siapkan semuanya. Bawa tim penata gaya ke Alister Hospital dalam waktu tiga puluh menit."

Tepat tiga puluh menit kemudian, kamar VVIP itu berubah menjadi studio mode yang sibuk. Lusinan orang berpakaian serba hitam—staf asisten Devan, penata rias profesional, penata rambut kelas atas, dan desainer pribadi—masuk ke ruangan dengan membawa belasan koper besar.

Keyra hanya bisa terdiam saat mereka mulai mengerumuninya. Ia merasa seperti boneka yang sedang dipersiapkan untuk sebuah pertunjukan besar.

"Tuan Muda, apakah kita akan mengikuti konsep elegant & lethal untuk Nona Keyra?" tanya kepala penata rias dengan sangat sopan.

Devan yang sedang duduk santai di sofa kulit sambil membaca dokumen perusahaan, hanya mengangguk tanpa menoleh. "Berikan yang terbaik. Pastikan dia tidak lagi terlihat seperti wanita yang bisa diinjak-injak oleh pria rendahan."

Proses transformasi itu berlangsung selama berjam-jam. Keyra merasakan kulitnya dimanjakan dengan produk perawatan wajah yang bahkan tidak pernah ia lihat di pusat perbelanjaan biasa. Rambutnya yang tadinya kusam karena kurang perawatan, kini disulap menjadi mahkota rambut hitam legam yang berkilau sempurna, ditata dengan gaya gelombang yang elegan.

Saat giliran berpakaian, sang desainer mengeluarkan sebuah gaun high-end berwarna midnight blue dengan potongan punggung terbuka dan belahan paha yang tinggi. Bahan sutra premium itu jatuh dengan sempurna di tubuh Keyra, menonjolkan lekuk tubuh yang selama ini tersembunyi di balik seragam pelayan toko yang kedodoran.

"Nona, Anda terlihat seperti dewi," bisik penata rias saat ia memoleskan lipstik berwarna merah marun yang berani di bibir Keyra.

Keyra perlahan berdiri dari kursi. Ia berjalan menuju cermin besar di sudut ruangan. Matanya terbelalak. Sosok yang menatap balik dari cermin itu adalah wanita yang asing, namun terasa sangat kuat. Tidak ada lagi sisa-sisa gadis toko kue yang tampak rapuh dan mudah menangis. Yang ada di depannya adalah seorang wanita dengan aura dingin, penuh percaya diri, dan memiliki tatapan tajam yang mematikan.

Pintu kamar terbuka lagi, dan Devan masuk. Ia berhenti melangkah tepat di belakang Keyra, menatap pantulan gadis itu di cermin.

"Bagus," gumam Devan. "Sekarang, kamu bukan lagi Keyra yang lama. Kamu adalah milikku, dan seluruh dunia akan segera tahu itu."

Devan mendekat, tangannya yang besar dengan lembut melingkari pinggang ramping Keyra. Keyra sempat menegang, namun ia memaksakan diri untuk rileks. Ia tahu ini adalah bagian dari kontrak.

"Mulai hari ini, aku akan membimbingmu," bisik Devan tepat di telinga Keyra, suaranya terasa hangat namun tetap dominan. "Kita akan menghadiri acara lelang amal besok malam. Di sanalah Arkan akan hadir bersama wanita barunya. Aku ingin kamu berdiri tegak di sampingku, tersenyum dengan anggun, dan tunjukkan padanya bahwa dia baru saja melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya."

Keyra menatap matanya sendiri di cermin, lalu menatap bayangan Devan yang berdiri tepat di belakangnya. "Aku siap," ucap Keyra dengan suara yang jauh lebih stabil dan berwibawa daripada sebelumnya.

"Bagus," kata Devan sambil memberikan sebuah kotak beludru hitam kecil. "Pakai ini."

Keyra membuka kotak itu. Di dalamnya terdapat kalung berlian dengan liontin safir biru yang sangat besar, berkilau indah di bawah lampu ruangan. Harganya pasti lebih dari seluruh penghasilan Keyra seumur hidup.

"Ini... terlalu mahal," protes Keyra.

"Ini investasi," potong Devan datar. "Kamu tidak bisa berdiri di samping Devan Alister dengan kalung imitasi. Pakai, dan jangan pernah merasa rendah diri lagi. Kamu sekarang adalah ratu di sisiku."

Dengan tangan sedikit gemetar, Keyra memasang kalung itu. Begitu safir itu melingkar di lehernya, Keyra merasakan perubahan aneh dalam dirinya. Rasa sakit dan dendam yang selama ini menghimpit dadanya seolah terbungkus oleh keanggunan dan kekuatan baru. Ia tidak lagi peduli dengan Arkan yang dulu. Arkan hanyalah masa lalu yang menyedihkan, dan sekarang, Keyra telah menjadi sosok baru yang siap untuk membalas dendam dengan cara yang paling elegan.

"Malam ini, kita beristirahat," perintah Devan seraya melepaskan rangkulannya dan berjalan menuju pintu. "Besok pagi, aku akan mengirimkan asistenku untuk mengajarimu etika berjalan, cara berbicara, dan cara minum anggur yang benar di acara kelas atas. Jangan membuatku malu."

Keyra menatap punggung pria itu saat ia melangkah keluar. Ia sadar, hidupnya telah berubah total dalam waktu kurang dari 24 jam. Ia bukan lagi gadis biasa yang memohon cinta. Ia kini adalah pion yang telah dipromosikan menjadi ratu di tangan seorang raja yang kejam.

Dan untuk pertama kalinya, Keyra merasa hidupnya benar-benar miliknya sendiri.

‘Tunggu aku, Arkan,’ batin Keyra saat ia memutar tubuhnya di depan cermin, menikmati bayangannya yang kini tampak begitu berkilau. ‘Besok, saat kau melihatku, kau tidak akan lagi melihat Keyra yang kau buang. Kau akan melihat wanita yang akan membuat duniamu runtuh perlahan-lahan.’

Keyra mematikan lampu kamar, membiarkan kegelapan menyelimuti ruangan, namun hatinya tidak lagi gelap. Hatinya kini dipenuhi dengan api ambisi yang membara, siap membakar apa pun yang menghalangi jalannya.

Episodes
1 Dicampakkan Setelah Sukses
2 Pertemuan di Bawah Guyuran Hujan
3 Penawaran dari Pria Penguasa
4 Transformasi Sang Ratu
5 Tamparan Tanpa Suara
6 Genggaman Sang Pelindung
7 Langkah Pertama Kehancuran
8 Diambang Kehancuran
9 Panggung Sang Ratu
10 Pengemis di Bawah Kaki
11 Ular yang Kehilangan Bisanya
12 Karma yang Sempurna
13 Bayang-bayang baru
14 Jamuan di Sarang Serigala
15 Benih-benih Intrik
16 Jejak yang Tertinggal
17 Badai yang Mulai Menerjang
18 Panggung Pembalasan
19 Kejatuhan Sang Nona Besar
20 Dermaga Masa Depan
21 Pesta Abad Ini dan Surat Tanpa Nama
22 Altar yang Berdarah
23 Perintah Pengepungan Kota
24 Murka Sang Penguasa
25 Penyerbuan di Pelabuhan Barat
26 Kebenaran di Balik Air Mata
27 Jarak yang Terbentang
28 Bayang-bayang CEO
29 Tamu Tengah Malam
30 Konfrontasi Dua Pria
31 Rencana di Balik Layar
32 Tamu Tak Diundang
33 Jebakan dan Keputusasaan
34 Detik-detik Hilangnya Sang Ratu
35 Panggilan Maut Sang Penculik
36 Konfrontasi di Ujung Maut
37 Badai Pembalasan Sang Penguasa
38 Penjaga dalam Sunyi
39 Hangatnya Perhatian Sang Iblis
40 Tameng Sang Pelindung
41 Istana Rahasia Sang Penguasa
42 Kejutan Manis Dibalik Tirai
43 Runtuhnya Sebuah Dinasti
44 Taman Mawar di Balik Kabut
45 Badai yang Belum Usai
46 Jejak Sang Penghianat
47 Terkepung di Batas Kota
48 Di Bawah Bayang-bayang Maut
49 Pembalasan
50 Buah hati sang penguasa
51 Suami Siaga Tingkat Dewa
52 Pengumuman Ratu Sang CEO
53 Episode 53
54 Detak Kehidupan Pertama
55 Kamar Kecil Si Buah Hati
56 Bikin CEO kelimpungan
57 Emosi Bumil Yang Naik Turun
58 Sensasi Nyidam Jam Tiga Pagi
59 Draft
60 Kejutan Manis Di Usia Tiga Bulan
61 Calon Papa Yg Mulai Posesif
62 Tendangan Pertama Si kecil
63 Borong Perlengkapan Si Kecil
64 Maternity Photoshoot
65 Detik-detik Menjelang Persalinan
66 Perjuangan Melahirkan Buah Hati
67 Tangisan Pertama Devan Kecil
68 Pangeran Kecil Alister Group
69 Papa Bucin vs Bayi Posesif
70 Syukuran Megah Pangeran Kecil Alister Group
71 Senyuman Pertama dan Ancaman Baru
72 Benteng Perlindungan
73 Serangan Balik Sang Penguasa
74 Arka Xavier Si Bayi Muka Dua
75 Posesif Tingkat Dewa
76 Surat Tanpa Nama
77 Perburuan Tanpa Ampun
78 Kejutan Manis Dipulau Pribadi
79 Janji Setia Devan Alister
80 Pesta Meriah Dan Takdir Baru
81 Konflik Baru Dimulai
82 Perang Terbuka
83 Racun dibawah Sinar Rembulan
84 Eksekusi
85 Kebenaran Yang Terkubur
86 Pertempuran Benteng Alister
87 Konfrontasi Puncak
88 Rahasia Lama Yang Terungkap
89 Sebuah Ancaman
90 Eksekusi Puncak Devan Alister
91 Era Baru Dan Ancaman Yg Tersembunyi
92 Kejutan di Balik Senyuman
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Dicampakkan Setelah Sukses
2
Pertemuan di Bawah Guyuran Hujan
3
Penawaran dari Pria Penguasa
4
Transformasi Sang Ratu
5
Tamparan Tanpa Suara
6
Genggaman Sang Pelindung
7
Langkah Pertama Kehancuran
8
Diambang Kehancuran
9
Panggung Sang Ratu
10
Pengemis di Bawah Kaki
11
Ular yang Kehilangan Bisanya
12
Karma yang Sempurna
13
Bayang-bayang baru
14
Jamuan di Sarang Serigala
15
Benih-benih Intrik
16
Jejak yang Tertinggal
17
Badai yang Mulai Menerjang
18
Panggung Pembalasan
19
Kejatuhan Sang Nona Besar
20
Dermaga Masa Depan
21
Pesta Abad Ini dan Surat Tanpa Nama
22
Altar yang Berdarah
23
Perintah Pengepungan Kota
24
Murka Sang Penguasa
25
Penyerbuan di Pelabuhan Barat
26
Kebenaran di Balik Air Mata
27
Jarak yang Terbentang
28
Bayang-bayang CEO
29
Tamu Tengah Malam
30
Konfrontasi Dua Pria
31
Rencana di Balik Layar
32
Tamu Tak Diundang
33
Jebakan dan Keputusasaan
34
Detik-detik Hilangnya Sang Ratu
35
Panggilan Maut Sang Penculik
36
Konfrontasi di Ujung Maut
37
Badai Pembalasan Sang Penguasa
38
Penjaga dalam Sunyi
39
Hangatnya Perhatian Sang Iblis
40
Tameng Sang Pelindung
41
Istana Rahasia Sang Penguasa
42
Kejutan Manis Dibalik Tirai
43
Runtuhnya Sebuah Dinasti
44
Taman Mawar di Balik Kabut
45
Badai yang Belum Usai
46
Jejak Sang Penghianat
47
Terkepung di Batas Kota
48
Di Bawah Bayang-bayang Maut
49
Pembalasan
50
Buah hati sang penguasa
51
Suami Siaga Tingkat Dewa
52
Pengumuman Ratu Sang CEO
53
Episode 53
54
Detak Kehidupan Pertama
55
Kamar Kecil Si Buah Hati
56
Bikin CEO kelimpungan
57
Emosi Bumil Yang Naik Turun
58
Sensasi Nyidam Jam Tiga Pagi
59
Draft
60
Kejutan Manis Di Usia Tiga Bulan
61
Calon Papa Yg Mulai Posesif
62
Tendangan Pertama Si kecil
63
Borong Perlengkapan Si Kecil
64
Maternity Photoshoot
65
Detik-detik Menjelang Persalinan
66
Perjuangan Melahirkan Buah Hati
67
Tangisan Pertama Devan Kecil
68
Pangeran Kecil Alister Group
69
Papa Bucin vs Bayi Posesif
70
Syukuran Megah Pangeran Kecil Alister Group
71
Senyuman Pertama dan Ancaman Baru
72
Benteng Perlindungan
73
Serangan Balik Sang Penguasa
74
Arka Xavier Si Bayi Muka Dua
75
Posesif Tingkat Dewa
76
Surat Tanpa Nama
77
Perburuan Tanpa Ampun
78
Kejutan Manis Dipulau Pribadi
79
Janji Setia Devan Alister
80
Pesta Meriah Dan Takdir Baru
81
Konflik Baru Dimulai
82
Perang Terbuka
83
Racun dibawah Sinar Rembulan
84
Eksekusi
85
Kebenaran Yang Terkubur
86
Pertempuran Benteng Alister
87
Konfrontasi Puncak
88
Rahasia Lama Yang Terungkap
89
Sebuah Ancaman
90
Eksekusi Puncak Devan Alister
91
Era Baru Dan Ancaman Yg Tersembunyi
92
Kejutan di Balik Senyuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!