Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Dicampakkan Setelah Sukses

Alunan musik biola yang romantis mengalun lembut di dalam restoran bintang lima malam itu. Keyra meremas pelan gaun marun sederhana yang dikenakannya, jantungnya berdebar penuh antisipasi. Di hadapannya, duduk Arkan—pria yang telah menemaninya selama tiga tahun terakhir.

Malam ini adalah perayaan hari jadi mereka yang ketiga, sekaligus perayaan atas keberhasilan Arkan yang baru saja resmi diangkat menjadi CEO di perusahaan otomotif terkemuka.

Selama tiga tahun ini, Keyra-lah yang menemani Arkan dari titik nol. Dia yang rela bekerja paruh waktu demi membantu biaya hidup Arkan saat pria itu masih merintis karier, bahkan rela menunda impiannya sendiri.

"Arkan, selamat ya atas jabatan barumu," ucap Keyra tulus, senyum manis terukir di wajahnya yang cantik alami tanpa riasan tebal. "Aku benar-benar bangga sama kamu."

Namun, respons Arkan tidak sesuai bayangan Keyra. Pria tampan berstelan jas mahal itu tidak tersenyum. Tatapannya dingin, bahkan terkesan enggan menatap mata Keyra.

"Keyra, ada hal penting yang harus aku bicarakan," potong Arkan, suaranya terdengar datar dan asing di telinga Keyra.

"Ada apa? Kamu kelihatan serius sekali," tanya Keyra, mulai merasa tidak tenang.

Arkan menarik napas panjang, lalu mengeluarkan sebuah amplop tebal dari dalam jasnya dan menggesernya ke atas meja, tepat di hadapan Keyra. "Di dalam itu ada uang seratus juta rupiah. Ambil lah."

Keyra mengernyitkan dahi, menatap amplop itu lalu beralih ke wajah Arkan. "Uang? Untuk apa, Arkan? Aku tidak sedang butuh uang."

"Itu uang kompensasi, Keyra. Untuk semua hal yang sudah kamu lakukan buat aku selama tiga tahun ini," ujar Arkan tanpa beban. Dia memajukan tubuhnya, menatap Keyra dengan tatapan menilai. "Mari kita akhiri hubungan ini. Kita putus."

Jantung Keyra seolah berhenti berdetak. Suara musik biola di sekitar mereka mendadak senyap, tergantikan oleh dengungan pengang di kepalanya. "Putus? Tapi kenapa? Kita baru saja merayakan kesuksesanmu, Arkan. Kenapa tiba-tiba—"

"Tidak ada yang tiba-tiba, Keyra. Aku sudah memikirkan ini matang-matang," sela Arkan dengan nada sombong yang belum pernah Keyra dengar sebelumnya. "Posisiku sekarang sudah berubah. Aku adalah seorang CEO. Lingkungan sosialku sekarang adalah para pebisnis kelas atas dan ekspatriat."

Arkan menatap gaun murah yang dikenakan Keyra dengan pandangan meremehkan. "Sedangkan kamu? Kamu hanya gadis biasa, karyawan toko kue. Kamu tidak akan bisa mengimbangi duniaku yang sekarang, Keyra. Kamu hanya akan membuatku malu di depan rekan bisnisku."

Air mata yang sejak tadi ditahan Keyra akhirnya luruh juga. Dadanya sesak seperti dihantam batu besar. Rasa sakitnya begitu menghujam, bukan hanya karena dicampakkan, tapi karena alasan dangkal pria yang dulu berjanji akan membahagiakannya jika sudah sukses.

"Jadi... karena aku tidak kaya? Karena aku tidak modis seperti wanita-wanita di duniamu?" suara Keyra bergetar menahan tangis. "Kamu lupa siapa yang menemani kamu saat kamu tidak punya ongkos buat naik bus? Siapa yang memasakkanmu setiap hari saat kamu kelaparan, Arkan?!"

"Cukup, Keyra! Jangan mengungkit masa lalu!" bentak Arkan pelan, wajahnya mengeras karena gengsi didengar pengunjung lain. "Makanya aku berikan uang seratus juta itu! Itu sudah lebih dari cukup untuk membayar semua makanan dan bantuanmu dulu. Jangan serakah."

Sebelum Keyra sempat membalas, terdengar suara ketukan sepatu hak tinggi yang mendekat. Seorang wanita dengan gaun desainer mewah yang sangat seksi tiba-tiba berdiri di samping Arkan, lalu dengan manja menggelayutkan tangannya di lengan Arkan.

"Sayang, sudah selesai bicaranya? Aku sudah bosan menunggu di mobil," ucap wanita itu dengan nada manja yang dibuat-buat. Dia adalah Mentari, anak dari salah satu investor terbesar di perusahaan Arkan.

Arkan langsung melembutkan ekspresinya pada Mentari. "Sudah selesai, Sayang. Ayo kita pergi."

Arkan berdiri dari kursinya, sama sekali tidak menoleh lagi pada Keyra yang dunianya baru saja hancur berkeping-keping. "Ambil uang itu, Keyra. Cari pria yang selevel denganmu. Mulai hari ini, jangan pernah temui aku lagi."

Keyra hanya bisa terpaku di kursinya, menatap punggung Arkan dan wanita itu yang berjalan menjauh. Air matanya mengalir deras membasahi pipi. Di tengah rasa sakit yang luar biasa itu, tangan Keyra mengepal erat di bawah meja hingga kukunya memutih.

‘Tiga tahun pengorbananku hanya dihargai dengan selembar cek dan hinaan?’ batin Keyra perih.

Rasa sedih di hatinya perlahan menguap, digantikan oleh kobaran rasa kecewa dan amarah yang membakar. Keyra menghapus air matanya dengan kasar. Dia bersumpah di dalam hati, suatu hari nanti, dia akan membuat Arkan merangkak memohon ampunan di kakinya.

Episodes
1 Dicampakkan Setelah Sukses
2 Pertemuan di Bawah Guyuran Hujan
3 Penawaran dari Pria Penguasa
4 Transformasi Sang Ratu
5 Tamparan Tanpa Suara
6 Genggaman Sang Pelindung
7 Langkah Pertama Kehancuran
8 Diambang Kehancuran
9 Panggung Sang Ratu
10 Pengemis di Bawah Kaki
11 Ular yang Kehilangan Bisanya
12 Karma yang Sempurna
13 Bayang-bayang baru
14 Jamuan di Sarang Serigala
15 Benih-benih Intrik
16 Jejak yang Tertinggal
17 Badai yang Mulai Menerjang
18 Panggung Pembalasan
19 Kejatuhan Sang Nona Besar
20 Dermaga Masa Depan
21 Pesta Abad Ini dan Surat Tanpa Nama
22 Altar yang Berdarah
23 Perintah Pengepungan Kota
24 Murka Sang Penguasa
25 Penyerbuan di Pelabuhan Barat
26 Kebenaran di Balik Air Mata
27 Jarak yang Terbentang
28 Bayang-bayang CEO
29 Tamu Tengah Malam
30 Konfrontasi Dua Pria
31 Rencana di Balik Layar
32 Tamu Tak Diundang
33 Jebakan dan Keputusasaan
34 Detik-detik Hilangnya Sang Ratu
35 Panggilan Maut Sang Penculik
36 Konfrontasi di Ujung Maut
37 Badai Pembalasan Sang Penguasa
38 Penjaga dalam Sunyi
39 Hangatnya Perhatian Sang Iblis
40 Tameng Sang Pelindung
41 Istana Rahasia Sang Penguasa
42 Kejutan Manis Dibalik Tirai
43 Runtuhnya Sebuah Dinasti
44 Taman Mawar di Balik Kabut
45 Badai yang Belum Usai
46 Jejak Sang Penghianat
47 Terkepung di Batas Kota
48 Di Bawah Bayang-bayang Maut
49 Pembalasan
50 Buah hati sang penguasa
51 Suami Siaga Tingkat Dewa
52 Pengumuman Ratu Sang CEO
53 Episode 53
54 Detak Kehidupan Pertama
55 Kamar Kecil Si Buah Hati
56 Bikin CEO kelimpungan
57 Emosi Bumil Yang Naik Turun
58 Sensasi Nyidam Jam Tiga Pagi
59 Draft
60 Kejutan Manis Di Usia Tiga Bulan
61 Calon Papa Yg Mulai Posesif
62 Tendangan Pertama Si kecil
63 Borong Perlengkapan Si Kecil
64 Maternity Photoshoot
65 Detik-detik Menjelang Persalinan
66 Perjuangan Melahirkan Buah Hati
67 Tangisan Pertama Devan Kecil
68 Pangeran Kecil Alister Group
69 Papa Bucin vs Bayi Posesif
70 Syukuran Megah Pangeran Kecil Alister Group
71 Senyuman Pertama dan Ancaman Baru
72 Benteng Perlindungan
73 Serangan Balik Sang Penguasa
74 Arka Xavier Si Bayi Muka Dua
75 Posesif Tingkat Dewa
76 Surat Tanpa Nama
77 Perburuan Tanpa Ampun
78 Kejutan Manis Dipulau Pribadi
79 Janji Setia Devan Alister
80 Pesta Meriah Dan Takdir Baru
81 Konflik Baru Dimulai
82 Perang Terbuka
83 Racun dibawah Sinar Rembulan
84 Eksekusi
85 Kebenaran Yang Terkubur
86 Pertempuran Benteng Alister
87 Konfrontasi Puncak
88 Rahasia Lama Yang Terungkap
89 Sebuah Ancaman
90 Eksekusi Puncak Devan Alister
91 Era Baru Dan Ancaman Yg Tersembunyi
92 Kejutan di Balik Senyuman
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Dicampakkan Setelah Sukses
2
Pertemuan di Bawah Guyuran Hujan
3
Penawaran dari Pria Penguasa
4
Transformasi Sang Ratu
5
Tamparan Tanpa Suara
6
Genggaman Sang Pelindung
7
Langkah Pertama Kehancuran
8
Diambang Kehancuran
9
Panggung Sang Ratu
10
Pengemis di Bawah Kaki
11
Ular yang Kehilangan Bisanya
12
Karma yang Sempurna
13
Bayang-bayang baru
14
Jamuan di Sarang Serigala
15
Benih-benih Intrik
16
Jejak yang Tertinggal
17
Badai yang Mulai Menerjang
18
Panggung Pembalasan
19
Kejatuhan Sang Nona Besar
20
Dermaga Masa Depan
21
Pesta Abad Ini dan Surat Tanpa Nama
22
Altar yang Berdarah
23
Perintah Pengepungan Kota
24
Murka Sang Penguasa
25
Penyerbuan di Pelabuhan Barat
26
Kebenaran di Balik Air Mata
27
Jarak yang Terbentang
28
Bayang-bayang CEO
29
Tamu Tengah Malam
30
Konfrontasi Dua Pria
31
Rencana di Balik Layar
32
Tamu Tak Diundang
33
Jebakan dan Keputusasaan
34
Detik-detik Hilangnya Sang Ratu
35
Panggilan Maut Sang Penculik
36
Konfrontasi di Ujung Maut
37
Badai Pembalasan Sang Penguasa
38
Penjaga dalam Sunyi
39
Hangatnya Perhatian Sang Iblis
40
Tameng Sang Pelindung
41
Istana Rahasia Sang Penguasa
42
Kejutan Manis Dibalik Tirai
43
Runtuhnya Sebuah Dinasti
44
Taman Mawar di Balik Kabut
45
Badai yang Belum Usai
46
Jejak Sang Penghianat
47
Terkepung di Batas Kota
48
Di Bawah Bayang-bayang Maut
49
Pembalasan
50
Buah hati sang penguasa
51
Suami Siaga Tingkat Dewa
52
Pengumuman Ratu Sang CEO
53
Episode 53
54
Detak Kehidupan Pertama
55
Kamar Kecil Si Buah Hati
56
Bikin CEO kelimpungan
57
Emosi Bumil Yang Naik Turun
58
Sensasi Nyidam Jam Tiga Pagi
59
Draft
60
Kejutan Manis Di Usia Tiga Bulan
61
Calon Papa Yg Mulai Posesif
62
Tendangan Pertama Si kecil
63
Borong Perlengkapan Si Kecil
64
Maternity Photoshoot
65
Detik-detik Menjelang Persalinan
66
Perjuangan Melahirkan Buah Hati
67
Tangisan Pertama Devan Kecil
68
Pangeran Kecil Alister Group
69
Papa Bucin vs Bayi Posesif
70
Syukuran Megah Pangeran Kecil Alister Group
71
Senyuman Pertama dan Ancaman Baru
72
Benteng Perlindungan
73
Serangan Balik Sang Penguasa
74
Arka Xavier Si Bayi Muka Dua
75
Posesif Tingkat Dewa
76
Surat Tanpa Nama
77
Perburuan Tanpa Ampun
78
Kejutan Manis Dipulau Pribadi
79
Janji Setia Devan Alister
80
Pesta Meriah Dan Takdir Baru
81
Konflik Baru Dimulai
82
Perang Terbuka
83
Racun dibawah Sinar Rembulan
84
Eksekusi
85
Kebenaran Yang Terkubur
86
Pertempuran Benteng Alister
87
Konfrontasi Puncak
88
Rahasia Lama Yang Terungkap
89
Sebuah Ancaman
90
Eksekusi Puncak Devan Alister
91
Era Baru Dan Ancaman Yg Tersembunyi
92
Kejutan di Balik Senyuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!