ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

ISTRI PEMBUAT ONAR SANG MAFIA KEJAM

Menikah

Istanbul, 2026

Kediaman Aslan sudah dipenuhi dengan para tamu yang berdatangan. Hari ini adalah hari besar di mana sang raja mafia paling ditakuti di Turki akan menikahi seorang gadis bernama Claire Wang. Wang adalah nama depan yang dipalsukan sejak ia kecil. Karena dia tidak bisa memakai nama besar papanya demi keselamatan.

Sebagai putri dari orang penting, tentu saja hidup Claire akan terancam kalau dirinya dikenali dunia. Jadi orangtuanya melakukan segala cara agar putri mereka hidup damai dan bebas melakukan apa yang dia suka di luar sana.

Namun karena keberadaannya mulai terendus musuh, papanya segera meminta Jeremy menikahinya. Laki-laki itu setuju karena punya maksud tertentu juga, bukan karena cinta.

Karena kesepakatan tersebut, didapatkanlah tanggal pernikahan untuk keduanya. Hari ini, dilakukan di kediaman Jeremy di Turki dan hanya dihadiri oleh orang-orang Jeremy. Bahkan orangtua Claire tidak hadir demi menjaga terbongkarnya identitasnya.

Meski begitu, Claire tetap bahagia. Dia adalah perempuan paling ceria dan jauh dari kata manja. Sebenarnya ada manjanya juga, tapi tergantung dengan siapa dia berhadapan.

"Ya ampun, aku masih nggak nyangka akan nikah sama laki-laki tampan itu. Jeremy, Jeremy ... Astaga, kalau jodoh memang gak ke mana." seru Claire sambil menatapi penampilannya di cermin.

"Cewek cantik jodohnya cowok tampan memang. Gak apa-apa deh gak cinta. Yang penting dia nggak jatoh di tangan yang salah. Aku harus nyelamatin dia dari pikiran buruk suka sesama jenis. Daripada terong makan terong, mending terong makan jeruk kan?"

Claire terkikik sendiri. Sampai sekarang dia bahkan masih bingung Jeremy itu penyuka sesama jenis atau tidak. Tapi lebih condong ke penyuka sesama jenis sih, karena dia sudah punya trauma. Dia pernah dengar orang-orang bilang kalau mantan pacarnya itu penyuka sesama jenis tapi belum ngaku sampai sekarang. Pokoknya akan dia buktikan suatu saat nanti.

Tok tok tok.

"Nona Claire?"

Claire membalikkan badannya menatap seorang wanita yang sedang melangkah ke arahnya.

"Iya?"

"Sebentar lagi pernikahannya di mulai. Nona sudah siap?"

"Siap seratus persen!" Balas Claire antusias. Wanita itu tertawa kecil.

Sekitar lima menit kemudian mereka keluar. Kebanyakan orang yang hadir adalah tamu-tamu Jeremy. Entah siapa semua, Claire tidak kenal. Ia hanya peduli sebentar lagi dia akan menjadi istri laki-laki setampan Jeremy.

Langkah kaki Claire terasa ringan melintasi lorong berlantai marmer, sementara gaun putihnya yang menjuntai lembut menyapu lantai di belakangnya. Angin sore khas Istanbul berhembus pelan menerpa wajahnya saat ia tiba di halaman terbuka, tempat upacara digelar. Langit berwarna jingga keunguan memenuhi tempat itu, seolah memberikan latar paling indah untuk hari yang sekaligus menjadi awal dan benteng baginya.

Di ujung lorong, berdiri sosok yang sejak tadi menghuni pikirannya. Jeremy Aslan. Pakaian jas hitamnya terlihat sempurna di tubuh tegapnya, sorot matanya yang biasanya tajam dan dingin kini tertuju tepat ke arahnya. Tidak ada senyum di bibirnya, tapi tatapannya tidak lagi sekadar datar, seolah ada rasa ingin tahu yang tersembunyi di balik wajah tegas itu. Para tamu yang tadinya berbisik pelan kini terdiam serentak, semua mata tertuju pada gadis yang berjalan mendekat ke arah sang raja mafia.

Saat akhirnya ia berdiri di samping Jeremy, laki-laki itu menunduk sedikit, dan suara beratnya terdengar pelan hanya untuk didengarnya.

"Jangan tersenyum seperti itu, para tamuku akan berpikir aku menikahi perempuan gila." bukannya tersinggung, Claire malah tertawa memukuli pelan lengan Jeremy, membuat Jeremy dan para tamu tersentak.

"Kalau aku gila, itu karena cinta. Hahahaha!"

Jeremy menatap wanita itu dengan wajah tercengang.

Sinting.

Semenjak Charles, calon ayah mertuanya itu meminta dia menikah dan menjaga Claire, perempuan ini memang sudah keliatan kurang warasnya.

Suasana yang tadinya hening seketika berubah riuh rendah oleh tawa kecil para tamu, bahkan beberapa orang kepercayaan Jeremy yang biasanya kaku pun tersenyum tipis. Jeremy menggeleng lelah. Dia masih tidak percaya akan setuju menikah dengan perempuan yang jauh sekali dari tipenya.

Selama prosesi janji suci, Claire menjawab dengan lantang dan mantap, seolah dia bukan sedang menandatangani perjanjian perlindungan, tapi sedang mengucapkan sumpah cinta sejati. Sementara Jeremy menjawab dengan nada datar dan berwibawa, namun setiap kata yang keluar terasa penuh ketegasan. Dia sudah berjanji, jadi akan tetap menikahi perempuan di sampingnya ini.

"Cincinnya sudah terpasang, sekarang, pengantin laki-laki, silahkan mencium istrimu sebagai bukti tanda cinta kalian."

Bola mata Jeremy melebar. Ia menatap pendeta yang menikahkan mereka dengan tajam. Padahal tadi ia sudah bilang berkali-kali lewatkan saja prosesi ciuman. Pendeta sialan.

"Ciuman woi, ciuman. Aduh, udah lama banget nih gak di cium cogan."

Tidak tahu malu.

Jeremy menatap Claire yang sangat antusias itu dengan wajah kesal. Namun ia cepat-cepat memasang tampang biasanya yang cool dan senyum tipis agar para tamu tidak merasa ada yang aneh dengan pernikahan mereka.

"Kenapa mukamu begitu? Aku sikat gigi kok, di jamin wangi dan bikin nagih." Claire tersenyum lebar.

Rasanya Jeremy ingin menendang si pendeta. Tapi akhirnya ia maju juga membungkuk sedikit agar posisinya sejajar dengan Claire. Wajahnya makin maju, semua orang menunggu dengan antusias.

"Jangan masukin lidah ya. Aku geli soalnya kalau lidah ketemu lidah. Kecuali lidah kamu rasanya kayak permen mmphh ..."

Astaga perempuan sinting ini. Tanpa aba-aba, Jeremy segera menarik Claire dan langsung menempelkan bibir mereka. Ia tidak punya waktu lagi menanggapi perempuan ini, ingin semuanya cepat-cepat berakhir. Toh ini semua bukan pernikahan sungguhan di matanya.

Ciuman itu singkat, tegas, dan sama sekali tidak lembut, hanya sekadar sentuhan bibir yang cukup untuk membungkam ocehan Claire sekaligus memuaskan rasa penasaran para tamu. Namun saat Jeremy hendak menarik wajahnya, tangannya yang mencengkeram bahu Claire tiba-tiba terasa kaku. Claire tiba-tiba menariknya dan kembali mengecup bibirnya dengan kuat dan tidak ada malu-malunya.

Jeremy kaget bukan main. Dia ingin mendorong tapi tidak mungkin. Ia tidak ingin mengacaukan pernikahan. Sialan, berani-beraninya perempuan ini menggigit bibirnya.

Tepuk tangan yang tadinya bergema seketika berhenti sejenak, lalu meledak lebih riuh lagi. Mata Claire berbinar puas saat akhirnya melepaskan bibir Jeremy perlahan. Ia bahkan tidak lupa mengedipkan sebelah mata dengan jenaka.

Jeremy berdiri tegak dengan napas sedikit tersendat, bibir bawahnya terasa perih bekas gigitan. Wajahnya memerah padam, bukan karena malu semata, tapi karena campuran kaget dan rasa gemas yang tak tertahankan. Ia menatap tajam ke arah Claire, tapi gadis itu malah tersenyum lebar seolah tak melakukan hal gila.

"Kau ..." desisnya pelan, hampir tak terdengar, sambil meremas bahu Claire pelan.

"Itu baru yang namanya ciuman." Claire mengedipkan sebelah matanya lagi dan Jeremy mendengus kasar.

Terpopuler

Comments

mimief

mimief

wkwkwkwk..
kyknya Seru ni
emang..kan harus perempuan yg ga tau malu kalau ketemu manusia kulkas 12 pintu 🫣🤣🤣

2026-08-18

0

Muft Smoker

Muft Smoker

kak ,, aq baru mampir loo,, baru bab pertama ,, tp udh bikin sakit perut ,,

mantap kak ,,
cerita ny seruuu ,,

2026-08-18

0

Masita Masita

Masita Masita

sudah tau kurang waras..malah dinikahi...yg nikahi tambah tak waras...
🤣🤣🤣

2026-08-02

2

lihat semua
Episodes
1 Menikah
2 Mabuk?
3 Keras banget
4 Rasanya aneh
5 Kehebohan di pagi hari
6 Perkara sweater
7 Burung gede
8 Ciuman
9 Sekarang giliranku
10 Lepas kendali
11 Sampai
12 Teman-teman Claire
13 Ide baru
14 Senjata makan tuan
15 Mengomel
16 Mimpi berjalan
17 Turun, Claire
18 Kekesalan Jeremy
19 Peresmian markas baru
20 Membangunkan singa tidur
21 Ingat rasanya?
22 Takut gak muat?
23 Rakitan
24 Alat pembakar Sate
25 Bersihkan semuanya
26 Kesempatan
27 Hitung apaan?
28 Hitung mundur
29 Menusuk sampai di hati
30 Numpang mandi?
31 Di sidang
32 Adu ranjang
33 Jangan bicara
34 Terlalu cerewet
35 Nikmat?
36 Balas dendam
37 Melapor
38 Ketahuan
39 Paket lengkap
40 Es batu?
41 Pesta
42 Jadi tumbal
43 Meletus di lidah
44 Bungkus
45 Ada Jeremy
46 Ikut berakting
47 Dongkol
48 Pura-pura
49 Curang
50 Kau suka?
51 Kabur
52 Misi baru
53 Keluar sendiri atau ...
54 Speechless
55 Kemarahan Jeremy
56 Bisikan pelayan
57 Keringkan rambutku
58 Mulai beraksi
59 Ruang rahasia
60 Serangan mematikan
61 Puluhan gadis muda
62 Jangan keras-keras
63 Siapkan pasukan tercepat
64 Bertemu
65 Kalimat absurd
66 Jangan lakukan hal gila itu lagi
67 Jeremy malu
68 Keceplosan
69 Bahas hukuman
70 Ruangan lain
71 Suka begini?
72 Hukuman sekaligus hadiah
73 Gosip di dapur
74 Ketemu mantan
75 Konyol
76 Tiga milyar
77 Kerja?
78 Di terima
79 Hampir
80 Sudah menikah
81 Perkara gaji
82 Siapa namamu?
83 Keluarlah
84 Ketahuan
85 Terlilit hutang
86 Laki-laki mencurigakan
87 Kedatangan sahabat
88 Tenangkan semua orang
89 Suruh pulang aja
90 Siapkan Helikopter!
91 Lobby
92 Makin menegangkan
93 Kemunculan Jeremy
Episodes

Updated 93 Episodes

1
Menikah
2
Mabuk?
3
Keras banget
4
Rasanya aneh
5
Kehebohan di pagi hari
6
Perkara sweater
7
Burung gede
8
Ciuman
9
Sekarang giliranku
10
Lepas kendali
11
Sampai
12
Teman-teman Claire
13
Ide baru
14
Senjata makan tuan
15
Mengomel
16
Mimpi berjalan
17
Turun, Claire
18
Kekesalan Jeremy
19
Peresmian markas baru
20
Membangunkan singa tidur
21
Ingat rasanya?
22
Takut gak muat?
23
Rakitan
24
Alat pembakar Sate
25
Bersihkan semuanya
26
Kesempatan
27
Hitung apaan?
28
Hitung mundur
29
Menusuk sampai di hati
30
Numpang mandi?
31
Di sidang
32
Adu ranjang
33
Jangan bicara
34
Terlalu cerewet
35
Nikmat?
36
Balas dendam
37
Melapor
38
Ketahuan
39
Paket lengkap
40
Es batu?
41
Pesta
42
Jadi tumbal
43
Meletus di lidah
44
Bungkus
45
Ada Jeremy
46
Ikut berakting
47
Dongkol
48
Pura-pura
49
Curang
50
Kau suka?
51
Kabur
52
Misi baru
53
Keluar sendiri atau ...
54
Speechless
55
Kemarahan Jeremy
56
Bisikan pelayan
57
Keringkan rambutku
58
Mulai beraksi
59
Ruang rahasia
60
Serangan mematikan
61
Puluhan gadis muda
62
Jangan keras-keras
63
Siapkan pasukan tercepat
64
Bertemu
65
Kalimat absurd
66
Jangan lakukan hal gila itu lagi
67
Jeremy malu
68
Keceplosan
69
Bahas hukuman
70
Ruangan lain
71
Suka begini?
72
Hukuman sekaligus hadiah
73
Gosip di dapur
74
Ketemu mantan
75
Konyol
76
Tiga milyar
77
Kerja?
78
Di terima
79
Hampir
80
Sudah menikah
81
Perkara gaji
82
Siapa namamu?
83
Keluarlah
84
Ketahuan
85
Terlilit hutang
86
Laki-laki mencurigakan
87
Kedatangan sahabat
88
Tenangkan semua orang
89
Suruh pulang aja
90
Siapkan Helikopter!
91
Lobby
92
Makin menegangkan
93
Kemunculan Jeremy

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!