Keras banget

Jeremy terpaku kaku di tempat, seluruh aliran darah di tubuhnya seolah berhenti berdetak sejenak saat bibir hangat Claire kembali mendarat di bibirnya, kali ini tak lagi singkat atau ragu, melainkan mendesak, lembut namun penuh keinginan yang tak disembunyikan.

Belum sempat ia mengumpulkan kesadaran untuk menolak, bibir itu perlahan bergerak menjauh, menyapu sudut bibirnya, naik ke pipi kanan yang tegap, lalu turun lagi ke pipi kirinya seolah sedang menghafal setiap inci wajah itu. Bahkan saat ia mencoba memalingkan wajah, Claire tak menyerah, bibirnya menyentuh pelan kelopak matanya, lalu melumat pelan dagunya dengan gerakan yang polos namun sekaligus penuh gairah, tanpa rasa malu sedikit pun seolah Jeremy adalah milik mutlak yang berhak ia jelajahi sesuka hati.

"Ganteng banget ..." gumamnya pelan di sela-sela ciuman beruntun yang jatuh di wajah dan leher Jeremy, tangannya yang terasa hangat menyentuh rahang laki-laki itu, lalu perlahan turun menelusuri garis leher yang kaku.

"Kulitnya halus... baunya enak... Pokoknya harus aku bikin jadi milikku sendiri, biar nggak ada yang berani ambil dariku ..."

Jeremy mencoba menahan kedua bahu gadis itu dengan lembut namun tegas, berusaha wajah Claire dari dirinya.

"Claire, berhenti." desisnya pelan, suaranya terdengar lebih bergetar dan berat dari yang ia inginkan. Ia berniat bangkit dan menjauh, tapi gerakannya yang sedikit tergesa tak sengaja menyentuh pinggang Claire yang terbalut handuk.

Seketika itu juga, handuk yang hanya tersangkut longgar di tubuh gadis itu melorot perlahan, meluncur turun melewati pinggang, lalu jatuh ke lantai marmer dengan suara pelan. Jeremy terpaku seketika, matanya tak sengaja menangkap pemandangan di hadapannya.

Kulit Claire putih bersih, halus seperti sutra yang baru dibuka, dan tubuhnya yang ramping namun indah sempurna terpampang jelas di depan matanya, payudaranya yang mulus dan penuh, lekuk tubuhnya yang lembut, semuanya tampak begitu memikat.

Sial.

Ia segera memalingkan wajah dengan cepat, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Ia tak bisa membohongi dirinya sendiri, sebagai laki-laki normal, tentu saja ia mengakui betapa indahnya tubuh gadis itu. Claire memiliki tubuh yang akan diidamkan oleh semua laki-laki mata keranjang. Tapi ia tidak berniat menyentuhnya, tidak di saat ia tidak memiliki perasaan apa-apa pada gadis ini.

Jeremy akui, kehadiran Claire dalam hidupnya membantunya mulai melupakan ingatannya pada Dami. Tapi, Jeremy juga tahu benar apa itu pernikahan yang didasarkan pada sama-sama saling menguntungkan. Dan selama dia belum ada perasaan itu, dia tidak akan pernah menyentuh gadis ini.

"Hmm, wangi. Kamu pakai minyak wangi apa? Wanginya kayak babi baru habis mandi. Kamu pasti suka wangi babi baru kelar mandi ya? Sama aku juga suka, heheh."

Jeremy menatap gadis yang sudah telanjang bulat di depannya ini dengan wajah kesal setengah mati. Bisa-bisanya wanginya di samakan dengan wangi babi.

"Turun," ucapnya dengan suara rendah dan terdengar sedikit mengancam. Tapi Claire tentu saja tidak peduli apalagi takut.

Gadis itu makin menjadi-jadi karena pengaruh mabuknya. Tangannya mulai menjelajahi tubuh bagian atas Jeremy, ia mengusap dada pria itu yang masih tertutup dengan kemeja mahalnya.

"Keras, kok bisa keras? Kamu pakai papan dalam kemeja kamu biar keliatan dada kamu rata?"

Ini lagi. Benar-benar tidak masuk akal. Manusia gila mana yang akan pakai papan cuma untuk dadanya terlihat rata. Belum sempat Jeremy menjawab, tangan Claire sudah membuka kancing kemejanya satu persatu.

Jeremy menghembuskan nafas kasar. Ia menyandarkan tubuhnya lagi di dinding sofa, membiarkan sampai sejauh mana gadis ini akan melangkah dalam keadaan mabuk.

"Wahhh... Bukan papan... Dada beneran!" mata Claire yang membulat lebar dan berbinar cerah menatapi dada rata Jeremy yang amat menggoda. Dan Jeremy, entah kenapa matanya terus menatapi buah dada gadis itu yang begitu menantang di depan matanya.

Jika dipikir-pikir, mereka memang menikah secara sah. Tidak ada salahnya dia melihat pemandangan indah itu. Anehnya, dia jarang tertarik melihat pemandangan seperti ini. Tapi malam ini, entah kenapa matanya terus menatapi puting merah muda yang seakan menantangnya untuk menghisapnya.

Itu normal Jeremy. Kau laki-laki normal.

Ucapnya dalam hati berulang kali.

"Agkhh!"

Jeremy kaget karena merasakan sakit luar biasa di dadanya. Begitu melihat apa yang di lakukan oleh Claire di puting payudaranya, Jeremy tersentak hebat, tangannya refleks menekan bahu gadis itu tanpa berani mendorong kasar. Claire ternyata tak segan, ia menekan dan menggigit pelan namun cukup kuat tepat di puting dadanya, seolah sedang menguji tekstur benda baru yang ia temukan.

"Kau ... apa yang kau lakukan?" desis Jeremy napasnya tersendat, rasa sakit bercampur sensasi aneh yang menjalar seketika ke seluruh tubuhnya membuatnya hampir kehilangan kendali.

Claire mendongak dengan mata yang masih sayu namun berbinar nakal, bibirnya sedikit basah.

"Keras... dan ada asinnya juga, kayak lemon." gumamnya polos, lalu kembali menempelkan pipi di dada bidang itu sambil mengusap-usapnya dengan pipi.

"Lembut ... tapi ada bagian yang keras. Aneh ya tubuhmu ini."

Jeremy memejamkan mata rapat-rapat, berusaha sekuat tenaga menahan badai di dalam dadanya. Ia tahu gadis ini mabuk, tak sadar apa yang dilakukannya. Meski demikian, sentuhan tanpa beban Claire perlahan meluluhkan pertahanan logisnya. Ia bisa merasakan kehangatan kulit gadis itu, detak jantungnya yang cepat, dan aroma wangi sabun yang menyatu dengan udara di ruangan itu.

"Berhenti ... Claire ..." suaranya makin berat.

Namun lagi-lagi Claire tidak mendengarnya. Tangannya kembali mengusap benda berbiji itu.

"Ih, aneh ya. Kenapa punya aku besar, punya kamu rata? Kok bisa?"

Jeremy terus menahan diri, tapi mulai terpancing dengan sensasi sentuhan yang dia rasakan dari Claire. Tidak, dia harus menghentikan ini sebelum gadis ini semakin menjadi-jadi.

Belum sempat Jeremy menarik tangan gadis itu menjauh, jemari Claire yang penasaran sudah meluncur turun melewati perutnya yang kencang, menyusuri garis pinggang hingga akhirnya menyentuh benjolan keras yang menonjol di balik kain celana panjangnya.

Mata Jeremy seketika melotot lebar, napasnya tertahan sepenuhnya di tenggorokan. Tubuhnya yang tadi sudah kaku kini seolah melengkung spontan, setiap serat ototnya menegang kaku seketika. Sensasi hangat dari telapak tangan Claire yang menekan tepat di sana membuat aliran darahnya berpacu liar, wajahnya memerah padam hingga ke telinga.

"Damm ..." desisnya tertahan, suaranya pecah berubah menjadi napas berat.

Namun Claire sama sekali tak berhenti, ia malah menekan dan meremasnya dengan kuat, seolah sedang menguji kekerasan benda asing yang baru ditemukannya itu.

"Wah... ini apa lagi?" gumamnya dengan mata yang semakin membulat penasaran, gerakannya tak berkurang sedikit pun.

"Keras banget ... kok bisa?"

Jeremy merasakan seluruh pertahanan dirinya runtuh seketika. Tubuhnya bereaksi sepenuhnya di luar kendali, rasa panas menjalar dari titik yang disentuh itu ke seluruh ujung sarafnya. Ia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat berusaha menahan erangan yang hampir lolos, jantungnya berdegup kencang seolah mau melompat keluar. Laki-laki manapun yang di sentuh di situ tentu saja akan merasakan sensasi aneh. Kecuali laki-laki impoten.

"Claire ... berhenti ..." suaranya kini terdengar lemah dan bergetar, tak lagi tegas seperti tadi. Ia berusaha menyingkirkan tangan itu, namun tenaganya seolah habis diserap sensasi yang begitu nyata dan memabukkan.

Gadis itu malah semakin asyik, memiringkan kepala dengan wajah polos tanpa dosa, tak sadar sama sekali apa yang baru saja ia lakukan pada dirinya.

"Kok kamu bergetar? Dingin ya? Tapi di sini malah panas sekali..." bisiknya, lalu melanjutkan gerakannya lagi, membuka resleting celana Jeremy.

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Claire keadaaan lagi mabuk makin berani dan nakal menyentuh tubuh jeremy, jeremy pria normal pasti terpancing gairahnya🤭
tapi aneh kok tiba-tiba claire abis mandi mabuk, jeremy sampai menahan gairahnya karena gak ada belum ada perasaan cinta sama Claire...

jeremy istri mudamu nakal banget dan berani kuat gak digoda🤣🤣🤣

2026-07-04

1

Syifa Azhar

Syifa Azhar

yang bikin aneh kenapa bisa Claire mabuk keluar kamar mandi,emang di dalam kamar mandi dia berendam alkohol apa gimana😂😂

2026-07-04

0

Hesty Mamiena Hg

Hesty Mamiena Hg

Kenapa sering ada adegan ini di setiap novelmu ya Thor?
Barusan aku baca Yaya sama Jared 🤔😇

2026-08-05

0

lihat semua
Episodes
1 Menikah
2 Mabuk?
3 Keras banget
4 Rasanya aneh
5 Kehebohan di pagi hari
6 Perkara sweater
7 Burung gede
8 Ciuman
9 Sekarang giliranku
10 Lepas kendali
11 Sampai
12 Teman-teman Claire
13 Ide baru
14 Senjata makan tuan
15 Mengomel
16 Mimpi berjalan
17 Turun, Claire
18 Kekesalan Jeremy
19 Peresmian markas baru
20 Membangunkan singa tidur
21 Ingat rasanya?
22 Takut gak muat?
23 Rakitan
24 Alat pembakar Sate
25 Bersihkan semuanya
26 Kesempatan
27 Hitung apaan?
28 Hitung mundur
29 Menusuk sampai di hati
30 Numpang mandi?
31 Di sidang
32 Adu ranjang
33 Jangan bicara
34 Terlalu cerewet
35 Nikmat?
36 Balas dendam
37 Melapor
38 Ketahuan
39 Paket lengkap
40 Es batu?
41 Pesta
42 Jadi tumbal
43 Meletus di lidah
44 Bungkus
45 Ada Jeremy
46 Ikut berakting
47 Dongkol
48 Pura-pura
49 Curang
50 Kau suka?
51 Kabur
52 Misi baru
53 Keluar sendiri atau ...
54 Speechless
55 Kemarahan Jeremy
56 Bisikan pelayan
57 Keringkan rambutku
58 Mulai beraksi
59 Ruang rahasia
60 Serangan mematikan
61 Puluhan gadis muda
62 Jangan keras-keras
63 Siapkan pasukan tercepat
64 Bertemu
65 Kalimat absurd
66 Jangan lakukan hal gila itu lagi
67 Jeremy malu
68 Keceplosan
69 Bahas hukuman
70 Ruangan lain
71 Suka begini?
72 Hukuman sekaligus hadiah
73 Gosip di dapur
74 Ketemu mantan
75 Konyol
76 Tiga milyar
77 Kerja?
78 Di terima
79 Hampir
80 Sudah menikah
81 Perkara gaji
82 Siapa namamu?
83 Keluarlah
84 Ketahuan
85 Terlilit hutang
86 Laki-laki mencurigakan
87 Kedatangan sahabat
88 Tenangkan semua orang
89 Suruh pulang aja
90 Siapkan Helikopter!
91 Lobby
92 Makin menegangkan
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Menikah
2
Mabuk?
3
Keras banget
4
Rasanya aneh
5
Kehebohan di pagi hari
6
Perkara sweater
7
Burung gede
8
Ciuman
9
Sekarang giliranku
10
Lepas kendali
11
Sampai
12
Teman-teman Claire
13
Ide baru
14
Senjata makan tuan
15
Mengomel
16
Mimpi berjalan
17
Turun, Claire
18
Kekesalan Jeremy
19
Peresmian markas baru
20
Membangunkan singa tidur
21
Ingat rasanya?
22
Takut gak muat?
23
Rakitan
24
Alat pembakar Sate
25
Bersihkan semuanya
26
Kesempatan
27
Hitung apaan?
28
Hitung mundur
29
Menusuk sampai di hati
30
Numpang mandi?
31
Di sidang
32
Adu ranjang
33
Jangan bicara
34
Terlalu cerewet
35
Nikmat?
36
Balas dendam
37
Melapor
38
Ketahuan
39
Paket lengkap
40
Es batu?
41
Pesta
42
Jadi tumbal
43
Meletus di lidah
44
Bungkus
45
Ada Jeremy
46
Ikut berakting
47
Dongkol
48
Pura-pura
49
Curang
50
Kau suka?
51
Kabur
52
Misi baru
53
Keluar sendiri atau ...
54
Speechless
55
Kemarahan Jeremy
56
Bisikan pelayan
57
Keringkan rambutku
58
Mulai beraksi
59
Ruang rahasia
60
Serangan mematikan
61
Puluhan gadis muda
62
Jangan keras-keras
63
Siapkan pasukan tercepat
64
Bertemu
65
Kalimat absurd
66
Jangan lakukan hal gila itu lagi
67
Jeremy malu
68
Keceplosan
69
Bahas hukuman
70
Ruangan lain
71
Suka begini?
72
Hukuman sekaligus hadiah
73
Gosip di dapur
74
Ketemu mantan
75
Konyol
76
Tiga milyar
77
Kerja?
78
Di terima
79
Hampir
80
Sudah menikah
81
Perkara gaji
82
Siapa namamu?
83
Keluarlah
84
Ketahuan
85
Terlilit hutang
86
Laki-laki mencurigakan
87
Kedatangan sahabat
88
Tenangkan semua orang
89
Suruh pulang aja
90
Siapkan Helikopter!
91
Lobby
92
Makin menegangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!