Mabuk?

"Hufttt... Capeek ..."

Claire duduk di kasur besar kamar Jeremy. Pesta pernikahan mereka berakhir dengan cepat. Pokoknya Claire belum puas. Padahal dia pikir bakalan ada pesta khusus anak muda yang kayak disko-disko gitu. Dia kan jarang banget masuk ke tempat-tempat pesta kayak gituan. Kayak dunia malamlah istilahnya.

Padahal dia sudah request pada Jeremy. Dia pikir laki-laki itu sudah setuju karena waktu dia bilang harus ada acara khusus goyang-goyang gitu. Eh, ternyata gak di bikin.

"Gak asyik banget suami tampan aku. Aku pikir mukanya ganteng abis jadi orangnya gaul. Eh, malah kaku banget kayak kanebo kering." ia mulai mengomel sendiri.

Sesaat kemudian pintu kamar terbuka. Jeremy muncul dengan wajah datarnya. Tidak tampak lelah sedikit pun, hanya saja muka datarnya nyebelin abis.

Untung tampan, jadi Claire ada hiburan.

"Suami tampan akuu akhirnya masuk kamaar..."

Ia berlari sambil merentangkan tangannya lebar-lebar untuk memeluk Jeremy, namun pria itu segera mendorong tubuhnya menjauh. Tidak kasar. Karena Jeremy memang tidak membenci perempuan ini. Dia hanya lelah dan tidak ingin terlalu dekat. Karena kelakuan manusia satu ini setengah waras.

Claire sendiri tidak tersinggung sama sekali atau merasa di tolak. Dia suka cogan, tapi dia juga tahu laki-laki yang baru saja sah menjadi suami sah-nya itu masih ada dalam masa-masa patah hatinya. Lagian dia juga nikah agar bisa melakukan apa saja yang dia suka. Kata papanya, kalau dia nikah sama Jeremy, dia bebas melakukan apa saja. Jelas langsung di setujui dong.

Pandangan Claire mengikuti Jeremy yang kini duduk di sofa panjang kamar itu. Tangannya bergerak melonggarkan dasi yang masih bersarang di kemejanya, lalu matanya mendongak ke atas menatap langit-langit kamar.

Claire yang kepo mendekat, berdiri di depan pria itu sambil memeluk dadanya. Sesekali menatap ke langit-langit juga seakan mencari tahu apa yang sedang di lihat laki-laki itu.

"Kamu lagi lihat apa, cecak kawin?"

Jeremy menatapnya lama. Claire langsung tersenyum lebar. Jeremy  menghembuskan nafas lelah lalu menggeser tubuh gadis itu.

"Minggir, kau menghalangi pandanganku." katanya.

Claire berdecak pelan, minggir dan duduk di samping pria itu.

"Cih, padahal tadi dia lihatnya ke atas, tapi aku yang malah di tuduh menghalangi pandangannya. Begini nih kalo ganteng tambah patah hati. Biasanya suka nggak konsen. Apalagi kalo yang di sukai jenis yang sama. Hufftt, nggak papa deh aku nikahin cowok yang suka cowok, biar nanti aku bawa dia ke jalan yang benar, kalo yang harusnya di sukai laki-laki itu ada lubang di depan."

Perkataan panjang lebar itu sukses membuat Jeremy menatap Claire dengan tatapan menusuk nan mengintimidasi.

Penyuka sesama jenis? Perempuan ini memang tidak ada habis-habisnya dengan asumsinya sendiri.

"Sekali lagi kau katakan itu, aku lempar kau dari balkon ke kolam." ancan Jeremy tajam.

"Hiihh ..."

Claire langsung bergidik ngeri dan menjauh dari pria itu. Dia duduk di tempat tidur masih lengkap dengan baju pengantin.

Matanya masih tak lepas dari Jeremy yang kembali menatap langit-langit kamar.

Claire berdecih sendiri dari tempatnya duduk lalu memutuskan mandi. Ia membuka resleting gaun pengantinnya tapi rasanya sulit sekali di jangkau. Berulang kali ia mencoba, berulang kali pula ia gagal dan sampai dibatas dirinya menyerah.

"Hufftt... Siapa yang punya ide bikin resleting belakang sih? Kenapa gak di depan aja biar gampang." omelnya kesal. Matanya lalu berpindah ke Jeremy yang masih menutup matanya.

Claire turun dari kasur dan mendekat ke pria itu lagi.

"Psstt, psstt." ia memanggil dengan caranya. Jeremy membuka mata, menatapnya tanpa minat, tanpa bicara dan tanpa ekspresi.

Perempuan-perempuan lain mungkin akan takut pada laki-laki yang begitu dingin itu, tapi Claire tidak. Ia malah santai.

"Bisa tolongin bukain resleting aku? Sudah aku coba dari tadi tapi susah banget. Aku udah gerah, mau mandi, mau bersih-bersih, habis itu..."

Belum sempat Claire menyelesaikan ucapannya, Jeremy sudah menarik tangannya, membuatnya berbalik membelakangi pria itu dan melucuti resleting perempuan bawel ini.

Suara gesekan halus resleting yang perlahan turun memecah keheningan kamar. Jeremy melakukannya dengan gerakan cepat dan cekatan, tanpa sentuhan berlebihan, tanpa menundukkan pandangannya lebih dari yang perlu. Namun meski begitu, Claire merasakan sensasi hangat menyelinap di punggungnya saat jari-jari laki-laki itu tak sengaja menyentuh kulit bahunya yang terbuka.

"Terima kasih, suamiku sayang!" seru Claire riang begitu resleting terbuka sepenuhnya.

Ia segera berlari ke kamar mandi. Jeremy hanya menggeleng lelah, merasa ia menikah dengan anak-anak yang masih labil.

Ia bersandar lagi ke dinding sofa, masih tidak menyangka telah menikah. Menikah dengan gadis bawel yang suka sekali bikin kepalanya pusing.

"Haloo pemirsaaa!"

Lihat? Belum lama masuk mandi, gadis itu sudah keluar lagi hanya dengan handuk yang terlilit di tubuhnya dan rambut basah. Jeremy tidak melakukan apa-apa, hanya menatap dari tempat dia duduk. Sementara di depan pintu toilet sana, Claire mulai melakukan pidato yang random.

"Dunia ini jahat! Penuh dengan penjahat-penjahat kelas kakap yang harus di basmi! Aku! Aku adalah super women yang akan membasmi penjahat-penjahat itu! Aku, Claire! Punya kekuatan super! Tenang, tenang, selama ada Claire di muka bumi ini, dunia ini akan aman!"

Jeremy terkekeh. Ada-ada saja.

"Dan musuh terbesarku saat ini... adalah rambut basah yang nggak mau kering!" serunya lagi sambil mengibas-ngibaskan kepala sampai percikan air terlempar ke mana-mana, tak lupa gaya superhero yang sedang berjuang melawan badai.

Jeremy tertawa lagi, tidak kuat. Tapi setelah seharian ini, ia akhirnya merasa mendapat hiburan gratis. Wajahnya berubah datar lagi begitu melihat Claire menatap ke arahnya. Kemudian berjalan dan bahkan ...

Jeremy kaget karena gadis itu tiba-tiba naik ke pangkuannya. Handuknya masih terlilit di badannya, tapi kalau dia bergerak-gerak terus, Jeremy yakin benda itu pasti jatuh.

"Claire, turun." ucapnya tegas.

Tentu saja Claire tidak mendengarnya. Gadis itu malah menangkup wajahnya tanpa takut.

"Wahhh... Ini cowok ganteng banget paraahh. Kok bisa ada cogan di kamar aku?"

Katanya terus mengucel-ucel wajah Jeremy. Jeremy menatap gadis itu lama, merasa ada yang aneh. Tatapan Claire tampak sayu, pipinya sedikit memerah, sementara gerakannya mulai lambat seolah kepalanya sedang melayang.

Mabuk?

Hal itu yang pertama kali terpikir oleh Jeremy. Tapi, kenapa bisa tiba-tiba mabuk. Gadis ini kan hanya pergi mandi, kenapa pas keluar...

Pikiran Jeremy langsung buyar saat merasakan bibirnya di tarik oleh Claire menggunakan bibirnya.

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Jeremy sangat terkejut tibaa-tiba bibirnya dicium sama istri mudanya🤭kayaknya claire lagi mabuk tingkah lakunya membuat jeremy pusing 7 keliling...
Sabar ya jeremy hidup gak akan tenang, setelah menikahi gadis bar-bar dan setengah waras itu🤭pasti ada-ada aja nanti dilakukan claire membuat kepala jeremy mau meledak🤣

mending jeremy menghadapi musuh-musuh sesama mafianya, daripada menghadapi istrinya yg setengah waras dan bar-bar🤭

sabar ya jeremy kesabaranmu lagi uji dan dicoba istri muda itu🤣

2026-07-03

3

༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜

༄༅⃟𝐐Loeyeolly𝐙⃝🦜

jangan bilang kamu ada menyimpan minuman alkohol di kamar mandi Jer 😫😫😫😫🤣🤣🤣🤣🤣
Claire kalau bertemu Talia, Kara, Hazel baaahhhhhh perang badai 🤣🤣🤣🤣

2026-07-03

16

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

aku suka cerita yang sewek konyol kek gini. lebih menghibur.😜🤭

2026-08-04

1

lihat semua
Episodes
1 Menikah
2 Mabuk?
3 Keras banget
4 Rasanya aneh
5 Kehebohan di pagi hari
6 Perkara sweater
7 Burung gede
8 Ciuman
9 Sekarang giliranku
10 Lepas kendali
11 Sampai
12 Teman-teman Claire
13 Ide baru
14 Senjata makan tuan
15 Mengomel
16 Mimpi berjalan
17 Turun, Claire
18 Kekesalan Jeremy
19 Peresmian markas baru
20 Membangunkan singa tidur
21 Ingat rasanya?
22 Takut gak muat?
23 Rakitan
24 Alat pembakar Sate
25 Bersihkan semuanya
26 Kesempatan
27 Hitung apaan?
28 Hitung mundur
29 Menusuk sampai di hati
30 Numpang mandi?
31 Di sidang
32 Adu ranjang
33 Jangan bicara
34 Terlalu cerewet
35 Nikmat?
36 Balas dendam
37 Melapor
38 Ketahuan
39 Paket lengkap
40 Es batu?
41 Pesta
42 Jadi tumbal
43 Meletus di lidah
44 Bungkus
45 Ada Jeremy
46 Ikut berakting
47 Dongkol
48 Pura-pura
49 Curang
50 Kau suka?
51 Kabur
52 Misi baru
53 Keluar sendiri atau ...
54 Speechless
55 Kemarahan Jeremy
56 Bisikan pelayan
57 Keringkan rambutku
58 Mulai beraksi
59 Ruang rahasia
60 Serangan mematikan
61 Puluhan gadis muda
62 Jangan keras-keras
63 Siapkan pasukan tercepat
64 Bertemu
65 Kalimat absurd
66 Jangan lakukan hal gila itu lagi
67 Jeremy malu
68 Keceplosan
69 Bahas hukuman
70 Ruangan lain
71 Suka begini?
72 Hukuman sekaligus hadiah
73 Gosip di dapur
74 Ketemu mantan
75 Konyol
76 Tiga milyar
77 Kerja?
78 Di terima
79 Hampir
80 Sudah menikah
81 Perkara gaji
82 Siapa namamu?
83 Keluarlah
84 Ketahuan
85 Terlilit hutang
86 Laki-laki mencurigakan
87 Kedatangan sahabat
88 Tenangkan semua orang
89 Suruh pulang aja
90 Siapkan Helikopter!
91 Lobby
92 Makin menegangkan
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Menikah
2
Mabuk?
3
Keras banget
4
Rasanya aneh
5
Kehebohan di pagi hari
6
Perkara sweater
7
Burung gede
8
Ciuman
9
Sekarang giliranku
10
Lepas kendali
11
Sampai
12
Teman-teman Claire
13
Ide baru
14
Senjata makan tuan
15
Mengomel
16
Mimpi berjalan
17
Turun, Claire
18
Kekesalan Jeremy
19
Peresmian markas baru
20
Membangunkan singa tidur
21
Ingat rasanya?
22
Takut gak muat?
23
Rakitan
24
Alat pembakar Sate
25
Bersihkan semuanya
26
Kesempatan
27
Hitung apaan?
28
Hitung mundur
29
Menusuk sampai di hati
30
Numpang mandi?
31
Di sidang
32
Adu ranjang
33
Jangan bicara
34
Terlalu cerewet
35
Nikmat?
36
Balas dendam
37
Melapor
38
Ketahuan
39
Paket lengkap
40
Es batu?
41
Pesta
42
Jadi tumbal
43
Meletus di lidah
44
Bungkus
45
Ada Jeremy
46
Ikut berakting
47
Dongkol
48
Pura-pura
49
Curang
50
Kau suka?
51
Kabur
52
Misi baru
53
Keluar sendiri atau ...
54
Speechless
55
Kemarahan Jeremy
56
Bisikan pelayan
57
Keringkan rambutku
58
Mulai beraksi
59
Ruang rahasia
60
Serangan mematikan
61
Puluhan gadis muda
62
Jangan keras-keras
63
Siapkan pasukan tercepat
64
Bertemu
65
Kalimat absurd
66
Jangan lakukan hal gila itu lagi
67
Jeremy malu
68
Keceplosan
69
Bahas hukuman
70
Ruangan lain
71
Suka begini?
72
Hukuman sekaligus hadiah
73
Gosip di dapur
74
Ketemu mantan
75
Konyol
76
Tiga milyar
77
Kerja?
78
Di terima
79
Hampir
80
Sudah menikah
81
Perkara gaji
82
Siapa namamu?
83
Keluarlah
84
Ketahuan
85
Terlilit hutang
86
Laki-laki mencurigakan
87
Kedatangan sahabat
88
Tenangkan semua orang
89
Suruh pulang aja
90
Siapkan Helikopter!
91
Lobby
92
Makin menegangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!