Rasanya aneh

"Wahh ... Buah mentimunnya besar dan panjang banget!"

Seru Claire kencang begitu milik Jeremy berhasil keluar dari sarangnya, sudah mengeras dan berdiri tegak. Jeremy menatap Claire gondok. Mentimun? Bisa-bisanya benda pamungkasnya di samakan dengan mentimun. Memangnya itu buah?

"Arghhh!"

Lagi-lagi Jeremy di buat kaget dengan serangan gadis itu yang selalu tiba-tiba. Bahkan serangan ini bukan sekadar serangan biasa. Claire mungkin menyangka miliknya memang mentimun jadi dia gigit. Sakit sekali rasanya.

"Claire!" seru Jeremy nyaris berteriak, tangannya refleks menekan dagu gadis itu agar menjauh sedikit. Wajahnya merah padam menahan rasa sakit di bagian itu.

"Itu bukan mentimun! Kau menggigitnya terlalu keras!" Suara Jeremy agak keras saking dongkolnya.

Claire mendongak dengan mata yang masih sayu namun tampak bingung polos, bibirnya sedikit basah dan berkilau.

"Bukan mentimun? Tapi bentuknya panjang, besar, dan keras ... warnanya juga kemerahan seperti kulit mentimun muda," bantahnya dengan nada sangat yakin, lalu berusaha meraihnya lagi.

Jeremy memijat pelipisnya yang terasa berdenyut kencang. Kepala gadis mabuk ini benar-benar tak bisa diajak berlogika.

"Makan lagi ah."

Claire kembali menggigit. Kali ini tidak sekeras tadi. Ia menggigit-gigit kecil dan sesekali menghisapnya, menggantikan rasa sakit yang dirasakan oleh Jeremy tadi dengan sensasi yang ...

Jeremy yang awalnya ingin mendorong gadis itu menjauh kini terhenti sesaat. Sensasi nikmat mulai berdatangan memenuhi sekujur tubuhnya. Brengsek. Persetan dengan yang lain. Dia sudah terlanjur ingin merasakan pelepasan.

Sensasi hangat dan basah itu menyapu setiap permukaannya, menghapus rasa sakit tadi dan menggantinya dengan kenikmatan yang menjalar cepat hingga ke tulang sumsum. Niat Jeremy untuk menolak seketika luntur, tangannya yang tadinya hendak mendorong kini malah mencengkeram lembut rambut Claire, membiarkan gadis itu melakukan apa saja sepuas hatinya. Ia mendengus panjang, kepalanya terkulai ke belakang menahan erangan yang hampir lolos.

Claire sama sekali tak menyadari dampak besar tindakannya. Ia masih melakukannya dengan rasa ingin tahu yang polos, sesekali mengerutkan kening jika rasanya berubah, lalu kembali menghisap lebih dalam seolah benar-benar sedang menikmati camilan favoritnya. Gerakannya yang perlahan meluluhkan seluruh pertahanan Jeremy. Laki-laki itu memejamkan mata rapat-rapat, menyerahkan kendali sepenuhnya pada sensasi yang begitu memabukkan.

Perlahan napas Jeremy memburu, dadanya naik turun tak beraturan. Rasa panas yang meluap-luap di perutnya semakin mendesak, memintanya untuk segera mencapai puncak. Ia menggenggam rambut Claire sedikit lebih erat, tubuhnya menegang kaku sejenak sebelum akhirnya ia merasakan pelepasan yang begitu lega, mengeluarkan semua ketegangan yang sejak tadi ia tahan-tahan.

Saat semuanya selesai, Claire baru berhenti dengan napas yang masih teratur, lalu mengusap sudut bibirnya dengan punggung tangan seolah baru saja selesai makan.

"Hmm... rasanya aneh," gumamnya pelan sambil menyandarkan kepala di paha Jeremy dengan santai.

"Bukan mentimun, bukan juga buah lain. Mentimun aneh."

Jeremy hanya bisa terengah-engah, menatap langit-langit ruangan dengan wajah yang masih memerah padam. Ia sama sekali tak menyangka malam ini akan berakhir sedemikian rupa, apalagi dengan alasan yang begitu konyol. Ia menggeleng pelan, lalu menatap Claire yang kini bersandar di sofa dengan mata sayu hingga akhirnya benar-benar tertidur.

Jeremy menatap gadis itu masih dengan nafas terengah-engah. Setelah kekuatannya benar-benar kembali, ia kembali mengenakan celananya yang sudah melorot di mata kaki, lalu berdiri. Ia mengambil selimut tipis di samping sofa, menutupinya ke tubuh polos Claire, lalu menggendong gadis itu menuju ranjang.

Dibaringkan gadis itu dengan sangat hati-hati karena ia takut si pembuat kekacauan ini terbangun lagi dan kembali berulah. Jeremy mengganti selimut tipis dengan selimut tebal di kasur. Saat itu, ia tidak sengaja membuat tubuh Claire kembali terekspos dan tatapannya lurus ke buah dada berisi itu.

Jeremy cepat-cepat menutupinya lagi. Sial. Kenapa dia bisa bereaksi seperti laki-laki mata keranjang begini? Setelah itu, Jeremy segera berbalik ke kamar mandi. Dia harus mandi karena tubuhnya juga sudah terasa lengket sekali setelah kegiatan seharian penuh.

Begitu pintu kamar mandi tertutup rapat di belakangnya, Jeremy segera menyalakan keran air dingin dan membiarkan alirannya membasahi wajahnya. Ia butuh waktu sejenak untuk menenangkan detak jantungnya yang masih berpacu liar serta membersihkan sisa kekacauan dan rasa lengket di tubuhnya. Sambil menunggu air memenuhi bak mandi, matanya tak sengaja tertuju pada nampan kecil di atas meja rias pojok ruangan, tempat biasanya penyimpan minuman dan camilan tamu.

Di sana, berdiri dua botol minuman kemasan yang sudah kosong melompong. Satu botol berisi jus jeruk murni, namun botol lainnya berwarna merah menyala dengan label yang cukup mencolok. Jeremy mendekat dan mengambil botol itu, mencium baunya pelan. Seketika ia langsung paham.

Itu adalah minuman beralkohol hasil fermentasi buah naga, minuman khas daerah yang rasanya sangat manis dan segar, hingga seringkali orang tidak menyadari kadar alkoholnya cukup tinggi hingga membuat kepala pening dan kehilangan kendali diri. Mungkin pembantunya lupa menyimpan botol itu setelah digunakan kemarin, dan Claire tanpa melihat apa isinya, langsung menghabiskannya begitu saja mengira itu adalah jus biasa.

Jeremy menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum miris. Tidak heran gadis itu berubah menjadi semakin berani, makin tak tahu malu, dan bertingkah konyol seolah dunia miliknya sendiri.

Ia meletakkan botol itu kembali dengan perasaan campur aduk, antara kesal karena kelalaian itu membawa kekacauan. Selesai membersihkan diri, Jeremy keluar dengan handuk melilit pinggang. Ia berjalan perlahan menuju tempat tidur, menatap wajah Claire yang tertidur pulas dengan tenang, seolah tidak ada hal luar biasa yang baru saja terjadi.

Jeremy mendengus pelan.

"Bisa-bisanya kau tertidur pulas setelah berbuat hal seperti itu." gumamnya pelan. Tiba-tiba Claire tertawa dalam tidurnya, seakan mendengar gumaman pelan suaminya itu. Jeremy tersenyum geli, lalu naik ke atas kasur dan berbaring di sampingnya.

Awalnya dia berniat tidur di kamar terpisah dengan gadis ini. Tapi mereka suami istri. Walau bukan menikah karena cinta, mereka tetaplah suami istri. Apalagi gadis ini mungkin akan bawel berhari-hari kalau sampai mereka pisah kamar. Ya sudah, dia akan mencoba bertahan dengan si pembuat onar kecil ini.

Terpopuler

Comments

🍒WINA🍒

🍒WINA🍒

Sabar ya jeremy menghadapi si pembuatan onar, bikin sakit kepala dan puyeng. hidup jeremy dibuat jungkir balik dan lebih berwarna menikahi gadis pecicilan dan bar-bar🤣🤣🤣

kisah jeremy dan claire sangat seru dan menarik, menikah karena bisnis dan demi keselamatan claire. claire diincarkan musuh-musuh ayahnya wakil presiden.

jeremy mending menghadapi musuh2 sesama mafia, daripada menghadapi claire pembuat onar🤣

claire sifatnya sebelas dua belas sama thalia masih muda dulu, tapi claireenih berani dan nakal🤭

2026-07-04

5

Masita Masita

Masita Masita

emang kulit mentimun muda merah ya.... perasaan hijau² aja dech....🤭🤭🤣🤣

2026-08-02

0

Ririn Danayanti

Ririn Danayanti

lacu ya lanjut kak author

2026-07-04

1

lihat semua
Episodes
1 Menikah
2 Mabuk?
3 Keras banget
4 Rasanya aneh
5 Kehebohan di pagi hari
6 Perkara sweater
7 Burung gede
8 Ciuman
9 Sekarang giliranku
10 Lepas kendali
11 Sampai
12 Teman-teman Claire
13 Ide baru
14 Senjata makan tuan
15 Mengomel
16 Mimpi berjalan
17 Turun, Claire
18 Kekesalan Jeremy
19 Peresmian markas baru
20 Membangunkan singa tidur
21 Ingat rasanya?
22 Takut gak muat?
23 Rakitan
24 Alat pembakar Sate
25 Bersihkan semuanya
26 Kesempatan
27 Hitung apaan?
28 Hitung mundur
29 Menusuk sampai di hati
30 Numpang mandi?
31 Di sidang
32 Adu ranjang
33 Jangan bicara
34 Terlalu cerewet
35 Nikmat?
36 Balas dendam
37 Melapor
38 Ketahuan
39 Paket lengkap
40 Es batu?
41 Pesta
42 Jadi tumbal
43 Meletus di lidah
44 Bungkus
45 Ada Jeremy
46 Ikut berakting
47 Dongkol
48 Pura-pura
49 Curang
50 Kau suka?
51 Kabur
52 Misi baru
53 Keluar sendiri atau ...
54 Speechless
55 Kemarahan Jeremy
56 Bisikan pelayan
57 Keringkan rambutku
58 Mulai beraksi
59 Ruang rahasia
60 Serangan mematikan
61 Puluhan gadis muda
62 Jangan keras-keras
63 Siapkan pasukan tercepat
64 Bertemu
65 Kalimat absurd
66 Jangan lakukan hal gila itu lagi
67 Jeremy malu
68 Keceplosan
69 Bahas hukuman
70 Ruangan lain
71 Suka begini?
72 Hukuman sekaligus hadiah
73 Gosip di dapur
74 Ketemu mantan
75 Konyol
76 Tiga milyar
77 Kerja?
78 Di terima
79 Hampir
80 Sudah menikah
81 Perkara gaji
82 Siapa namamu?
83 Keluarlah
84 Ketahuan
85 Terlilit hutang
86 Laki-laki mencurigakan
87 Kedatangan sahabat
88 Tenangkan semua orang
89 Suruh pulang aja
90 Siapkan Helikopter!
91 Lobby
92 Makin menegangkan
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Menikah
2
Mabuk?
3
Keras banget
4
Rasanya aneh
5
Kehebohan di pagi hari
6
Perkara sweater
7
Burung gede
8
Ciuman
9
Sekarang giliranku
10
Lepas kendali
11
Sampai
12
Teman-teman Claire
13
Ide baru
14
Senjata makan tuan
15
Mengomel
16
Mimpi berjalan
17
Turun, Claire
18
Kekesalan Jeremy
19
Peresmian markas baru
20
Membangunkan singa tidur
21
Ingat rasanya?
22
Takut gak muat?
23
Rakitan
24
Alat pembakar Sate
25
Bersihkan semuanya
26
Kesempatan
27
Hitung apaan?
28
Hitung mundur
29
Menusuk sampai di hati
30
Numpang mandi?
31
Di sidang
32
Adu ranjang
33
Jangan bicara
34
Terlalu cerewet
35
Nikmat?
36
Balas dendam
37
Melapor
38
Ketahuan
39
Paket lengkap
40
Es batu?
41
Pesta
42
Jadi tumbal
43
Meletus di lidah
44
Bungkus
45
Ada Jeremy
46
Ikut berakting
47
Dongkol
48
Pura-pura
49
Curang
50
Kau suka?
51
Kabur
52
Misi baru
53
Keluar sendiri atau ...
54
Speechless
55
Kemarahan Jeremy
56
Bisikan pelayan
57
Keringkan rambutku
58
Mulai beraksi
59
Ruang rahasia
60
Serangan mematikan
61
Puluhan gadis muda
62
Jangan keras-keras
63
Siapkan pasukan tercepat
64
Bertemu
65
Kalimat absurd
66
Jangan lakukan hal gila itu lagi
67
Jeremy malu
68
Keceplosan
69
Bahas hukuman
70
Ruangan lain
71
Suka begini?
72
Hukuman sekaligus hadiah
73
Gosip di dapur
74
Ketemu mantan
75
Konyol
76
Tiga milyar
77
Kerja?
78
Di terima
79
Hampir
80
Sudah menikah
81
Perkara gaji
82
Siapa namamu?
83
Keluarlah
84
Ketahuan
85
Terlilit hutang
86
Laki-laki mencurigakan
87
Kedatangan sahabat
88
Tenangkan semua orang
89
Suruh pulang aja
90
Siapkan Helikopter!
91
Lobby
92
Makin menegangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!