Kehebohan di pagi hari

BRAKKK

"ARGKHHH!"

Bunyi benda jatuh dan teriakan keras Claire bersamaan memenuhi ruangan kamar besar itu. Untungnya kamar ini di lengkapi dengan pengedap suara, jadi siapapun di luar sana tidak akan mendengar teriakan yang super duper menyakiti telinga orang yang mendengarnya.

Jeremy kaget bukan main. Bukan hanya badannya yang sakit karena di tendang sampai jatuh dari atas kasur. Tapi suara teriakan Claire bisa membuatnya tuli.

"Diam!"

Saking kesalnya, suara Jeremy meninggi. Siapa yang tidak kesal coba? Sedang asyik-asyiknya tidur, dia malah di tendang sampai jatuh. Pria itu masih duduk di lantai, mengusap-usap pinggangnya yang sakit. Istri sialan. Tatapannya tajam dan mengintimidasi.

Di atas sana, Claire sudah berdiri di atas kasur sambil memegangi selimut tebal yang menutupi tubuhnya yang telanjang.

"Kamu ... Kamu ... Semalam ngapain aku? Kok aku telanjang kayak orang porno gini? Ya ampun, kamu perkosa aku?! Astaga, aku belum siap. Aku belum siap! Hwaaaaa.... Papa, mama... Anak kalian di perkosaaaa... Anak kalian udah gak perawan lagi hiksss ..."

Claire menangis tanpa airmata. Dramatis banget pokoknya. Jeremy sampai tercengang dibuatnya.

"Ternyata suami yang aku nikahin ini cuma gay jadi-jadian. Aslinya dia serigala berbulu macan. Aku yang polos di bikin telanjang begini hwaaaa... Kan malu dan dilihatin sama cogaan ..."

Kali ini Jeremy menutup matanya dalam-dalam. Okey, kesabarannya hampir habis. Padahal semalam gadis itu yang mabuk dan menyerangnya dengan berani. Tapi pagi ini, bangun-bangun malah bilang dia diperkosa.

"Aku bilang diam,"

"Tapi mulutku nggak bisa diem. Aku memang cerewet, kenapa? Nggak suka?!"

"Diam Claire, diam!"

"Gak bisa. Cari aja remote sakti sana kalo kamu bisa bikin aku diam. Jangan lihat ke sini. Aku malu karena kamu cogan udah liat tubuh aku yang seksi ini. Ya ampun, tubuh seseksi ini jelaslah siapa aja pasti khilaf. Termasuk si kanebo kering itu."

Jeremy berkacak pinggang dan menghembuskan nafas kesal.

"Hufftt!"

"Kau bilang aku memperkosamu?"

Claire menatap pria itu lagi dan menganggukkan kepala.

"Bener kan? Aku kan cantik, tubuhku seksi. Jelaslah kamu tergoda bidadari."

Jeremy mendengus keras sambil mengangguk-angguk. Wanita setengah waras seperti Claire ini memang tidak cukup bukti dengan kata-kata saja. Untung kamarnya ini dilengkapi dengan cctv hanya bisa dilihat olehnya seorang. Dia harus menunjukkan cctv apa yang sebenarnya terjadi semalam, biar perempuan ini tahu yang yang memperkosa siapa.

"Kau mau bukti?"

"Emang ada?"

Jeremy tertawa kesal lalu mengambil remote dari atas meja tengah kamar dan memutar layar TV besar yang tertempel di dinding. Ia langsung memutar cctv sekitar jam 10 lebih 15 menit semalam. Tepat saat Claire keluar kamar mandi dan beraksi dalam keadaan mabuk.

Jeremy menekan tombol putar, dan layar lebar di dinding segera menyala, menampilkan rekaman jelas dari sudut pandang kamera yang terpasang diam-diam. Cahaya lembut malam itu tergambar nyata, memperlihatkan setiap gerakan tanpa ada yang tersembunyi sedikit pun.

Claire masih berdiri di atas kasur, memeluk selimut erat-erat, matanya melotot waspada tapi juga penasaran. Ia berniat membuktikan tuduhannya, tapi baru beberapa detik melihat layar, mulutnya perlahan terbuka lebar dan tangisannya yang dibuat-buat seketika terhenti total.

Di rekaman itu terlihat jelas, dirinya sendiri yang keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk melilit tubuh, berjalan sempoyongan dengan tatapan sayu dan wajah memerah. Ia terlihat tidak sadar sepenuhnya, lalu tanpa ragu langsung melompat naik ke pangkuan Jeremy yang sedang duduk santai. Bahkan terlihat jelas bagaimana tangannya sendiri yang mencengkeram wajah suaminya, menariknya mendekat, lalu menempelkan bibirnya sendiri ke bibir Jeremy dengan penuh semangat.

Belum sampai di situ, rekaman terus berjalan. Terlihat jelas bagaimana Jeremy mencoba menahan bahunya, berusaha menjauhkan wajah Claire dengan nada bicara yang tegas namun tetap lembut. Lalu saat Jeremy sedikit bergerak, handuk itu terlepas dan melorot jatuh ke lantai. Jeremy langsung memalingkan wajah.

"Lihat baik-baik," kata Jeremy dengan nada dingin namun penuh tekanan, matanya tak lepas dari layar.

"Siapa yang menyerang siapa? Siapa yang telanjang tanpa disuruh?"

Claire hanya bisa ternganga, matanya makin melotot lebar saat melihat kelanjutan adegan itu. Ia melihat dirinya yang terus meronta, terus mencium dan memeluk Jeremy tanpa henti, bahkan ...

Ya ampun, ya ampun.

Dalam layar tampak jelas ia membuka baju pria itu bahkan menyentuh dan menghisap kejantanan Jeremy!

Wajah Claire perlahan berubah merah padam, bukan lagi karena kesal, tapi karena malu yang menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia merasakan panas menjalar dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ternyata apa yang ia tuduhkan tadi sama sekali terbalik, ia sendiri yang bertindak gila.

Rekaman berhenti tepat saat Jeremy mematikan layar itu. Ia menatap Claire lama. Tatapan itu tajam namun tetap saja tidak berhasil mengintimidasi seorang Claire yang sepertinya memang sudah terbiasa menghadapi berbagai jenis sifat manusia.

"Ahh, ternyata yang nyerang itu aku toh? Aku megang punya kamu? Astaga, berani banget aku ya? Kamu kaget? Maaf, maaf. Maklum orang desa. Hehehe." Claire menyengir lebar tanpa dosa.

"Jangan trauma ya. Aku kan mabuk. Lagian kita suami istri." Claire terus menyengir, sementara Jeremy terus menatap gadis itu tanpa suara dan tatapannya datar sekali. Sekarang ia sudah duduk di sofa tempat terjadinya adegan nakal Claire terhadapnya kemarin.

Apa yang dilakukan gadis itu padanya semalam masih jelas dalam ingatannya. Dan yang membuatnya kesal adalah, dia tidak bisa melupakan hisapan nikmat itu.

"Mandilah, setelah sarapan kita balik ke negaramu. Jet pribadiku sudah siap."

Mata Claire langsung melotot lebar.

"Udah mau pulang? Tapi kan aku pengen kita bulan madu. Memangnya gak ada? Kan semua pasangan yang baru nikah harusnya ada bulan maduu ..." katanya setengah keberatan, setengah merengek.

"Menurutmu pernikahan kita berdua normal seperti pasangan yang lain? Tidak ada cinta, kita menikah karena perjodohan. Sama-sama saling menguntungkan. Kau belum benar-benar mengenal sekejam apa pria sepertiku. Kalau kau tahu, kau pasti kabur.

Mata Claire menyipit tajam sekaligus kesal. Dia lalu membuang muka dari Jeremy dan berjalan ke kamar mandi dengan handuk tebal yang masih menutupi tubuh polosnya.

"Hmph! Suami ngeselin!"

Umpatnya sebelum menghilang di balik kamar mandi. Jeremy hanya mendengus pelan lalu mengusap pangkal hidungnya. Sebenarnya bisa saja dia bertahan beberapa hari di sini dan menemani gadis itu jalan-jalan, tapi masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan di Indonesia. Banyak pekerjaan yang mendesak.

Dia juga tidak mau terlalu banyak terlibat dengan si putri wakil presiden. Tidak boleh membiarkan gadis itu jatuh cinta padanya atau sebaliknya. Karena tahu suatu hari nanti, saat urusan bisnisnya dengan ayah gadis itu selesai, mungkin saja dia akan meninggalkan gadis itu. Daripada memupuk perasaan yang belum tumbuh, lebih baik menjauh bukan?

Terpopuler

Comments

Rita

Rita

andai kau tau kebalik woy kmu yg perkosa suamimu🤣🤣🤣🤣

2026-07-05

2

Riska Baelah

Riska Baelah

kk mae, kok blum up
kemaren satu x up doang/Chuckle/

2026-07-06

1

Muft Smoker

Muft Smoker

ke baliiik ,, hhooooy kebalik ,, yg ad Jeremy yg mengalami tindak as*sila ,,
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2026-08-18

0

lihat semua
Episodes
1 Menikah
2 Mabuk?
3 Keras banget
4 Rasanya aneh
5 Kehebohan di pagi hari
6 Perkara sweater
7 Burung gede
8 Ciuman
9 Sekarang giliranku
10 Lepas kendali
11 Sampai
12 Teman-teman Claire
13 Ide baru
14 Senjata makan tuan
15 Mengomel
16 Mimpi berjalan
17 Turun, Claire
18 Kekesalan Jeremy
19 Peresmian markas baru
20 Membangunkan singa tidur
21 Ingat rasanya?
22 Takut gak muat?
23 Rakitan
24 Alat pembakar Sate
25 Bersihkan semuanya
26 Kesempatan
27 Hitung apaan?
28 Hitung mundur
29 Menusuk sampai di hati
30 Numpang mandi?
31 Di sidang
32 Adu ranjang
33 Jangan bicara
34 Terlalu cerewet
35 Nikmat?
36 Balas dendam
37 Melapor
38 Ketahuan
39 Paket lengkap
40 Es batu?
41 Pesta
42 Jadi tumbal
43 Meletus di lidah
44 Bungkus
45 Ada Jeremy
46 Ikut berakting
47 Dongkol
48 Pura-pura
49 Curang
50 Kau suka?
51 Kabur
52 Misi baru
53 Keluar sendiri atau ...
54 Speechless
55 Kemarahan Jeremy
56 Bisikan pelayan
57 Keringkan rambutku
58 Mulai beraksi
59 Ruang rahasia
60 Serangan mematikan
61 Puluhan gadis muda
62 Jangan keras-keras
63 Siapkan pasukan tercepat
64 Bertemu
65 Kalimat absurd
66 Jangan lakukan hal gila itu lagi
67 Jeremy malu
68 Keceplosan
69 Bahas hukuman
70 Ruangan lain
71 Suka begini?
72 Hukuman sekaligus hadiah
73 Gosip di dapur
74 Ketemu mantan
75 Konyol
76 Tiga milyar
77 Kerja?
78 Di terima
79 Hampir
80 Sudah menikah
81 Perkara gaji
82 Siapa namamu?
83 Keluarlah
84 Ketahuan
85 Terlilit hutang
86 Laki-laki mencurigakan
87 Kedatangan sahabat
88 Tenangkan semua orang
89 Suruh pulang aja
90 Siapkan Helikopter!
91 Lobby
92 Makin menegangkan
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Menikah
2
Mabuk?
3
Keras banget
4
Rasanya aneh
5
Kehebohan di pagi hari
6
Perkara sweater
7
Burung gede
8
Ciuman
9
Sekarang giliranku
10
Lepas kendali
11
Sampai
12
Teman-teman Claire
13
Ide baru
14
Senjata makan tuan
15
Mengomel
16
Mimpi berjalan
17
Turun, Claire
18
Kekesalan Jeremy
19
Peresmian markas baru
20
Membangunkan singa tidur
21
Ingat rasanya?
22
Takut gak muat?
23
Rakitan
24
Alat pembakar Sate
25
Bersihkan semuanya
26
Kesempatan
27
Hitung apaan?
28
Hitung mundur
29
Menusuk sampai di hati
30
Numpang mandi?
31
Di sidang
32
Adu ranjang
33
Jangan bicara
34
Terlalu cerewet
35
Nikmat?
36
Balas dendam
37
Melapor
38
Ketahuan
39
Paket lengkap
40
Es batu?
41
Pesta
42
Jadi tumbal
43
Meletus di lidah
44
Bungkus
45
Ada Jeremy
46
Ikut berakting
47
Dongkol
48
Pura-pura
49
Curang
50
Kau suka?
51
Kabur
52
Misi baru
53
Keluar sendiri atau ...
54
Speechless
55
Kemarahan Jeremy
56
Bisikan pelayan
57
Keringkan rambutku
58
Mulai beraksi
59
Ruang rahasia
60
Serangan mematikan
61
Puluhan gadis muda
62
Jangan keras-keras
63
Siapkan pasukan tercepat
64
Bertemu
65
Kalimat absurd
66
Jangan lakukan hal gila itu lagi
67
Jeremy malu
68
Keceplosan
69
Bahas hukuman
70
Ruangan lain
71
Suka begini?
72
Hukuman sekaligus hadiah
73
Gosip di dapur
74
Ketemu mantan
75
Konyol
76
Tiga milyar
77
Kerja?
78
Di terima
79
Hampir
80
Sudah menikah
81
Perkara gaji
82
Siapa namamu?
83
Keluarlah
84
Ketahuan
85
Terlilit hutang
86
Laki-laki mencurigakan
87
Kedatangan sahabat
88
Tenangkan semua orang
89
Suruh pulang aja
90
Siapkan Helikopter!
91
Lobby
92
Makin menegangkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!