Berbagi Kamar

​Taksi online yang membawa Yuna berhenti di depan sebuah rumah berdesain minimalis modern dengan dominasi warna abu-abu gelap dan putih. Rumah itu lumayan besar untuk ukuran pria yang tinggal sendiri, lengkap dengan halaman kecil yang tertata rapi di bagian depan.

​Yuna turun dari mobil, menyeret kopernya dengan langkah ragu. Labib rupanya sudah menunggunya. Pria itu berdiri di ambang pintu, masih mengenakan kemeja kuliahnya yang lengannya sudah digulung hingga siku, menampilkan kesan santai yang jarang sekali Yuna lihat di kampus.

​"Sudah semua barangnya?" tanya Labib datar, langsung mengambil alih koper besar dari tangan Yuna tanpa menunggu jawaban.

​"Sudah, Mas. Cuma ini dulu," jawab Yuna pelan sambil mengekor di belakang suaminya.

​Memasuki bagian dalam rumah, Yuna tidak bisa menyembunyikan rasa kagumnya. Interior rumah ini sangat rapi, mencerminkan selera seorang dosen arsitektur yang perfeksionis. Sambil berjalan, Yuna mengingat cerita almarhum ayahnya dulu. Labib sebenarnya adalah adik tingkat ayahnya saat kuliah dahulu. Meskipun perbedaan usia mereka terpaut cukup jauh—hampir sepuluh tahun—dan sang ayah sudah dianggap seperti mentor sendiri, keduanya menjadi sangat dekat karena sering terlibat dalam proyek desain yang sama. Kedekatan emosional itulah yang membuat sang ayah tanpa ragu menitipkan Yuna pada Labib.

​"Rumah ini punya tiga kamar tidur," Labib membuka suara, memecah keheningan sambil menaiki tangga menuju lantai dua. "Satu di bawah yang biasa dipakai kalau Ibu saya berkunjung, dan dua di lantai atas."

​Yuna mengangguk-angguk. Dalam hatinya, ia sudah mulai menyusun rencana. 'Baguslah, ada kamar kosong. Aku bisa pakai kamar sebelah,' pikirnya lega.

​Namun, langkah Labib berhenti tepat di depan kamar terbesar di lantai atas—kamar utama. Pria itu mendorong pintunya terbuka, lalu meletakkan koper Yuna di dekat lemari pakaian besar.

​"Mulai hari ini, kamu pindahkan barang-barangmu ke lemari ini. Ini kamar kita," kata Labib tenang, berbalik menatap Yuna yang langsung mematung di tempat.

​"Eh? Kamar... kita, Mas?" Yuna mengerjapkan mata, mendadak gugup. "Tapi... tadi Mas bilang ada tiga kamar? Maksud saya, apa nggak sebaiknya saya pakai kamar yang satu lagi? Saya... saya takut mengganggu istirahat Mas Labib."

​Labib berjalan mendekat, menghentikan langkahnya tepat dua langkah di depan Yuna. Tatapan matanya yang tajam di balik kacamata membuat Yuna refleks menahan napas. Aura tegas dosennya menguar kuat, namun ada nada mutlak yang tidak bisa dibantah sebagai seorang suami.

​"Yuna," panggil Labib dengan suara beratnya yang tenang. "Kita memang menikah karena wasiat, dan saya setuju untuk merahasiakannya di kampus demi kenyamananmu. Tapi di rumah ini, kita adalah suami istri yang sah. Saya tidak berniat menjalani pernikahan formalitas di mana kita tidur di kamar terpisah."

​Yuna menelan ludah, meremas ujung bajunya. Wajahnya mendadak terasa panas.

​"Saya tahu kamu masih canggung, dan saya tidak akan memaksamu melakukan apa pun yang belum kamu siap," lanjut Labib, nadanya sedikit melunak saat melihat kepanikan di mata istrinya yang baru berusia 21 tahun itu. "Tapi kita harus mulai membiasakan diri berbagi ruang. Mengerti?"

​Yuna terdiam sejenak, menatap kamarnya yang luas dengan ranjang berukuran king size di tengah ruangan. Meskipun hatinya masih berdebar tak karuan dan rasa canggungnya terasa begitu mencekik, ia tahu apa yang dikatakan Labib ada benarnya. Pria 31 tahun di depannya ini sekarang adalah pelindungnya, suaminya.

​"I-iya, Mas. Mengerti," sahut Yuna pelan, nyaris berbisik sambil menundukkan kepala.

​Labib mengangguk puas. "Bagus. Sekarang bersihkan dirimu, lalu rapikan barang-barangmu. Saya akan memesan makan malam untuk kita berdua."

​Setelah Labib keluar dan menutup pintu kamar, Yuna langsung terduduk di tepi ranjang yang empuk. Ia memegangi dadanya yang berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya. Menghadapi Pak Labib yang galak di kelas ujian saja sudah membuat lututnya lemas, dan sekarang, ia harus berbagi tempat tidur dengan pria yang sama setiap malam.

Terpopuler

Comments

Qaisaa Nazarudin

Qaisaa Nazarudin

Bagus ceritanya,Moga karakter Cewek nya(Yuna) Bukan CEWEK LEMAH ya..

2026-08-14

0

lihat semua
Episodes
1 Sembilan Hari Setelah Gerimis
2 Pamitan Yang Berat
3 Berbagi Kamar
4 Perut Yang Berdemo
5 Dua Sisi Pak Dosen
6 Batas Guling Yang Goyah
7 Gosip Di Barisan Belakang
8 Kursi Di Depan Meja Dosen
9 Kekesalan Yuna
10 Langkah Di Selaras Kantin
11 Rencana Di Balik Meja Gambar
12 Rumah Yang Sunyi Dan Kamar Kos Yang Riuh
13 Otoritas Di Balik Pintu Yang Tertutup
14 Penyesalan Sang Dosen
15 Kecupan Pagi Menjelang Siang
16 Pesona Di Kantin Fakultas
17 Bayang-bayang Di Balik Studio
18 Permintaan Yang Terabaikan
19 Ujian Kepercayaan Di Balik Pintu Kamar
20 Dinding Di Samping Kulkas
21 Tamu Tak Di Undang
22 Dekapan Yang Menyembuhkan
23 Pulang Ke Dekapan Yang Sama
24 Batas Yang Belum Terlewati
25 Undangan Malam Dan Alibi Yuna
26 Kalimat yang tertahan
27 Lampu hijau Untuk Malam Ini
28 Layar Hp Yang Menyayat Hati
29 Malam Yang Kacau
30 Pecahnya Benteng Kesabaran
31 Sudut Kamar Dan Kebenaran
32 Akhir Dari Sebuah Rahasia
33 Penyatuan Dua Hati
34 Pelayanan Pagi Dan Tatapan Yang Berbeda
35 Keberangkatan Yang Berbeda
36 Konfrontasi Di Ambang Pintu
37 Badai Gosip Dan Ucapan Selamat
38 Konfrontasi Dua Wanita
39 Janji Dan Kepemilikan Mutlak
40 Deretan Gejala Di Layar Ponsel
41 Permintaan Yang Tak Biasa
42 Lima Buah Alat Uji
43 Lelah Yang Menggelayut
44 Garis Merah Yang Mengubah Segalanya
45 Detak Kehidupan Yang Nyata
46 Sebuah Penantian Dan Resep Cinta
47 Panggilan Baru Yang Menghangatkan
48 Sapaan Pertama Untuk Sang Buah Hati
49 Manisnya Perhatian
50 Janji Di Sela Suapan
51 Sang Jagoan Kecil
52 Keputusan Demi Sang Buah Hati
53 Memasuki Trimester Akhir
54 Hari Yang Di nanti
55 Lahirnya Sang Buah Hati
56 Keajaiban di sepertiga malam
57 Langkah Ringan Kembali Ke Kampus
58 Nama Untuk Sang Jagoan
59 Kehangatan Baru Di Rumah
60 Sentuhan Pertama Seorang Ibu
61 Sinar Mentari Dan Tawa Yang Kembali
62 Pelabuhan Terakhir Dan Cinta Yang Abadi
Episodes

Updated 62 Episodes

1
Sembilan Hari Setelah Gerimis
2
Pamitan Yang Berat
3
Berbagi Kamar
4
Perut Yang Berdemo
5
Dua Sisi Pak Dosen
6
Batas Guling Yang Goyah
7
Gosip Di Barisan Belakang
8
Kursi Di Depan Meja Dosen
9
Kekesalan Yuna
10
Langkah Di Selaras Kantin
11
Rencana Di Balik Meja Gambar
12
Rumah Yang Sunyi Dan Kamar Kos Yang Riuh
13
Otoritas Di Balik Pintu Yang Tertutup
14
Penyesalan Sang Dosen
15
Kecupan Pagi Menjelang Siang
16
Pesona Di Kantin Fakultas
17
Bayang-bayang Di Balik Studio
18
Permintaan Yang Terabaikan
19
Ujian Kepercayaan Di Balik Pintu Kamar
20
Dinding Di Samping Kulkas
21
Tamu Tak Di Undang
22
Dekapan Yang Menyembuhkan
23
Pulang Ke Dekapan Yang Sama
24
Batas Yang Belum Terlewati
25
Undangan Malam Dan Alibi Yuna
26
Kalimat yang tertahan
27
Lampu hijau Untuk Malam Ini
28
Layar Hp Yang Menyayat Hati
29
Malam Yang Kacau
30
Pecahnya Benteng Kesabaran
31
Sudut Kamar Dan Kebenaran
32
Akhir Dari Sebuah Rahasia
33
Penyatuan Dua Hati
34
Pelayanan Pagi Dan Tatapan Yang Berbeda
35
Keberangkatan Yang Berbeda
36
Konfrontasi Di Ambang Pintu
37
Badai Gosip Dan Ucapan Selamat
38
Konfrontasi Dua Wanita
39
Janji Dan Kepemilikan Mutlak
40
Deretan Gejala Di Layar Ponsel
41
Permintaan Yang Tak Biasa
42
Lima Buah Alat Uji
43
Lelah Yang Menggelayut
44
Garis Merah Yang Mengubah Segalanya
45
Detak Kehidupan Yang Nyata
46
Sebuah Penantian Dan Resep Cinta
47
Panggilan Baru Yang Menghangatkan
48
Sapaan Pertama Untuk Sang Buah Hati
49
Manisnya Perhatian
50
Janji Di Sela Suapan
51
Sang Jagoan Kecil
52
Keputusan Demi Sang Buah Hati
53
Memasuki Trimester Akhir
54
Hari Yang Di nanti
55
Lahirnya Sang Buah Hati
56
Keajaiban di sepertiga malam
57
Langkah Ringan Kembali Ke Kampus
58
Nama Untuk Sang Jagoan
59
Kehangatan Baru Di Rumah
60
Sentuhan Pertama Seorang Ibu
61
Sinar Mentari Dan Tawa Yang Kembali
62
Pelabuhan Terakhir Dan Cinta Yang Abadi

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!