Tawaran pernikahan kontrak

Nyonya Margaretha tersenyum lembut, lalu menoleh ke arah cucunya yang sedari tadi duduk tenang di sampingnya.

“Menikahlah dengannya. Cucuku akan memperlakukanmu dengan sangat baik, dia sudah memimpin perusahaan dan kamu akan hidup nyaman dengannya.”

Pria itu berdiri perlahan. Tubuhnya tinggi dan tegap, mengenakan setelan sederhana namun rapi. Wajahnya tampan dengan sorot mata hijau yang tenang dan dewasa. Ia menatap Valerie sejenak sebelum tersenyum ramah.

“Senang bertemu denganmu, Nona Valerie,” ucapnya sopan.

Valerie membalas senyum itu tipis.

“Senang bertemu dengan Anda Tuan Damian.”

Nenek Margaretha kembali menggenggam tangan Valerie.

“Menjadi menantu keluarga kami bukan hanya soal pernikahan, kami ingin bertanggung jawab atas masa depanmu.”

“Dengan menjadi bagian dari keluarga kami, kami bisa melindungimu, menjagamu, dan membiayai seluruh kebutuhanmu.”

Valerie terdiam beberapa saat. Ia dapat merasakan ketulusan dalam ucapan wanita tua itu. Namun, hatinya tetap tidak dapat menerima usulan tersebut. Lalu dengan sopan, Valerie menggeleng pelan.

“Terima kasih atas niat baik Nenek, saya benar-benar menghargainya.”

“Tapi saya tidak bisa menerima lamaran ini.”

Nenek Margaretha menatapnya lembut.

“Kenapa Nak, apa yang membuatmu menolak tawaran kami?”

Valerie menarik napas perlahan.

“Karena pernikahan, bukan sesuatu yang bisa dijalani hanya karena rasa terima kasih atau balas budi pada keluarga saya.”

“Saya masih berusia dua puluh dua tahun, sementara cucu Nenek sudah berusia tiga puluh tahun. Saya merasa jarak usia kami cukup jauh.”

“Selain itu, kami juga tidak saling mengenal satu sama lain. Menikah dengan seseorang yang baru pertama kali saya temui, saya merasa terlalu terburu-buru.”

Ruangan seketika hening.

Namun Damian tidak tampak tersinggung. Ia justru tersenyum kecil, seolah memahami alasan Valerie.

“Perkataanmu benar.” ujar Damian tenang. “Pernikahan memang tidak seharusnya diputuskan karena keterpaksaan.”

Mendengar itu, Valerie sedikit merasa lega.

Nenek Margaretha menghela napas pelan sebelum akhirnya mengangguk.

“Aku mengerti, aku tidak akan memaksamu.”

Wanita itu kemudian mengambil sebuah kartu nama dari dalam tasnya, lalu menyerahkannya kepada Valerie.

“Ini nomor pribadiku.”

“Jika suatu saat kamu membutuhkan bantuan, hubungi aku kapan saja.”

Setelah itu, ia mengeluarkan sebuah kartu ATM dan meletakkannya di atas meja.

Valerie langsung menggeleng.

“Maaf Nenek, saya tidak bisa menerimanya.”

Nenek Margaretha tersenyum lembut.

“Anggap saja ini bentuk rasa terima kasihku kepada kedua orang tuamu.”

“Mereka telah menyelamatkan hidupku, mereka juga telah mengorbankan nyawa mereka demi keluargaku.”

“Aku tidak bisa membalas pengorbanan mereka, tetapi setidaknya izinkan aku membantu putrinya.”

Valerie menunduk, matanya kembali memerah.

Nyonya Margaretha mengusap punggung tangannya dengan penuh kasih sayang.

“Pikirkanlah baik-baik.”

“Pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu.”

“Kamu tidak sendirian, Valerie. Mulai sekarang, anggaplah kami sebagai keluargamu juga.”

Valerie hanya mampu mengangguk pelan.

Tak lama kemudian, Nyonya Margaretha dan keluarganya bangkit berdiri. Pria berusia tiga puluh dua tahun itu kembali menatap Valerie dan tersenyum ramah.

“Kami pamit, sampai berjumpa lagi.”

Setelah mengucapkan salam perpisahan, mereka pun meninggalkan rumah Valerie. Pintu tertutup perlahan, rumah itu kembali sunyi. Valerie berdiri mematung sambil memandangi kartu nama dan kartu ATM yang masih berada di atas meja.

Valerie kembali menangis. Ia tidak membutuhkan uang itu, yang ia butuhkan hanyalah orang tuanya kembali berkumpul bersamanya.

•●✿●•

Beberapa hari kemudian, Valerie kembali menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswa. Meski senyumnya masih tersisa, kehilangan kedua orang tuanya telah meninggalkan luka yang begitu dalam di hatinya. Sepulang dari kampus, Valerie berjalan bersama sahabatnya, Ariana Fernandez.

Ariana sesekali berusaha menghiburnya dengan cerita-cerita ringan, agar Valerie tidak terus larut dalam kesedihan. Namun langkah Valerie terhenti, ketika melihat sebuah mobil hitam mewah terparkir di depan gerbang kampus. Seorang pria bersandar santai di samping mobil itu.

Damian Robert.

Begitu melihat Valerie, pria itu berjalan mendekat.

“Selamat sore Nona Valerie, ada yang ingin aku bicarakan denganmu,”

Valerie tampak terkejut.

“Membicarakan apa?”

Damian tersenyum.

“Ini bukan tempat yang tepat untuk membahasnya, silakan ikut denganku...”

Ariana melirik Valerie, seolah meminta izin.

“Aku ikut.”

Damian berdeham, lalu tersenyum kepada Ariana.

“Maaf Nona, pembicaraan kami bersifat privasi. Saya harap Nona tidak salah paham.”

Ariana memasang wajah masam.

“Baiklah, kebetulan aku orangnya pengertian. Silakan lanjutkan Tuan.”

Mobil itu kemudian melaju meninggalkan kampus, dan berhenti di sebuah kafe yang tenang. Damian memesan beberapa makanan dan minuman untuk Valerie.

“Aku sudah memesankan makanan, Nona Valerie silakan dinikmati.” katanya singkat.

Valerie hanya mengangguk. Setelah suasana hening beberapa saat, Damian akhirnya membuka pembicaraan.

“Aku akan bicara terus terang.”

Valerie menatapnya.

“Aku tidak tertarik pada pernikahan, aku juga tidak ingin mencintai siapapun.”

“Nenekku sudah lama memaksaku menikah, dan aku sangat lelah terus menolak permintaannya.”

Valerie mengernyit bingung.

“Lalu?”

Damian menyandarkan tubuhnya.

“Aku ingin menawarkan pernikahan kontrak.”

Valerie membeku.

“Kepadaku?”

Damian mengangguk.

“Kita menikah selama dua tahun, lalu tinggal di rumah yang sama.”

“Kita menjalankan status sebagai suami dan istri di depan keluarga. Setelah dua tahun, kita bisa bercerai.”

Valerie menatapnya tidak percaya.

“Konyol.”

Damian mendorong sebuah map ke arah Valerie.

“Aku akan memberikan kompensasi kepadamu.”

“Villa, mobil, Mansion, rekening bulanan, dan sejumlah uang yang cukup untuk menjamin kehidupanmu.”

Valerie segera menggeleng.

“Tidak.”

“Aku tidak mau.”

“Pernikahan bukan sebuah transaksi, aku tidak bermimpi menikah untuk uang.”

Damian tidak marah, ia justru mengeluarkan berkas lain dan meletakkannya di hadapan Valerie.

“Ini laporan keuangan keluargamu.”

Valerie terdiam.

Damian melanjutkan.

“Tabungan kedua orang tuamu yang bekerja sebagai dokter, sudah mulai menipis. Ini semua tidak akan cukup untuk memenuhi biaya kuliahmu, biaya hidupmu, pajak rumah, dan lain sebagainya.”

Valerie menggenggam berkas itu dengan tangan gemetar.

“Aku bisa memenuhinya dengan bekerja.”

“Kamu masih kuliah, dan pekerjaan paruh waktu tidak akan mampu menutupi semua kebutuhanmu.”

Damian menatap Valerie dengan serius.

“Aku tidak akan menyentuhmu, aku tidak akan memaksamu melakukan apa pun diluar kontrak dalam pernikahan itu.”

“Tidak akan ada hubungan suami istri, Tidak akan ada perasaan di antara kita.”

“Kehidupanmu akan tetap berjalan seperti biasa, kamu tetap kuliah, kamu tetap bisa pergi kemana pun.”

“Kamu bebas, selama tidak membuat reputasi keluargaku buruk.”

“Kita hanya berbagi rumah, dan menjalani status pernikahan di atas kertas.”

Valerie terdiam lama, pikirannya mulai kacau. Ia tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah secepat ini. Beberapa minggu lalu, ia masih hidup bahagia bersama kedua orang tuanya. Kini, ia harus memikirkan biaya hidup, kuliah, dan masa depannya seorang diri.

Damian kembali berbicara.

“Aku tidak bermaksud memanfaatkanmu, tapi ini bisa menjadi solusi untuk kita berdua.”

“Kamu mendapatkan keamanan finansial.”

“Sedangkan aku dapat memenuhi keinginan nenekku.”

“Kita sama-sama diuntungkan dalam pernikahan ini.”

Valerie menunduk, air matanya hampir jatuh. Ia membenci kenyataan bahwa dirinya berada dalam posisi yang sulit. Namun ia juga tahu, untuk saat ini, ia tidak memiliki pilihan. Beberapa menit kemudian, Valerie mengangkat kepalanya.

“Benarkah... kamu tidak akan mengharapkan apa pun dariku?”

Episodes
1 Hazel dalam mimpiku
2 Jurang ditengah hutan
3 Permintaan sang nenek
4 Tawaran pernikahan kontrak
5 Pertama kali tidur tanpa mimpi
6 Hari pertama setelah pernikahan
7 Masih ada yang mengkhawatirkanku
8 Perlahan mulai nyaman
9 Mengapa aku cemburu
10 Kedatangan orang ketiga
11 Awal kebenciannya
12 Jarak yang terasa dingin
13 Kamu meragukan ku
14 Kehilangan kasih sayang
15 Dasar manusia kaku
16 Mencari cara membujuknya
17 Hanya bertahan sesaat
18 Ruang rahasia
19 Noda di atas seprai
20 Valerie menghilang
21 Mencarimu ke mana-mana
22 Kesalahpahaman keluarga.
23 Merindukan kasih sayang mereka
24 Mencoba terbuka
25 Kembali pulang
26 Olivia tidak berhenti
27 Aku juga bisa lelah
28 Menangisi nasib
29 Masih ada tempat untuk pulang
30 Mari bercerai
31 Melangkah kehidup yang baru
32 Hampa
33 Mencari kebenaran
34 Mulai memahami perasaannya
35 Dua garis merah
36 Perasaan campur aduk
37 Olivia dan Damian
38 Hilang arah
39 Aku menyerah
40 Tangisanku
41 Obsesi
42 Benturan pada perut Valerie
43 Berpacu dengan waktu
44 Kehilangan bayinya
45 Mencoba berubah
46 Terungkapnya kebusukan
47 Kenyataan yang pahit
48 Korban perjodohan
49 Hari pernikahan
50 Bukan cincin tapi borgol
51 Dalam pelukan Valerie
52 Penolakan yang menyakitkan
53 Prustasi
54 Memohon kembali
55 Aku akan tetap mencarimu
56 Kecelakaan
57 Di alam yang berbeda
58 Reinkarnasi Selena
59 Valerie dan Hazel
60 Mengungkap siapa Hazel
61 Wajah asli Hazel
62 Permohonan Nyonya Margaretha
63 Damian terbaring koma
64 Hari Valerie Wisuda
65 Mengejar Valerie di bandara
66 Perasaan yang gelisah
67 Bangkit lagi
68 Memulai hal baru
69 Kamu yang dimasa lalu
70 Jangan bernostalgia
71 Bukan Valerie yang dulu
72 Dilema
73 Keslaah pahaman
74 Pulang sendirian
75 Preman jalanan
76 Tawaran yang tidak terduga
77 Keputusan sepihak
78 Bertemu kembali
79 Kenyataan yang pahit
80 Bersedia menjauhi putramu
81 Meminta waktumu
82 Pintu yang masih tertutup
83 Jauhi Valerie!
84 Kenapa tidak denganku
85 Mencari kejelasan
86 Akhiri saja
87 Mengundurkan diri
88 Deep talk
89 Luka di masalalu
90 Kamu masih mencintainya
91 Menculik perhatianmu
Episodes

Updated 91 Episodes

1
Hazel dalam mimpiku
2
Jurang ditengah hutan
3
Permintaan sang nenek
4
Tawaran pernikahan kontrak
5
Pertama kali tidur tanpa mimpi
6
Hari pertama setelah pernikahan
7
Masih ada yang mengkhawatirkanku
8
Perlahan mulai nyaman
9
Mengapa aku cemburu
10
Kedatangan orang ketiga
11
Awal kebenciannya
12
Jarak yang terasa dingin
13
Kamu meragukan ku
14
Kehilangan kasih sayang
15
Dasar manusia kaku
16
Mencari cara membujuknya
17
Hanya bertahan sesaat
18
Ruang rahasia
19
Noda di atas seprai
20
Valerie menghilang
21
Mencarimu ke mana-mana
22
Kesalahpahaman keluarga.
23
Merindukan kasih sayang mereka
24
Mencoba terbuka
25
Kembali pulang
26
Olivia tidak berhenti
27
Aku juga bisa lelah
28
Menangisi nasib
29
Masih ada tempat untuk pulang
30
Mari bercerai
31
Melangkah kehidup yang baru
32
Hampa
33
Mencari kebenaran
34
Mulai memahami perasaannya
35
Dua garis merah
36
Perasaan campur aduk
37
Olivia dan Damian
38
Hilang arah
39
Aku menyerah
40
Tangisanku
41
Obsesi
42
Benturan pada perut Valerie
43
Berpacu dengan waktu
44
Kehilangan bayinya
45
Mencoba berubah
46
Terungkapnya kebusukan
47
Kenyataan yang pahit
48
Korban perjodohan
49
Hari pernikahan
50
Bukan cincin tapi borgol
51
Dalam pelukan Valerie
52
Penolakan yang menyakitkan
53
Prustasi
54
Memohon kembali
55
Aku akan tetap mencarimu
56
Kecelakaan
57
Di alam yang berbeda
58
Reinkarnasi Selena
59
Valerie dan Hazel
60
Mengungkap siapa Hazel
61
Wajah asli Hazel
62
Permohonan Nyonya Margaretha
63
Damian terbaring koma
64
Hari Valerie Wisuda
65
Mengejar Valerie di bandara
66
Perasaan yang gelisah
67
Bangkit lagi
68
Memulai hal baru
69
Kamu yang dimasa lalu
70
Jangan bernostalgia
71
Bukan Valerie yang dulu
72
Dilema
73
Keslaah pahaman
74
Pulang sendirian
75
Preman jalanan
76
Tawaran yang tidak terduga
77
Keputusan sepihak
78
Bertemu kembali
79
Kenyataan yang pahit
80
Bersedia menjauhi putramu
81
Meminta waktumu
82
Pintu yang masih tertutup
83
Jauhi Valerie!
84
Kenapa tidak denganku
85
Mencari kejelasan
86
Akhiri saja
87
Mengundurkan diri
88
Deep talk
89
Luka di masalalu
90
Kamu masih mencintainya
91
Menculik perhatianmu

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!