Episode 2 - Kursi Pengantin yang kosong

Surat itu masih berada di tangan Adrian.

Selembar kertas sederhana yang dalam hitungan detik mengubah seluruh rencana hari itu.

*"Maaf. Aku tidak bisa menikah denganmu. Jangan mencariku."*

Ia membaca kalimat itu sekali lagi, seolah berharap ada bagian yang terlewat. Namun tetap sama. Tidak ada alasan. Tidak ada penjelasan.

Hanya perpisahan yang datang di saat paling tidak seharusnya.

"Pak..."

Suara Dimas terdengar hati-hati.

"Para tamu mulai bertanya."

Adrian melipat surat itu, lalu memasukkannya ke dalam saku jas.

"Berapa lama lagi acara bisa ditunda?"

"Paling lama tiga puluh menit. Setelah itu media pasti mulai curiga."

Adrian mengangguk pelan. Wajahnya tetap tenang, tetapi pikirannya bekerja tanpa henti.

Maya bukan perempuan yang gemar membuat keputusan gegabah. Selama tiga tahun mereka bertunangan, ia selalu memikirkan segala sesuatu dengan matang. Karena itu, surat pendek tanpa penjelasan justru terasa janggal.

"Rekaman CCTV apartemen?"

"Tim keamanan sedang memeriksanya."

"Kalau ada kabar, hubungi aku langsung."

"Baik, Pak."

---

Di ballroom, suasana mulai berubah.

Musik yang semula terdengar meriah kini hanya menjadi pengisi keheningan. Para tamu saling bertukar pandang, sementara beberapa wartawan mulai memperhatikan jam.

Rafa berjalan ke arah ruang tunggu pengantin setelah menerima pesan dari Dimas.

Begitu pintu terbuka, ia langsung menangkap ekspresi sahabatnya.

"Kejadiannya separah itu?"

Adrian tidak menjawab. Ia hanya menyerahkan surat yang ada di sakunya.

Rafa membaca isinya perlahan.

"Lalu... ini maksudnya apa?"

"Aku juga ingin tahu."

"Kamu yakin ini tulisan Maya?"

"Ya."

Rafa mengembalikan surat itu.

"Ada kemungkinan dia dipaksa menulis?"

Adrian mengangkat kepala. Untuk pertama kalinya sejak pagi, ada secercah harapan di matanya.

"Itu juga yang kupikirkan."

"Kalau begitu kita belum bisa menyimpulkan dia sengaja kabur."

Adrian mengangguk.

Ia lebih memilih mempercayai fakta daripada prasangka.

---

Sementara itu, Kayla sedang membantu seorang panitia merapikan meja penerima tamu yang mulai berantakan.

Beberapa tamu bertanya dengan nada tidak sabar.

"Acara jadi dimulai atau tidak?"

"Kami sudah menunggu hampir setengah jam."

Kayla hanya bisa tersenyum sopan.

"Mohon maaf, Bapak, Ibu. Mohon menunggu sebentar lagi."

Begitu tamu itu pergi, Mbak Rina mengembuskan napas panjang.

"Semoga semua cepat selesai."

Kayla ikut mengangguk.

Entah mengapa, sejak tadi hatinya terasa tidak tenang.

Pandangannya tanpa sadar mencari sosok Adrian yang tadi sempat ia lihat dari kejauhan.

Ia masih mengingat pria itu.

Bukan karena statusnya sebagai CEO, melainkan karena sebuah kejadian bertahun-tahun lalu.

Saat itu Kayla masih mahasiswa tingkat akhir. Ia tanpa sengaja menjatuhkan seluruh maket tugas akhirnya di lobi kampus. Orang-orang hanya melihat sekilas lalu berlalu.

Hanya satu orang yang berhenti membantu mengumpulkan potongan-potongan maket itu.

Orang itu adalah Adrian.

Ia bahkan tidak mengenal Kayla.

Setelah selesai membantu, Adrian hanya berkata, *"Kalau menyerah karena hal kecil, dunia kerja akan terasa jauh lebih berat."*

Kalimat sederhana itu terus diingat Kayla sampai sekarang.

Namun Adrian mungkin sudah melupakannya.

---

Ponsel Rafa bergetar.

Pesan dari Dimas.

**Segera ke ruang rapat kecil. Penting.**

Rafa berpamitan kepada Kayla.

"Tunggu di sini, ya."

"Ada apa, Kak?"

"Belum tahu."

"Semoga bukan sesuatu yang buruk."

Rafa memaksakan senyum.

"Aku juga berharap begitu."

---

Ruang rapat hotel dipenuhi wajah-wajah tegang.

Selain Adrian, ada Dimas, kuasa hukum keluarga Mahendra, dan dua orang direktur perusahaan.

"Kita tidak punya banyak waktu," ujar salah satu direktur.

"Kalau berita ini bocor hari ini juga, harga saham bisa langsung terdampak."

"Prioritas saya bukan saham," potong Adrian tenang.

"Saya ingin menemukan Maya."

"Tapi perusahaan juga harus dipikirkan."

"Justru karena itu kita harus berhenti berspekulasi."

Ruangan kembali sunyi.

Tak lama kemudian, Dimas menerima panggilan telepon.

Ia menjauh beberapa langkah sebelum mengangkatnya.

Wajahnya berubah semakin serius.

"Baik... kirim rekamannya sekarang."

Telepon ditutup.

Semua mata tertuju padanya.

"Dimas?"

"Tim keamanan baru mengirim cuplikan CCTV apartemen Nona Maya."

"Apa dia keluar sendiri?"

Dimas menelan ludah.

"Ya."

"Lalu?"

"Dia membawa koper."

Ruangan mendadak senyap.

Adrian tidak langsung bereaksi.

Ia hanya menatap layar tablet yang kini menampilkan gambar seorang perempuan bertopi dan bermasker berjalan meninggalkan lobi apartemen sambil menarik koper berwarna putih.

Wajahnya memang tidak terlihat jelas.

Namun cara berjalan dan pakaian yang dikenakan tidak mungkin salah.

Itu Maya.

Dan yang paling mengejutkan...

Ia pergi seorang diri.

Di luar ruang rapat, Kayla yang sedang mencari Rafa tanpa sengaja melihat pintu yang belum tertutup rapat.

Ia tidak mendengar seluruh pembicaraan.

Tetapi satu kalimat dari dalam ruangan membuat langkahnya terhenti.

"Dengan atau tanpa penjelasan, publik akan menganggap pengantin wanita meninggalkan Pak Adrian."

Kayla menatap lantai beberapa saat.

Entah mengapa, ada rasa iba yang perlahan memenuhi hatinya.

Ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Namun untuk pertama kalinya, ia melihat bahwa pria yang selama ini dikenal sempurna ternyata juga bisa menjadi seseorang yang terluka.

**Bersambung ke Episode 3**

Episodes
1 Episode 1 - Gaun Putih yang Tak pernah Di pakai
2 Episode 2 - Kursi Pengantin yang kosong
3 Episode 3 - Di Balik Pintu yang Setengah Terbuka
4 Episode 4 - Undangan dari Orang Asing
5 Episode 5 - Pengakuan yang Terputus
6 Episode 6 - Pengkhianat di Dalam Lingkaran
7 Episode 7 - Isi Flashdisk yang Mengubah Segalanya
8 Episode 8 - Tersangka di Hari yang Sama
9 Episode 9 - Nama Kayla Mulai Disebut
10 Episode 10 - Target Berikutnya
11 Episode 11 - Perempuan yang Harus Kulindungi
12 Episode 12 - Ratu di Balik Papan Catur
13 Episode 13 - Perempuan yang Seharusnya Sudah Mati
14 Episode 14 - Pertemuan yang Mengubah Takdir
15 Episode 15 - Rahasia yang Disembunyikan Nadia
16 Episode 16 - Wanita yang Mengaku Kakak Adrian
17 Episode 17 - Tembakan untuk Sang Pewaris
18 Episode 18 - Pengakuan Terakhir Nadia
19 Episode 19 - Ayah yang Dituduh Menjadi Dalang
20 Episode 20 - Maya Membalikkan Permainan
21 Episode 21 - Aku Tidak Akan Menjadi Penggantimu Lagi
22 Episode 22 - Wanita yang Datang untuk Merebut Suamiku
23 Episode 23 - Aku Bukan Lagi Pengantin Pengganti
24 Episode 24 - Aku Tidak Akan Melepaskan Istriku
25 Episode 25 - Aku Memilih Pergi Agar Kalian Selamat
26 Episode 26 - Fitnah yang Menghancurkan Kepercayaan
27 Episode 27 - Jebakan yang Mengubah Segalanya
28 Episode 28 - Aku Memilih Pergi Sebelum Terlambat
29 Episode 29 - Pria yang Menemukan Aku Lebih Dulu
30 Episode 30 - Sahabat yang Diam - Diam Merebut Hati Istriku
31 Episode 31 - Sahabatku Ternyata Mencintai Istriku
32 Episode 32 - Vanessa Menjadikan Sahabat Sebagai Senjata
33 Episode 33 - Aku Mulai Nyaman Bersama Sahabat Suamiku
34 Episode 34 - Aku Mulai Cemburu pada Sahabatku Sendiri
35 Episode 35 - Sahabatku Memeluk Istriku di Depan Mataku
36 Episode 36 - Aku Tidak Akan Menyerahkan Istriku
37 Episode 37 - Rahasia Kelahiranku Menghancurkan Pernikahanku
38 Episode 38 - Ayah Kandungku Ternyata Musuh Keluarga Suamiku
39 Episode 39 - Undangan dari Pembunuh Ibuku
40 Episode 40 - Siapa yang Mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku?
41 41 - Ayah Kandungku Masih Hidup, Tapi Mengapa Dia Bersembunyi Dari ku?
42 Ayahku Menghubungiku, Tapi dia memintaku Mengkhianati Andrian
43 Andiran Mengetahui Aku bertemu ayah kandungku
44 Vanessa Menyimpan Rahasia yang Bisa Menghancurkan Pernikahanku
45 Andrian Bukan Saudara Kandungku!
46 Rayan Ternyata Masih Hidup
47 Pengkhianat itu ternyata orang yang paling aku percaya
48 Aku menikah dengan saudara kembarku?
49 Surat Terakhir ibu membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan keluargaku
50 Ayah adrian masih hidup, dan dialah orang yang selama ini memburu kami
51 Ibuku masih hidup? wanita di balik pintu membawa kebenaran yg menghancurkan
52 Rafael datang menjemput anaknya, tp kayla menemukan bukti bahwa ayahnya blm mati
53 Pria dalam Foto itu ternyata masih hidup
54 Pengakuan armand: kenpa dia menyuruh dimas mencelakai ayah kayla?
55 Surat dari ayahku membuka dosa terbesar armand yang selama ini disembunyikan
56 Orang yang selama ini kupercaya menembak surya, lalu membawa ayahku pergi
57 Aku bukan anak papa? Rahasia kelahiranku mengubah segalanya
58 Suamiku ternyata saudara kembarku? Kebenaran yang membuat kayla memilih pergi
59 Ayah kandungku muncul dari kematian, dan saudara kembarku akhirnya kembali
60 Pria misterius itu mengaku ayahku, tapi arka menyebutnya pembunuh
61 Dua saudara, satu ayah dan dosa yang disembunyikan selama 25 tahun
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Episode 1 - Gaun Putih yang Tak pernah Di pakai
2
Episode 2 - Kursi Pengantin yang kosong
3
Episode 3 - Di Balik Pintu yang Setengah Terbuka
4
Episode 4 - Undangan dari Orang Asing
5
Episode 5 - Pengakuan yang Terputus
6
Episode 6 - Pengkhianat di Dalam Lingkaran
7
Episode 7 - Isi Flashdisk yang Mengubah Segalanya
8
Episode 8 - Tersangka di Hari yang Sama
9
Episode 9 - Nama Kayla Mulai Disebut
10
Episode 10 - Target Berikutnya
11
Episode 11 - Perempuan yang Harus Kulindungi
12
Episode 12 - Ratu di Balik Papan Catur
13
Episode 13 - Perempuan yang Seharusnya Sudah Mati
14
Episode 14 - Pertemuan yang Mengubah Takdir
15
Episode 15 - Rahasia yang Disembunyikan Nadia
16
Episode 16 - Wanita yang Mengaku Kakak Adrian
17
Episode 17 - Tembakan untuk Sang Pewaris
18
Episode 18 - Pengakuan Terakhir Nadia
19
Episode 19 - Ayah yang Dituduh Menjadi Dalang
20
Episode 20 - Maya Membalikkan Permainan
21
Episode 21 - Aku Tidak Akan Menjadi Penggantimu Lagi
22
Episode 22 - Wanita yang Datang untuk Merebut Suamiku
23
Episode 23 - Aku Bukan Lagi Pengantin Pengganti
24
Episode 24 - Aku Tidak Akan Melepaskan Istriku
25
Episode 25 - Aku Memilih Pergi Agar Kalian Selamat
26
Episode 26 - Fitnah yang Menghancurkan Kepercayaan
27
Episode 27 - Jebakan yang Mengubah Segalanya
28
Episode 28 - Aku Memilih Pergi Sebelum Terlambat
29
Episode 29 - Pria yang Menemukan Aku Lebih Dulu
30
Episode 30 - Sahabat yang Diam - Diam Merebut Hati Istriku
31
Episode 31 - Sahabatku Ternyata Mencintai Istriku
32
Episode 32 - Vanessa Menjadikan Sahabat Sebagai Senjata
33
Episode 33 - Aku Mulai Nyaman Bersama Sahabat Suamiku
34
Episode 34 - Aku Mulai Cemburu pada Sahabatku Sendiri
35
Episode 35 - Sahabatku Memeluk Istriku di Depan Mataku
36
Episode 36 - Aku Tidak Akan Menyerahkan Istriku
37
Episode 37 - Rahasia Kelahiranku Menghancurkan Pernikahanku
38
Episode 38 - Ayah Kandungku Ternyata Musuh Keluarga Suamiku
39
Episode 39 - Undangan dari Pembunuh Ibuku
40
Episode 40 - Siapa yang Mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku?
41
41 - Ayah Kandungku Masih Hidup, Tapi Mengapa Dia Bersembunyi Dari ku?
42
Ayahku Menghubungiku, Tapi dia memintaku Mengkhianati Andrian
43
Andiran Mengetahui Aku bertemu ayah kandungku
44
Vanessa Menyimpan Rahasia yang Bisa Menghancurkan Pernikahanku
45
Andrian Bukan Saudara Kandungku!
46
Rayan Ternyata Masih Hidup
47
Pengkhianat itu ternyata orang yang paling aku percaya
48
Aku menikah dengan saudara kembarku?
49
Surat Terakhir ibu membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan keluargaku
50
Ayah adrian masih hidup, dan dialah orang yang selama ini memburu kami
51
Ibuku masih hidup? wanita di balik pintu membawa kebenaran yg menghancurkan
52
Rafael datang menjemput anaknya, tp kayla menemukan bukti bahwa ayahnya blm mati
53
Pria dalam Foto itu ternyata masih hidup
54
Pengakuan armand: kenpa dia menyuruh dimas mencelakai ayah kayla?
55
Surat dari ayahku membuka dosa terbesar armand yang selama ini disembunyikan
56
Orang yang selama ini kupercaya menembak surya, lalu membawa ayahku pergi
57
Aku bukan anak papa? Rahasia kelahiranku mengubah segalanya
58
Suamiku ternyata saudara kembarku? Kebenaran yang membuat kayla memilih pergi
59
Ayah kandungku muncul dari kematian, dan saudara kembarku akhirnya kembali
60
Pria misterius itu mengaku ayahku, tapi arka menyebutnya pembunuh
61
Dua saudara, satu ayah dan dosa yang disembunyikan selama 25 tahun

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!