Adrian masih berdiri di luar **Kafe Ombak**.
Melalui jendela kaca, ia melihat Kayla tertawa pelan mendengar cerita Arga. Senyum itu sederhana, tetapi cukup membuat dada Adrian terasa sesak.
Sudah lama...
Ia tidak pernah melihat Kayla setenang itu.
Tangannya mengepal.
Namun ia tidak masuk.
Ia takut.
Takut kehadirannya justru membuat Kayla kembali terluka.
---
Di dalam kafe, Arga memperhatikan Kayla yang beberapa kali melamun.
"Kamu masih memikirkan suamimu?"
Kayla yang sedang memegang cangkir kopi langsung terdiam.
"Aku tidak pernah bilang kalau aku sudah menikah."
Arga tersenyum kecil.
"Aku memang tidak tahu."
"Tapi cincin yang masih kamu pakai sudah menjawab semuanya."
Refleks Kayla melihat jari manis kirinya.
Cincin pernikahan itu memang masih melingkar di sana.
Ia tidak pernah sanggup melepaskannya.
"Kalau boleh jujur..."
Arga melanjutkan pelan.
"...aku melihat tatapan seseorang yang sedang lari dari perasaannya sendiri."
Kayla menunduk.
"Bukan lari."
"Aku hanya ingin berhenti menyakiti orang yang kucintai."
Arga tidak lagi bertanya.
Ia hanya mengangguk pelan.
"Kalau begitu..."
"...semoga suatu hari kamu menemukan jawaban yang kamu cari."
---
Di luar kafe...
Ponsel Adrian berdering.
"Pak Adrian," suara Dimas terdengar tergesa-gesa.
"Ada perkembangan."
"Apa?"
"Kami berhasil menemukan identitas Arga."
Adrian memandang pria yang sedang duduk bersama Kayla.
"Siapa dia?"
"Arga Pratama."
"Pemilik Kafe Ombak."
"Dan..."
Dimas berhenti sejenak.
"Dia sahabat lama Mas Rafa."
Adrian mengernyit.
"Rafa tidak pernah menceritakannya."
"Masih ada satu hal lagi."
"Apa?"
"Arga pernah bekerja di Mahendra Group sekitar lima tahun lalu."
Mata Adrian langsung membelalak.
"Kenapa dia keluar?"
"Belum diketahui."
"Tapi menurut data perusahaan..."
"...dia pernah berada di divisi yang sama dengan almarhum ibu Anda."
Jantung Adrian berdegup semakin cepat.
Ini bukan kebetulan.
---
Sore itu...
Rafa tiba di kota pesisir.
Begitu melihat Arga sedang berbincang dengan Kayla, ia tersenyum lebar.
"A…
KONTRAK PENGANTIN PENGGANTI, TAPI AKU JATUH CINTA PADA SAHABAT SUAMIKU
Episode 30 - Sahabat yang Diam - Diam Merebut Hati Istriku
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 61 Episodes
Comments