Episode 5 - Pengakuan yang Terputus

Suara benturan itu menggema di seluruh sudut gudang.

**Brak!**

Maya sontak menoleh ke arah pintu belakang. Wajahnya yang sejak tadi pucat kini benar-benar kehilangan warna.

"Mereka menemukanku..."

Bisiknya hampir tak terdengar.

Adrian mengikuti arah pandang Maya. Gudang tua itu begitu sunyi hingga suara langkah kaki di luar terdengar jelas, pelan namun semakin mendekat.

Tok...

Tok...

Tok...

Langkah seseorang menggema di lantai beton.

"Maya."

Suara Adrian terdengar rendah.

"Lihat aku."

Perempuan itu memalingkan wajah. Air matanya mengalir tanpa bisa ditahan.

"Aku minta maaf."

"Aku datang bukan untuk mendengar permintaan maaf."

Adrian melangkah mendekat, menjaga jarak sekitar dua meter. Ia tidak ingin membuat Maya merasa terdesak.

"Aku hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi."

Maya menggigit bibir bawahnya hingga memutih.

"Aku tidak bisa menjelaskan semuanya."

"Kenapa?"

"Karena mereka mengawasiku."

Adrian mengernyit.

"Siapa?"

Maya menggeleng.

"Aku tidak tahu nama mereka."

Jawaban itu membuat suasana semakin tegang.

Selama mengenal Maya, Adrian tahu perempuan itu bukan tipe yang mudah panik. Namun perempuan yang berdiri di hadapannya sekarang tampak seperti seseorang yang sudah berhari-hari hidup dalam ketakutan.

"Apa surat itu benar-benar kau tulis?"

"Iya."

"Atas kemauanmu sendiri?"

Maya tidak langsung menjawab.

Tangannya yang menggenggam tas kecil terlihat gemetar.

"Aku menulisnya..."

"...karena tidak punya pilihan."

Adrian menatap Maya lekat-lekat.

Kalimat itu menjadi jawaban yang selama ini ia cari.

Berarti memang ada sesuatu yang lebih besar daripada sekadar pengantin yang kabur.

---

Di luar gudang.

Dimas masih berdiri di samping mobil.

Tatapannya terus mengarah ke bangunan tua itu.

Sudah hampir lima belas menit Adrian berada di dalam.

Perasaannya tidak tenang.

Ia membuka ponsel dan melihat layar pemantau lokasi yang terhubung dengan jam tangan Adrian.

Titik itu masih berada di dalam gudang.

Namun tiba-tiba...

Sebuah mobil van hitam tanpa pelat nomor memasuki area pelabuhan.

Mobil itu melaju pelan, lalu berhenti sekitar lima puluh meter dari gudang.

Dimas langsung menyipitkan mata.

Empat pria bertubuh besar turun dari mobil.

Tidak ada yang berbicara.

Mereka berjalan menuju gudang dengan langkah cepat.

"Astaga..."

Tanpa berpikir panjang, Dimas segera menghubungi nomor Adrian.

Namun panggilannya langsung terputus.

Sinyal di dalam gudang terlalu lemah.

---

"Kau harus pergi."

Maya mundur beberapa langkah.

"Sekarang juga."

"Aku tidak akan pergi sebelum tahu siapa yang mengancammu."

"Adrian!"

Nada suara Maya meninggi untuk pertama kalinya.

"Aku serius!"

Sebelum Adrian sempat menjawab, pintu gudang terbuka dengan keras.

**Brak!**

Empat pria berpakaian hitam masuk sambil menyorotkan senter ke berbagai arah.

"Itu mereka!"

Wajah Maya semakin pucat.

"Adrian, cepat pergi!"

Salah satu pria langsung berteriak.

"Dia di sana!"

Tanpa menunggu aba-aba, mereka berlari ke arah Adrian dan Maya.

Refleks Adrian menarik tangan Maya.

"Lari!"

Mereka berdua berlari menuju pintu samping gudang yang setengah terbuka.

Suara langkah kaki mengejar dari belakang.

Gudang yang dipenuhi peti-peti kayu membuat gerakan mereka terhambat.

Maya beberapa kali hampir terjatuh.

"Aku tidak kuat..." ucapnya terengah.

"Kita hampir sampai."

Adrian terus menggenggam pergelangan tangan Maya.

Namun tepat ketika mereka berhasil mencapai pintu samping, salah satu pria berhasil menyusul.

Ia mengayunkan balok kayu ke arah Adrian.

**Buk!**

Balok itu menghantam bahu kiri Adrian dengan keras.

Rasa nyeri menjalar hingga lengannya.

Meski begitu, Adrian tidak melepaskan genggaman tangannya.

"Lari!" bentaknya kepada Maya.

Maya menangis sambil menggeleng.

"Tidak!"

"Pergi!"

Suara sirene polisi tiba-tiba terdengar dari kejauhan.

Empat pria itu saling berpandangan.

"Sial!"

"Mundur!"

Dalam hitungan detik mereka berlari kembali ke mobil van dan menghilang ke jalan utama.

Gudang kembali sunyi.

Adrian mengembuskan napas berat sambil memegangi bahunya yang mulai berdarah akibat benturan.

Maya berdiri beberapa langkah darinya.

Air matanya belum berhenti mengalir.

"Aku benar-benar minta maaf."

"Aku tidak butuh maafmu."

Adrian menatap Maya dengan sorot mata yang jauh lebih tenang daripada sebelumnya.

"Aku butuh kejujuran."

Maya mengangguk pelan.

"Aku akan menceritakan semuanya."

"Tapi..."

Ia membuka tas kecilnya dan mengeluarkan sebuah flashdisk berwarna hitam.

"Kalau sesuatu terjadi padaku..."

"...tolong jangan percaya kepada siapa pun yang ada di dalam perusahaanmu."

Adrian membeku.

"Maksudmu apa?"

Maya menggenggam flashdisk itu erat.

"Orang yang menghancurkan hidup kita..."

"...bukan orang luar."

"Dia..."

"...berasal dari Mahendra Group."

Belum sempat Adrian bertanya lebih jauh, suara rem mobil kembali terdengar di depan gudang.

Kali ini bukan mobil polisi.

Sebuah sedan hitam berhenti tepat di depan pintu masuk.

Seorang pria berjas turun dengan tenang.

Begitu melihat wajah pria itu, Maya langsung kehilangan keseimbangan.

Bibirnya bergetar.

"Ti... tidak mungkin..."

Adrian menoleh ke arah pria tersebut.

Sorot matanya langsung berubah tajam.

Karena pria yang baru datang itu adalah seseorang yang sangat dikenalnya.

Seseorang yang selama ini ia percaya sepenuhnya.

**Bersambung ke Episode 6**

Episodes
1 Episode 1 - Gaun Putih yang Tak pernah Di pakai
2 Episode 2 - Kursi Pengantin yang kosong
3 Episode 3 - Di Balik Pintu yang Setengah Terbuka
4 Episode 4 - Undangan dari Orang Asing
5 Episode 5 - Pengakuan yang Terputus
6 Episode 6 - Pengkhianat di Dalam Lingkaran
7 Episode 7 - Isi Flashdisk yang Mengubah Segalanya
8 Episode 8 - Tersangka di Hari yang Sama
9 Episode 9 - Nama Kayla Mulai Disebut
10 Episode 10 - Target Berikutnya
11 Episode 11 - Perempuan yang Harus Kulindungi
12 Episode 12 - Ratu di Balik Papan Catur
13 Episode 13 - Perempuan yang Seharusnya Sudah Mati
14 Episode 14 - Pertemuan yang Mengubah Takdir
15 Episode 15 - Rahasia yang Disembunyikan Nadia
16 Episode 16 - Wanita yang Mengaku Kakak Adrian
17 Episode 17 - Tembakan untuk Sang Pewaris
18 Episode 18 - Pengakuan Terakhir Nadia
19 Episode 19 - Ayah yang Dituduh Menjadi Dalang
20 Episode 20 - Maya Membalikkan Permainan
21 Episode 21 - Aku Tidak Akan Menjadi Penggantimu Lagi
22 Episode 22 - Wanita yang Datang untuk Merebut Suamiku
23 Episode 23 - Aku Bukan Lagi Pengantin Pengganti
24 Episode 24 - Aku Tidak Akan Melepaskan Istriku
25 Episode 25 - Aku Memilih Pergi Agar Kalian Selamat
26 Episode 26 - Fitnah yang Menghancurkan Kepercayaan
27 Episode 27 - Jebakan yang Mengubah Segalanya
28 Episode 28 - Aku Memilih Pergi Sebelum Terlambat
29 Episode 29 - Pria yang Menemukan Aku Lebih Dulu
30 Episode 30 - Sahabat yang Diam - Diam Merebut Hati Istriku
31 Episode 31 - Sahabatku Ternyata Mencintai Istriku
32 Episode 32 - Vanessa Menjadikan Sahabat Sebagai Senjata
33 Episode 33 - Aku Mulai Nyaman Bersama Sahabat Suamiku
34 Episode 34 - Aku Mulai Cemburu pada Sahabatku Sendiri
35 Episode 35 - Sahabatku Memeluk Istriku di Depan Mataku
36 Episode 36 - Aku Tidak Akan Menyerahkan Istriku
37 Episode 37 - Rahasia Kelahiranku Menghancurkan Pernikahanku
38 Episode 38 - Ayah Kandungku Ternyata Musuh Keluarga Suamiku
39 Episode 39 - Undangan dari Pembunuh Ibuku
40 Episode 40 - Siapa yang Mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku?
41 41 - Ayah Kandungku Masih Hidup, Tapi Mengapa Dia Bersembunyi Dari ku?
42 Ayahku Menghubungiku, Tapi dia memintaku Mengkhianati Andrian
43 Andiran Mengetahui Aku bertemu ayah kandungku
44 Vanessa Menyimpan Rahasia yang Bisa Menghancurkan Pernikahanku
45 Andrian Bukan Saudara Kandungku!
46 Rayan Ternyata Masih Hidup
47 Pengkhianat itu ternyata orang yang paling aku percaya
48 Aku menikah dengan saudara kembarku?
49 Surat Terakhir ibu membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan keluargaku
50 Ayah adrian masih hidup, dan dialah orang yang selama ini memburu kami
51 Ibuku masih hidup? wanita di balik pintu membawa kebenaran yg menghancurkan
52 Rafael datang menjemput anaknya, tp kayla menemukan bukti bahwa ayahnya blm mati
53 Pria dalam Foto itu ternyata masih hidup
54 Pengakuan armand: kenpa dia menyuruh dimas mencelakai ayah kayla?
55 Surat dari ayahku membuka dosa terbesar armand yang selama ini disembunyikan
56 Orang yang selama ini kupercaya menembak surya, lalu membawa ayahku pergi
57 Aku bukan anak papa? Rahasia kelahiranku mengubah segalanya
58 Suamiku ternyata saudara kembarku? Kebenaran yang membuat kayla memilih pergi
59 Ayah kandungku muncul dari kematian, dan saudara kembarku akhirnya kembali
60 Pria misterius itu mengaku ayahku, tapi arka menyebutnya pembunuh
61 Dua saudara, satu ayah dan dosa yang disembunyikan selama 25 tahun
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Episode 1 - Gaun Putih yang Tak pernah Di pakai
2
Episode 2 - Kursi Pengantin yang kosong
3
Episode 3 - Di Balik Pintu yang Setengah Terbuka
4
Episode 4 - Undangan dari Orang Asing
5
Episode 5 - Pengakuan yang Terputus
6
Episode 6 - Pengkhianat di Dalam Lingkaran
7
Episode 7 - Isi Flashdisk yang Mengubah Segalanya
8
Episode 8 - Tersangka di Hari yang Sama
9
Episode 9 - Nama Kayla Mulai Disebut
10
Episode 10 - Target Berikutnya
11
Episode 11 - Perempuan yang Harus Kulindungi
12
Episode 12 - Ratu di Balik Papan Catur
13
Episode 13 - Perempuan yang Seharusnya Sudah Mati
14
Episode 14 - Pertemuan yang Mengubah Takdir
15
Episode 15 - Rahasia yang Disembunyikan Nadia
16
Episode 16 - Wanita yang Mengaku Kakak Adrian
17
Episode 17 - Tembakan untuk Sang Pewaris
18
Episode 18 - Pengakuan Terakhir Nadia
19
Episode 19 - Ayah yang Dituduh Menjadi Dalang
20
Episode 20 - Maya Membalikkan Permainan
21
Episode 21 - Aku Tidak Akan Menjadi Penggantimu Lagi
22
Episode 22 - Wanita yang Datang untuk Merebut Suamiku
23
Episode 23 - Aku Bukan Lagi Pengantin Pengganti
24
Episode 24 - Aku Tidak Akan Melepaskan Istriku
25
Episode 25 - Aku Memilih Pergi Agar Kalian Selamat
26
Episode 26 - Fitnah yang Menghancurkan Kepercayaan
27
Episode 27 - Jebakan yang Mengubah Segalanya
28
Episode 28 - Aku Memilih Pergi Sebelum Terlambat
29
Episode 29 - Pria yang Menemukan Aku Lebih Dulu
30
Episode 30 - Sahabat yang Diam - Diam Merebut Hati Istriku
31
Episode 31 - Sahabatku Ternyata Mencintai Istriku
32
Episode 32 - Vanessa Menjadikan Sahabat Sebagai Senjata
33
Episode 33 - Aku Mulai Nyaman Bersama Sahabat Suamiku
34
Episode 34 - Aku Mulai Cemburu pada Sahabatku Sendiri
35
Episode 35 - Sahabatku Memeluk Istriku di Depan Mataku
36
Episode 36 - Aku Tidak Akan Menyerahkan Istriku
37
Episode 37 - Rahasia Kelahiranku Menghancurkan Pernikahanku
38
Episode 38 - Ayah Kandungku Ternyata Musuh Keluarga Suamiku
39
Episode 39 - Undangan dari Pembunuh Ibuku
40
Episode 40 - Siapa yang Mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku?
41
41 - Ayah Kandungku Masih Hidup, Tapi Mengapa Dia Bersembunyi Dari ku?
42
Ayahku Menghubungiku, Tapi dia memintaku Mengkhianati Andrian
43
Andiran Mengetahui Aku bertemu ayah kandungku
44
Vanessa Menyimpan Rahasia yang Bisa Menghancurkan Pernikahanku
45
Andrian Bukan Saudara Kandungku!
46
Rayan Ternyata Masih Hidup
47
Pengkhianat itu ternyata orang yang paling aku percaya
48
Aku menikah dengan saudara kembarku?
49
Surat Terakhir ibu membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan keluargaku
50
Ayah adrian masih hidup, dan dialah orang yang selama ini memburu kami
51
Ibuku masih hidup? wanita di balik pintu membawa kebenaran yg menghancurkan
52
Rafael datang menjemput anaknya, tp kayla menemukan bukti bahwa ayahnya blm mati
53
Pria dalam Foto itu ternyata masih hidup
54
Pengakuan armand: kenpa dia menyuruh dimas mencelakai ayah kayla?
55
Surat dari ayahku membuka dosa terbesar armand yang selama ini disembunyikan
56
Orang yang selama ini kupercaya menembak surya, lalu membawa ayahku pergi
57
Aku bukan anak papa? Rahasia kelahiranku mengubah segalanya
58
Suamiku ternyata saudara kembarku? Kebenaran yang membuat kayla memilih pergi
59
Ayah kandungku muncul dari kematian, dan saudara kembarku akhirnya kembali
60
Pria misterius itu mengaku ayahku, tapi arka menyebutnya pembunuh
61
Dua saudara, satu ayah dan dosa yang disembunyikan selama 25 tahun

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!