Episode 3 - Di Balik Pintu yang Setengah Terbuka

Kayla buru-buru melangkah menjauh dari ruang rapat.

Jantungnya berdetak lebih cepat, bukan karena rasa penasaran, melainkan karena tidak sengaja mendengar pembicaraan yang seharusnya bukan untuknya.

Ia berhenti di dekat jendela lorong hotel. Dari lantai tiga, halaman depan tampak dipenuhi mobil-mobil tamu yang masih terparkir rapi. Beberapa orang berdiri di teras sambil berbincang pelan, sementara para fotografer mulai sibuk mengambil gambar dekorasi. Mereka belum tahu bahwa di balik pintu ballroom, semuanya berubah.

Kayla mengembuskan napas panjang.

Hari yang seharusnya dipenuhi ucapan selamat justru berubah menjadi kepanikan.

"Kay."

Suara Rafa membuatnya menoleh.

"Kak."

"Kamu ngapain di sini?"

"Tadi aku mau nyari Kakak."

Rafa memperhatikan wajah adiknya yang terlihat murung.

"Kamu dengar sesuatu?"

Kayla terdiam sesaat sebelum mengangguk pelan.

"Aku nggak sengaja."

Rafa mengusap wajahnya pelan.

"Memang lagi kacau."

"Mbak Maya benar-benar pergi?"

"Belum ada yang tahu."

"Kasihan Kak Adrian."

Kalimat itu keluar begitu saja.

Rafa menatap adiknya cukup lama. Sudah lama ia menyadari satu hal yang tidak pernah diucapkan Kayla kepada siapa pun.

Adiknya selalu berubah menjadi lebih pendiam setiap kali nama Adrian disebut.

Dulu ia mengira itu hanya rasa kagum.

Namun seiring waktu, ia mulai curiga bahwa perasaan itu jauh lebih dalam.

Hanya saja Kayla terlalu pandai menyembunyikannya.

"Kamu masih ingat pertama kali kenal Adrian?" tanya Rafa tiba-tiba.

Kayla tersenyum kecil.

"Dia pasti sudah lupa."

"Tapi kamu masih ingat."

"Iya."

Bagaimana mungkin ia lupa?

Hari itu hujan deras mengguyur kampus. Maket tugas akhirnya rusak setelah tersenggol mahasiswa lain. Semua orang terburu-buru menyelamatkan diri dari hujan.

Hanya Adrian yang berhenti.

Pria itu ikut memungut potongan-potongan maket tanpa banyak bicara.

Bahkan setelah selesai membantu, Adrian tidak pernah menanyakan namanya.

Perbuatan sederhana itu justru menetap paling lama di ingatan Kayla.

"Jangan terlalu dipikirkan," ucap Rafa sambil menepuk pelan bahunya.

"Ayo pulang. Sepertinya acara ini memang tidak akan dilanjutkan."

---

Di ruang rapat, keputusan akhirnya diambil.

Pernikahan resmi ditunda.

Pihak keluarga mengumumkan kepada tamu bahwa calon pengantin wanita mengalami keadaan darurat sehingga acara tidak dapat dilaksanakan.

Sebagian tamu menerima penjelasan itu dengan sopan.

Sebagian lagi langsung membuka ponsel dan mulai berspekulasi.

Berita menyebar jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan.

Dalam waktu kurang dari satu jam, nama Adrian Mahendra sudah menjadi pembicaraan di berbagai media sosial.

"Pak."

Dimas menunjukkan layar tabletnya.

"Beberapa akun sudah mulai membuat narasi bahwa Nona Maya kabur."

Adrian hanya melihat sekilas.

Ia tidak tertarik membaca komentar orang-orang yang bahkan tidak mengetahui kenyataan.

"Tim pencarian?"

"Masih bekerja."

"Teruskan."

"Baik."

Tak lama kemudian, ponsel Adrian berdering.

Nama yang muncul di layar membuat ekspresinya sedikit berubah.

**Ayah.**

Ia mengangkat panggilan itu.

"Ya."

Suara berat di seberang langsung terdengar.

"Datang ke rumah malam ini."

"Ada yang harus kuselesaikan dulu."

"Tidak."

Nada bicara ayahnya tidak memberi ruang untuk membantah.

"Ini bukan hanya tentangmu. Ini tentang nama keluarga Mahendra."

Sambungan telepon berakhir begitu saja.

Adrian menatap layar ponselnya beberapa saat sebelum memasukkannya kembali ke saku.

Kadang, menjadi pewaris keluarga besar berarti tidak memiliki cukup waktu untuk merasakan kecewa.

---

Sore mulai berganti malam.

Kayla sudah berganti pakaian dan bersiap pulang bersama Rafa.

Mereka berjalan menuju area parkir belakang hotel yang jauh lebih sepi.

"Akhirnya selesai juga."

Rafa meregangkan bahunya.

"Capek?"

"Banget."

Mereka tertawa kecil.

Namun tawa itu terhenti ketika melihat Adrian berdiri sendirian di dekat mobilnya.

Pria itu sedang menatap langit yang mulai gelap.

Dasi yang sejak pagi terpasang rapi kini sudah sedikit longgar.

Entah mengapa, untuk pertama kalinya Adrian tidak terlihat seperti CEO yang selalu percaya diri.

Ia tampak lelah.

Sangat lelah.

Rafa menghampiri lebih dulu.

"Bagaimana?"

"Belum ada kabar."

"Kalau butuh bantuan, bilang."

Adrian mengangguk pelan.

"Terima kasih."

Kayla hanya berdiri beberapa langkah di belakang.

Ia ingin mengatakan sesuatu.

Ingin menghibur.

Namun merasa tidak punya hak.

Beberapa detik kemudian Adrian menoleh ke arahnya.

Tatapan mereka bertemu.

"Terima kasih."

Kayla sedikit bingung.

"Untuk apa?"

"Dimas bilang kamu membantu menenangkan tamu dan panitia."

"Oh... itu bukan apa-apa."

"Bagiku itu membantu."

Kayla tersenyum tipis.

"Semoga Mbak Maya segera ditemukan."

Adrian tidak langsung menjawab.

"Semoga."

Satu kata itu terdengar lebih seperti doa daripada keyakinan.

Mereka kemudian berpisah.

Kayla masuk ke mobil Rafa, sementara Adrian berdiri sampai mobil itu benar-benar keluar dari area hotel.

Ia baru hendak masuk ke mobilnya ketika sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

Tidak ada nama.

Tidak ada foto profil.

Hanya satu kalimat.

> **"Kalau ingin menemukan Maya hidup-hidup, datang sendiri ke alamat yang kukirim. Jangan bawa polisi."**

Adrian menatap pesan itu tanpa berkedip.

Beberapa detik kemudian, sebuah titik lokasi menyusul masuk.

Ia tidak mengenali alamat tersebut.

Namun firasatnya mengatakan bahwa malam itu, semuanya akan berubah.

**Bersambung ke Episode 4**

Episodes
1 Episode 1 - Gaun Putih yang Tak pernah Di pakai
2 Episode 2 - Kursi Pengantin yang kosong
3 Episode 3 - Di Balik Pintu yang Setengah Terbuka
4 Episode 4 - Undangan dari Orang Asing
5 Episode 5 - Pengakuan yang Terputus
6 Episode 6 - Pengkhianat di Dalam Lingkaran
7 Episode 7 - Isi Flashdisk yang Mengubah Segalanya
8 Episode 8 - Tersangka di Hari yang Sama
9 Episode 9 - Nama Kayla Mulai Disebut
10 Episode 10 - Target Berikutnya
11 Episode 11 - Perempuan yang Harus Kulindungi
12 Episode 12 - Ratu di Balik Papan Catur
13 Episode 13 - Perempuan yang Seharusnya Sudah Mati
14 Episode 14 - Pertemuan yang Mengubah Takdir
15 Episode 15 - Rahasia yang Disembunyikan Nadia
16 Episode 16 - Wanita yang Mengaku Kakak Adrian
17 Episode 17 - Tembakan untuk Sang Pewaris
18 Episode 18 - Pengakuan Terakhir Nadia
19 Episode 19 - Ayah yang Dituduh Menjadi Dalang
20 Episode 20 - Maya Membalikkan Permainan
21 Episode 21 - Aku Tidak Akan Menjadi Penggantimu Lagi
22 Episode 22 - Wanita yang Datang untuk Merebut Suamiku
23 Episode 23 - Aku Bukan Lagi Pengantin Pengganti
24 Episode 24 - Aku Tidak Akan Melepaskan Istriku
25 Episode 25 - Aku Memilih Pergi Agar Kalian Selamat
26 Episode 26 - Fitnah yang Menghancurkan Kepercayaan
27 Episode 27 - Jebakan yang Mengubah Segalanya
28 Episode 28 - Aku Memilih Pergi Sebelum Terlambat
29 Episode 29 - Pria yang Menemukan Aku Lebih Dulu
30 Episode 30 - Sahabat yang Diam - Diam Merebut Hati Istriku
31 Episode 31 - Sahabatku Ternyata Mencintai Istriku
32 Episode 32 - Vanessa Menjadikan Sahabat Sebagai Senjata
33 Episode 33 - Aku Mulai Nyaman Bersama Sahabat Suamiku
34 Episode 34 - Aku Mulai Cemburu pada Sahabatku Sendiri
35 Episode 35 - Sahabatku Memeluk Istriku di Depan Mataku
36 Episode 36 - Aku Tidak Akan Menyerahkan Istriku
37 Episode 37 - Rahasia Kelahiranku Menghancurkan Pernikahanku
38 Episode 38 - Ayah Kandungku Ternyata Musuh Keluarga Suamiku
39 Episode 39 - Undangan dari Pembunuh Ibuku
40 Episode 40 - Siapa yang Mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku?
41 41 - Ayah Kandungku Masih Hidup, Tapi Mengapa Dia Bersembunyi Dari ku?
42 Ayahku Menghubungiku, Tapi dia memintaku Mengkhianati Andrian
43 Andiran Mengetahui Aku bertemu ayah kandungku
44 Vanessa Menyimpan Rahasia yang Bisa Menghancurkan Pernikahanku
45 Andrian Bukan Saudara Kandungku!
46 Rayan Ternyata Masih Hidup
47 Pengkhianat itu ternyata orang yang paling aku percaya
48 Aku menikah dengan saudara kembarku?
49 Surat Terakhir ibu membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan keluargaku
50 Ayah adrian masih hidup, dan dialah orang yang selama ini memburu kami
51 Ibuku masih hidup? wanita di balik pintu membawa kebenaran yg menghancurkan
52 Rafael datang menjemput anaknya, tp kayla menemukan bukti bahwa ayahnya blm mati
53 Pria dalam Foto itu ternyata masih hidup
54 Pengakuan armand: kenpa dia menyuruh dimas mencelakai ayah kayla?
55 Surat dari ayahku membuka dosa terbesar armand yang selama ini disembunyikan
56 Orang yang selama ini kupercaya menembak surya, lalu membawa ayahku pergi
57 Aku bukan anak papa? Rahasia kelahiranku mengubah segalanya
58 Suamiku ternyata saudara kembarku? Kebenaran yang membuat kayla memilih pergi
59 Ayah kandungku muncul dari kematian, dan saudara kembarku akhirnya kembali
60 Pria misterius itu mengaku ayahku, tapi arka menyebutnya pembunuh
61 Dua saudara, satu ayah dan dosa yang disembunyikan selama 25 tahun
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Episode 1 - Gaun Putih yang Tak pernah Di pakai
2
Episode 2 - Kursi Pengantin yang kosong
3
Episode 3 - Di Balik Pintu yang Setengah Terbuka
4
Episode 4 - Undangan dari Orang Asing
5
Episode 5 - Pengakuan yang Terputus
6
Episode 6 - Pengkhianat di Dalam Lingkaran
7
Episode 7 - Isi Flashdisk yang Mengubah Segalanya
8
Episode 8 - Tersangka di Hari yang Sama
9
Episode 9 - Nama Kayla Mulai Disebut
10
Episode 10 - Target Berikutnya
11
Episode 11 - Perempuan yang Harus Kulindungi
12
Episode 12 - Ratu di Balik Papan Catur
13
Episode 13 - Perempuan yang Seharusnya Sudah Mati
14
Episode 14 - Pertemuan yang Mengubah Takdir
15
Episode 15 - Rahasia yang Disembunyikan Nadia
16
Episode 16 - Wanita yang Mengaku Kakak Adrian
17
Episode 17 - Tembakan untuk Sang Pewaris
18
Episode 18 - Pengakuan Terakhir Nadia
19
Episode 19 - Ayah yang Dituduh Menjadi Dalang
20
Episode 20 - Maya Membalikkan Permainan
21
Episode 21 - Aku Tidak Akan Menjadi Penggantimu Lagi
22
Episode 22 - Wanita yang Datang untuk Merebut Suamiku
23
Episode 23 - Aku Bukan Lagi Pengantin Pengganti
24
Episode 24 - Aku Tidak Akan Melepaskan Istriku
25
Episode 25 - Aku Memilih Pergi Agar Kalian Selamat
26
Episode 26 - Fitnah yang Menghancurkan Kepercayaan
27
Episode 27 - Jebakan yang Mengubah Segalanya
28
Episode 28 - Aku Memilih Pergi Sebelum Terlambat
29
Episode 29 - Pria yang Menemukan Aku Lebih Dulu
30
Episode 30 - Sahabat yang Diam - Diam Merebut Hati Istriku
31
Episode 31 - Sahabatku Ternyata Mencintai Istriku
32
Episode 32 - Vanessa Menjadikan Sahabat Sebagai Senjata
33
Episode 33 - Aku Mulai Nyaman Bersama Sahabat Suamiku
34
Episode 34 - Aku Mulai Cemburu pada Sahabatku Sendiri
35
Episode 35 - Sahabatku Memeluk Istriku di Depan Mataku
36
Episode 36 - Aku Tidak Akan Menyerahkan Istriku
37
Episode 37 - Rahasia Kelahiranku Menghancurkan Pernikahanku
38
Episode 38 - Ayah Kandungku Ternyata Musuh Keluarga Suamiku
39
Episode 39 - Undangan dari Pembunuh Ibuku
40
Episode 40 - Siapa yang Mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkanku?
41
41 - Ayah Kandungku Masih Hidup, Tapi Mengapa Dia Bersembunyi Dari ku?
42
Ayahku Menghubungiku, Tapi dia memintaku Mengkhianati Andrian
43
Andiran Mengetahui Aku bertemu ayah kandungku
44
Vanessa Menyimpan Rahasia yang Bisa Menghancurkan Pernikahanku
45
Andrian Bukan Saudara Kandungku!
46
Rayan Ternyata Masih Hidup
47
Pengkhianat itu ternyata orang yang paling aku percaya
48
Aku menikah dengan saudara kembarku?
49
Surat Terakhir ibu membongkar rahasia yang selama ini disembunyikan keluargaku
50
Ayah adrian masih hidup, dan dialah orang yang selama ini memburu kami
51
Ibuku masih hidup? wanita di balik pintu membawa kebenaran yg menghancurkan
52
Rafael datang menjemput anaknya, tp kayla menemukan bukti bahwa ayahnya blm mati
53
Pria dalam Foto itu ternyata masih hidup
54
Pengakuan armand: kenpa dia menyuruh dimas mencelakai ayah kayla?
55
Surat dari ayahku membuka dosa terbesar armand yang selama ini disembunyikan
56
Orang yang selama ini kupercaya menembak surya, lalu membawa ayahku pergi
57
Aku bukan anak papa? Rahasia kelahiranku mengubah segalanya
58
Suamiku ternyata saudara kembarku? Kebenaran yang membuat kayla memilih pergi
59
Ayah kandungku muncul dari kematian, dan saudara kembarku akhirnya kembali
60
Pria misterius itu mengaku ayahku, tapi arka menyebutnya pembunuh
61
Dua saudara, satu ayah dan dosa yang disembunyikan selama 25 tahun

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!