Hawa dingin di dalam kamar VVIP lantai enam mendadak terasa bagaikan lemari pembeku. Suara denting ponsel taktis yang terjatuh di atas lantai pualam menggetarkan keheningan malam, menjadi pemisah yang memutus seluruh benang kepercayaan yang baru saja terjalin di antara mereka.
Arkan Mahendra terpaku di atas ranjangnya. Meski rasa nyeri luar biasa merambat dari luka bakar di punggungnya, sepasang mata hitamnya yang tajam membelalak saat menyaksikan perubahan drastis pada pancaran mata Viona. Tidak ada lagi sisa-sisa tatapan lembut, kekhawatiran, atau kehangatan yang diperlihatkan wanita itu beberapa menit lalu saat merawatnya. Yang tersisa di mata bulat Viona hanyalah kebinasaan, kekecewaan mendalam, dan rasa benci yang begitu pekat.
"Viona..." Arkan berusaha mendudukkan tubuhnya lebih tegap, membiarkan perban putih di bahu kirinya kembali terdesak hingga cairan merah segar merembes perlahan. "Kembalikan ponsel itu dan duduk di sini. Jangan biarkan emosimu mengganggu kandunganmu."
"Kandungan?" Viona terkekeh pelan—sebuah tawa getir penuh amarah yang terdengar begitu memilukan di dalam ruangan yang sunyi itu. Viona mundur beberapa langkah, menolak jarak yang coba dikikis oleh Arkan. "Jangan pernah membawa-bawa anak ini untuk memanipulasi saya lagi, Tuan Arkan!"
Air mata Viona menetes deras, namun dagunya terangkat dengan keberanian yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. Tangannya yang gemetar menunjuk lurus ke arah Arkan.
"Utang ratusan miliar yang menimpa Ayah saya... kemiskinan yang membunuh kesehatan Ibu saya... dan penderitaan saya selama bertahun-tahun hingga harus menjual diri dalam kontrak konyol Anda..." Suara Viona melengking tinggi, pecah oleh isak tangis yang tertahan di tenggorokan. "Semuanya adalah rekayasa! Ayah Anda... Pramudya Mahendra... dialah iblis sejati yang merancang seluruh kehancuran keluarga Adeline!"
Wajah tampan Arkan mengeras secara instan. Kilatan mata sang CEO berubah sangat tegang. Garis-garis rahangnya mengetat kokoh, memberi tanda…
Gairah Membara Seorang Wanita Simpanan CEO
Bab 102: Belati Di Balik Dekapan Iblis
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 124 Episodes
Comments