Episode 5

Bab 005

Motor dan Empat Kitab

Motor.

Sekar menatap kata itu sepanjang perjalanan pulang dengan angkot. Di luar jendela, motor-motor menyalip dari kanan dan kiri, sebagian membawa galon, sebagian membawa anak kecil, sebagian lagi membawa kardus tinggi yang diikat tali rafia. Selama ini ia selalu menganggap dirinya cukup aman dengan angkot dan berjalan kaki.

Sekarang setiap kendaraan umum terlihat seperti perangkap.

Kalau hujan besar datang, angkot bisa berhenti. Kalau jalanan kacau, sopir bisa menaikkan tarif atau tidak beroperasi sama sekali. Jika ia harus pergi mendadak, ia tidak bisa berdiri di halte sambil menunggu.

Malam itu, Sekar membuka situs jual beli barang bekas. Harga motor membuat kepalanya berdenyut. Yang murah kondisinya mencurigakan. Yang bagus terlalu mahal. Setelah satu jam menggulir layar, ia menemukan satu motor bebek bekas dengan rak belakang tambahan, pajak masih hidup, bodi lecet, mesin disebut halus.

Lokasinya tidak terlalu jauh.

Sekar mengirim pesan singkat.

Besok pagi bisa lihat motor?

Balasan datang cepat.

Bisa. Datang jam sembilan.

Sekar menatap saldo tabungan dan limit kartu kreditnya. Ia sudah melewati batas yang selama ini ia jaga. Tapi daftar di buku catatan tidak peduli pada rasa takutnya.

Pagi berikutnya, ia mengambil cuti sehari.

Ia memilih pakaian paling sederhana, celana panjang hitam, jaket abu-abu, sepatu lama. Tusuk konde mutiara ia selipkan di rambut, lalu ditutup topi. Buku catatan, kartu identitas, SIM C yang hampir tidak pernah ia gunakan, dan uang tunai sisa tabungan masuk ke tas kecil.

Penjual motor tinggal di ruko bengkel kecil. Di depan bengkel, beberapa motor bekas berjajar, sebagian tanpa spion, sebagian dengan jok sobek. Pria yang menemuinya memakai kaus penuh noda oli.

"Mbak yang tanya motor semalam?"

"Iya."

Pria itu menunjuk motor hitam di sudut. "Itu barangnya. Mesin masih enak. Bodi saja jelek sedikit."

Sekar mendekat. Catnya memang banyak tergores. Rak belakangnya terbuat dari besi tebal, diikat kuat. Ban tidak baru, tapi belum botak. Ia berjongkok, melihat rantai, lampu, spion, lalu menyalakan mesin. Suaranya kasar sedikit, tapi stabil.

"Boleh coba?"

Penjual itu tampak ragu melihat tubuhnya yang kecil. "Bisa bawa motor, Mbak?"

Sekar menunjukkan SIM C. "Bisa."

Sebenarnya ia jarang membawa motor sejak lulus kuliah. Dulu Kakek Wen pernah mengajarinya di jalan desa, pelan-pelan, sambil berjalan di sampingnya. Setelah pindah ke Kota Angin, ia lebih sering naik angkot karena takut terserempet kendaraan besar.

Tapi tangan yang gemetar bukan alasan untuk berhenti.

Sekar mencoba motor itu di gang belakang bengkel. Putaran pertama kaku. Putaran kedua lebih baik. Pada putaran ketiga, ia mulai mengenali berat setang dan tarikan gasnya.

Saat kembali, penjual itu tersenyum.

"Lumayan juga, Mbak."

"Berapa harga pasnya?"

Angka yang disebut membuat dada Sekar sesak. Ia menawar, tidak banyak, tapi cukup untuk membuat pria itu menghela napas panjang. Setelah memeriksa surat-surat dan nomor rangka, Sekar membayar dengan uang tunai ditambah transfer dari rekening terakhirnya.

Struk transfer muncul di layar.

Saldo tabungan hampir kosong.

Kunci motor berpindah ke telapak tangannya.

Kecil. Dingin. Berat.

Sekar menggenggamnya seperti menggenggam keputusan yang tidak bisa ditarik kembali.

Ia tidak langsung pulang. Dengan motor bekas itu, ia pergi ke toko onderdil untuk membeli helm baru, jas hujan, kunci gembok, ban dalam cadangan, pompa kecil, oli, tali karet, dan box plastik untuk dipasang di rak belakang. Beberapa barang ia simpan di ruang penyimpanan ajaib setelah keluar dari toko. Sisanya ia biarkan terlihat wajar.

Menjelang siang, hujan turun tipis. Sekar berteduh di depan deretan ruko. Di sebelahnya ada toko buku tua yang pintunya terbuka setengah, papan namanya mulai pudar.

Ia hampir melewatinya.

Lalu ingat satu hal.

Makanan, obat, alat, motor, semuanya tidak cukup kalau ia tidak tahu cara memakai dan memperbaiki hidupnya sendiri.

Sekar masuk.

Bau kertas lama menyambutnya. Rak-rak kayu berdiri rapat, sebagian buku dibungkus plastik, sebagian lain berdebu. Di depan kasir, seorang pemilik toko tua sedang membaca koran.

"Cari buku apa, Nak?"

Sekar berhenti. Sapaan `Nak` membuat tenggorokannya sedikit tercekat, terlalu dekat dengan cara Nenek memanggilnya.

"Buku kesehatan darurat. Pertanian. Kerajinan. Bertahan hidup."

Pemilik toko menurunkan koran. "Jarang anak muda cari buku begitu."

"Untuk keluarga di desa."

Lagi-lagi jawaban itu.

Pria tua itu berdiri perlahan, lalu membawanya ke rak belakang. "Kalau kesehatan, ini ada. Tidak terlalu baru, tapi isinya dasar. Untuk pertanian, yang ini cukup lengkap. Kerajinan tangan ada di rak sebelah. Bertahan hidup di alam, tunggu, saya pernah simpan satu."

Sekar mengikuti dengan jantung berdebar.

Satu per satu buku itu diletakkan di atas meja.

Buku Panduan Kesehatan Darurat.

Buku Panduan Pertanian.

Buku Kerajinan Tangan.

Buku Bertahan Hidup di Alam Liar.

Keempatnya tidak mewah. Sampulnya biasa, beberapa sudutnya terlipat, kertasnya agak menguning. Tapi ketika Sekar membuka halaman pertama Buku Panduan Kesehatan Darurat dan melihat gambar cara membersihkan luka, ia merasakan sesuatu yang tidak ia dapatkan dari tumpukan barang.

Arah.

Barang bisa habis. Uang bisa habis. Tapi pengetahuan, jika ia mempelajarinya dengan benar, bisa dipakai berkali-kali.

"Semua saya ambil."

Pemilik toko tersenyum kecil. "Bagus. Buku seperti ini memang lebih baik dibaca sebelum dibutuhkan."

Kalimat itu membuat tangan Sekar berhenti di atas dompet.

Sebelum dibutuhkan.

Ia membayar, lalu duduk sebentar di kursi kayu dekat pintu toko. Hujan di luar turun semakin rapat. Motor bekasnya terparkir di tepi ruko, jas hujan baru terikat di box belakang. Di pangkuannya, empat buku itu terasa lebih berat daripada ukurannya.

Sekar menyentuh sampulnya satu per satu.

Empat Kitab Bertahan Hidup.

Nama itu muncul begitu saja, sedikit berlebihan, tapi entah kenapa terasa tepat.

Sore harinya, setelah pulang ke kos, Sekar memasukkan motor ke halaman sempit belakang dengan izin ibu kos. Ia beralasan motor itu dibeli agar lebih mudah ke kantor. Ibu kos mengangguk sambil memperingatkan soal maling motor. Sekar memasang dua gembok tambahan tanpa membantah.

Malamnya, ia membuka laptop.

Kursor berkedip di dokumen kosong.

Kepada Yth.

Pimpinan Perusahaan.

Tangannya berhenti beberapa kali saat menulis surat pengunduran diri. Pekerjaan itu tidak membuatnya bahagia, tapi selama ini pekerjaan itu membuatnya bertahan. Gaji kecilnya membayar kos, makan, pulsa, dan sedikit tabungan yang kini hampir habis.

Jika ia menyerahkan surat itu besok, hidup normalnya selesai.

Sekar melihat ke arah empat buku di meja, lalu ke tusuk konde mutiara yang tergeletak di sampingnya.

Hidup normal mungkin memang sudah selesai sejak cairan merahnya diserap mutiara.

Ia menyelesaikan surat itu, menyimpannya, lalu mencetak satu lembar di warung fotokopi dekat kos sebelum tutup. Kertas itu ia masukkan ke map bening.

Besok, ia akan menyerahkannya.

Setelah itu, masih ada satu tempat yang harus ia datangi sebelum segalanya terlambat.

Desa Lembah.

Rumah Kakek dan Nenek.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
Episodes

Updated 101 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!