Episode 5

Bab 5

Trending Topic

Naomi tidak langsung menjawab Michelle.

Dia mengambil tisu dari meja, menghapus sisa maskara di pipi sahabatnya, lalu menyingkirkan botol wine lebih jauh. Gerakannya pelan, tetapi rahangnya masih mengeras.

"Chel, dengar gue." Naomi menatap mata Michelle yang merah. "Lo boleh sedih. Lo boleh marah. Tapi jangan pernah percaya kalau nilai lo bisa ditawar jadi simpanan siapa pun."

Michelle menertawakan dirinya sendiri, suaranya serak. "Gue tahu. Cuma rasanya malu banget, Na."

"Yang harus malu dia."

"Keluarganya mau nikahin dia sama anak keluarga Gunawan. Katanya semua demi bisnis. Gue cuma... selingan yang kebetulan terlalu lama."

Naomi menahan kalimat kasar yang nyaris keluar. Dia jarang memaki, tetapi malam itu Steven Surya hampir membuatnya ingin melanggar kebiasaan.

"Besok pagi lo hubungi manajer lo," kata Naomi. "Kalau Steven atau orangnya menghubungi lagi, jangan jawab sendiri. Simpan semua chat."

Michelle mengangguk lemah. "Dokter banget. Lagi patah hati pun yang lo pikirin bukti."

"Karena bukti menyelamatkan orang dari laki-laki sombong."

Michelle akhirnya tertawa kecil, lalu menangis lagi.

Naomi menemaninya sampai hampir jam dua pagi. Dia membuatkan air hangat, memaksa Michelle makan dua suap roti, lalu memastikan sahabatnya tertidur di kamar. Setelah itu baru Naomi turun ke unitnya sendiri dengan kepala berat dan hati yang masih panas.

Dia hanya tidur tiga jam.

Pukul enam lebih sedikit, ponselnya bergetar tanpa henti.

Grup WA yang biasanya ramai karena stiker tiba-tiba penuh dengan tautan.

Felicia: NAOMI BANGUN.

Jessica: Ini lo?

Michelle: Astaga.

Naomi duduk di tempat tidur, rambutnya masih berantakan. Ketika tautan pertama terbuka, rasa kantuknya hilang.

Sebuah akun gosip menampilkan foto buram dari area drop-off Apartemen Green Palace. Reynard terlihat jelas karena lampu apartemen jatuh tepat di wajahnya. Di depannya ada seorang perempuan berblus terang, wajahnya agak tertutup rambut dan sudut kamera.

Judulnya membuat Naomi ingin memijat kening.

CEO Wijaya Group Kepergok Antar Aktris M ke Apartemen Tengah Malam?

Di bawahnya, komentar sudah berjalan cepat.

Ada yang menebak Michelle. Ada yang menulis bahwa Reynard Wijaya jarang terlihat dengan perempuan. Ada juga yang menyebut keluarga Wijaya terlalu tertutup sehingga satu foto seperti ini pasti punya cerita besar.

Naomi menatap layar beberapa detik.

Dia bukan Michelle, tetapi karena foto itu diambil di apartemen Michelle, akun gosip memilih nama yang paling mudah dijual.

Telepon dari Felicia masuk.

"Na, lo nggak apa-apa?" suara Felicia langsung terdengar panik.

"Aku baru bangun."

"Foto itu lo, kan?"

"Iya."

"Aduh, gue harusnya maksa lo nginep di rumah gue."

"Fel, tenang. Wajahku tidak kelihatan jelas."

"Justru itu masalahnya. Mereka jadi bawa nama Michelle."

Naomi turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. "Aku akan bicara dengan Chel."

"Chel sudah bikin story."

Naomi berhenti. "Apa?"

"Cek IG dia."

Naomi membuka Instagram. Story Michelle berada paling depan. Latar belakangnya hitam, tulisannya putih besar.

Itu bukan aku. Tolong jangan seret namaku atau nama orang lain untuk gosip murahan. Aku sedang di rumah sejak sore dan tidak bertemu siapa pun di lobby. Stop bikin cerita.

Story kedua muncul beberapa detik kemudian.

Dan untuk akun yang sengaja menunggu di apartemenku, pengacaraku akan menghubungi kalian.

Naomi mengembuskan napas.

Michelle mungkin patah hati semalam, tetapi begitu ada orang mengusik harga dirinya, aktris itu bisa kembali berdiri dengan cepat.

Pesan pribadi dari Michelle masuk.

Michelle: Gue nggak sebut lo. Aman.

Naomi: Lo sendiri aman?

Michelle: Kepala gue sakit. Hati gue lebih sakit. Tapi gue masih cantik.

Naomi tersenyum kecil untuk pertama kalinya pagi itu.

Naomi: Minum air. Jangan buka komentar.

Michelle: Siap, Dok.

Naomi meletakkan ponsel, mandi cepat, lalu bersiap untuk hari pertama resminya di RS Permata Harapan. Dia memilih blus putih gading, celana bahan gelap, dan jas dokter yang masih baru dari laundry. Rambutnya diikat rapi. Di cermin, wajahnya terlihat sedikit pucat, tetapi matanya cukup sadar.

Hari pertama kerja bukan waktu yang tepat untuk membawa drama internet ke wajah.

RS Permata Harapan berdiri di kawasan Jakarta Selatan, bangunannya tinggi dengan lobi marmer dan aroma antiseptik yang bersih. Rumah sakit swasta itu terkenal mahal, tetapi juga terkenal karena fasilitas ibu dan anaknya sangat baik. Naomi sudah menjalani proses wawancara dan administrasi beberapa minggu lalu. Hari ini, ia resmi masuk sebagai dokter SpOG di Departemen Obstetri dan Ginekologi.

Dr. Susanti menyambutnya di depan ruang administrasi.

"Dokter Naomi Liem?" Perempuan berusia awal lima puluhan itu tersenyum tegas.

Naomi menunduk sopan. "Selamat pagi, Dokter Susanti."

"Pagi. Saya senang akhirnya kamu mulai hari ini. Profesor Liem beberapa kali menjadi pembicara tamu di sini dulu. Tapi jangan khawatir, saya menerima kamu bukan karena nama beliau."

Kalimat itu disampaikan dengan nada ringan, tetapi Naomi menangkap pesannya. Di rumah sakit, koneksi bisa membuka pintu, tetapi hanya kompetensi yang membuat orang bertahan.

"Saya mengerti, Dok. Saya juga berharap dinilai dari kerja saya."

Dr. Susanti mengangguk puas. "Bagus. Ikut saya."

Beliau memperkenalkan Naomi pada ruang rawat ibu, ruang USG, ruang tindakan, dan nurse station. Beberapa perawat menyambut ramah. Beberapa dokter muda mengangguk sopan. Namun di balik senyum itu, Naomi bisa merasakan rasa ingin tahu yang ditahan.

Nama Liem terlalu mudah dikenali di dunia medis.

Apalagi setelah pagi ini, mungkin wajahnya juga ikut terseret dalam gosip yang belum jelas bentuknya.

"Ini jadwal kamu minggu pertama," kata Dr. Susanti sambil menyerahkan folder. "Kita mulai ringan dulu. Observasi poli hari ini, besok ikut visit, minggu depan kamu mulai pegang pasien dengan pendampingan administrasi."

"Baik, Dok."

"Kalau ada pertanyaan, langsung ke saya. Jangan menebak sendiri."

"Siap."

Naomi menghargai cara Dr. Susanti bicara. Tegas, tidak manis-manis, tetapi jelas. Di dunia rumah sakit, kejelasan jauh lebih menenangkan daripada basa-basi.

Menjelang siang, Naomi mulai membantu di poli. Seorang pasien hamil tujuh bulan datang dengan keluhan kontraksi ringan. Naomi memeriksa riwayat, membaca hasil USG, lalu menjelaskan dengan bahasa sederhana agar pasien tidak panik. Dr. Susanti memperhatikan dari samping tanpa memotong.

Setelah pasien keluar, beliau berkata, "Penjelasanmu bagus. Tidak membuat pasien merasa bodoh."

"Terima kasih, Dok."

"Pertahankan."

Pujian singkat itu cukup membuat Naomi merasa napasnya lebih ringan.

Namun saat ia keluar dari ruang poli menuju nurse station, dua perawat muda yang berdiri dekat dispenser menurunkan suara terlalu terlambat.

"Katanya dia itu cucunya Profesor Liem..."

Langkah Naomi berhenti setengah detik.

Perawat yang berbicara langsung memucat saat menyadari Naomi mendengar.

Naomi hanya tersenyum tipis, mengambil folder pasien dari meja, lalu berjalan lagi seolah kalimat itu tidak meninggalkan apa pun di belakang punggungnya.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
131 Episode 131
132 Episode 132
133 Episode 133
134 Episode 134
135 Episode 135
136 Episode 136
137 Episode 137
138 Episode 138
139 Episode 139
140 Episode 140
Episodes

Updated 140 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130
131
Episode 131
132
Episode 132
133
Episode 133
134
Episode 134
135
Episode 135
136
Episode 136
137
Episode 137
138
Episode 138
139
Episode 139
140
Episode 140

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!