Ratu dari Empat Bintang

Ratu dari Empat Bintang

Episode 1

Bab 1 - Terbangun di Dunia Komik

Felicia Winarko membuka mata di langit-langit yang terlalu putih, terlalu bersih, dan terlalu asing.

Detik pertama, tubuhnya tidak bergerak.

Detik kedua, napasnya kembali teratur.

Detik ketiga, ia sudah menghitung lima titik yang bisa dipakai untuk menyerang kalau ada musuh masuk dari pintu.

Lemari kayu di kiri. Kursi belajar di dekat jendela. Gantungan baju besi tipis di belakang pintu. Gelas kaca di meja kecil. Dan sekrup longgar di sisi ranjang yang bisa dicabut kalau jarinya masih sekuat dulu.

Sayangnya, saat Felicia mencoba mengangkat tangan, yang terangkat hanyalah lengan kurus seorang gadis remaja.

"..."

Ia menatap pergelangan tangannya sendiri.

Putih. Halus. Tanpa bekas luka bakar, tanpa bekas gigitan makhluk mutasi, tanpa garis kasar dari latihan senjata selama bertahun-tahun.

Ini bukan tubuhnya.

Kesimpulan itu datang secepat peluru. Tidak ada kepanikan. Tidak ada teriakan. Di dunia lamanya, orang yang membuang waktu untuk panik biasanya sudah menjadi makanan makhluk mutasi sebelum sempat menyesal.

Felicia duduk perlahan. Kepala bagian belakangnya sedikit berdenyut, tetapi rasa sakit itu terlalu ringan dibandingkan pecahan baja yang pernah menembus bahunya saat ia mempertahankan pangkalan utara.

Ia masih ingat bau asap, alarm darurat yang meraung, dan suara bawahannya yang berteriak, "Komandan!"

Lalu cahaya putih.

Sekarang, yang ada hanya kamar sempit dengan seprai bersih, meja belajar kecil, lemari pakaian yang isinya tidak sampai setengah, dan jendela yang menghadap halaman luas. Dari luar terdengar suara burung, bukan raungan monster.

Mewah juga neraka yang baru ini.

Sebuah suara tiba-tiba meletup di kepalanya.

"Tuan Rumah! Akhirnya sadar juga!"

Felicia tidak berkedip. "Keluar."

"Eh?"

"Siapa pun kamu, keluar dari kepalaku."

Suara itu terdengar panik. "Tidak bisa, Tuan Rumah! Sis sudah terikat dengan Tuan Rumah berdasarkan kontrak transmigrasi dari Sistem Dewa Utama. Mulai hari ini, Sis adalah sistem pendamping Tuan Rumah!"

Felicia menurunkan kaki dari ranjang. Lantai terasa dingin di telapak kakinya. "Transmigrasi."

"Benar!"

"Dewa Utama."

"Benar sekali!"

"Sistem pendamping."

"Iya, iya!"

Felicia diam sebentar, lalu tersenyum tipis. "Jadi aku mati."

Di kepalanya, suara itu mendadak mengecil. "Secara teknis, tubuh lama Tuan Rumah sudah tidak bisa dipakai. Tapi jiwa Tuan Rumah berhasil diselamatkan dan dipindahkan ke dunia baru. Ini kesempatan kedua yang sangat langka, lho."

"Apa bayarannya?"

"Tuan Rumah tajam banget..."

"Jawab."

Udara di depan Felicia bergetar. Cahaya biru muda muncul seperti layar hologram tipis, melayang setinggi wajahnya. Di tengahnya ada judul yang membuat alis Felicia bergerak sedikit.

Dunia Komik Mary Sue: Akademi Bintang Mulia.

Di bawah judul itu muncul empat bentuk bintang, semuanya gelap. Tidak ada cahaya, tidak ada warna, hanya garis emas pucat seperti perhiasan mahal yang belum dipoles.

"Misi utama Tuan Rumah," kata Sis dengan nada yang berusaha resmi, "adalah membuat empat pemeran utama pria jatuh cinta pada Tuan Rumah sampai bintang mereka menyala penuh. Kalau keempat bintang menyala, Tuan Rumah bisa mendapatkan hak pilihan atas akhir dunia ini."

Felicia menyandarkan bahu ke tiang ranjang. "Empat pemeran utama pria."

"Iya!"

"Jatuh cinta."

"Cinta sejati, bukan sekadar suka. Sistem punya standar yang sangat ketat."

"Dan ini dunia komik?"

"Komik Mary Sue populer. Tokoh-tokohnya tampan, kaya, pintar, kuat, dan dikelilingi drama. Tubuh yang Tuan Rumah pakai sekarang adalah Felicia Winarko, gadis yatim piatu yang tinggal di Paviliun F4 Akademi Bintang Mulia."

Begitu nama itu disebut, potongan ingatan asing menusuk masuk.

Koridor sekolah yang panjang. Seragam mahal. Tawa merendahkan. Sebuah tangan mendorong bahu kecilnya sampai membentur loker. Suara perempuan yang berkata, "Anak pungut juga mau tinggal di Paviliun F4?"

Lalu kamar ini. Sunyi. Sempit. Terasing di dalam bangunan paling eksklusif di sekolah.

Felicia menyentuh pelipisnya.

Pemilik tubuh ini lemah. Bukan karena tubuhnya kecil, tetapi karena ia terlalu lama dipaksa percaya bahwa dirinya tidak punya tempat untuk berdiri.

Kasihan.

Tapi rasa kasihan tidak mengubah dunia. Kekuatan yang mengubahnya.

Felicia mengangkat tangan ke arah gelas kaca di meja. Biasanya, cukup satu tarikan pikiran, benda seringan itu akan melayang ke telapak tangannya.

Gelas itu tetap diam.

Ia mencoba lagi, kali ini dengan dorongan lebih kuat. Tidak ada gerakan. Bahkan air di dalam gelas pun tidak bergetar.

Sis batuk kecil di kepalanya. "Tentang itu... kekuatan telekinetik Tuan Rumah sementara disegel. Karena tubuh ini tidak sanggup menerima kekuatan penuh. Kekuatan akan kembali bertahap seiring kemajuan misi."

Felicia menatap layar bintang. "Persentase?"

"Saat ini nol persen."

"Hebat."

"Tapi Tuan Rumah tidak perlu khawatir! Tubuh ini memang lemah, tapi sangat cantik. Menurut data komik, wajah Felicia termasuk tipe imut menggoda yang mudah menarik perhatian pria."

Felicia turun dari ranjang dan berjalan ke cermin kecil di pintu lemari.

Gadis di pantulan kaca memiliki rambut hitam panjang yang agak berantakan, mata bening yang ujungnya sedikit naik, bibir merah muda, dan wajah mungil yang tampak tidak berbahaya.

Tidak berbahaya.

Felicia menyukai lelucon itu.

Ia membuka lemari. Seragam Akademi Bintang Mulia tergantung rapi: kemeja putih, blazer navy dengan bordir lambang emas, rok lipit gelap, dasi kecil, dan sepatu kulit yang jelas harganya bisa membeli persediaan beras untuk satu pos pengungsian di dunia lamanya.

Di sudut bawah lemari ada tas sekolah lusuh. Dalam kantong depannya, Felicia menemukan kartu identitas.

Felicia Winarko.

Kelas F.

Penghuni sementara Paviliun F4.

"F4 itu siapa?" tanya Felicia sambil mengganti pakaian.

Layar biru berkedip. Empat nama muncul satu per satu di bawah bintang gelap.

Nathan Salim.

Calvin Tanuwijaya.

Jayden Hartono.

Sebastian Widjaja.

"Empat pewaris keluarga konglomerat terbesar di akademi," jelas Sis. "Mereka adalah target misi. Masing-masing punya bintang cinta. Saat ini semuanya kosong."

"Kosong berarti belum tertarik."

"Belum ada data cinta. Tapi jangan sedih, Tuan Rumah. Dengan wajah ini dan bantuan Sis, kita pasti bisa mulai pelan-pelan..."

Felicia mengikat dasi di depan cermin. Gerakannya rapi, cepat, tanpa ragu. Tubuh ini memang tidak punya otot yang layak, tetapi koordinasinya masih bisa dilatih. Paling tidak, untuk menghadapi anak sekolah, ia tidak membutuhkan telekinesis.

"Sis," panggilnya.

"Iya, Tuan Rumah?"

"Di dunia lamaku, aku memimpin pangkalan berisi tiga ribu orang. Aku memilih siapa yang hidup di tembok, siapa yang turun ke medan, dan siapa yang tidak pantas memegang senjata."

Sis mendadak diam.

Felicia mengambil tas, lalu membuka pintu kamar.

Cahaya pagi dari koridor Paviliun F4 jatuh ke wajahnya. Di kejauhan, sekolah elit itu mulai hidup. Suara mobil mahal, tawa remaja kaya, dan langkah terburu-buru para staf bercampur menjadi musik baru yang jauh lebih ringan daripada sirene perang.

Felicia tersenyum.

"Empat cowok? Cuma itu?"

Ia melangkah keluar.

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!