Episode 5

Bab 5 - Suara di Lapangan

"Nao," kata Chelsea pelan, "kayaknya bukan cuma lo yang memperhatikan."

Naomi menatap Darren di ujung koridor, lalu cepat-cepat menarik lengan Chelsea turun tangga.

"Kamu kebanyakan baca novel."

"Dan biasanya novel lebih jujur daripada orang yang lagi denial."

"Aku nggak denial."

"Kalau begitu besok kita datang nonton pertandingan."

Naomi berhenti. "Kamu tadi bilang aku sibuk."

"Itu sebelum aku mendapat data baru." Chelsea tersenyum seperti detektif yang menemukan bukti. "Kita perlu observasi lapangan."

"Chelsea."

"Apa? Aku cuma mendukung olahraga sekolah."

Naomi tahu percuma berdebat. Maka keesokan sorenya, ia duduk di tribun lapangan basket SMA NU dengan Chelsea di sebelah kiri dan Susan dua kursi di kanan. Pertandingan antarkelas itu ternyata jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan. Anak-anak dari kelas lain memenuhi tribun, membawa poster kecil, minuman dingin, dan suara yang tidak ada habisnya.

Kelas 12A melawan Kelas 12C.

Di lapangan, Darren melakukan pemanasan bersama Brandon, Jason, dan Kevin. Seragam basket biru tua membuatnya terlihat berbeda dari saat memakai seragam sekolah. Lebih bebas. Lebih sulit diabaikan.

"Tutup mulut lo," bisik Chelsea.

Naomi langsung merapatkan bibir. "Aku nggak ngomong."

"Mata lo yang ngomong."

Susan yang duduk di kanan memandang lurus ke lapangan. "Darren memang selalu main bagus."

Naomi menoleh, tapi Susan tidak melihatnya. Gadis itu menggenggam botol air mineral terlalu erat sampai plastiknya berbunyi pelan.

Belum sempat Naomi menjawab, seorang panitia OSIS berlari ke tribun. "Chelsea! Anak announcer sakit tenggorokan. Ada yang bisa bantu baca skor dan nama pemain nggak?"

Chelsea langsung menunjuk Naomi.

Naomi membelalak. "Chel!"

"Dia bisa. Suaranya enak, jelas, dan nggak panik."

"Aku panik sekarang."

"Paniknya nanti setelah pegang mic."

Lima menit kemudian, Naomi sudah duduk di meja kecil dekat lapangan dengan mikrofon di depan mulutnya. Ia membaca daftar pemain dengan tangan yang sedikit dingin. Chelsea memberi dua jempol dari tribun. Jason dari lapangan melambai dramatis seperti artis.

Naomi menarik napas.

"Pertandingan antarkelas sore ini, Kelas 12A melawan Kelas 12C, akan segera dimulai."

Suaranya keluar lebih tenang daripada yang ia rasakan. Speaker memantulkan suaranya ke seluruh lapangan. Beberapa murid menoleh ke meja announcer.

Darren juga menoleh.

Naomi pura-pura menatap kertas.

Peluit berbunyi. Pertandingan dimulai cepat. Brandon membuka skor dengan tembakan bersih dari sisi kanan. Jason berlari sambil berteriak meminta bola, lalu nyaris terpeleset karena terlalu percaya diri. Kevin bermain lebih diam, tapi gerakannya tepat. Darren, seperti dugaan semua orang, menguasai lapangan dengan santai yang menyebalkan.

"Poin pertama untuk Kelas 12A, dicetak oleh Brandon Seng," ucap Naomi.

Chelsea berteriak dari tribun, "Keren, Bran!"

Brandon yang biasanya tenang tersenyum sedikit.

Naomi melanjutkan tugasnya. Setiap kali Darren mencetak angka, ia harus menyebut namanya. Awalnya biasa saja.

"Darren Lim menambah dua poin untuk Kelas 12A."

Teriakan dari tribun langsung naik.

Beberapa menit kemudian, Darren merebut bola dari lawan, berlari cepat, lalu melakukan layup. Bola masuk mulus.

"Dua poin lagi untuk Kelas 12A, Darren Lim."

Saat menyebut namanya untuk ketiga kali, Naomi sadar Darren menoleh sekilas ke arahnya sebelum kembali ke posisi bertahan.

Ia hampir salah menyebut skor.

Chelsea di tribun menutup mulut, jelas-jelas menahan jeritan.

Di kuarter kedua, Kevin menerima operan dari Darren. Seharusnya ia langsung menembak. Namun tepat ketika Naomi berkata, "Bola dipegang Kevin Tjoa," Kevin mendadak menoleh ke arah meja announcer.

Bola lepas dari tangannya.

Jason yang berada di dekatnya berteriak, "Kev! Fokus!"

Penonton tertawa. Kevin mengambil bola dengan wajah datar, tapi telinganya memerah. Naomi menggigit bibir agar tidak ikut tertawa.

"Maaf," gumam Kevin saat berlari melewati meja announcer.

Naomi menjawab pelan tanpa mikrofon, "Nggak apa-apa."

Darren melihat pertukaran kecil itu.

Permainan berikutnya, Darren bergerak lebih cepat. Ia mencuri bola, melewati dua pemain, lalu mencetak three point yang membuat tribun meledak. Saat seluruh lapangan bersorak, ia tidak melihat penonton. Ia justru menatap meja announcer.

Naomi menunduk ke kertas skor, tapi suaranya tetap harus keluar.

"Three point untuk Kelas 12A, Darren Lim."

Suara Chelsea dari tribun terdengar jelas, "Nao, jangan gemeter!"

Naomi ingin menghilang.

Kelas 12A menang dengan selisih cukup jauh. Setelah pertandingan selesai, pemain berkumpul di pinggir lapangan. Jason menjatuhkan diri di lantai sambil berkata ia hampir melihat leluhur. Brandon memberi minum pada Chelsea yang turun dari tribun. Kevin berdiri agak jauh, membuka tutup botol, lalu menutupnya lagi tanpa minum.

Darren berjalan ke meja announcer.

Keringat membuat rambutnya menempel di dahi. Aroma mint yang biasanya dingin bercampur dengan panas tubuh dan udara sore.

"Suara lo bikin pertandingan lebih enak," katanya.

Naomi membereskan kertas skor. "Kamu main memang sudah bagus."

"Jadi lo nonton gue?"

Naomi terdiam.

Darren tersenyum, terlalu puas.

"Maksudku, aku harus lihat bola untuk baca skor."

"Bola atau gue?"

"Darren."

"Iya?"

Naomi menatapnya dengan wajah yang ia harap cukup tegas. "Minggir. Aku mau balikin mic."

Darren tertawa dan benar-benar menyingkir. Dari belakang, Chelsea mengacungkan jempol seperti sutradara puas dengan adegan romantis.

Saat Naomi berjalan ke meja panitia, Susan turun dari tribun membawa handuk kecil dan sebotol minuman isotonik. Langkahnya berhenti di dekat Darren.

"Darren," panggil Susan pelan. "Minum."

Darren menoleh, menerima botol itu sebentar. "Thanks."

Namun sebelum Susan sempat tersenyum, Darren sudah meletakkan botol itu di bangku, lalu kembali melihat ke arah Naomi yang sedang menyerahkan mikrofon. Perhatian yang hanya lewat sepersekian detik itu cukup untuk membuat wajah Susan berubah kaku.

Chelsea yang berdiri tidak jauh dari sana melihat semuanya.

"Wah," gumamnya.

Naomi kembali tanpa tahu apa yang baru saja terjadi. "Kenapa?"

"Nggak. Lapangan hari ini ternyata banyak pertandingan."

"Pertandingan sudah selesai."

Chelsea menatap Susan yang diam di pinggir lapangan, lalu menatap Darren yang masih memperhatikan Naomi. "Yang itu belum tentu."

Malamnya, Naomi pergi ke minimarket kecil dekat gerbang asrama untuk membeli susu dan plester karena tumitnya sedikit lecet. Ia sengaja pergi sendiri setelah Chelsea terlalu sibuk mengirim pesan panjang ke grup kelas tentang kemenangan 12A.

Minimarket itu sepi. Hanya ada suara pendingin dan musik pelan dari speaker. Naomi mengambil sebotol susu, lalu berhenti di depan rak minuman kekinian. Ia memilih satu cup milk tea dingin rasa brown sugar.

Saat ia berbalik, seseorang membuka pintu minimarket.

Bel kecil berbunyi.

Aroma mint datang bersama udara malam.

Naomi tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang masuk.

Darren berdiri di lorong yang sama, rambutnya masih agak basah seperti baru mandi. Ia melihat cup milk tea di tangan Naomi, lalu mengambil satu cup yang sama dari rak.

"Kebetulan?" tanya Naomi sebelum ia sempat menahan diri.

Darren menatap dua minuman yang identik itu, lalu tersenyum.

"Kalau gue bilang iya, lo percaya?"

Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
93 Episode 93
94 Episode 94
95 Episode 95
96 Episode 96
97 Episode 97
98 Episode 98
99 Episode 99
100 Episode 100
101 Episode 101
102 Episode 102
103 Episode 103
104 Episode 104
105 Episode 105
106 Episode 106
107 Episode 107
108 Episode 108
109 Episode 109
110 Episode 110
111 Episode 111
112 Episode 112
113 Episode 113
114 Episode 114
115 Episode 115
116 Episode 116
117 Episode 117
118 Episode 118
119 Episode 119
120 Episode 120
121 Episode 121
122 Episode 122
123 Episode 123
124 Episode 124
125 Episode 125
126 Episode 126
127 Episode 127
128 Episode 128
129 Episode 129
130 Episode 130
Episodes

Updated 130 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92
93
Episode 93
94
Episode 94
95
Episode 95
96
Episode 96
97
Episode 97
98
Episode 98
99
Episode 99
100
Episode 100
101
Episode 101
102
Episode 102
103
Episode 103
104
Episode 104
105
Episode 105
106
Episode 106
107
Episode 107
108
Episode 108
109
Episode 109
110
Episode 110
111
Episode 111
112
Episode 112
113
Episode 113
114
Episode 114
115
Episode 115
116
Episode 116
117
Episode 117
118
Episode 118
119
Episode 119
120
Episode 120
121
Episode 121
122
Episode 122
123
Episode 123
124
Episode 124
125
Episode 125
126
Episode 126
127
Episode 127
128
Episode 128
129
Episode 129
130
Episode 130

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!