Bab 5. Insiden Jus Buah Naga

"Kalian pada bubar! Bukannya kerja yang benar, malah asyik kepoin orang! Kalau Alin berubah jadi cantik ya bagus dong, ada kemajuan genetika! Nggak usah repot-repot ngurusin hidup orang. Ngerti kalian?!" teriak Bu Sinta dengan suara menggelegar, sanggup meruntuhkan mental para karyawan.

Para karyawan langsung bubar jalan, kembali ke pos masing-masing dengan ekor melipat ketakutan.

Bu Sinta menghela napas lega. Ia terpaksa galak demi membela Alin. Ia takut setengah mati jika Alin sampai kesal, lalu membocorkan kejadian menjijikkan di mana ada "lele kuning" menempel di dasternya akibat diare tempo hari.

Aib internasional itu harus terkubur bersama runtuhnya kekaisaran Romawi, titik gak pake koma.

****

Sementara itu, di sebuah kamar kos yang luasnya berbanding terbalik dengan kamar sempit milik Alin, Rakha sedang menikmati kenyamanan.

Meskipun judulnya "belajar hidup sederhana", isi kamar kos Rakha sungguh mencengangkan dunia per-kosan. Kamar itu dilengkapi ranjang King Size yang empuknya bisa membuat orang pingsan karena kenyamanan, dapur modern minimalis, kamar mandi luas berbahan marmer, hingga walk-in closet.

Ternyata, "hidup sederhana" versi tuan muda Bagaskara hanyalah mitos belaka. Mana sudi punggung mewahnya menyentuh kasur busa murah yang tipisnya mirip kerupuk kaleng seperti milik Alin?

Oh, dan ada satu fakta krusial lagi: Rakha tidak menyewa kamar tersebut. Dia MEMBELI seluruh bangunan kos-kosan itu beserta tanahnya secara tunai. Sultan mah bebas!

"Hufft... akhirnya selesai juga. Nah, sekarang tinggal mandi terus cari makan," gumam Rakha setelah selesai menata beberapa helai baju mahalnya.

Beberapa saat kemudian...

Cklek!

Pintu kamar mandi terbuka. Rakha keluar dengan uap air hangat yang masih menguar dari tubuhnya. Ia hanya mengenakan handuk putih bersih yang dililitkan di pinggang, memamerkan dada bidang dan perut kotak-kotak yang tercetak sempurna hasil olahraga keras. Penampilan yang sanggup membuat kaum hawa pingsan masal karena halusinasi.

Ia bergegas memakai pakaian: sebuah hoodie hitam oversize dan celana jeans selutut berwarna senada. Meski simpel, kegantengannya tetap berada di level maksimal. Rambut hitamnya yang agak gondrong diikat sebagian ke belakang, menyisakan beberapa helai yang jatuh estetik di dahi.

"Perfect," gumamnya saat menatap cermin, memberikan senyum tipis yang mematikan.

Rakha pun melangkah keluar mencari tempat makan untuk mengganjal perutnya yang mulai protes. Tak butuh waktu lama bagi kakinya untuk melangkah masuk ke dalam rumah makan Bu Sinta, berjalan dengan gaya angkuh bak model yang sedang melenggang di atas runway.

Di sudut lain, Alin yang sedang mengelap meja hampir saja menjatuhkan kain lapnya ke lantai. Matanya membelalak horor melihat cowok ketus yang tadi siang memergokinya bertingkah konyol menjadi babi di depan kosan, kini justru melangkah masuk ke tempat kerjanya.

"Gila! Ini benar-benar gila!"

Alin panik bukan main. Ia langsung tunggang-langgang berlari ke dapur, menggeledah laci untuk mencari masker kain hitamnya.

Dengan tangan gemetar hebat, ia memasang masker itu erat-erat agar identitas wajah barunya tidak terbongkar oleh cowok bermata elang itu.

"Hah... hah... kenapa dunia sesempit daun kelor sih? Kenapa harus ketemu dia lagi dalam radius sedekat ini?" Alin bersandar di dekat kulkas besar, mengatur napasnya yang memburu.

"Woy! Kenapa kamu, Lin? Kayak habis melihat setan penagih utang aja," tegur Emilio sambil tetap lihai menggoyang spatula di atas wajan.

"Iya, mukanya pucat kayak habis melihat hantu. Eh, tapi nggak mungkin ada hantu di sini, hantunya pasti takut duluan sama daster macannya Bu Sinta," sahut Diana sambil melirik Bu Sinta di kejauhan dengan suara berbisik.

"Kalau Bu Sinta dengar, habis lo di-smash pakai ulekan batu sama dia," timpal Emilio terkekeh.

"Itu Kak... Bang... tadi aku tiba-tiba bersin-bersin. Takut virusnya nular ke makanan pelanggan, jadi aku pakai masker deh, hehe," bohong Alin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Ya sudah, balik ke depan sana! Nanti dicariin Bu Sinta kalau ada pembeli yang nggak dilayani," usir Diana ramah.

Alin pun terpaksa kembali ke area depan dengan langkah ragu dan super waspada. Benar saja, Bu Sinta sudah berdiri di meja depan karena Alin tak kunjung muncul dari dapur.

"Alin ke mana sih? Ada yang mau beli malah ngumpet kayak main petak umpet!" gerutu Bu Sinta.

Ia terpaksa melayani sendiri dan menghampiri meja tempat Rakha duduk. "Silakan, Mas," ucapnya manis sambil menyodorkan buku menu lecek.

Rakha memesan nasi goreng seafood pedas dan segelas jus jeruk dingin. Bu Sinta mencatat pesanan itu dengan cekatan dan segera berbalik ke arah dapur untuk menyalurkan pesanan.

Namun, di tengah jalan...

Brukkk!

"Awss... shhh... maaf Bu, saya nggak lihat," keluh Alin sambil memegangi kepalanya yang terasa seperti baru saja menabrak truk tronton bermuatan semen tiga puluh ton.

Bu Sinta pun tak kalah menderita. Ia memegangi pantatnya yang bulat lebar—yang kalau digambarkan secara visual mirip dengan ukuran baskom plastik seharga lima ribuan di tukang perabot keliling.

"Sshhh! Kamu itu kalau jalan pakai mata dong, jangan pakai dengkul! Dari tadi saya cariin, eh malah asyik main tabrak-tabrakan. Cepat antar pesanan-pesanan ini ke meja pelanggan, jangan sampai mereka lumutan nungguin kamu!" omel Bu Sinta ketus.

"Baik, Bu!"

Alin langsung bergerak cepat seperti ninja konoha. Ia mengantarkan pesanan ke sana-kemari, mencoba bersikap seprofesional mungkin. Hingga akhirnya, tiba di momen yang paling ia hindari seumur hidup: meja nomor empat, meja tempat Rakha duduk.

Alin menunduk dalam-dalam, membiarkan poni rambutnya jatuh menutupi dahi, tak berani menoleh sedikit pun ke arah wajah tampan di depannya. Ia takut setengah mati jika Rakha mengenali sorot matanya yang jernih.

****

Rakha mulai menyantap nasi goreng seafood-nya dengan tenang dan elegan, mengabaikan suasana warung yang bising. Namun, bencana yang sesungguhnya baru saja bersiap dimulai dari arah belakang tubuhnya.

Alin, yang sejak tadi pagi hanya menyentuh nasi dengan lauk alakadarnya dan belum makan lagi sampai malam ini akibat terlalu sibuk meratapi wajah barunya, mendadak merasakan saraf motoriknya mengalami malafungsi akibat rasa gugup dan perut kosong.

Saat itu, tangannya sedang membawa nampan berisi segelas jus buah naga dingin berwarna merah pekat yang dipesan oleh pelanggan di meja sebelah Rakha.

Karena getaran hebat menjalar dari jemarinya yang lemas, keseimbangan nampan plastik itu goyah di udara. Gelas kaca setinggi dua puluh sentimeter itu meluncur indah dengan efek slow-motion...

Byurrrrr!

Jus buah naga berwarna merah darah yang kental dan super lengket itu tumpah dengan sukses, mendarat tepat di atas pundak hingga dada hoodie hitam mahal milik sang tuan muda.

Waktu seolah melambat berganti keheningan yang mencekam. Rakha mematung sempurna dengan sendok masih menggantung di udara, mulutnya bahkan sedikit terbuka karena baru saja bersiap menyuap sesendok nasi goreng. Bajunya kini basah kuyup, lengket, bernoda merah pekat, dan berbau manis buah.

Alin hanya bisa mematung dengan memegangi nampan kosong di tangannya. Matanya melotot horor di balik masker hitamnya, memandangi mahakarya bencana yang baru saja ia ciptakan di atas tubuh cowok paling galak sedunia.

Mampus gue! Kali ini dia pasti beneran bakal pecat aku dari kehidupan!

Episodes
1 Bab 1. Kutukan Aroma Mawar
2 Bab 2. Bidadari Makan di Warteg
3 Bab 3. Tuan Muda Rakha
4 Bab 4. Rahasia Kentut Lancar Jaya
5 Bab 5. Insiden Jus Buah Naga
6 Bab 6. Ganti Rugi Delapan Juta dan Teror Setan Jam Dua Belas
7 Bab 7. Teori Bajaj Mawar
8 Bab 8. Nona Masker Hitam
9 Bab 9. Malam Jagal di Kediaman Alexius
10 Bab 10. Malam Jagal di Kediaman Alexius Part 2
11 Bab 11. Malam Jagal di Kediaman Alexius Part 3
12 Bab 12. Efek Ubi Cinderella
13 Bab 13. Model Dadakan dan Kloningan Alysa
14 Bab 14. Pertemuan dengan pemilik butik
15 Bab 15. Skandal Kamar Lantai Dua
16 Bab 16. Vonis Jantung
17 Bab 17. Orang yang Sama
18 Bab 18. Ketika Malaikat dan Setan Berbagi Lorong Kos
19 Bab 19. Berubah Lagi
20 Bab 20. Selamat Datang Hanindya, Selamat Tinggal Harga Diri
21 Bab 21. Salah Peluk
22 Bab 22. Transformasi Kentut Mawar
23 Bab 23. Konser Banci Ketiban Panci
24 Bab 24. Bertemu Lagi Dengan Rakha
25 Bab 25. Prahara Seblak Maut
26 Bab 26. Konspirasi Ubi Rebus
27 Bab 27. Burung Hilang
28 Bab 28. Burung Hilang Part 2
29 Bab 29. Modus Beruang Kutub
30 Bab 30. Lampu Bohlam Berambut
31 Bab 31. Kamar VIP Rasa RSJ
32 Bab 32. Krisis Jati Diri Tuan Muda
33 Bab 33. Ketemu Rayi
34 Bab 34. Hari Pertama Masuk Sekolah
35 Bab 35. Salah Server di Lapak Penguasa Kantin
36 Bab 36. Salah Server
37 Bab 37. Salah Server Part 2
38 Bab 38. Tuan Muda Menyebalkan
39 Bab 39. Sekandal Buah Duku
40 Bab 40. Kepulangan Antonio
41 Bab 41. Jejak Darah Dinasti dan Bayi yang Terbuang
42 Bab 42. Masih Flashback
43 Bab 43. Teror Kuliner Ungu dan Trauma Aset Berharga
44 Bab 44. Trauma makan ubi
45 Bab 45. Di labrak Pacar
46 Bab 46. Digebukin Pacar
47 Bab 47. Bibir Jontor dan Drama Susu
48 Bab 48. Konser Air Mata Congean
49 Bab 49. Mengalah
50 Bab 50. Tragedi Jinak-Jinak Merpati
51 Bab 51. Azab Tahi Ayam Hangat
52 Bab 52. Reuni Dingin Mantan Ketua OSIS
53 Bab 53. Spesialis Maling Sempak
54 Bab 54. Tembakan Angin Rooftop
55 Bab 55. Kentut Bajaj
56 Bab 56. Gengsi Setinggi Langit
57 Bab 57. Di Gendong Tuan Muda
58 Bab 58. Telpon Dari Rayi
59 Bab 59. Kedatangan Rayi
60 Bab 60. Konspirasi Pintu Kos
61 Bab 61. Tragedi Cicak Nyungsep
62 Bab 62. Salah Paham
63 Bab 63. Bencana "Bapak Bertanya-tanya"
64 Bab 64. Gengsi Setinggi langit
65 Bab 65. Gengsi Setinggi Langit Part 2
66 Bab 66. Pura-pura Pingsan
67 Bab 67. Pacar Hongkong
68 Bab 68. Modus Kecupan Kening
69 Bab 69. Fitnah Jus Mangga Kental
70 Bab 70. Provokasi Sang Nona Muda
71 Bab 71. Kompensasi Cancel Cinta
72 Bab 72. Luka Dua Tuan Muda
73 Bab 73. Drama Kuah Mi Instan dan Perebutan Hak Panggil
74 Bab 74. Drama Kerokan Sosialita dan Atlet Lari Dadakan Supermarket
75 Bab 75. Pembantu Jadi-jadiam
76 Bab 76. Tuan Muda Posesif
77 Bab 77. Pukulan Mentah dan Rahasia Detak Jantung
78 Bab 78. Petaka Tengah Malam di Studio 4
79 Bab 79.
80 Bab 80. Misteri Lutung Kasarung di Tangga Sekolah
81 Bab 81. Penculikan Bermotor dan Baptisan Air Danau
82 Bab 82. Hilangnya Efek Ubi Rebus
83 Bab 83. Eksperimen Kuliner
84 Bab 84. Tragedi Hilangnya Sang Jati Diri
85 Bab 85. Siraman Kuah Bakso
86 Bab 86. Badai di Meja Kasir dan Sabotase Linzy
87 Bab 87. Serbuan Buaya Buntung dan K-Pop Idol Kamar Sebelah
88 Bab 88. Tragedi Buronan Identitas Diri
89 Bab 89. Misi Rahasia dan Silsilah Kolesterol
90 Bab 90. Interogasi Parkiran Sekolah dan Tragedi Jamu Pelancar BAB
91 Bab 91. Botol Jamu Kosong
92 Bab 92. Rshasia di Balik Kemudi
93 Bab 93. Kode "Leona" dari Dimensi Mimpi
94 Bab 94. Penggerebekan Tengah Malam dan Serbuan Komedi Tokek
95 Bab 95. Paket Heboh di Pagi Hari
96 Bab 96. Tragedi Usus Jompo dan Rahasia Karakter Tata
97 Bab 97. Senjata Pemusnah Massal Cap Kulit Pisang
98 Bab 98. Suapan Gengsi dan Ultimatum Tuan Muda
99 Bab 99. Air Mata Pengakuan di Ruang Tamu Mewah
100 Bab 100. Punya Rahasia yang Sama
101 Bab 101. Kentut Berjamaah
102 Bab 102. Ultimatum Lulus Kuliah dan Posesif Jalur Skakmat
103 Bab 103. Tragedi di Kolumbarium
104 Bab 104. TAMAT
Episodes

Updated 104 Episodes

1
Bab 1. Kutukan Aroma Mawar
2
Bab 2. Bidadari Makan di Warteg
3
Bab 3. Tuan Muda Rakha
4
Bab 4. Rahasia Kentut Lancar Jaya
5
Bab 5. Insiden Jus Buah Naga
6
Bab 6. Ganti Rugi Delapan Juta dan Teror Setan Jam Dua Belas
7
Bab 7. Teori Bajaj Mawar
8
Bab 8. Nona Masker Hitam
9
Bab 9. Malam Jagal di Kediaman Alexius
10
Bab 10. Malam Jagal di Kediaman Alexius Part 2
11
Bab 11. Malam Jagal di Kediaman Alexius Part 3
12
Bab 12. Efek Ubi Cinderella
13
Bab 13. Model Dadakan dan Kloningan Alysa
14
Bab 14. Pertemuan dengan pemilik butik
15
Bab 15. Skandal Kamar Lantai Dua
16
Bab 16. Vonis Jantung
17
Bab 17. Orang yang Sama
18
Bab 18. Ketika Malaikat dan Setan Berbagi Lorong Kos
19
Bab 19. Berubah Lagi
20
Bab 20. Selamat Datang Hanindya, Selamat Tinggal Harga Diri
21
Bab 21. Salah Peluk
22
Bab 22. Transformasi Kentut Mawar
23
Bab 23. Konser Banci Ketiban Panci
24
Bab 24. Bertemu Lagi Dengan Rakha
25
Bab 25. Prahara Seblak Maut
26
Bab 26. Konspirasi Ubi Rebus
27
Bab 27. Burung Hilang
28
Bab 28. Burung Hilang Part 2
29
Bab 29. Modus Beruang Kutub
30
Bab 30. Lampu Bohlam Berambut
31
Bab 31. Kamar VIP Rasa RSJ
32
Bab 32. Krisis Jati Diri Tuan Muda
33
Bab 33. Ketemu Rayi
34
Bab 34. Hari Pertama Masuk Sekolah
35
Bab 35. Salah Server di Lapak Penguasa Kantin
36
Bab 36. Salah Server
37
Bab 37. Salah Server Part 2
38
Bab 38. Tuan Muda Menyebalkan
39
Bab 39. Sekandal Buah Duku
40
Bab 40. Kepulangan Antonio
41
Bab 41. Jejak Darah Dinasti dan Bayi yang Terbuang
42
Bab 42. Masih Flashback
43
Bab 43. Teror Kuliner Ungu dan Trauma Aset Berharga
44
Bab 44. Trauma makan ubi
45
Bab 45. Di labrak Pacar
46
Bab 46. Digebukin Pacar
47
Bab 47. Bibir Jontor dan Drama Susu
48
Bab 48. Konser Air Mata Congean
49
Bab 49. Mengalah
50
Bab 50. Tragedi Jinak-Jinak Merpati
51
Bab 51. Azab Tahi Ayam Hangat
52
Bab 52. Reuni Dingin Mantan Ketua OSIS
53
Bab 53. Spesialis Maling Sempak
54
Bab 54. Tembakan Angin Rooftop
55
Bab 55. Kentut Bajaj
56
Bab 56. Gengsi Setinggi Langit
57
Bab 57. Di Gendong Tuan Muda
58
Bab 58. Telpon Dari Rayi
59
Bab 59. Kedatangan Rayi
60
Bab 60. Konspirasi Pintu Kos
61
Bab 61. Tragedi Cicak Nyungsep
62
Bab 62. Salah Paham
63
Bab 63. Bencana "Bapak Bertanya-tanya"
64
Bab 64. Gengsi Setinggi langit
65
Bab 65. Gengsi Setinggi Langit Part 2
66
Bab 66. Pura-pura Pingsan
67
Bab 67. Pacar Hongkong
68
Bab 68. Modus Kecupan Kening
69
Bab 69. Fitnah Jus Mangga Kental
70
Bab 70. Provokasi Sang Nona Muda
71
Bab 71. Kompensasi Cancel Cinta
72
Bab 72. Luka Dua Tuan Muda
73
Bab 73. Drama Kuah Mi Instan dan Perebutan Hak Panggil
74
Bab 74. Drama Kerokan Sosialita dan Atlet Lari Dadakan Supermarket
75
Bab 75. Pembantu Jadi-jadiam
76
Bab 76. Tuan Muda Posesif
77
Bab 77. Pukulan Mentah dan Rahasia Detak Jantung
78
Bab 78. Petaka Tengah Malam di Studio 4
79
Bab 79.
80
Bab 80. Misteri Lutung Kasarung di Tangga Sekolah
81
Bab 81. Penculikan Bermotor dan Baptisan Air Danau
82
Bab 82. Hilangnya Efek Ubi Rebus
83
Bab 83. Eksperimen Kuliner
84
Bab 84. Tragedi Hilangnya Sang Jati Diri
85
Bab 85. Siraman Kuah Bakso
86
Bab 86. Badai di Meja Kasir dan Sabotase Linzy
87
Bab 87. Serbuan Buaya Buntung dan K-Pop Idol Kamar Sebelah
88
Bab 88. Tragedi Buronan Identitas Diri
89
Bab 89. Misi Rahasia dan Silsilah Kolesterol
90
Bab 90. Interogasi Parkiran Sekolah dan Tragedi Jamu Pelancar BAB
91
Bab 91. Botol Jamu Kosong
92
Bab 92. Rshasia di Balik Kemudi
93
Bab 93. Kode "Leona" dari Dimensi Mimpi
94
Bab 94. Penggerebekan Tengah Malam dan Serbuan Komedi Tokek
95
Bab 95. Paket Heboh di Pagi Hari
96
Bab 96. Tragedi Usus Jompo dan Rahasia Karakter Tata
97
Bab 97. Senjata Pemusnah Massal Cap Kulit Pisang
98
Bab 98. Suapan Gengsi dan Ultimatum Tuan Muda
99
Bab 99. Air Mata Pengakuan di Ruang Tamu Mewah
100
Bab 100. Punya Rahasia yang Sama
101
Bab 101. Kentut Berjamaah
102
Bab 102. Ultimatum Lulus Kuliah dan Posesif Jalur Skakmat
103
Bab 103. Tragedi di Kolumbarium
104
Bab 104. TAMAT

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!