Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri

Rumah yang kemarin dipenuhi tangis duka kini berubah menjadi tempat yang paling menyakitkan bagi Laila. Sejak suaminya dimakamkan, tak ada lagi sapaan hangat yang ia terima. Yang ada hanyalah tatapan sinis dan ucapan tajam dari ibu mertuanya.

Raka yang baru berusia tujuh hari kembali menangis karena lapar. Laila menggendong putranya sambil menepuk pelan punggung mungil itu.

"Tenang, Nak... sebentar lagi kamu minum."

Belum sempat ia masuk ke kamar, suara bentakan kembali terdengar.

"Masih betah tinggal di sini?" hardik ibu mertuanya.

Laila menghentikan langkah. Wajahnya langsung pucat.

"Bu..."

"Aku sudah tidak menganggapmu menantu lagi. Anakku sudah meninggal. Untuk apa kamu tetap tinggal di rumah ini?"

Laila menunduk. Air matanya menggenang.

"Saya tidak punya tempat lain."

"Itu bukan urusanku."

Kalimat itu menusuk jauh ke dalam hati.

Sejak kedua orang tuanya meninggal beberapa tahun lalu, Laila memang tidak memiliki siapa pun lagi. Rumah yang ditempatinya sekarang adalah rumah peninggalan keluarga suaminya.

"Kasihanilah cucu Ibu," pinta Laila lirih.

"Cucu?" Wanita itu mendengus. "Jangan sebut anak itu cucuku! Sejak dia lahir, hidup anakku berakhir."

Laila spontan memeluk Raka semakin erat.

"Jangan salahkan dia, Bu."

"Kalau begitu, pergi! Bawa anak pembawa sial itu keluar dari rumahku!"

Suara itu terdengar begitu keras hingga beberapa tetangga mulai melirik ke arah rumah mereka.

Laila menggigit bibirnya. Harga dirinya terasa diinjak-injak, tetapi ia memilih diam demi putranya.

Malam harinya, setelah memastikan Raka tertidur, ia membuka lemari kecil peninggalan suaminya. Di dalamnya hanya ada beberapa potong pakaian, dompet lama, dan sebuah amplop cokelat.

Tangannya bergetar saat membuka amplop itu.

Di dalamnya terdapat buku tabungan.

Laila langsung menuju ATM keesokan paginya dengan harapan masih ada uang yang bisa digunakan untuk membeli susu dan kebutuhan bayi.

Namun harapan itu kembali pupus.

Saldo rekening itu hanya tersisa Rp185.000.

Jumlah yang bahkan tidak cukup untuk bertahan lama.

Laila terduduk lemas di kursi dekat mesin ATM.

"Aku harus bagaimana sekarang?"

Ia menoleh ke arah Raka yang tertidur pulas di gendongan kain.

"Apa Ibu sanggup membesarkanmu sendirian?"

Pertanyaan itu membuat air matanya kembali jatuh.

Sesampainya di rumah, sebuah koper tua sudah tergeletak di depan pintu.

Seluruh pakaian miliknya dimasukkan begitu saja ke dalam koper itu.

Ibu mertuanya berdiri di depan pintu dengan wajah dingin.

"Aku sudah bilang. Mulai hari ini kamu bukan penghuni rumah ini lagi."

"Bu... beri saya waktu beberapa hari saja."

"Tidak!"

Wanita itu melempar sebuah amplop ke arah Laila.

"Itu uang satu juta rupiah. Anggap saja selesai. Setelah ini jangan pernah kembali."

Laila tidak mengambil amplop itu.

"Saya tidak butuh uang Ibu."

"Kalau begitu pergi dengan tangan kosong!"

Air mata Laila mengalir semakin deras.

Ia menatap rumah yang dulu menjadi tempat ia membangun mimpi bersama suaminya.

Kini rumah itu mengusirnya tanpa sedikit pun rasa iba.

Dengan koper di tangan kanan dan Raka dalam gendongan, Laila melangkah meninggalkan rumah itu.

Tak sekali pun ia menoleh ke belakang.

Ia tidak tahu akan pergi ke mana.

Ia hanya tahu satu hal.

Apa pun yang terjadi, ia harus bertahan demi putra kecilnya.

Namun beberapa meter dari rumah itu, sebuah mobil hitam mewah berhenti tepat di hadapannya.

Seorang pria tua berjas rapi turun sambil menatap wajah Raka dengan saksama.

"Laila... akhirnya saya menemukan kalian."

Mata Laila membelalak.

Ia sama sekali tidak mengenal pria itu.

Bersambung...

Episodes
1 Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2 Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3 Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4 Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5 Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6 Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7 Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8 Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9 Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10 Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11 Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12 Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13 Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14 Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15 Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16 Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17 Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18 Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19 Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20 Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21 Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22 Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23 Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24 Bab 24 - Saksi Terakhir
25 Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26 Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27 Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28 Bab 28 - Bukti Terakhir
29 Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30 Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31 Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32 Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33 Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34 Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35 Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36 Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37 Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38 Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39 Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40 Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41 Bab 41 - Serangan dari Dalam
42 Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43 Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44 Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45 Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46 Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47 Bab 47 - Malam Penyeranan
48 Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49 Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50 Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51 Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52 Bab 52 - Ruang Rahasia
53 Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54 Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55 Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56 Bab 56 - Awal yang Baru
57 Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58 Bab 58 - Hari yang Dinanti
59 Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60 Bab 60 - Bahagia Selamanya
61 Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2
Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3
Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4
Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5
Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6
Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7
Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8
Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9
Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10
Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11
Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12
Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13
Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14
Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15
Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16
Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17
Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18
Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19
Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20
Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21
Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22
Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23
Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24
Bab 24 - Saksi Terakhir
25
Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26
Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27
Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28
Bab 28 - Bukti Terakhir
29
Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30
Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31
Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32
Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33
Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34
Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35
Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36
Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37
Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38
Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39
Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40
Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41
Bab 41 - Serangan dari Dalam
42
Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43
Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44
Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45
Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46
Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47
Bab 47 - Malam Penyeranan
48
Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49
Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50
Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51
Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52
Bab 52 - Ruang Rahasia
53
Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54
Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55
Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56
Bab 56 - Awal yang Baru
57
Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58
Bab 58 - Hari yang Dinanti
59
Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60
Bab 60 - Bahagia Selamanya
61
Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!