Bab 4 - Rahasia di Balik Surat

Laila terus memandangi Surya dengan tatapan penuh tanda tanya. Sejak membaca surat milik Arman, raut wajah pria itu berubah drastis. Tatapannya yang semula tenang kini dipenuhi kecemasan.

"Pak... sebenarnya surat itu berisi apa?" tanya Laila pelan.

Surya tersadar dari lamunannya. Ia buru-buru memasukkan kembali surat itu ke dalam amplop.

"Bukan apa-apa."

Laila menggeleng.

"Tidak mungkin. Wajah Bapak berubah setelah membacanya."

Surya menghela napas panjang.

"Aku belum bisa menjelaskan sekarang."

"Kenapa?"

"Karena aku sendiri harus memastikan semuanya lebih dulu."

Jawaban itu membuat Laila semakin bingung.

Belum sempat ia bertanya lagi, Raka menangis pelan. Laila segera menggendong putranya sambil mengusap punggung kecilnya.

Surya memperhatikan pakaian bayi yang mulai kusam dan gendongan kain yang sudah robek di beberapa bagian.

Dadanya terasa sesak.

Sejak kecil Arman dikenal sebagai anak yang pekerja keras. Ia tak pernah menyangka sahabat kecil yang pernah digendongnya kini meninggalkan seorang istri dan bayi dalam keadaan terlantar.

"Kamu sudah makan?" tanya Surya tiba-tiba.

Laila tersenyum tipis.

"Saya tidak lapar."

Namun suara perutnya justru berbunyi pelan.

Surya tahu perempuan itu sedang berbohong.

"Jangan bohong. Sejak tadi wajahmu pucat."

Laila menunduk malu.

Uang yang dimilikinya bahkan tidak cukup untuk membeli makanan. Ia memilih mengutamakan kebutuhan Raka dibanding dirinya sendiri.

"Ayo ikut saya makan."

Laila kembali menggeleng.

"Saya tidak ingin merepotkan."

"Bukan merepotkan."

Surya berjalan menuju sebuah warung makan sederhana di seberang jalan.

"Aku yang mengundang."

Setelah ragu beberapa saat, Laila akhirnya mengikuti langkah pria itu.

Pemilik warung segera menyajikan semangkuk soto hangat dan segelas teh.

Laila hanya memandang makanan itu.

"Kenapa tidak dimakan?" tanya Surya.

"Kalau saya makan... uangnya nanti bertambah."

Surya tersenyum getir.

"Kamu tidak perlu membayar."

Air mata Laila hampir jatuh.

Sudah beberapa hari tidak ada orang yang memperlakukannya dengan baik.

Dengan tangan gemetar, ia mulai menyuapkan beberapa sendok makanan.

Sementara itu, Surya menggendong Raka yang kembali tertidur.

Tatapannya tak lepas dari wajah bayi itu.

"Sangat mirip..." gumamnya.

Laila mendongak.

"Mirip siapa?"

Surya tersenyum kecil.

"Arman saat masih bayi."

Laila ikut tersenyum untuk pertama kalinya sejak suaminya meninggal.

Namun senyum itu tidak bertahan lama.

Ponsel Surya berdering.

Ia langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Halo?"

Wajahnya kembali berubah serius.

"Apa? Kalian sudah menemukannya?"

Suara di seberang terdengar terburu-buru.

"Iya, Pak. Tapi ada yang aneh. Mobil Pak Arman ternyata sengaja dirusak sebelum kecelakaan."

Surya mengepalkan tangannya.

"Jangan lakukan apa pun sebelum aku datang."

Sambungan telepon terputus.

Laila yang mendengar sebagian pembicaraan itu langsung berdiri.

"Pak... maksudnya apa? Bukannya suami saya kecelakaan?"

Surya menatap Laila beberapa detik.

Ia sadar perempuan itu berhak mengetahui sebagian kebenaran.

"Aku mulai curiga..."

"Curiga apa?"

"Kematian Arman bukan kecelakaan biasa."

Deg!

Tubuh Laila langsung melemas.

Ia menggeleng berkali-kali.

"Tidak... tidak mungkin."

"Aku belum punya bukti yang cukup. Tapi kalau dugaan ini benar, berarti ada seseorang yang sengaja menghilangkan nyawa Arman."

Laila memeluk Raka erat hingga bayi itu terbangun dan menangis.

Air matanya mengalir tanpa bisa dihentikan.

Jika benar suaminya dibunuh...

Berarti orang yang sama bisa saja mengincar dirinya dan Raka.

Sementara itu, dari dalam sebuah mobil hitam yang terparkir tidak jauh dari warung, seorang pria bertopi menatap mereka tajam.

Ia mengangkat ponselnya.

"Bos... perempuan itu sudah ditemukan."

Suara dingin terdengar dari seberang telepon.

"Jangan sampai bayi itu hidup terlalu lama."

Pria bertopi itu tersenyum tipis.

"Baik, Bos."

Tatapannya kembali mengarah pada Raka yang berada dalam pelukan ibunya.

Tanpa disadari Laila, bahaya kini mulai mengintai setiap langkahnya.

Bersambung...

Episodes
1 Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2 Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3 Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4 Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5 Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6 Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7 Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8 Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9 Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10 Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11 Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12 Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13 Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14 Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15 Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16 Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17 Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18 Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19 Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20 Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21 Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22 Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23 Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24 Bab 24 - Saksi Terakhir
25 Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26 Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27 Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28 Bab 28 - Bukti Terakhir
29 Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30 Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31 Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32 Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33 Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34 Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35 Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36 Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37 Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38 Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39 Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40 Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41 Bab 41 - Serangan dari Dalam
42 Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43 Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44 Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45 Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46 Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47 Bab 47 - Malam Penyeranan
48 Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49 Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50 Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51 Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52 Bab 52 - Ruang Rahasia
53 Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54 Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55 Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56 Bab 56 - Awal yang Baru
57 Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58 Bab 58 - Hari yang Dinanti
59 Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60 Bab 60 - Bahagia Selamanya
61 Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2
Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3
Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4
Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5
Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6
Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7
Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8
Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9
Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10
Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11
Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12
Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13
Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14
Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15
Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16
Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17
Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18
Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19
Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20
Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21
Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22
Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23
Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24
Bab 24 - Saksi Terakhir
25
Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26
Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27
Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28
Bab 28 - Bukti Terakhir
29
Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30
Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31
Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32
Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33
Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34
Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35
Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36
Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37
Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38
Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39
Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40
Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41
Bab 41 - Serangan dari Dalam
42
Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43
Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44
Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45
Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46
Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47
Bab 47 - Malam Penyeranan
48
Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49
Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50
Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51
Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52
Bab 52 - Ruang Rahasia
53
Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54
Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55
Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56
Bab 56 - Awal yang Baru
57
Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58
Bab 58 - Hari yang Dinanti
59
Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60
Bab 60 - Bahagia Selamanya
61
Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!