Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan

Laila membeku di tempat. Ucapan Surya terus terngiang di kepalanya.

"Kematian Arman bukan kecelakaan biasa."

Kalimat itu membuat seluruh tubuhnya gemetar. Selama ini ia berusaha menerima kenyataan bahwa suaminya meninggal karena takdir. Namun, jika benar ada seseorang yang sengaja menghilangkan nyawa Arman, berarti semua yang terjadi selama ini bukanlah sebuah kebetulan.

"Pak... siapa yang tega melakukan itu?" suara Laila bergetar.

Surya menggeleng pelan.

"Itulah yang sedang kucari."

"Tapi Arman tidak pernah punya musuh."

"Belum tentu. Bisa jadi ada sesuatu yang tidak pernah ia ceritakan kepadamu."

Laila terdiam. Ia mencoba mengingat kembali hari-hari terakhir bersama suaminya.

Beberapa minggu sebelum meninggal, Arman memang sering pulang larut malam. Wajahnya tampak lelah dan pikirannya seperti dipenuhi beban. Ketika Laila bertanya, Arman hanya tersenyum sambil berkata bahwa semuanya akan segera selesai.

Saat itu Laila tidak menaruh curiga sedikit pun.

Kini penyesalan mulai memenuhi hatinya.

"Seandainya waktu itu aku lebih banyak bertanya...."

Surya menatapnya dengan iba.

"Jangan menyalahkan diri sendiri."

Di sisi lain jalan, pria bertopi yang sejak tadi mengawasi mereka kembali menghubungi seseorang.

"Mereka masih di warung."

Suara dingin dari seberang telepon terdengar tegas.

"Jangan bertindak di tempat ramai. Ikuti mereka. Tunggu kesempatan."

"Baik, Bos."

Pria itu mematikan sambungan, lalu menyalakan mesin mobilnya perlahan.

 

Selesai makan, Surya berdiri.

"Aku akan mengantarmu ke tempat yang aman."

Laila langsung menggeleng.

"Saya tidak ingin merepotkan Bapak."

"Ini bukan soal merepotkan."

Surya menatap Raka yang kembali tertidur.

"Kalau dugaanku benar, kalian sedang dalam bahaya."

Ucapan itu membuat Laila tak mampu membantah lagi.

Ia akhirnya masuk ke dalam mobil Surya.

Mobil hitam itu melaju meninggalkan warung.

Beberapa ratus meter di belakang mereka, mobil lain mulai mengikuti tanpa menyalakan lampu utama.

Surya sesekali melihat kaca spion.

Keningnya berkerut.

"Aneh...."

"Ada apa, Pak?"

"Sepertinya kita diikuti."

Laila langsung menoleh ke belakang.

Sebuah mobil berwarna gelap terlihat menjaga jarak.

Mungkin hanya kebetulan.

Namun mobil itu tetap berada di belakang mereka bahkan ketika Surya beberapa kali berbelok.

Surya mempercepat laju kendaraan.

Mobil di belakang ikut mempercepat.

"Pegang Raka baik-baik."

Jantung Laila berdetak semakin cepat.

"Pak... saya takut."

"Tidak apa-apa. Tetap tenang."

Mobil Surya memasuki jalan yang lebih sepi.

Tiba-tiba...

Bruaak!

Mobil dari belakang menabrak bagian belakang mobil Surya dengan keras.

Laila menjerit.

Raka langsung menangis ketakutan.

Surya berusaha mengendalikan kemudi agar mobil tidak keluar jalur.

"Kurang ajar!"

Tabrakan kedua kembali terjadi.

Kali ini lebih keras.

Mobil mereka hampir menabrak pembatas jalan.

"Pak!"

Surya segera membanting setir memasuki jalan kecil yang hanya cukup dilewati satu mobil.

Mobil pengejar terlambat berbelok sehingga hampir menghantam pohon besar.

Kesempatan itu dimanfaatkan Surya untuk mempercepat kendaraan.

Beberapa menit kemudian, mobil pengejar akhirnya menghilang dari kaca spion.

Laila masih memeluk Raka erat sambil menangis.

Tubuhnya belum berhenti gemetar.

Surya menghentikan mobil di pinggir jalan yang gelap.

Ia turun memeriksa bagian belakang mobil yang penyok cukup parah.

"Ini bukan kecelakaan."

Laila ikut turun.

"Apa mereka memang mengejar kita?"

Surya mengangguk pelan.

"Iya."

"Berarti..."

"Mereka sudah tahu keberadaanmu."

Wajah Laila mendadak pucat.

Ia menatap Raka yang mulai tenang dalam gendongannya.

"Kenapa mereka mengincar anak sekecil ini?"

Surya mengepalkan tangannya.

"Itulah yang harus kita cari tahu."

Namun tanpa mereka sadari, di balik pepohonan yang gelap, seseorang sedang memotret mereka menggunakan kamera beresolusi tinggi.

Pria itu tersenyum puas sebelum mengirim foto tersebut kepada atasannya.

Pesan balasan pun masuk beberapa detik kemudian.

"Pastikan bayi itu tidak sampai melihat ulang tahunnya yang pertama."

Pria itu tersenyum tipis.

"Perintah diterima."

Sementara Laila sama sekali belum menyadari bahwa ancaman terhadap putranya kini semakin nyata.

Bersambung...

Episodes
1 Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2 Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3 Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4 Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5 Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6 Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7 Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8 Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9 Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10 Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11 Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12 Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13 Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14 Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15 Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16 Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17 Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18 Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19 Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20 Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21 Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22 Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23 Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24 Bab 24 - Saksi Terakhir
25 Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26 Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27 Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28 Bab 28 - Bukti Terakhir
29 Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30 Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31 Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32 Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33 Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34 Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35 Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36 Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37 Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38 Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39 Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40 Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41 Bab 41 - Serangan dari Dalam
42 Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43 Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44 Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45 Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46 Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47 Bab 47 - Malam Penyeranan
48 Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49 Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50 Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51 Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52 Bab 52 - Ruang Rahasia
53 Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54 Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55 Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56 Bab 56 - Awal yang Baru
57 Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58 Bab 58 - Hari yang Dinanti
59 Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60 Bab 60 - Bahagia Selamanya
61 Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2
Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3
Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4
Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5
Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6
Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7
Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8
Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9
Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10
Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11
Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12
Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13
Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14
Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15
Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16
Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17
Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18
Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19
Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20
Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21
Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22
Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23
Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24
Bab 24 - Saksi Terakhir
25
Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26
Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27
Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28
Bab 28 - Bukti Terakhir
29
Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30
Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31
Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32
Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33
Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34
Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35
Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36
Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37
Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38
Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39
Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40
Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41
Bab 41 - Serangan dari Dalam
42
Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43
Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44
Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45
Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46
Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47
Bab 47 - Malam Penyeranan
48
Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49
Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50
Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51
Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52
Bab 52 - Ruang Rahasia
53
Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54
Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55
Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56
Bab 56 - Awal yang Baru
57
Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58
Bab 58 - Hari yang Dinanti
59
Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60
Bab 60 - Bahagia Selamanya
61
Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!