Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Si Kecil Yang Terbuang (Revisi Pelan-pelan)

Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan

Hujan turun tanpa henti sejak sore. Angin malam berembus dingin, menerpa jendela rumah sederhana yang berdiri di ujung desa. Di dalam kamar sempit itu, suara tangisan bayi memecah kesunyian.

Namun, tangisan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru disambut tatapan penuh kebencian.

"Anak ini pembawa sial!"

Suara lantang seorang wanita paruh baya membuat seluruh ruangan mendadak sunyi. Ia berdiri di ambang pintu dengan wajah masam, menatap bayi mungil yang baru beberapa jam lahir ke dunia.

Di atas ranjang, seorang perempuan muda yang masih lemah setelah melahirkan spontan memeluk bayinya semakin erat. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya jatuh membasahi pipi.

"Bu... jangan bilang begitu. Dia tidak salah apa-apa," ucapnya lirih.

"Tidak salah?" Wanita itu tertawa sinis. "Sejak kamu mengandung anak itu, hidup keluarga ini tidak pernah tenang. Sekarang suamimu menghilang tanpa kabar. Apa itu bukan karena dia?"

Perempuan muda itu menggigit bibirnya kuat-kuat agar tidak menangis lebih keras.

Ia tahu, apa pun yang diucapkannya tidak akan mengubah kebencian ibu mertuanya.

Tangannya perlahan mengusap pipi bayi laki-lakinya yang masih memejamkan mata. Wajah mungil itu begitu damai, seolah belum tahu bahwa dunia telah menolaknya bahkan sebelum sempat mengenalnya.

"Maafkan Ibu..." bisiknya sambil mengecup kening sang bayi. "Ibu akan menjaga kamu."

Wanita paruh baya itu mendengus kasar sebelum meninggalkan kamar sambil membanting pintu.

Suara benturan pintu membuat bayi itu kembali menangis.

Perempuan muda itu buru-buru menggendongnya. Dengan tubuh yang masih terasa sakit, ia berjalan perlahan mengelilingi kamar sambil menimang buah hatinya.

"Jangan menangis, Nak... Ibu di sini."

Beberapa menit kemudian tangisan bayi itu mulai reda.

Tatapan perempuan itu beralih ke ponsel yang sejak tadi berada di atas meja kecil.

Tidak ada satu pun pesan masuk.

Tidak ada panggilan.

Sudah tiga hari suaminya pergi tanpa kabar.

Semua nomor yang dihubungi tidak aktif.

Teman-temannya mengaku tidak tahu.

Bahkan tempat kerjanya mengatakan pria itu sudah tidak masuk sejak beberapa hari lalu.

Rasa cemas semakin memenuhi dadanya.

"Mas... sebenarnya kamu di mana?" gumamnya.

Ia masih percaya suaminya tidak mungkin sengaja meninggalkan dirinya dan bayi mereka.

Pasti ada sesuatu yang terjadi.

Pasti.

Tok... tok... tok...

Suara ketukan pintu membuatnya tersentak.

Ia buru-buru mengusap air mata sebelum membuka pintu kamar.

Di ruang tamu berdiri dua pria berpakaian rapi. Salah satunya membawa sebuah map cokelat.

"Permisi. Apa benar ini rumah Pak Arman?" tanya pria itu sopan.

"Iya... saya istrinya."

Pria itu saling berpandangan dengan rekannya seolah sedang mencari kata yang tepat.

"Kami dari pihak kepolisian."

Jantung perempuan itu langsung berdegup kencang.

"Ada apa, Pak?"

Pria itu menarik napas panjang.

"Dua hari yang lalu Pak Arman mengalami kecelakaan lalu lintas."

Kalimat itu membuat dunia seolah berhenti.

"Apa...?"

Tubuhnya mendadak lemas.

Tangannya yang menggendong bayi mulai bergetar.

"Beliau sempat dibawa ke rumah sakit."

Air mata perempuan itu mulai mengalir.

"Kalau begitu... sekarang suami saya di mana? Saya mau menemuinya."

Pria itu kembali terdiam beberapa detik.

Sorot matanya berubah penuh iba.

"Kami turut berduka cita..."

Kalimat berikutnya membuat napas perempuan itu tercekat.

"Pak Arman tidak berhasil diselamatkan."

Brak!

Tubuh perempuan itu ambruk berlutut di lantai.

Bayi di pelukannya menangis keras, sementara surat yang dibawa pria itu jatuh tepat di hadapannya.

Air matanya mengalir tanpa henti.

Ia bahkan tidak sempat melihat wajah suaminya untuk terakhir kali.

Dunia yang selama ini ia bangun bersama pria itu runtuh dalam sekejap.

Namun, penderitaan itu ternyata belum berakhir.

Wanita paruh baya yang sejak tadi berdiri di belakang langsung menunjuk bayi kecil itu dengan tatapan penuh amarah.

"Aku sudah bilang! Anak itu pembawa sial! Baru lahir saja ayahnya meninggal!"

Perempuan muda itu spontan memeluk bayinya erat.

"Jangan salahkan anak saya!"

"Kalau bukan karena dia, anakku pasti masih hidup!"

Tangisan bayi semakin keras memenuhi rumah yang kini dipenuhi duka.

Sementara di luar, hujan turun semakin deras, seolah langit ikut menangisi nasib seorang bayi yang bahkan belum sempat mengenal kasih sayang ayahnya.

Dan malam itu menjadi awal dari kehidupan Raka... seorang anak yang sejak hari pertama kelahirannya telah dicap sebagai pembawa sial oleh keluarganya sendiri.

Episodes
1 Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2 Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3 Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4 Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5 Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6 Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7 Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8 Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9 Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10 Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11 Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12 Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13 Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14 Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15 Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16 Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17 Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18 Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19 Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20 Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21 Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22 Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23 Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24 Bab 24 - Saksi Terakhir
25 Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26 Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27 Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28 Bab 28 - Bukti Terakhir
29 Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30 Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31 Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32 Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33 Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34 Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35 Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36 Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37 Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38 Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39 Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40 Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41 Bab 41 - Serangan dari Dalam
42 Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43 Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44 Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45 Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46 Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47 Bab 47 - Malam Penyeranan
48 Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49 Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50 Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51 Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52 Bab 52 - Ruang Rahasia
53 Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54 Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55 Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56 Bab 56 - Awal yang Baru
57 Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58 Bab 58 - Hari yang Dinanti
59 Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60 Bab 60 - Bahagia Selamanya
61 Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang
Episodes

Updated 61 Episodes

1
Bab 1 - Tangisan yang Tak Diinginkan
2
Bab 2 - Terbuang dari Rumah Sendiri
3
Bab 3 - Lelaki yang Mencari Raka
4
Bab 4 - Rahasia di Balik Surat
5
Bab 5 - Dikejar dalam Kegelapan
6
Bab 6 - Kalung yang Membuka Masa Lalu
7
Bab 7 - Kujangan yang Menimbulkan Kecurigaan
8
Bab 8 - Surat Tanpa Nama
9
Bab 9 - Keputusan yang Berbahaya
10
Bab 10 - Awal Terbukanya Rahasia
11
Bab 11 - Pengakuan yang Tertunda
12
Bab 12 - Jejak yang Mulai Terungkap
13
Bab 13 - Bayangan Masa Lalu
14
Bab 14 - Orang-orang yang Mencari Aluna
15
Bab 15 - Rahasia yang Mulai Terbuka
16
Bab 16 - Penyelamatan di Bukit Beringin
17
Bab 17 - Dokumen yang Dicuri
18
Bab 18 - Bukti yang Mengarah pada Kebenaran
19
Bab 19 - Ancaman di Tengah Malam
20
Bab 20 - Kesaksian yang Membuka Jalan
21
Bab 21 - Gelang Emas Peninggalan Masa Lalu
22
Bab 22 - Pertemuan yang Tak Disengaja
23
Bab 23 - Serangan Untuk Hendra
24
Bab 24 - Saksi Terakhir
25
Bab 25 - Pencurian yang Gagal
26
Bab 26 - Undangan yang Berbahaya
27
Bab 27 - Di Ambang Penculikan
28
Bab 28 - Bukti Terakhir
29
Bab 29 - Perlombaan Menuju Kapel Tua
30
Bab 30 - Isi Buku Harian Clara
31
Bab 31 - Ledakan yang Mengubah Segalanya
32
Bab 32 - Tawanan Selama Delapan Belas Tahun
33
Bab 33 - Pertaruhan Terakhir
34
Bab 34 - Operasi Penyelamatan
35
Bab 35 - Pertemuan Ibu dan Anak
36
Bab 36 - Akhir dari Permainan Victor
37
Bab 38 - Keluarga yang Kembali Bersatu
38
Bab 38 - Musuh di Balik Bayangan
39
Bab 39 - Pengkhianatan dalam Keluarga
40
Bab 40 - Pewaris yang Sebenarnya
41
Bab 41 - Serangan dari Dalam
42
Bab 42 -Rahasia yang Mulai Terbongkar
43
Bab 43 - Kebenaran Malam Itu
44
Bab 44 - Nama Baik yang Terancam
45
Bab 45 - Saksi Masa Lalu
46
Bab 46 - Rekaman yang Mengubah Segalanya
47
Bab 47 - Malam Penyeranan
48
Bab 48 - Rencana Terakhir Adrian
49
Bab 49 - Wajah Pengkhianat
50
Bab 50 - Akhir Pengkhianatan
51
Bab 51 - Pertarungan Terakhir
52
Bab 52 - Ruang Rahasia
53
Bab 53 - Sosok di Balik Sobekan Foto
54
Bab 54 - Jejak yang Tertinggal
55
Bab 56 - Putusan yang Dinanti
56
Bab 56 - Awal yang Baru
57
Bab 57 - Janji Menuju Bahagia
58
Bab 58 - Hari yang Dinanti
59
Bab 59 - Dalam Ikatan Suci
60
Bab 60 - Bahagia Selamanya
61
Epilog - Rumah yang Selalu Menjadi Tempat Pulang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!