Episode 5

Bab 5

Nasi Goreng Tengah Malam

Sendok itu menyentuh mangkuk hanya sekali, tetapi bagi Tan Ardian, suaranya terdengar terlalu keras.

Ia berhenti.

Dapur kecil di dekat ruang tengah gelap, hanya lampu bawah kabinet yang menyala tipis. Rumah Tan sudah sepi. Tidak ada Darren yang berisik, tidak ada pengasuh nomor delapan puluh delapan yang menjawab kalimatnya dengan wajah polos menyebalkan.

Di atas meja, semangkuk nasi goreng masih hangat.

Ardian menatapnya seperti menatap perangkap.

Tidak ada catatan. Tidak ada tulisan manis. Tidak ada kalimat, "Pak Tan harus makan." Justru karena tidak ada apa-apa, mangkuk itu terasa lebih mengganggu.

Seolah Sekar tahu ia akan datang.

"Terlalu percaya diri," gumamnya.

Perutnya menjawab dengan bunyi kecil.

Ardian memejamkan mata sebentar. Ia bisa saja kembali ke kamar. Ia bisa saja menekan tombol dan menyuruh orang membuang makanan ini. Ia bisa saja bertahan sampai pagi, hanya untuk membuktikan bahwa Budiman Sekar tidak menang.

Masalahnya, nasi goreng itu wangi.

Wangi bawang putih tipis, telur yang baru dimasak, dan ayam suwir yang tidak terlalu kering. Tidak berlebihan. Tidak memaksa. Seperti diletakkan di sana bukan untuk membujuk, hanya untuk memberi pilihan.

Ardian mengambil sendok.

Suapan pertama ia makan dengan wajah datar, seolah sedang menguji kualitas proyek. Suapan kedua lebih cepat. Suapan ketiga membuat bahunya yang tegang turun sedikit.

Ia tidak suka mengakui apa pun, apalagi pada pengasuh baru yang berani mencabut baterai kursi rodanya.

Tapi nasi goreng itu enak.

Bukan enak yang mewah. Bukan enak restoran. Lebih seperti sesuatu yang hangat dan menyebalkan karena datang tepat saat ia lapar.

Ia makan sampai dasar mangkuk terlihat.

Setelah itu, Ardian duduk diam cukup lama.

Di meja samping ada tumpukan sticky notes kuning dan pulpen. Mungkin milik staf dapur. Mungkin memang sengaja ditinggalkan di sana. Dengan perempuan bernama Budiman Sekar itu, hal-hal sederhana pun mulai terlihat seperti jebakan.

Ardian mengambil satu lembar.

Ia menulis pelan.

Dada ayam panggang dengan irisan tomat dan selada dalam wrap gandum.

Ia berhenti, menatap tulisan itu, lalu menambahkan satu titik di akhir. Terlalu kaku. Bagus. Permintaan makanan harus terdengar seperti instruksi, bukan pengakuan kalah.

Mangkuk kosong ia dorong sedikit ke tengah meja. Sticky note ia tempel di sisi mangkuk.

Sebelum pergi, ia sempat melihat bayangannya di pintu kaca dapur. Pria di kursi roda itu tampak pucat, dingin, dan sedikit lebih manusiawi daripada siang tadi.

Ardian membuang muka.

"Bukan karena dia," katanya pada dapur kosong.

Dapur tentu saja tidak menjawab.

Keesokan paginya, Sekar menemukan mangkuk kosong itu saat hendak mengambil air.

Ia berhenti di depan meja.

Mangkuk bersih dari nasi. Sendok diletakkan rapi di sampingnya. Sticky note kuning menempel seperti bukti kriminal yang terlalu sombong untuk disembunyikan.

Sekar membaca tulisan itu sekali.

Lalu dua kali.

"Dada ayam panggang dengan irisan tomat dan selada dalam wrap gandum," gumamnya.

Darren yang baru masuk dapur sambil mengucek mata langsung menoleh. Rambutnya berantakan, kaus tidurnya bergambar sapi hitam putih.

"Koko nulis apa?"

Sekar mengangkat sticky note.

Darren membacanya, lalu wajahnya berubah penuh haru. "Dia minta makan?"

"Dia minta nama baru untuk sandwich yang kemarin dia hina."

Darren memegang dada. "Mbak Sekar, ini kemajuan besar. Biasanya kalau Koko kalah, dia pura-pura tidak ikut pertandingan."

Sekar menempelkan sticky note itu di sisi kulkas sementara. "Berarti kita pura-pura percaya dia menang."

"Strategi Kucing Lapar tahap dua?"

"Strategi Menyelamatkan Harga Diri Kucing."

Darren mengangguk serius, seperti sedang menerima arahan komisaris utama.

Pagi itu, Sekar membuat wrap gandum sesuai tulisan. Dada ayam dipanggang tipis, tomat diiris rapi, selada dikeringkan supaya tidak membuat roti lembap. Ia tidak menambahkan saus berlebihan. Hanya sedikit garam, lada, dan minyak zaitun.

Ketika ia membawa piring ke ruang makan, Ardian sudah duduk di tempatnya. Koran terbuka di tangannya. Wajahnya lebih segar, meski tetap dingin.

Sekar meletakkan piring di depannya.

"Dada ayam panggang dengan irisan tomat dan selada dalam wrap gandum," katanya dengan nada profesional.

Ardian menurunkan koran sedikit. "Kenapa kamu mengulang semuanya?"

"Agar tidak tertukar dengan sandwich ayam ala Prancis yang gagal kemarin."

Darren mengeluarkan suara tertahan.

Ardian menatap Sekar. "Aku tidak bilang itu sama."

"Tentu tidak, Pak Tan. Yang ini punya nama lebih panjang, jadi lebih berkelas."

Ardian diam. Lalu, di bawah tatapan dua orang yang pura-pura tidak memperhatikan, ia mengambil potongan wrap itu dan menggigitnya.

Sekar tidak tersenyum.

Darren juga tidak tersenyum, meski pipinya bergerak aneh.

Ardian menelan. "Lumayan."

Untuk ukuran pria yang semalam menyebut nasi goreng beraroma usaha terlalu keras, "lumayan" terdengar seperti ulasan bintang lima.

Sekar menunduk sedikit. "Baik, Pak Tan. Akan saya catat."

Ardian membuka koran lagi, tetapi kali ini korannya agak terlalu tinggi. Telinganya, yang tidak tertutup koran, tampak sedikit merah.

Mungkin karena lampu pagi.

Mungkin.

Baru saja Sekar hendak kembali ke dapur, bel rumah berbunyi.

Suara interkom dari pos satpam menyala.

"Pak Darren, ada tamu. Namanya Susanto Kevin."

Darren yang masih menahan tawa langsung membeku.

Koran di tangan Ardian turun perlahan.

Di wajahnya, sisa hangat dari sarapan menghilang begitu saja.

Sekar memandang keduanya bergantian. Satu nama saja cukup membuat ruang makan yang tadi hampir terasa normal kembali dingin.

Berarti Susanto Kevin bukan sekadar teman lama.

Dan apa pun yang ia bawa pagi ini, pasti bukan kabar baik.

Terpopuler

Comments

sunaryati jarum

sunaryati jarum

Hari pertama sudah berhasil hari berikutnya jalan normal ,hari ketiga ,mulus selanjutnya lancar seperti jalan baru

2026-07-12

0

lihat semua
Episodes
1 Episode 1
2 Episode 2
3 Episode 3
4 Episode 4
5 Episode 5
6 Episode 6
7 Episode 7
8 Episode 8
9 Episode 9
10 Episode 10
11 Episode 11
12 Episode 12
13 Episode 13
14 Episode 14
15 Episode 15
16 Episode 16
17 Episode 17
18 Episode 18
19 Episode 19
20 Episode 20
21 Episode 21
22 Episode 22
23 Episode 23
24 Episode 24
25 Episode 25
26 Episode 26
27 Episode 27
28 Episode 28
29 Episode 29
30 Episode 30
31 Episode 31
32 Episode 32
33 Episode 33
34 Episode 34
35 Episode 35
36 Episode 36
37 Episode 37
38 Episode 38
39 Episode 39
40 Episode 40
41 Episode 41
42 Episode 42
43 Episode 43
44 Episode 44
45 Episode 45
46 Episode 46
47 Episode 47
48 Episode 48
49 Episode 49
50 Episode 50
51 Episode 51
52 Episode 52
53 Episode 53
54 Episode 54
55 Episode 55
56 Episode 56
57 Episode 57
58 Episode 58
59 Episode 59
60 Episode 60
61 Episode 61
62 Episode 62
63 Episode 63
64 Episode 64
65 Episode 65
66 Episode 66
67 Episode 67
68 Episode 68
69 Episode 69
70 Episode 70
71 Episode 71
72 Episode 72
73 Episode 73
74 Episode 74
75 Episode 75
76 Episode 76
77 Episode 77
78 Episode 78
79 Episode 79
80 Episode 80
81 Episode 81
82 Episode 82
83 Episode 83
84 Episode 84
85 Episode 85
86 Episode 86
87 Episode 87
88 Episode 88
89 Episode 89
90 Episode 90
91 Episode 91
92 Episode 92
Episodes

Updated 92 Episodes

1
Episode 1
2
Episode 2
3
Episode 3
4
Episode 4
5
Episode 5
6
Episode 6
7
Episode 7
8
Episode 8
9
Episode 9
10
Episode 10
11
Episode 11
12
Episode 12
13
Episode 13
14
Episode 14
15
Episode 15
16
Episode 16
17
Episode 17
18
Episode 18
19
Episode 19
20
Episode 20
21
Episode 21
22
Episode 22
23
Episode 23
24
Episode 24
25
Episode 25
26
Episode 26
27
Episode 27
28
Episode 28
29
Episode 29
30
Episode 30
31
Episode 31
32
Episode 32
33
Episode 33
34
Episode 34
35
Episode 35
36
Episode 36
37
Episode 37
38
Episode 38
39
Episode 39
40
Episode 40
41
Episode 41
42
Episode 42
43
Episode 43
44
Episode 44
45
Episode 45
46
Episode 46
47
Episode 47
48
Episode 48
49
Episode 49
50
Episode 50
51
Episode 51
52
Episode 52
53
Episode 53
54
Episode 54
55
Episode 55
56
Episode 56
57
Episode 57
58
Episode 58
59
Episode 59
60
Episode 60
61
Episode 61
62
Episode 62
63
Episode 63
64
Episode 64
65
Episode 65
66
Episode 66
67
Episode 67
68
Episode 68
69
Episode 69
70
Episode 70
71
Episode 71
72
Episode 72
73
Episode 73
74
Episode 74
75
Episode 75
76
Episode 76
77
Episode 77
78
Episode 78
79
Episode 79
80
Episode 80
81
Episode 81
82
Episode 82
83
Episode 83
84
Episode 84
85
Episode 85
86
Episode 86
87
Episode 87
88
Episode 88
89
Episode 89
90
Episode 90
91
Episode 91
92
Episode 92

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!