Musuh yang kuat

"Ayahanda, bayangannya" ucap Argadana juga muncul setelah mendengar teriakan Sahara.

‎ Gandra melihat ke arah bawah, dia melihat bayangan sosok bertanduk sedang berlari ke arah gubuk para pekerja Bintang dan Anggadana segera melemparkan bola api ke arah sosok itu.

‎"Rasakan ini setan laknat!" ucap Gandra juga melemparkan pedangnya.

‎Dhuar.

‎"Aahhhkk!"

‎Para pekerja Bintang berteriak karena mereka terkejut mendengar bunyi ledakan di depan gubuk tempat mereka berlindung, tapi tidak ada api ataupun asap yang terlihat karena yang bisa melihatnya hanyalah para jin dan juga manusia yang punya kemampuan khusus.

‎"Hhhrrr... aku tidak akan menyerah sampai tanah Bagaskara ini jadi milikku!" ucapnya mendorong Dirga sampai terpental dan Rukmini segera melindungi Dirga.

"Astagfirullah" ucap Dirga

‎"Kamu tidak apa apa nak?" tanya Rukmini karena Dirga terluka di bagian sikunya.

‎"Tidak apa apa nek, sosok itu punya energi yang begitu besar, dia lebih kuat dari kita jadi jangan pernah melawannya sendirian, dia berbeda dengan para sosok yang pernah kalian kalahkan" jawab Dirga

‎"Nenek akan hati hati tapi sekarang lahan Bagaskara mungkin tidak aman, segera selesaikan pekerjaan kalian dan pergi dari tempat ini, aku akan memanggil Uyung untuk berjaga di sini" ucap Rukmini dan Dirga mengangguk.

‎"Ibunda, di sini tidak aman, biar nanti kami minta Om tokek untuk berjaga di sini" ucap Argadana

‎"Hiks... iya, jaga yang hati hati, iblis itu sepertinya kuat karena cah Bagus Sahara jadi terluka" jawab Sahara memeluk Bintang

‎"Aku tidak apa apa Sahara, aku baik baik saja" bujuk Bintang mengusap rambut Sahara karena dia khawatir Sahara kehilangan kesadarannya dan berubah jadi jahat.

‎Para pekerja yang melihat keadaan sudah mulai aman langsung mendekati Bintang dan Dirga yang terduduk lemas di pematang sawah, mereka menuntun keduanya ke dalam gubuk dan memberikan keduanya minum.

‎"Ini pertama kali ada kiriman gaib seperti ini ke lahan Aden" ucap Herman

‎"Iya, apa kang Deden tidak apa apa?" tanya Bintang

‎"Tidak apa apa den, Deden sepertinya hanya perlu istirahat saja, tapi Rahmi terluka lehernya karena di cakar Deden tadi" jawab seorang pekerja.

‎"Nanti akan di antar kang Herman ke puskesmas atau ke rumah sakit saja sekalian supaya di rawat di sana, kang Deden juga" ucap Bintang

‎"Kami tidak akan mengatakan apapun pada warga tentang masalah ini, kami tahu ini adalah gangguan dari pihak lain, karena mereka ingin memfitnah Aden" ungkap salah seorang pekerja.

‎"Terima kasih, ini memang fitnah, saya tidak pernah menggunakan pesugihan apapun apalagi melakukan hal hal mistis seperti menumbalkan manusia" ungkap Bintang

‎•••••••••••••••

‎ Di tempat Galuh.

‎"Maaf, tapi tidak ada yang boleh masuk kedalam area lahan tuan Galuh"

‎ Itu adalah Hala yang menyamar menjadi manusia, dia meminta Radini untuk pergi karena dia sudah di beritahu Rukmini kalau lahan Bintang jadi tidak aman setelah di masuki Radini. Dia yang melihat Radini keluar dari mobil Sigit segera menghampiri keduanya dan melarang Radini masuk.

‎"Tapi kenapa pak?" tanya Radini yang tahu kalau Hala bukanlah manusia.

‎"Karena lahan tuan Galuh sudah kosong, semua padi sudah di angkut ke Jakarta dan di dalam sedang ada pertemuan keluarga" jawab Hala melirik Sigit yang sepertinya sudah tahu alasan Hala melarang Radini masuk.

‎"Baiklah, tidak apa apa, kak Sigit apa bisa mengantar saya pulang?" tanya Radini

‎"Di depan ada tukang ojek, pergilah dengan ojek itu karena Sigit harus mengambil barang milik tuan Galuh di dalam, mungkin akan memakan waktu lama" ucap Hala

‎"Eh... bagaimana ya nyai?" tanya Sigit merasa tak enak.

‎"Tidak apa apa, saya akan pulang naik ojek saja" jawabnya mengusap bahu Sigit tapi tangannya langsung terasa panas.

‎"Sstt.."

‎"Kenapa nyai?" tanya Sigit

‎"Tidak.. tidak apa apa, hanya sedikit pegal saja karena terbiasa naik mobil" jawab Radini.

‎"Maaf sekali ya nyai, saya jadi merasa tidak enak" ungkap Sigit dan Radini mengangguk.

‎Radini pergi sambil menyembunyikan luka memerah di telapak tangannya setelah menyentuh Sigit, tadinya dia ingin memasukkan pengaruhnya pada Sigit agar saat Sigit masuk pengaruh Radini bisa ikut ke dalam rumah Galuh dan membuat pagar gaib di rumah Galuh jadi menipis dan hancur.

‎Tapi Radini gagal, dia tidak tahu kalau Sigit memiliki khodam seorang raja jin harimau jadi itu tidak akan mempan padanya, di tambah Hala juga seorang raja di rawa congkrang, jadi meskipun Hala tidak tahu ilmu atau khodam apa yang di miliki Radini, Hala bisa merasakan kalau Radini akan membahayakan lahan dan rumah Galuh kalau dia sampai masuk ke dalam.

‎"Sial! kenapa tanganku memerah, yang mulia Luca, kenapa aku bisa terluka?" tanya Radini mengusap gelang yang dia pakai.

‎"Aku sudah menghancurkan pagar gaib di lahan dan rumah Bintang, makanya tadi kamu tidak terlindungi, tidak apa apa kamu tidak bisa masuk ke lahan Galuh karena tujuan pertama kita adalah lahan Bintang terlebih dahulu" jawab Iblis Luca

"Orang orang di sana juga unik yang mulia, karena ternyata beberapa orang di tempat Bintang bisa melihat kuntilanak dan nenek nenek yang melindungi lahan Bagaskara" ucap Radini

"Mereka memang manusia terpilih yang bisa melihat hal gaib, tapi mereka bukan tandingan ku Radini, tetap lakukan ritualmu dan jangan pernah khawatir, tanah Bagaskara akan segera jadi milikmu" ucap Luca

"Termasuk Dirga, dia laki laki bersih dan aku ingin mengotorinya" sambung Radini

"Hahahahha"

Sementara di rumah Galuh, Sigit terkejut setelah tahu kalau Bintang dan Dirga terluka karena melawan sosok yang tidak terlihat dan begitu kuat bahkan sampai mampu menghancurkan pagar gaib yang di buat empat sosok terkuat di tempat itu.

"Lalu bagaimana cara kita melindungi lahan Bagaskara?" tanya Galuh

"Kita harus membuat pagar baru, tapi bukan pagar biasa karena pagar itu harus di buat oleh lima raja jin Islam yang terkuat, sepertinya yang menyerang lahan Bagaskara adalah sosok Iblis" jawab Badaruddin

"Siapa saja sosok itu? Kalau untuk di sini ada kamu, Gandra dan aku, tapi siapa dua lagi?" tanya Hala

"Raja Buto ijo Kalandra dan raja hutan larangan Sagara Danendra" jawab Badaruddin

"Sagara manusia" ucap Galuh

"Tapi dia di jadikan raja oleh para jin di tempatnya, dia di panggil paduka Sagara oleh para jin itu, atau kamu juga bisa mengundang Jalaga, raja pocong peliharaan Karso" jawabnya Badaruddin

"Ya, dia juga kuat, Jalaga saja tapi kalau bisa energi Sagara juga kita perlukan" ungkap Hala

"Aku akan meminta adikku untuk membawa energi Sagara ke sini, kita harus cepat karena Iblis ini begitu kuat" jawab Badaruddin

Terpopuler

Comments

neni nuraeni

neni nuraeni

semoga keluarga bintang tidak knp" dan semoga aja Dirga tidak tergoda oleh si radini, lnjuttt

2026-07-10

0

Ai Sri Kurniatu Kurnia

Ai Sri Kurniatu Kurnia

ayo hala lindungi keluarga bintang dari iblis terkutuk itu,,, semangat Thor 💪💪💪💪 ditunggu double up-nya

2026-07-10

0

lihat semua
Episodes
1 Perempuan pemuja iblis
2 Mulai mendekat
3 Radini mendekat
4 Serangan pertama
5 Musuh yang kuat
6 Efek hilangnya pagar gaib
7 Energi murni
8 Lamaran untuk Dirga
9 Rumah iblis
10 Halangan
11 Gangguan saat pemagaran
12 Pagar terpasang
13 Kepedulian Sagara
14 Rencana Radini
15 Radini yang sebenarnya
16 Satu serangan
17 Meminta Rania kembali
18 Sahara kesal
19 Radini vs Kenanga
20 Rani
21 Rencana dua anak Sahara
22 Mendekati Roman
23 Roman mulai waspada
24 Senjata tombak
25 Hadiah dari tamu jauh
26 Merayu Roman
27 taktik Radini
28 Makan malam mencekam
29 Merayu Radiah
30 Rani keluar, Luca masuk
31 Barang Dirga
32 Argadana dan Anggadana terluka
33 Kecurigaan Sigit
34 Sosok perempuan penerima pelet
35 usaha Dirga
36 usaha Dirga 2
37 Kejar target
38 Luca bergerak
39 Sahara senang Radini meriang
40 Terusir
41 Gita
42 Sama sama punya rahasia
43 Luca curiga
44 Secangkir darah
45 Serangan mendadak
46 Sahara menyusup
47 Hatta tahu yang terjadi
48 Dirga terjebak
49 Dirga terjebak
50 Ibu Sahara
51 Menuju rawa congkrang
52 Banyak bantuan
53 Buah pohon keramat
54 Keluarga Cemara
55 Dirga pulang
56 Dua rahasia
57 Membujuk Soca
58 Gandra
59 Kondisi Gandra
60 Liciknya Luca
61 Radini waspada
62 Mulai mengobati
63 Kecurigaan Khanza
64 Sahara berbeda
65 Penyebab gangguan
66 Menyadarkan Gandra
67 Tak bisa bangun
68 Penawar
69 Penawar 2
70 Ancaman Sahara
71 Balasan untuk Radini
72 Tantangan Dimas
73 Masih belum waktunya
74 Kembali jadi Mbah Dimas
75 Hatta bermain aman
76 Kecurigaan Dirga
77 Hatta dalam bahaya
78 Terbakar
79 Menyembunyikan
80 Kesedihan palsu
81 Sahara tertipu
82 Melepaskan Soca
83 Luca berhasil
84 Bimantara marah
85 Khanza kosong
86 Mustahil tapi terjadi
87 Botol kaca
88 Keadaan Radini
89 Kegelisahan Dirga
90 Sebuah jawaban
91 Nasehat menyentuh
92 Kesempatan yang tak boleh di lewatkan
93 Saling terhubung
94 Kondisi Radini dan Radiah
95 Pesan terakhir Hatta
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Perempuan pemuja iblis
2
Mulai mendekat
3
Radini mendekat
4
Serangan pertama
5
Musuh yang kuat
6
Efek hilangnya pagar gaib
7
Energi murni
8
Lamaran untuk Dirga
9
Rumah iblis
10
Halangan
11
Gangguan saat pemagaran
12
Pagar terpasang
13
Kepedulian Sagara
14
Rencana Radini
15
Radini yang sebenarnya
16
Satu serangan
17
Meminta Rania kembali
18
Sahara kesal
19
Radini vs Kenanga
20
Rani
21
Rencana dua anak Sahara
22
Mendekati Roman
23
Roman mulai waspada
24
Senjata tombak
25
Hadiah dari tamu jauh
26
Merayu Roman
27
taktik Radini
28
Makan malam mencekam
29
Merayu Radiah
30
Rani keluar, Luca masuk
31
Barang Dirga
32
Argadana dan Anggadana terluka
33
Kecurigaan Sigit
34
Sosok perempuan penerima pelet
35
usaha Dirga
36
usaha Dirga 2
37
Kejar target
38
Luca bergerak
39
Sahara senang Radini meriang
40
Terusir
41
Gita
42
Sama sama punya rahasia
43
Luca curiga
44
Secangkir darah
45
Serangan mendadak
46
Sahara menyusup
47
Hatta tahu yang terjadi
48
Dirga terjebak
49
Dirga terjebak
50
Ibu Sahara
51
Menuju rawa congkrang
52
Banyak bantuan
53
Buah pohon keramat
54
Keluarga Cemara
55
Dirga pulang
56
Dua rahasia
57
Membujuk Soca
58
Gandra
59
Kondisi Gandra
60
Liciknya Luca
61
Radini waspada
62
Mulai mengobati
63
Kecurigaan Khanza
64
Sahara berbeda
65
Penyebab gangguan
66
Menyadarkan Gandra
67
Tak bisa bangun
68
Penawar
69
Penawar 2
70
Ancaman Sahara
71
Balasan untuk Radini
72
Tantangan Dimas
73
Masih belum waktunya
74
Kembali jadi Mbah Dimas
75
Hatta bermain aman
76
Kecurigaan Dirga
77
Hatta dalam bahaya
78
Terbakar
79
Menyembunyikan
80
Kesedihan palsu
81
Sahara tertipu
82
Melepaskan Soca
83
Luca berhasil
84
Bimantara marah
85
Khanza kosong
86
Mustahil tapi terjadi
87
Botol kaca
88
Keadaan Radini
89
Kegelisahan Dirga
90
Sebuah jawaban
91
Nasehat menyentuh
92
Kesempatan yang tak boleh di lewatkan
93
Saling terhubung
94
Kondisi Radini dan Radiah
95
Pesan terakhir Hatta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!