Sahara 3 Perempuan Pemuja Iblis

Sahara 3 Perempuan Pemuja Iblis

Perempuan pemuja iblis

"Ketahuilah Radini, mulai sekarang kamu adalah pengikutku! tidak ada yang bisa memutuskan tali perjanjian ini dan aku jamin hidupmu akan sejahtera dan kamu akan menjadi perempuan paling di hormati di tempat ini"

‎Seorang perempuan sedang bersimpuh di depan cermin dalam ruangan yang seluruhnya berwarna merah darah, di sekelilingnya ada banyak lilin yang di buat melingkari dirinya.

‎Dia adalah Radini Prastiwi Sukarna seorang perempuan berusia tiga puluh tahun dan merupakan seorang keturunan bangsawan yang di hormati di kampung Curug, namanya bahkan mampu bersanding dengan nama nama besar para orang terpandang di kampung yang begitu luas itu.

Hartanya juga tak kalah banyak dengan harta milik Bintang Darmawan dan Galuh Raharja di kampung itu, Radini adalah pengusaha perhiasan emas dan juga perkebunan yang di hormati di kampung itu sekaligus di takuti, karena Radini yang masih lajang di usianya itu sama sekali tidak segan segan meludahi laki laki yang datang untuk melamarnya.

‎"Ingat baik baik Radini, aku akan menagih janjimu dan jangan pernah mencoba untuk lepas dariku karena itu tidak akan mungkin! perjanjian sudah di buat dan kalau kamu ingkar, nyawamu dan seluruh keturunan Sukarna terutama keturunanmu akan aku lenyapkan!" ucap sosok bertanduk yang memiliki tubuh berwarna hitam menyeringai ke arah Radini.

‎"Baik tuanku! hanya engkau sesembahan ku dan tiada yang lebih agung dan berkuasa di banding engkau" ucap Radini bersujud di depan cermin yang merupakan tempat tinggal Iblis yang dia sembah.

‎"Katakan apa yang kamu inginkan?" tanya iblis itu

‎"Tanah Darmawan tuanku, tanah itu, aku menginginkannya" jawab Radini

‎"Hahahaha... kamu memilih sesuatu yang salah Radini, kalau kamu menginginkan tanah itu maka taklukkan dulu pemiliknya, karena tanah itu di lindungi sosok yang tak mudah untuk di kalahkan meskipun kamu bisa bebas keluar masuk area tanah itu tanpa kepanasan seperti penyembah iblis lain" ucap Iblis itu

‎"Mereka bahkan tidak menyadari kalau aku pemuja iblis" ucap Radini

‎"Dekati anaknya dan jadilah pengendali untuk keluarga itu, sesatkan mereka dan aku akan memberikan semua yang kamu inginkan" ucap Iblis itu tertawa

‎"Baik tuanku, targetku selanjutnya adalah... Dirga Bintang Darmawan" jawab Radini

‎Dirga Bintang Darmawan merupakan saudara kembar dari Delisha Bintang Darmawan, adik dari Dimas Darmawan yang merupakan putra pertama Bintang Darmawan.

‎Keluarga Darmawan sama berpengaruhnya dengan keluarga Sukarna dan Raharja karena Darmawan memiliki banyak tanah peninggalan Bagaskara Darmawan dan juga beberapa aset lain yang di kembangkan Bintang dan Dimas seperti bengkel dan juga sebuah rumah sakit yang didirikan oleh Bintang, bekerja sama dengan besannya Galuh Raharja dan Zaki Alamsyah Smith yang merupakan mertua dari Delisha putri Bintang.

‎Radini keluar dari ruangan itu setelah menaburkan kembang tujuh rupa dan minyak kelapa di setiap sudut ruangan itu. Radini juga mengunci kembali ruangannya supaya tidak ada siapapun yang masuk karena hanya dirinya yang boleh ke sana setiap tiga bulan sekali untuk melayani iblis sesembahannya yang selama sepuluh tahun ini memberikan banyak kekayaan untuk dirinya dan keluarganya.

‎Radini bukan tanpa alasan menyembah iblis itu, dia adalah keturunan ke empat dari keluarganya yang di pilih untuk menjadi pengantin Iblis setelah berusia dua puluh tahun dan Radini menerima tanggung jawab itu setelah dia sakit hati pada seorang laki laki yang sudah meninggalkan dia dalam keadaan hamil, bahkan bayi yang dia kandung dia tumbalkan untuk iblis tersebut.

‎"Sumantri! cari tahu di mana Dirga putra dari Bintang Darmawan bekerja" perintah Radini

‎"Baik nyai, apa ada yang lain?" tanya Sumantri yang merupakan orang kepercayaan Radini

‎"Untuk sementara hanya itu, selebihnya biar aku yang mengurusnya" jawab Radini

‎"Baik nyai" jawabnya menunduk sopan.

‎•••••••••••••

‎Di kediaman Bintang Darmawan.

‎"Hantcim!"

‎"Yarhamukallah" ucap Bintang saat Dirga yang sudah pulang dari pesantren satu bulan lalu bersin.

‎"Yahdikumullah"

‎"Katanya kalau bersin itu ada yang membicarakan kita" ucap Dimas

"Mitos" ucap Dirga terkekeh

"Pa, lihat Dirga kita setelah bertahun tahun tinggal di pesantren rasanya aneh ya" ungkap Dimas

"Ko aneh?" tanya Bintang

"Aneh pa, soalnya Dimas biasa lihat si Dirga yang punya dua istri di kampung halaman Sigit" jawab Dimas terkekeh.

"Dirga yang ini beda kak, Dirga ini mah setia, bahkan pacaran juga belum pernah" ucap Dirga

"Kamu sudah tiga puluh tujuh tahun loh nak, cepat cari jodoh" ucap Silvia

"Biar Abah yai Adrian yang mencarikan ma, katanya sedang di cari yang cocok" jawab Dirga

‎"Kenapa tidak dengan Khanza saja pa, kan Khanza sudah delapan belas tahun" ucap Dimas

"Dia mau memangnya sama adik kamu yang sudah tua ini?" tanya Bintang

"Iya pa, Khanza itu di taksir banyak laki laki di kampus, Sakti juga suka dia" ucap Ardana putra kedua Dimas yang sudah berusia dua puluh tahun.

"Sakti bukannya suka sama Ayana ya?" tanya Dimas meledek.

"Jangan mulai pa, Ayana sedang fokus sarapan" gerutu Ayana adik kembar Ardana.

"Sama adiknya kak Gerhana saja pa, cocok usianya juga sudah dua puluh tiga tahun" ucap Bimantara putra pertama Dimas yang sudah berusia dua puluh tiga tahun.

"Cukup, Om akan menikah dengan pilihan Abah yai, sudah tidak ada perdebatan lagi, titik" ucap Dirga tegas

"Kenapa pulang kalau maunya menikah dengan pilihan Abah yai Adrian?" tanya Dimas

"Justru Dirga pulang juga di minta Abah yai" jawab Dirga

"Pasti ada tugas itu kalau di suruh pulang, jangan jangan sebenarnya Dirga ini sudah menikah dan istrinya di sembunyikan, seperti di drama drama itu, ku sembunyikan istriku dari keluargaku karena dia miskin" celetuk Sahara yang tiba tiba ada di samping Dirga.

"Iya, aku sudah menikah tapi istriku selingkuh dan punya suami empat, namanya Sahara dan dia sudah punya anak tiga" jawab Dirga membuat Sahara tersipu malu.

"Hihihi... Sahara salting parah!" pekik Sahara terbang mengelilingi ruang makan rumah Bintang.

"Benar benar Sahara ini, Sahara memangnya kamu tidak ke bengkel? Di bengkel tidak ada yang menjaga" ucap Dimas.

"Sahara bosan jaga bengkel, maunya jaga hatinya Dirga saja" jawab Sahara kembali tertawa membuat Bintang terkekeh.

"Rayuannya sudah bukan rayuan pulau kelapa lagi, Sahara sudah naik tingkat jadi ahli merayu paling top di dunia jin" ucap Bintang.

"Cah Bagus benar, Sahara memang tidak terkalahkan, Sahara yang terbaik dan yang paling cantik" jawab Sahara

"Yang paling GeEr an dan yang paling gampang salting juga" ledek Dimas

"Benar sekali" jawab Ardana dan Ayana menaikkan jempol tangannya.

Terpopuler

Comments

neni nuraeni

neni nuraeni

yee akhirnya Sahara kmbli kangenku terobati maksih kak thor😁😁😁,, semoga aja Dirga tidak jatuh hati sama radini,, jgn smpaiii deh aduhh baru pertama baca aja udah seruuu ini,,, lnjut kak thor💪💪

2026-07-09

0

Leni Nuraeni

Leni Nuraeni

akhir nya keluarga bintang muncul lgi,,semngattt
maaf thor baru gabung lgi d cerita auhtor,,

2026-08-03

0

Ridwan01

Ridwan01

Ada yang rindu Sahara di sini? petualangan baru Sahara sudah di mulai, jangan lupa like, subscribe dan komentar kalian ya, bintangnya bisa menyusul nanti, terima kasih sudah mampir 🙏☺️

2026-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Perempuan pemuja iblis
2 Mulai mendekat
3 Radini mendekat
4 Serangan pertama
5 Musuh yang kuat
6 Efek hilangnya pagar gaib
7 Energi murni
8 Lamaran untuk Dirga
9 Rumah iblis
10 Halangan
11 Gangguan saat pemagaran
12 Pagar terpasang
13 Kepedulian Sagara
14 Rencana Radini
15 Radini yang sebenarnya
16 Satu serangan
17 Meminta Rania kembali
18 Sahara kesal
19 Radini vs Kenanga
20 Rani
21 Rencana dua anak Sahara
22 Mendekati Roman
23 Roman mulai waspada
24 Senjata tombak
25 Hadiah dari tamu jauh
26 Merayu Roman
27 taktik Radini
28 Makan malam mencekam
29 Merayu Radiah
30 Rani keluar, Luca masuk
31 Barang Dirga
32 Argadana dan Anggadana terluka
33 Kecurigaan Sigit
34 Sosok perempuan penerima pelet
35 usaha Dirga
36 usaha Dirga 2
37 Kejar target
38 Luca bergerak
39 Sahara senang Radini meriang
40 Terusir
41 Gita
42 Sama sama punya rahasia
43 Luca curiga
44 Secangkir darah
45 Serangan mendadak
46 Sahara menyusup
47 Hatta tahu yang terjadi
48 Dirga terjebak
49 Dirga terjebak
50 Ibu Sahara
51 Menuju rawa congkrang
52 Banyak bantuan
53 Buah pohon keramat
54 Keluarga Cemara
55 Dirga pulang
56 Dua rahasia
57 Membujuk Soca
58 Gandra
59 Kondisi Gandra
60 Liciknya Luca
61 Radini waspada
62 Mulai mengobati
63 Kecurigaan Khanza
64 Sahara berbeda
65 Penyebab gangguan
66 Menyadarkan Gandra
67 Tak bisa bangun
68 Penawar
69 Penawar 2
70 Ancaman Sahara
71 Balasan untuk Radini
72 Tantangan Dimas
73 Masih belum waktunya
74 Kembali jadi Mbah Dimas
75 Hatta bermain aman
76 Kecurigaan Dirga
77 Hatta dalam bahaya
78 Terbakar
79 Menyembunyikan
80 Kesedihan palsu
81 Sahara tertipu
82 Melepaskan Soca
83 Luca berhasil
84 Bimantara marah
85 Khanza kosong
86 Mustahil tapi terjadi
87 Botol kaca
88 Keadaan Radini
89 Kegelisahan Dirga
90 Sebuah jawaban
91 Nasehat menyentuh
92 Kesempatan yang tak boleh di lewatkan
93 Saling terhubung
94 Kondisi Radini dan Radiah
95 Pesan terakhir Hatta
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Perempuan pemuja iblis
2
Mulai mendekat
3
Radini mendekat
4
Serangan pertama
5
Musuh yang kuat
6
Efek hilangnya pagar gaib
7
Energi murni
8
Lamaran untuk Dirga
9
Rumah iblis
10
Halangan
11
Gangguan saat pemagaran
12
Pagar terpasang
13
Kepedulian Sagara
14
Rencana Radini
15
Radini yang sebenarnya
16
Satu serangan
17
Meminta Rania kembali
18
Sahara kesal
19
Radini vs Kenanga
20
Rani
21
Rencana dua anak Sahara
22
Mendekati Roman
23
Roman mulai waspada
24
Senjata tombak
25
Hadiah dari tamu jauh
26
Merayu Roman
27
taktik Radini
28
Makan malam mencekam
29
Merayu Radiah
30
Rani keluar, Luca masuk
31
Barang Dirga
32
Argadana dan Anggadana terluka
33
Kecurigaan Sigit
34
Sosok perempuan penerima pelet
35
usaha Dirga
36
usaha Dirga 2
37
Kejar target
38
Luca bergerak
39
Sahara senang Radini meriang
40
Terusir
41
Gita
42
Sama sama punya rahasia
43
Luca curiga
44
Secangkir darah
45
Serangan mendadak
46
Sahara menyusup
47
Hatta tahu yang terjadi
48
Dirga terjebak
49
Dirga terjebak
50
Ibu Sahara
51
Menuju rawa congkrang
52
Banyak bantuan
53
Buah pohon keramat
54
Keluarga Cemara
55
Dirga pulang
56
Dua rahasia
57
Membujuk Soca
58
Gandra
59
Kondisi Gandra
60
Liciknya Luca
61
Radini waspada
62
Mulai mengobati
63
Kecurigaan Khanza
64
Sahara berbeda
65
Penyebab gangguan
66
Menyadarkan Gandra
67
Tak bisa bangun
68
Penawar
69
Penawar 2
70
Ancaman Sahara
71
Balasan untuk Radini
72
Tantangan Dimas
73
Masih belum waktunya
74
Kembali jadi Mbah Dimas
75
Hatta bermain aman
76
Kecurigaan Dirga
77
Hatta dalam bahaya
78
Terbakar
79
Menyembunyikan
80
Kesedihan palsu
81
Sahara tertipu
82
Melepaskan Soca
83
Luca berhasil
84
Bimantara marah
85
Khanza kosong
86
Mustahil tapi terjadi
87
Botol kaca
88
Keadaan Radini
89
Kegelisahan Dirga
90
Sebuah jawaban
91
Nasehat menyentuh
92
Kesempatan yang tak boleh di lewatkan
93
Saling terhubung
94
Kondisi Radini dan Radiah
95
Pesan terakhir Hatta

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!