BAB 2: Berat yang Tak Terlihat dan Pandangan yang Meremehkan

Angin sore berembus lambat, membawa aroma daun pinus kering yang khas dari arah hutan belakang Konoha. Di jalur tanah yang memutari area luar desa, dua sosok dengan pakaian hijau ketat sedang bergerak dengan posisi terbalik. Kepala di bawah, tangan di bawah, dan kaki lurus menghadap ke langit.

"Dua ratus tiga puluh satu... dua ratus tiga puluh dua..."

Reymond menghitung dalam hati, giginya terkatup rapat. Keringat bercucuran deras dari dahinya, menetes langsung ke tanah kering yang mereka lewati. Telapak tangannya terasa panas membara, tergesek oleh kerikil tajam dan ranting patah di sepanjang jalan. Setiap kali berat badannya bertumpu pada pergelangan tangan, dia bisa mendengar bunyi krek samar yang menandakan sendinya tertekan hebat.

Namun, keajaiban cheat itu bekerja di balik layar. Begitu rasa sakit menusuk di pergelangan tangannya, kehangatan misterius mengalir dalam hitungan milidetik, memperbaiki jaringan ikat yang hampir robek dan meredakan rasa panas di kulitnya. Secara fisik, dia selalu kembali ke kondisi prima. Tapi secara mental? Reymond merasa jiwanya hampir terbang keluar dari ubub-ubun.

"Ayo, Lee! Jangan kendurkan kecepatanmu! Matahari sudah hampir tenggelam di balik patung para Hokage!" Guy berteriak dari sampingnya, bergerak dengan kecepatan dua kali lipat lebih cepat dengan ekspresi yang sangat santai, seolah-olah dia hanya sedang berjalan-jalan di taman.

"B-baik, Guru Guy!" Reymond menjawab dengan napas yang mulai tersengal. Mengontrol napas ternyata jauh lebih sulit daripada mengatasi rasa sakit fisik. "Saya... saya masih bisa!"

"Bagus! Itulah api masa muda yang sesungguhnya!" Guy tertawa menggelegar, membalikkan tubuhnya di udara dengan gerakan akrobatik yang sempurna, lalu mendarat dengan kedua kakinya. "Cukup untuk hari ini! Kita sudah menyelesaikan dua ratus lima puluh putaran. Anggap saja ini pemanasan pasca kamu keluar dari rumah sakit!"

Pemanasan kepalamu kotak! Reymond mengumpat dalam hati sambil ikut membalikkan tubuhnya. Dia mendarat dengan agak limbung, sebelum akhirnya berdiri tegak. Dia menarik napas dalam-dalam, mengisi paru-parunya dengan udara malam yang mulai dingin. Anehnya, rasa lelah yang luar biasa di ototnya hilang hanya dalam waktu tiga kali tarikan napas. Kulit tangannya yang tadi lecet-lecet kini sudah mulus kembali.

Guy memperhatikan muridnya dengan mata menyipit. Ada kilatan herisik di tatapan jounin berpengalaman itu. "Lee, biasanya setelah latihan seperti ini, napasmu akan memburu selama lima belas menit dan otot lenganmu akan gemetar. Tapi sekarang... kamu terlihat sangat cepat pulih."

Jantung Reymond berdegup kencang. Gawat, apa dia menyadarinya?

Dengan cepat, Reymond memukul dadanya sendiri dengan kepalan tangan, memasang ekspresi se-antusias mungkin khas Rock Lee. "Ini karena motivasiku sedang membara, Guru! Berbaring di ranjang rumah sakit kemarin membuatku sadar betapa berharganya setiap detik untuk berlatih! Aku tidak ingin membuang waktu lagi!"

Guy terdiam sesaat, lalu tiba-tiba air mata dramatis kembali membanjiri wajahnya. Dia merangkul pundak Reymond dengan kasar. "Oh, Lee! Kamu benar-benar membuatku terharu! Jenius kerja keras sepertimu adalah kebanggaan terbesarku! Pergilah ke kedai dango atau mandi di pemandian air panas untuk merenggangkan ototmu. Besok pagi, kita akan bertemu dengan rekan timmu yang lain di area latihan nomor tiga!"

"Rekan tim?" Reymond memiringkan kepalanya. "Neji dan Tenten?"

"Benar! Mereka sudah menyelesaikan misi solo mereka masing-masing hari ini. Besok adalah latihan tim pertama kita setelah kamu sembuh. Jangan terlambat, Lee!" Setelah meneriakkan itu, Guy berputar dan melesat pergi, meninggalkan kepulan debu tebal yang membuat Reymond terbatuk-batuk.

"Uhuk! Uhuk! Sialan, cepat sekali dia menghilang," gumam Reymond sambil mengibaskan tangan di depan wajahnya.

Kini dia sendirian di jalanan Konoha yang mulai temaram oleh lentera-lentera jalan yang baru dinyalakan. Reymond berjalan pelan menuju arah pusat desa. Pemandangan di sekitarnya benar-benar terasa surealis. Bangunan-bangunan kayu bergaya jepang kuno, orang-orang yang berjalan dengan pakaian tradisional, dan beberapa shinobi yang melompat dari atap ke atap dengan sangat lincah.

Saat berjalan melewati area pasar, Reymond merasakan perubahan atmosfer yang kurang nyaman. Beberapa penduduk desa yang sedang merapikan dagangan mereka melirik ke arahnya. Tatapan mereka... bukan tatapan benci seperti yang mereka berikan pada Naruto, melainkan tatapan meremehkan. Tatapan kasihan yang bercampur dengan cemoohan terselubung.

"Lihat, itu si anak cacat dari klan Lee," bisik seorang pedagang sayur kepada temannya, tidak terlalu pelan hingga Reymond masih bisa mendengarnya.

"Ah, si bocah yang tidak bisa Ninjutsu itu? Kasihan sekali. Mau jadi ninja seperti apa kalau cuma mengandalkan pukulan dan tendangan? Di zaman sekarang, anak itu hanya akan jadi umpan meriam di medan perang," sahut yang lain sambil menggelengkan kepala.

Reymond menghentikan langkahnya sejenak. Tangannya yang berada di dalam saku celana mengepal erat. Sebagai Reymond yang dulu hidup di dunia modern, dia jarang sekali menerima diskriminasi langsung seperti ini. Ada rasa hangat yang membakar dadanya—bukan karena cheat, melainkan karena ego dan sisa-sisa emosi milik Rock Lee yang asli yang tersinggung.

Umpan meriam? Reymond tersenyum sinis dalam hati. Kalian tidak tahu saja. Jika aku membuka Gerbang Kedelapan sekarang, seluruh pasar ini bisa rata dengan tanah dalam sekejap.

Namun, dia memilih untuk mengabaikan mereka. Dia melanjutkan perjalanannya menuju rumah kecil tempat Rock Lee tinggal sendirian. Rumah itu sangat sederhana, hanya ada satu kamar tidur, satu kamar mandi, dan ruang latihan kecil di halaman belakang yang dipenuhi oleh tiang-tiang kayu yang sudah retak-retak akibat pukulan konstan.

Reymond duduk di lantai kayu teras belakang, menatap bulan sabit yang mulai menggantung di langit malam. Dia membuka telapak tangannya, mencoba memfokuskan pikirannya.

Bagaimana cara merasakan chakra? pikirnya.

Di dalam ingatan Lee, chakra adalah sesuatu yang asing karena jalur chakranya tersumbat atau tidak berkembang dengan baik untuk Ninjutsu. Namun, setelah cheat itu menyatu dengan jiwanya, Reymond bisa merasakan ada sesuatu yang berbeda. Di dalam perut bagian bawahnya, ada sebuah pusaran energi biru yang sangat padat. Energi itu mengalir dengan lancar, mengitari seluruh tubuhnya tanpa ada hambatan sama sekali.

"Tunggu..." Reymond bergumam, matanya membelalak. "Jalur chakraku... tidak tersumbat? Malah terasa sangat bersih!"

Dia mencoba mengalirkan energi itu ke telapak tangannya. Wush! Sebuah tekanan angin tipis tercipta di sekitar jemarinya. Ini bukan chakra biasa. Berkat cheat regenerasi tak terbatas, aliran chakra dalam tubuhnya terus memperbarui diri. Setiap kali dia menggunakan atau membuang sebagian chakra, pusaran di perutnya langsung mengisinya kembali hingga penuh dalam sekejap.

artinya, dia tidak hanya memiliki darah yang tidak bisa habis, tetapi juga Chakra Tak Terbatas.

Reymond menelan ludah, tubuhnya gemetar karena kombinasi rasa takut dan kegembiraan yang luar biasa. "Kalau begini ceritanya... keterbatasan Rock Lee yang tidak bisa Ninjutsu bukan lagi masalah karena cacat tubuh, melainkan karena aku memang belum belajar caranya!"

Namun, dia segera menggelengkan kepalanya keras-keras. "Tidak, tidak boleh serakah. Fokus utamaku saat ini adalah Taijutsu. Dengan tubuh yang bisa beregenerasi instan, Taijutsu adalah senjata paling mematikan yang bisa kuhasilkan tanpa perlu membuang waktu mempelajari segel tangan yang rumit."

Dia berdiri, menatap tiang kayu latihan di depannya. Reymond memasang kuda-kuda dasar Gouken (Gaya Tinju Keras) yang sudah mendarah daging di tubuh Lee.

"Mari kita coba seberapa cepat aku bisa berkembang," bisiknya pada kegelapan malam.

Bum!

Pukulan pertamanya menghantam tiang kayu, meninggalkan retakan baru yang cukup dalam. Kulit buku jarinya sempat pecah dan berdarah, namun sebelum darah sempat menetes ke tanah, uap putih muncul dan menyembuhkannya dalam waktu kurang dari satu detik. Reymond tersenyum puas. Latihan neraka yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Episodes
1 BAB 1: Hijau yang Menyilaukan dan Sebuah Penyesalan
2 BAB 2: Berat yang Tak Terlihat dan Pandangan yang Meremehkan
3 BAB 3: Pertemuan Tim dan Keangkuhan Sang Jenius Hyuga
4 BAB 4: Misi Pertama dan Ujian di Balik Bayang-Bayang
5 BAB 5: Kejutan di Hutan Kematian dan Kebal Absolut
6 BAB 6: Evaluasi di Kedai Dango
7 BAB 7: Latihan Rahasia dan Batasan yang Mulai Lenyap
8 BAB 8: Kabar tentang Ujian dan Pagi yang Berisik
9 BAB 9: Pertemuan Tak Terduga di Kota dan Niat yang Tersembunyi
10 BAB 10: Sisa Ketegangan dan Kekaguman yang Menggebu
11 BAB 11: Malam yang Sunyi dan Rahasia di Balik Otot
12 BAB 12: Hari Pendaftaran dan Bisikan-Bisikan Remeh
13 BAB 13: Ruang 301 dan Tatapan Semesta Ninja
14 BAB 14: Lembar Kertas dan Ujian Mental di Bawah Tekanan
15 BAB 15: Pilihan Mutlak dan Keheningan yang Membawa Kemenangan
16 BAB 16: Pintu Gerbang Angker dan Lembar Perjanjian Nyawa
17 BAB 17: Penyergapan di Kegelapan dan Logika Kekuatan Mentah
18 BAB 18: Malam yang Berbisik dan Api yang Membakar Keraguan
19 BAB 19: Jejak Darah dan Pertemuan di Batas Hutan
20 BAB 20: Tarian Kecepatan Tinggi dan Batasan Pasir Mutlak
21 BAB 21: Batasan Beban dan Keputusan untuk Melepaskan Kekuatan
22 BAB 22: Badai Hijau dan Retaknya Ilusi Mutlak
23 BAB 23: Gerbang Pertama dan Pecahnya Batas Kekuatan
24 BAB 24: Detak Jantung Juggernaut dan Altar Pasir yang Runtuh
25 BAB 25: Puncak Kegilaan dan Sinyal Penarikan Mundur
26 BAB 26: Sisa Badai dan Jejak yang Tertinggal
27 BAB 27: Langkah di Balik Kabut Fajar
28 BAB 28: Evaluasi di Balik Bayang-bayang dan Ambang Hari Ketiga
29 BAB 29: Pergerakan di Bawah Sinar Matahari dan Pertemuan yang Tidak Terduga
30 BAB 30: Resonansi Suara dan Eksekusi Detik-Detik Krusial
31 BAB 31: Aliansi Sementara dan Pintu Menara yang Terbuka
32 BAB 32: Di Dalam Dinding Batu dan Gemuruh yang Tenang
33 BAB 33: Titik Temu Para Monster dan Tatapan yang Mengunci
34 BAB 34: Deru Mesin Takdir dan Pertarungan Pembuka
35 BAB 35: Gesekan Logam dan Senandung Kematian yang Sunyi
36 BAB 36: Sisa Angin Suna dan Janji di Balik Darah
37 BAB 37: Lembaran Baru di Papan Pengumuman dan Kebangkitan Sang Pengendali Serang
38 BAB 38: Dengung Hitam dan Kepakan Sayap di Ruang Hampa
39 BAB 39: Panggilan Takdir dan Langkah Kaki Menuju Dinding Es
40 BAB 40: Kilat Juken dan Pecahnya Keheningan Keluarga
41 BAB 41: Batas Akhir Ketabahan dan Intervensi yang Mengunci Ruangan
42 BAB 42: Panggung yang Bergetar dan Lepasnya Belenggu Besi
43 BAB 43: Badai Pasir yang Runtuh dan Gerbang Keempat yang Mengunci Takdir
44 BAB 44: Melampaui Batas Batuan dan Guncangan Jiwa sang Monster
45 BAB 45: Keruntuhan Sang Tirani Pasir dan Berakhirnya Malam Seleksi
46 BAB 46: Aroma Ramuan Medis dan Secangkir Teh di Pagi yang Baru
47 BAB 47: Bayang-Bayang di Sela Daun dan Analisis yang Tak Terlihat
48 BAB 48: Gemuruh Panggung Utama dan Tatapan Takdir Dua Jenius
49 BAB 49: Tarian Juken dan Pukulan yang Menembus Prediksi
50 BAB 50: Kilat Hijau yang Membelah Trigram
51 BAB 51: Runtuhnya Garis Takdir dan Fajar Kemenangan Baru
52 BAB 52: Lorong yang Menanti dan Gemeretak Gigi sang Rival
53 BAB 53: Pusaran Angin Hitam dan Sinyal yang Terdistorsi
54 BAB 54: Riuh Badai dan Bilah Merah di Atas Atap
55 BAB 55: Desis Ular Raksasa dan Dinding Pertahanan yang Retak
56 BAB 56: Benteng Otot dan Darah di Garis Depan
57 BAB 57: Kabut Ilusi yang Pecah dan Fajar Perlawanan
58 BAB 58: Bayangan Pasir dan Desis Udara yang Terbakar
59 BAB 59: Jejak Pasir dan Gemuruh di Sudut Pemukiman
60 BAB 60: Amarah yang Membakar dan Sudut Lorong yang Sunyi
61 BAB 61: Gema Langkah di Balik Asap dan Tembok yang Runtuh
62 BAB 62: Gemuruh Logam dan Serpihan Keyakinan
63 BAB 63: Badai Pasir dan Amarah yang Merambat di Gerbang Timur
64 BAB 64: Pecahan Kayu dan Gemeretak Benang Sutra
65 BAB 65: Sisa Asap di Lorong Senyap dan Fajar yang Dinanti
66 BAB 66: Selimut Kelabu dan Kehangatan yang Tersisa
67 BAB 67: Dingin Malam dan Jejak Langkah yang Baru
68 BAB 68: Fajar Baru di Balik Puing-Puing
69 BAB 69: Di Bawah Langit yang Kembali Membiru
70 BAB 70: Debu dan Topeng yang Tak Sempurna
71 BAB 71: Di Bawah Langit Mendung Pemakaman
72 BAB 72: Debu Politik dan Roda yang Terus Berputar
73 BAB 73: Ujian di Balik Bayangan
74 BAB 74: Angin Perubahan di Kursi Hokage
75 BAB 75: Ujian Tersembunyi di Balik Misi Rutin
76 BAB 76: Reuni di Bawah Naungan Pohon Tua
77 BAB 77: Langkah Awal Menuju Cakrawala Baru
78 BAB 78: Asap Mangkok Ramen dan Rencana yang Terajut
79 BAB 79: Bayangan di Jalur Perbatasan
80 BAB 80: Dentuman Beban dan Tatapan Tercengang
81 BAB 81: Badai di Balkon Tua dan Pengakuan yang Tertunda
82 BAB 82: Jejak Debu di Perjalanan Pulang
83 BAB 83: Cahaya Lampion dan Bayangan di Lorong Desa
84 BAB 84: Bisikan Malam dan Tekad yang Retak
85 BAB 85: Bayangan yang Pergi dan Langkah Awal Perburuan
86 BAB 86: Barisan Pemburu dan Janji di Gerbang Desa
87 BAB 87: Bayangan Pertempuran Pertama di Hutan Bambu
88 BAB 88: Retakan Dinding dan Keputusan di Tengah Jalan
89 BAB 89: Pengejaran di Atas Kanopi dan Perangkap Benang Chakra
90 BAB 90: Jaring Benang Emas dan Pengorbanan di Ketinggian
91 BAB 91: Pengejaran Tanpa Henti dan Dua Bayangan di Perbatasan
92 BAB 92: Melodi Tengkorak dan Jerat Bayangan yang Terurai
93 BAB 93: Puncak Batas dan Dentuman yang Menggetarkan Lembah
94 BAB 94: Retakan di Udara Lembah dan Kepak Seruling yang Patah
95 BAB 95: Panggilan di Dasar Ngarai dan Bayangan Monster Merah
96 BAB 96: Dentur Logam di Dasar Ngarai
97 BAB 97: Gelombang yang Pecah dan Terbitnya Sang Serigala
98 BAB 98: Hujan di Atas Ngarai dan Bayangan yang Tertinggal
99 BAB 99: Gemuruh di Lembah Akhir dan Pertarungan Takdir
100 BAB 100: Tarian Tulang di Dasar Ngarai dan Rahasia dalam Pusaran Hijau
101 BAB 101: Gemuruh Lembah Akhir dan Dentuman yang Tersembunyi
102 BAB 102: Gemuruh Hujan dan Jejak Puncak Lembah
103 BAB 103: Takdir di Bawah Guyuran Hujan dan Keputusan di Balik Tirai
104 BAB 104: Kepulangan yang Hening dan Rumah Sakit Konoha
105 BAB 105: Mangkuk hangat di Warung Dango dan Kehidupan yang Diinginkan
Episodes

Updated 105 Episodes

1
BAB 1: Hijau yang Menyilaukan dan Sebuah Penyesalan
2
BAB 2: Berat yang Tak Terlihat dan Pandangan yang Meremehkan
3
BAB 3: Pertemuan Tim dan Keangkuhan Sang Jenius Hyuga
4
BAB 4: Misi Pertama dan Ujian di Balik Bayang-Bayang
5
BAB 5: Kejutan di Hutan Kematian dan Kebal Absolut
6
BAB 6: Evaluasi di Kedai Dango
7
BAB 7: Latihan Rahasia dan Batasan yang Mulai Lenyap
8
BAB 8: Kabar tentang Ujian dan Pagi yang Berisik
9
BAB 9: Pertemuan Tak Terduga di Kota dan Niat yang Tersembunyi
10
BAB 10: Sisa Ketegangan dan Kekaguman yang Menggebu
11
BAB 11: Malam yang Sunyi dan Rahasia di Balik Otot
12
BAB 12: Hari Pendaftaran dan Bisikan-Bisikan Remeh
13
BAB 13: Ruang 301 dan Tatapan Semesta Ninja
14
BAB 14: Lembar Kertas dan Ujian Mental di Bawah Tekanan
15
BAB 15: Pilihan Mutlak dan Keheningan yang Membawa Kemenangan
16
BAB 16: Pintu Gerbang Angker dan Lembar Perjanjian Nyawa
17
BAB 17: Penyergapan di Kegelapan dan Logika Kekuatan Mentah
18
BAB 18: Malam yang Berbisik dan Api yang Membakar Keraguan
19
BAB 19: Jejak Darah dan Pertemuan di Batas Hutan
20
BAB 20: Tarian Kecepatan Tinggi dan Batasan Pasir Mutlak
21
BAB 21: Batasan Beban dan Keputusan untuk Melepaskan Kekuatan
22
BAB 22: Badai Hijau dan Retaknya Ilusi Mutlak
23
BAB 23: Gerbang Pertama dan Pecahnya Batas Kekuatan
24
BAB 24: Detak Jantung Juggernaut dan Altar Pasir yang Runtuh
25
BAB 25: Puncak Kegilaan dan Sinyal Penarikan Mundur
26
BAB 26: Sisa Badai dan Jejak yang Tertinggal
27
BAB 27: Langkah di Balik Kabut Fajar
28
BAB 28: Evaluasi di Balik Bayang-bayang dan Ambang Hari Ketiga
29
BAB 29: Pergerakan di Bawah Sinar Matahari dan Pertemuan yang Tidak Terduga
30
BAB 30: Resonansi Suara dan Eksekusi Detik-Detik Krusial
31
BAB 31: Aliansi Sementara dan Pintu Menara yang Terbuka
32
BAB 32: Di Dalam Dinding Batu dan Gemuruh yang Tenang
33
BAB 33: Titik Temu Para Monster dan Tatapan yang Mengunci
34
BAB 34: Deru Mesin Takdir dan Pertarungan Pembuka
35
BAB 35: Gesekan Logam dan Senandung Kematian yang Sunyi
36
BAB 36: Sisa Angin Suna dan Janji di Balik Darah
37
BAB 37: Lembaran Baru di Papan Pengumuman dan Kebangkitan Sang Pengendali Serang
38
BAB 38: Dengung Hitam dan Kepakan Sayap di Ruang Hampa
39
BAB 39: Panggilan Takdir dan Langkah Kaki Menuju Dinding Es
40
BAB 40: Kilat Juken dan Pecahnya Keheningan Keluarga
41
BAB 41: Batas Akhir Ketabahan dan Intervensi yang Mengunci Ruangan
42
BAB 42: Panggung yang Bergetar dan Lepasnya Belenggu Besi
43
BAB 43: Badai Pasir yang Runtuh dan Gerbang Keempat yang Mengunci Takdir
44
BAB 44: Melampaui Batas Batuan dan Guncangan Jiwa sang Monster
45
BAB 45: Keruntuhan Sang Tirani Pasir dan Berakhirnya Malam Seleksi
46
BAB 46: Aroma Ramuan Medis dan Secangkir Teh di Pagi yang Baru
47
BAB 47: Bayang-Bayang di Sela Daun dan Analisis yang Tak Terlihat
48
BAB 48: Gemuruh Panggung Utama dan Tatapan Takdir Dua Jenius
49
BAB 49: Tarian Juken dan Pukulan yang Menembus Prediksi
50
BAB 50: Kilat Hijau yang Membelah Trigram
51
BAB 51: Runtuhnya Garis Takdir dan Fajar Kemenangan Baru
52
BAB 52: Lorong yang Menanti dan Gemeretak Gigi sang Rival
53
BAB 53: Pusaran Angin Hitam dan Sinyal yang Terdistorsi
54
BAB 54: Riuh Badai dan Bilah Merah di Atas Atap
55
BAB 55: Desis Ular Raksasa dan Dinding Pertahanan yang Retak
56
BAB 56: Benteng Otot dan Darah di Garis Depan
57
BAB 57: Kabut Ilusi yang Pecah dan Fajar Perlawanan
58
BAB 58: Bayangan Pasir dan Desis Udara yang Terbakar
59
BAB 59: Jejak Pasir dan Gemuruh di Sudut Pemukiman
60
BAB 60: Amarah yang Membakar dan Sudut Lorong yang Sunyi
61
BAB 61: Gema Langkah di Balik Asap dan Tembok yang Runtuh
62
BAB 62: Gemuruh Logam dan Serpihan Keyakinan
63
BAB 63: Badai Pasir dan Amarah yang Merambat di Gerbang Timur
64
BAB 64: Pecahan Kayu dan Gemeretak Benang Sutra
65
BAB 65: Sisa Asap di Lorong Senyap dan Fajar yang Dinanti
66
BAB 66: Selimut Kelabu dan Kehangatan yang Tersisa
67
BAB 67: Dingin Malam dan Jejak Langkah yang Baru
68
BAB 68: Fajar Baru di Balik Puing-Puing
69
BAB 69: Di Bawah Langit yang Kembali Membiru
70
BAB 70: Debu dan Topeng yang Tak Sempurna
71
BAB 71: Di Bawah Langit Mendung Pemakaman
72
BAB 72: Debu Politik dan Roda yang Terus Berputar
73
BAB 73: Ujian di Balik Bayangan
74
BAB 74: Angin Perubahan di Kursi Hokage
75
BAB 75: Ujian Tersembunyi di Balik Misi Rutin
76
BAB 76: Reuni di Bawah Naungan Pohon Tua
77
BAB 77: Langkah Awal Menuju Cakrawala Baru
78
BAB 78: Asap Mangkok Ramen dan Rencana yang Terajut
79
BAB 79: Bayangan di Jalur Perbatasan
80
BAB 80: Dentuman Beban dan Tatapan Tercengang
81
BAB 81: Badai di Balkon Tua dan Pengakuan yang Tertunda
82
BAB 82: Jejak Debu di Perjalanan Pulang
83
BAB 83: Cahaya Lampion dan Bayangan di Lorong Desa
84
BAB 84: Bisikan Malam dan Tekad yang Retak
85
BAB 85: Bayangan yang Pergi dan Langkah Awal Perburuan
86
BAB 86: Barisan Pemburu dan Janji di Gerbang Desa
87
BAB 87: Bayangan Pertempuran Pertama di Hutan Bambu
88
BAB 88: Retakan Dinding dan Keputusan di Tengah Jalan
89
BAB 89: Pengejaran di Atas Kanopi dan Perangkap Benang Chakra
90
BAB 90: Jaring Benang Emas dan Pengorbanan di Ketinggian
91
BAB 91: Pengejaran Tanpa Henti dan Dua Bayangan di Perbatasan
92
BAB 92: Melodi Tengkorak dan Jerat Bayangan yang Terurai
93
BAB 93: Puncak Batas dan Dentuman yang Menggetarkan Lembah
94
BAB 94: Retakan di Udara Lembah dan Kepak Seruling yang Patah
95
BAB 95: Panggilan di Dasar Ngarai dan Bayangan Monster Merah
96
BAB 96: Dentur Logam di Dasar Ngarai
97
BAB 97: Gelombang yang Pecah dan Terbitnya Sang Serigala
98
BAB 98: Hujan di Atas Ngarai dan Bayangan yang Tertinggal
99
BAB 99: Gemuruh di Lembah Akhir dan Pertarungan Takdir
100
BAB 100: Tarian Tulang di Dasar Ngarai dan Rahasia dalam Pusaran Hijau
101
BAB 101: Gemuruh Lembah Akhir dan Dentuman yang Tersembunyi
102
BAB 102: Gemuruh Hujan dan Jejak Puncak Lembah
103
BAB 103: Takdir di Bawah Guyuran Hujan dan Keputusan di Balik Tirai
104
BAB 104: Kepulangan yang Hening dan Rumah Sakit Konoha
105
BAB 105: Mangkuk hangat di Warung Dango dan Kehidupan yang Diinginkan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!